
Waktu makan malam..
Sella menunggu didepan meja makan yang akan disiapkan Tinah, perut keroncongan membuat Sella memanggil-manggil Tinah dengan tak sabaran. Sementara Reza duduk santai didepannya tak menggubris kebisingan Sella.
"Ini makanan spesial buat kalian malam ini!" ucap Tinah saat datang meletakan hidangan kehadapan mereka berdua.
"Waaahh, enak nih!" Seru Reza.
"Apaan nih?" tanya Sella heran.
"Timun non!" jawab Tinah , Sella pun langsung menatap Reza dengan sinis.
"Emang gak ada masakan lain apa selain timun?" ringis Sella.
"Enak kok non, coba aja!" pinta Tinah, membujuk.
"Nggak napsu gue.." tolak Sella yang berlalu pergi meninggalkan rumah, untuk mencari makan diluar.
"Mana Tinah tau kalo non Sella gak suka timun." sesal Tinah, bersalah.
"Udah biarin aja, dia ini yang bakal rugi udah ninggalin masakan enak ini." tutur Reza membuat Tinah senyum kembali.
"Makasih untuk makanannya Tinah!"
"Sama-sama mas Reza, silahkan cicipi!"
Disepanjang jalan menuju tempat makan, Sella mendumal kesal dan ditambah rasa laparnya hingga membuat dirinya makin menjadi murka pada sosok Reza.
"Dasar Reza nyebelin, dia kira gue sama kayak dia yang suka timun?"
"Tinah juga nih, majikan dia itu gue apa si timun busuk itu?"
"Dasar genit, ada cowok aja langsung berpaling dari Udin. Liat aja nanti, gue laporin lo sama Udin kalo elo ada selingkuh dari dia." sinis Marsella.
***
Pagi-pagi sekali Reza telah keluar rumah untuk berolahraga mengitari sekitaran villa. Sementara Sella duduk di kursi santai dekat kolam renang yang tersedia diluar villa. Deringan handphone membuyarkan pejaman mata Sella yang langsung meraih ponselnya.
"Iya pah?" sapa Sella enggan. Karena mood liburan sudah hancur sebab keinginan sang ayah memberikan seseorang untuk menemani liburan.
"Gimana kabar kamu?"
Ketus, "Sangat baik pah"
"Bagus dong kalo gitu!" seru ayahnya, senang.
"Makasih pah udah kirim orang aneh buat jaga Sella disini." Sindirnya.
"Aneh gimana? Reza itu ganteng, baik pula jadi kurang apa lagi?"
"Tapi Sella gak suka sama dia, pah." ungkap Sella.
__ADS_1
"Pokoknya kamu harus bersikap baik sama dia, ngerti?" tegas ayah Sella yang langsung menutup telpon.
"Ufh.. Punya bokap sadis amat sih, amat aja gak sadis ama gue." gerutu Sella dengan kembali berbaring dan meletakan potongan timun ke matanya.
Reza yang baru saja tiba dan melihat sosok yang sedang santai sehingga dengan pelan dirinya mendekat dan mengambil timun dari mata Sella.
"Elo tuh doyan banget sih ganggu gue?" bentak Sella geram, namun Reza santai menanggapi sembari memakan irisan timun yang telah digunakan Sella.
"Dasar jorok, udah gue pake juga tuh timun."
"Elo bilang gak suka timun!"
"Emang! Gue gak suka, masalah?" cetus Sella, mencibir.
"Terus kenapa lo pake timun?" tanya Reza heran.
"Ini baik buat kulit mata gue tau." Sella sinis dan kembali mengiris sepotong timun dan meletakan ke matanya. Reza hanya manggut-manggut mencoba mengerti.
"Ngomong-ngomong ini timun dari mana?" tanya Reza menyelidik hingga membuat Sella menggigit bibir mendapat pertanyaan itu.
"Pasti punya gue kan?" duga Reza dengan melototkan bola mata saat Sella telah berdiri dihadapannya.
"Emang! Kenapa? Pelit lo sama gue?" cetus Sella lantang.
"Itu punya gue, harus nya lo bilang sama gue. Kalo lo gak bilang itu berarti lo maling, tau?" jelas Reza membuat Sella mendengus sinis.
"Maling? Halo, cuma sebatang gitu gue ambil timun lo. Udah nuduh gue maling aja, lagian elo tinggal di villa keluarga gue jadi apa pun yang ada disini gue berhak pake, paham?" tutur Sella hingga dengan kesal ia berlalu pergi namun Reza menahan tangannya.
Sella terkagum saat melihat mata bening nya, seolah percikan asmara mulai menghampiri. Tetapi tak berapa lama Marsella langsung menyadarkan diri dan mendorong tubuh Reza, namun sayang ia kembali ditarik sehingga akhirnya mereka berdua terjebur berdua kedalam kolam renang.
Byuuurrrr
Sella memekik, "Berngsek lo. Semua karena lo, gue benci sama lo." dengan beranjak naik meninggalkannya, sementara Reza hanya terdiam memperhatikan kepergian Sella.
Tak lama senyuman pun mengukir di bibir Reza, "Sekalian berenang ah!"
Sore hari nya..
Ketika Marsella sedang berjalan menuju ke pantai, Reza berjalan mengikuti dibelakang.
"Ngapain lo ngikutin gue?"
"Iseng amat gue ngikutin lo?"
Reza membuat Sella menoleh kesal dan seraya berkata, "Inget yah! Jauh-jauh dari gue. Atau gue bogem muka lo itu." ucap Sella.
"Jadi cewek tuh yang lembut, bukan kasar."
"Elo cocoknya dikasarin bukan dilembutin, paham?" sinisnya seraya menunjukkan kepalan tangan tanda mengancam.
Reza hanya memanyunkan bibir dengan ancamannya.
__ADS_1
Sella kini sudah duduk ditepi pantai dan begitu pun Reza telah duduk disamping yang sedari tadi mengikutinya.
"Apa?" tanya Reza yang mendapat tatapan sinis Sella.
"Nyebelin banget sih lo." sengit Sella, "Elo emang niat buat ganggu gue yah?"
"Elo jangan lupa kalo gue itu harus jagain lo selama di Bali" mengingatkan.
"Ya tapi bisa gak sih lo pergi agak jauhan, gak harus deket-deket gini" pinta Sella.
Sella melihat seorang pria bule akan lewat dihadapannya, dengan cepat Sella menahan untuk mengajak berkenalan agar dirinya dapat terhindar dari sosok Reza.
"Hi.. How are you?" sapa Sella dengan so akrab.
"Iam fine!" jawab bule itu seraya menjabat tangan Sella.
"Iam Sella!" ucap Sella memperkenalkan diri
"Joe, nice to meet you!"
"Me too, hahahhaa.." ungkap Sella sembari tertawa.
"Cewek genit.." sindir Reza.
Sella tidak memperdulikan. Keduanya pun berjalan meninggalkan Reza yang langsung melempar timun kearah Sella hingga mengenai kepalanya.
"Awh.." rintih Sella.
"Are you oke?" tanya Joe.
Penuh sinis Sella menoleh kearah Reza, "Gila lo yah? Berani lo lempar gue pake timun." pekik Sella, "Gue lapor ke bokap biar lo tau rasa nanti." lanjutnya.
Namun sayang, ancaman Sella hanya ditanggapi dengan santai oleh Reza.
"Nggak takut tuh" kata Reza, "Lapor aja kalo berani, yang ada lo yang gue laporin karena godain bule-bule disini." lanjutnya dan balik mengancam.
"Iiiiikkkhhhhh..." geram Sella yang melemparkan sendal, tapi dengan gesit Reza menghindar dari serangannya.
"Awas lo ya"
"Ckckck.. Nggak kena wek.."
Emosi yang membara dirasakan Sella yang akhirnya mengejar Reza yang telah berlari pergi.
"Tunggu.. Jangan lari lo timun busuk.." teriak Sella kencang.
"Hahaha.. Kejar gue kalo lo bisa." Reza tertawa senang.
"Sini lo, gue bejek-bejek timun busuk lo itu"
"Hahaha.."
__ADS_1