
Sella semakin panik saat Tinah begitu ragu untuk mengatakannya.
"Bilang Tinah, sebenarnya kenapa dengan mereka?" desak Sella kesal.
"Mas Reza, dia dirawat di rumah sakit ini non" jawab Tinah pelan.
"Apa yang terjadi Tin?" tanya Sella kaget.
"Mas Reza berkelahi dengan mas Baim, hingga akhirnya mas Baim menusuk mas Reza yang menyebabkan dia koma sekarang" ungkap Tinah yang mana Sella tercengang mendengar itu.
"Apa penyebabnya mereka berkelahi?" tanya Sella heran, karena dirinya tak tau apa pun setelah kejadian pingsan waktu itu.
"Dua hari lalu kita ke rumah mas Baim, dan kita liat non udah terkapar jatuh hingga dengan cepat kita bawa non ker umah sakit. Dan dokter mengatakan kalo salah satu diantara kalian gak selamat, mas Baim memilih bayi yang dikandung non Sella. Tapi mas Reza gak terima dengan pilihan mas Baim hingga mereka bertengkar dan___" terang Tinah yang tertahan untuk menarik napas sesaat.
"Dan apa Tin?" cetus Sella tak sabar menunggu.
"Dan sebenarnya kecelakaan yang menimpa mas Reza 3 tahun silam itu karena rencana mas Baim" bebernya yang membuat Sella tak percaya.
"Gak mungkin, waktu itu gue yang menyebabkan Reza kecelakaan" sangkal Sella.
"Bukan non.. Mas Baim sengaja merusak rem mobil mas Reza malam itu, agar kecelakaan terjadi sama mas Reza hingga ia tak dapat menghentikan mobil saat kecelaan terjadi" jelas Tinah yang mana Sella telah percaya dengan penjelasannya.
"Lo yakin?"
"Sumpah demi tuhan, kalo semua itu keluar dari mulut mas Baim" tegas Tinah, "Dan mas Baim sekarang ditahan oleh polisi" tambah Tinah.
"Baguslah, karena dia semuanya runyam begini" gerutu Sella kesal.
"Sementara bayi, non__" ucap nya tertahan.
"Kenapa Tin? Apa dia gak selamat ?" pekik Sella panik.
Air mata bercucuran, untuk kedua kalinya ia harus kehilangan buah hati. Meski pun darah daging Baim, tetapi Sella tetap menginginkan sang anak.
"Hiks... Hiks.."
"Non kenapa nangis?"
"Anak gue gak ada, masa gue harus bahagia sih Tin? Lo gila ya?" cetus Sella.
"Dia terselamatkan, dan cantik seperti non Sella." sahut Tinah bangga.
__ADS_1
"Syukulah.. Elo buat gue panik aja Tin!" seru Sella lega.
" Tin! Gue pengen bertemu Baim" pinta Sella.
"Untuk apa non? Lebih baik non gak usah temui dia lagi, dia udah ngerusak kebahagiaan non sama mas Reza" saran Tinah.
"Walau bagai mana pun dia suami gue Tin, please antar gue kesana ya?" bujuk Sella.
"Iya deh! Tapi lain kali aja yah non? Karena gak mungkin sekarang, non kan baru aja sadar" ucap Tinah mengalah.
...*****...
Beberapa hari kemudian..
Tinah menuntun Sella saat di mana ia telah diizinkan untuk menjenguk suaminya. Baim pun telah di tetapkan menjadi tersangka atas tindakannya terhadap Reza dan pelaku dari pencobaan pembunuhan terhadap Reza di 3 tahun silam.
Sella duduk menanti sang sumai setelah menenangkan Tinah bila ingin sendiri saja menghadapin Baim. Tinah yang tak ingin Sella di sakiti Baim, akhirnya ia mengalah membiarkan Sella sendirian menemui Baim.
"Kalo ada apa-apa non langsung teriak yah, pasti saya akan cepat datang buat lindungi non." pinta Tinah, berpesan.
"Iya Tin, gue gak akan kenapa-napa kok" sahut Sella menenangkan, Tinah pun pergi meninggalkannya yang mana bersamaan dengan itu Baim datang dengan dikawal dua orang polisi yang mendekat kepada Sella.
"Sella?" pekik Baim yang tak menyangka ada dihadapanya.
"Aku tau yang kamu harapkan bukan aku, tapi bayi yang aku kandung tapi sayangnya aku masih di beri kesempatan oleh tuhan untuk hidup. Karena masih ada yang belum terselesaikan dalam masalah antara aku, kamu dan Reza. Sekarang aku tau semuanya dan aku salah menilai kamu selama ini. Di balik wajah kamu yang penyayang sama aku, ternyata berhati busuk." ucap Sella, sengit.
"Maafkan aku Sel! Aku khilaf, aku marah saat itu hingga dendam menggebu dalam batinku." akunya dengan memegang tangan Sella yang mana tangan Baim terborgol keduanya.
"Aku udah mencobanya, aku mencoba mencintai kamu tapi kamu hanya melihat sosok Reza. Bahkan saat dia gak ada di dunia pun kamu hanya mencintai dia, sekarang dia kembali dan aku tau kamu akan meninggalkan aku demi dia."
"Awalnya ya, memang yang ku inginkan itu Reza. Tapi aku masih punya sisi baik yang ingin bersama kamu dengan anak kita. Tapi mulai sekarang, maaf Im, aku gak bisa." aku Sella.
Seketika, Baim menyesali semua kebodohannya.
"Bayi yang kamu inginkan pun masih hidup dan aku akan jaga dia tanpa ada sentuhan sedikit pun dari kamu." cetus Sella emosi.
"Sel! aku tau aku salah, tapi tolong sayangi dia sepenuh hati kamu." pinta Baim.
"Kamu pikir aku itu seperti kamu? Aku bukan orang jahat yang membiarkan orang tersiksa apa lagi dia darah daging aku sendiri." sindir Sella dengan menatap tajam padanya.
"Perpisahan aku dengan Reza akan terbayar semuanya kini" pekik Sella lantang dengan beranjak berdiri tegak dihadapannya.
__ADS_1
"Karena kamu Reza koma sekarang, dia di antara hidup dan mati Im. Itu karena kamu, kamu Baim." lantang Sella, "Dan aku akan kehilang dia untuk kedua kalinya karena kamu." tambahnya dengan berang, yang membuat Baim diam tak berkata lagi.
"Maafkan aku Sella!" ucap Baim pelan.
"Maaf gak akan menyelesaikan masalah yang udah kamu buat, apa kamu pikir hidupku adalah mainanmu?" sungut Sella yang berlalu meninggalkan Baim.
"Sella!" panggil Baim yang mana Sella pun menghentikan langkahnya dengan tanpa berbalik.
"Aku ingin kamu bahagia!" ucap Baim.
"Bahagia? Setelah apa yang kamu buat semuanya, apa aku akan bahagia?" cetus Sella.
"Aku salah Sel, semua terjadi semua karena ulahku yang gak ingin kamu bahagia dengan Reza. Tapi kini aku akan mengembalikan kebahagianmu dengan Reza." jelas Baim.
"Aku akan menceraikanmu, pergilah pada Reza dan kembali rajut cintamu dengannya." tutur Baim, melepaskan.
"Makasih Im!" hanya itu yang terucap dari bibir Sella dan berlalu meninggalkannya.
Di rumah sakit..
Sella menatap pada pria yang masih berbaring lemah di atas ranjang rumah sakit itu. Begitu banyak alat bantu yang tertempel ditubuh Reza dan sangat memperihatinkan.
Tangan Sella tak pernah lepas dari genggamannya, selalu di cium dan di belai oleh Sella tangan lelaki yang sangat di rindukan sejak lama. Sekalinya Reza kembali, ia masih harus terpisahkan dengannya.
"Reza.. Aku kembali untuk kamu, aku akan kembali menjadi milikmu, aku mohon bangun untukku." pinta Sella dengan linangan air mata.
"Aku udah tau kebenaran dari semuanya. Baim memang jahat dan aku menyesal telah bersamanya. Kalo aja tau kamu masih hidup, aku pasti akan nunggu kamu." sesal Sella.
"Aku mohon kembali untuk hidup bersamaku lagi Reza.. Aku mohon, jangan buat aku menunggu terlalu lama lagi.. Hiks.. Hiks.." isaknya yang mana linangan air mata Sella jatuh ke tangan Reza yang tiba-tiba saja bergerak dan membuat Sella terkejut.
"Reza! Kamu sadar sayang?" tanya Sella senang.
Terbata-bata, "Se.. Sella.. a.. aku ci.. cinta ka..kamu..." ucap Reza saat raga telah menyatu dengan jiwanya.
"Aku juga cinta kamu dan akan selalu cinta kamu selamanya Reza!" seru Marsella dengan memeluk tubuh Reza.
Tinah terseyum bahagia saat melihat dari luar ruangan, ada senyum kemenangan di wajah Tinah saat usahanya untuk menyatukan mereka tak gagal.
"Misi udah selesai. Kini saatnya mengawali hidup dari awal dengan indah, non Sella telah kembali pada pemiliknya. Dan cinta rasa timun telah berakhir dengan kebahagian, semoga cinta mereka tak terhalangkan lagi oleh apa pun." harap Tinah dalam hatinya.
(( End Season 1 ))
__ADS_1
sampai jumpa di cerita cinta rasa timun selanjutnya..
β‘Lia,,