Cinta Berjuta Rasa

Cinta Berjuta Rasa
Cinta Rasa Timun #11


__ADS_3

"Iiikkkhhh! Kenapa sih gue harus ke sana tadi, gue kan jadi__" ringis Sella yang sesaat mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.


"Jadi apa non?" tanya Tinah yang tiba-tiba datang membuat Sella terhenti dari lamunan.


"Elo Tinah ngagetin gue aja, udah sana pergi." bentak Sella yang membuat Tinah memanyunkan bibir.


"Uuuhhhh.. Gak lagi-lagi deh gue nyosor kamar dia, alamat mata gue gak suci lagi. Oh tuhaan!" gerutu Sella, yang menegaskan dalam hatinya untuk berhati-hati di kemudian hari.


Waktu makan malam sudah tiba, namun tak mengharuskan Sella untuk ikut bergabung bersama mereka. Dia masih terbayang-bayang akan kejadian tadi yang membuat dirinya kini malu bila harus berhadapan dengan Reza. Karena itu ia lebih memilih diam di dalam kamar dengan mendengarkan musik, untuk semakin menghilangkan rasa suntuknya itu, Sella pun ikut bersenandung.


Tok... Tok... Tok...


Ketukan pintu tak terdengar oleh Sella karena handset yang menyumbat telinganya dengan volume yang paling full, bahkan suara nyanyian Sella tak kalah kencang semakin membuat suara pintu terketuk berulang-ulang tak terdengar.


"Sella?" panggil Reza saat membuka pintu dan melihat sang wanita asik bergoyang kepala, menikmati alunan musik.


Reza melepaskan handset lalu, "Marsellaaaaaaa.." teriak Reza tepat ke kuping Sella.


Sella memekik, "Bisa sopan gak sih lo? Elo kira gue budek apa pake teriak di kuping gue?" bentak Sella.


"Emang budek, di ketok tuh pintu gak nyahut-nyahut"


"Mau ngapain sih lo? Ganggu gue aja"


"Biasa aja kali suara lo bisa kedenger sampe korea tau, mending kalo enak, lah ini? Hiks.." sindir Reza.


"Biarin, biar Taehyung tau kalo suara gue itu merdu dan bakal jatuh hati sama gue" cibir Sella dengan kembali memasang handsetnya.


"Apa? Ngarep tuh jangan jauh-jauh neng! Yang deket aja belum tentu mau sama elo" sindir Reza, hingga membuat Sella marah dan berdiri di hadapannya.


"Gue tau, lo sengaja nyindir gue! Tapi sebaiknya lo jaga ucapan lo itu, karena gue gak akan ngarep-ngarep lagi sama lo. Udah sana lo pergi, lenyap lo dari hadapan gue sekarang juga." bentak Sella lantang, seraya mengusir saat kemarahan memuncak dengan ucapan Reza tadi.


Reza berusaha menjelaskan bahwa tadi itu hanya sebuah candaan, namun sayangnya Sella yang terlanjur marah tak mau mendengar.


"Tapi gue tadi__"


"Keluar."


Akhirnya Reza pun mau tak mau harus menuruti ke inginan Sella.

__ADS_1


"Sialan.. Beraninya dia ngejek gue, liat aja gue gak akan suka sama timun busuk lagi." tandas Sella dalam hatinya.


...*****...


Ting Tong..


Suara bell pintu langsung sambut Tinah yang memberikan pandangan menyelidik ketika melihat seorang pria yang berdiri di hadapannya.


"Marsella ada mbak?" tanya pria itu, ramah.


"Siapa situ nanya-nanya non Sella?" selidik Tinah.


Mendapat pertanyaan tersebut, membuat si pria mengeryitkan alis ketika merasa pertanyaan aneh datang dari mulut Tinah.


"Gue__" belum lengkap pria itu mengenalkan diri, Sella menyeru namanya, "Baim!" seru Sella dengan mendekat.


"Hay Sella?" sapanya.


"Kapan dateng lo?" tanya Sella dengan bercipika cipiki.


"Kemaren, dan gue sengaja gak bilang elo karena ingin buat elo terkejut, kayak sekarang ini!" terangnya.


"Siapa dia non?" bisik Tinah penasaran.


"Dasar pelit" gerutu Tinah yang bergegas menuju dapur.


"Asih! Non Sella bilang bikin jus buat tamu sekarang" suruh Tinah dengan duduk santai.


"Siapa sih cowok itu? Kalo kayak ginikan gimana Tinah bisa nyatuin mas Reza sama non Sella? Aduuuuhhhh puyeng ah kepala Tinah." gerutunya.


Setelah minuman jadi, Tinah langsung menuju ke ruang tamu yang di mana tak ada seorang pun di ruangan itu.


"Kok gak ada? Ngilang kemana mereka?" gumam Tinah heran dengan melangkah kembali.


"Buat siapa Tinah?" tanya Reza yang menuruni tangga dengan asik mengunyah timun.


"Tamunya non Sella mas, cuma gak ada mereka nya. Kira-kira kemana ya mas?" tanya Tinah.


"Ya mana gue tau"

__ADS_1


"Permisi kalo gitu" pamit Tinah yang beranjak meninggalkan Reza.


"Tamu? Temen, nya? Cowok atau cewek?" gumam Reza, bertanya-tanya. Dan kembali melangkah keluar rumah dan melajukan mobilnya kencang.


Sesampainya di tujuan Reza.


"Elo bego atau tolol?" bentak Dila disebuah cafe, terlontar untuk Reza yang hanya memalingkan muka masam mendapatkan makian itu.


"Gue tuh heran deh sama lo, jadi cowok kok pecundang banget sih? Lo itu ganteng rupawan dan tajir, tapi soal ngomong langsung aja oon nya gak ketulungan, kok bisa ya?" sindir Dila yang masih mengejek.


"Udah deh.. Kalo cuma mau maki-maki gue doang, gak usah lo minta gue buat datang ke sini" Reza kesal karena malas untuk berdebat dengan Dila.


"Terus, elo mau gimana sama kelanjutannya?" tanya Dila yang langsung membuat Reza menoleh dan menatap mata tajam.


"Gue____" ucapan Reza sesaat tertahan, masih ada keraguan untuk yakin dengan pilihannya.


"Tuh kan? Elo nya aja masih ragu, gimana mau terus jalan?" ringis Dila.


"Gue bakal terus jalan kok, sumpah." tegas Reza pada Dila.


"Kalo gitu lo kejar dia, dapetin dia mulai sekarang!" seru Dila seraya menepuk pundak Reza.


"Tapi, apa dia mau?" keluh Reza, yang sudah takut sebelum bertempur.


"Ya elah Reza, dia itu udah ngungkapin perasaannya ke elo, jadi kemungkinan besar dia pasti terima lo." tutur Dila menerangkan.


"Tapi... Dia kan tau, gue itu udah sama lo," lirih Reza yang masih tak yakin untuk berjuang mendapatkan hati Sella, "Mungkin aja kan dia udah gak ada perasaan sama gue lagi, saat gue anggap remeh perasaan dia waktu di Bali." tambahnya dengan penuh kecewa.


"Elo sih pake acara gengsi segala, udah tau suka masih aja ngumpet-ngumpetin perasaan suka itu dan sekarang tau rasanya, kan? Dan kalo soal gue sama lo, ya lo jelasin lah ke dia kalo gue sama lo gak pernah ada hubungan apa-apa, bereskan?" ucap Dila menyarankan.


"Dipikir dia bakal percaya sama sandiwara kita gitu aja?" cibir Reza.


"Kenapa gak percaya?"


"Secara kita bikin semuanya seakan nyata gitu, apa dia bisa percaya langsung saat gue jelasian gitu aja?"


"Ufh... Udah lah terserah lo mau gimana, yang jelas gue gak mau repot sama urusan lo, bye bye Reza!" pamit Dila yang membuat Reza mengendus kesal karena masih ragu untuk memecah persoalan hatinya.


"Apa iya Sella bakal percaya dengan penjelasan gue soal pura-pura pacaran sama Dila?"

__ADS_1


"Kalo dia malah makin marah dan kecewa sama gue gimana? Bisa ludes perasaan cinta dia ke gue, kan?"


"Terus gue harus gimana, Tuhan?" ringis Reza yang memutuskan kembali ke rumah.


__ADS_2