Cinta Berjuta Rasa

Cinta Berjuta Rasa
Cinta Rasa Timun #5


__ADS_3

Marsella sedang asik menonton tayangan TV dan begitu sanggat serius. Reza melangkah mendekat dimana dirinya baru saja datang dari luar rumah dengan siulan yang menandakan kebahagiaan telah terjadi.


"Dari mana lo? Kok baru dateng?" tanya Sella seraya mencomot cemilan dalam toples yang di dekapnya.


Reza berada dibelakang Sella, menunduk dan mendekatkan bibir tepat ke telinga Sella dengan berbisik, "Makasih yah, lo udah buat kehidupan gue indah sekarang!"


Kalimat yang terlontar dari bibir Reza membuat Sella sesaat terdiam, lalu tertawa dengan paksa, "Hahaha.. Itu kan udah seharusnya!" ucap Sella, kikuk.


Reza mendekatkan bibir ke pipi Marsella seperti hendak menciumnya namun dia mengurungkan niat itu dengan berlalu pergi. Sementara Sella masih terdiam dengan tatapan bengong, perlahan tangan menyetuh pipi saat ia merasakan dengusan napas Reza menusuk pipinya.


"Gak mungkin dia mau nyium pipi gue, kan? Apa gue yang halu aja?" gumam Sella.


Langkah Reza terhenti ketika akan naik tangga saat Tinah memanggil namanya.


"Mas Reza! Tinah udah buatin jus timun kesukaan mas di dapur!" ucapnya dengan ramah.


"Makasih Tinah cantik! Tapi bawa keatas yah?" pinta Reza dengan menaiki tangga.


Marsella yang sejak tadi diam, langsung bergegas naik keatas. Dan langkahnya terhenti tepat depan kamar Reza yang mana dirinya ragu untuk membuka pintu kamar itu.


Entah kenapa Sella mulai memiliki rasa canggung padahal sebelumnya ia tidak pernah bertingkah hal yang menjijikan menurut Sella terhadap Reza, si pria penyuka timun itu.


"Ufh.." Marsella menghela napas dalam dan mencoba bersikap tenang, lalu perlahan membuka pintu.


Krekk..


Reza menoleh kearah Sella yang menundukan kepalanya.


"Kenapa?" tanya Reza heran.


"Emm.. Gue cuma mau bilang, kalo gue gak mau lo ikutin lagi kedepannya." ucap Sella yang kini telah menatap kearah Reza.


"Tenang! Kan sekarang gue punya Dila, jadi elo gak akan merasa terganggu lagi." tutur Reza seraya melebarkan senyuman di bibir sementara Sella membalas dengan senyum segan.


...*****...


Sore hari..


Marsella yang berbaring di kursi santai yang dapat melihat Reza sedang asik bermain jetski. Pemandangan itu terlihat tampak menakjupkan dan membuat Reza terlihat maco di mata Sella.


Sella beranjak ketepi pantai sembari melambaikan tangan, memberi tanda agar Reza melihat kearahnya dan beruntungnya Reza melihat dan langsung mendekat.


Nada kecut, "Kenapa ?" tanya Reza singkat. Sella yang mendengar itu langsung memanyun kesal.


"Gue mau ikut dong!" rengek Sella.


Reza menolak, "Ogah.. Kalo mau, kenapa gak main sendiri?" saran Reza.


"Gue takut jatoh, please sekali aja?!" bujuk Sella.

__ADS_1


"Oke, kali ini aja yah?" ringis Reza mengalah.


Sella tersenyum lebar saat akhirnya Reza mau membiarkan dirinya ikut bermain. Sella begitu senang berputar-putar dan tak takut untuk merentangkan tangan dengan selebar-lebarnya. Reza mulai iseng membuat Sella takut terjatuh saat mengebut, sontak saja Sella langsung memeluk tubuh Reza dengan erat.


"Oh my god.. Tubuh Reza, gue peluk? Mmm.. Nyaman banget!" gumam Sella dalam hati.


Reza melihat Dila yang sedang mendekat ketepi pantai. Dengan cepat Reza mendekat dan melambaikan tangan untuk kekasihnya itu.


"Hay?" sapa Dila ramah.


Reza tentunya bahagia saat Dila tiba-tiba datang, lain hal dengan Sella yang sedikit dongkol karena telah menggangu kesenang yang baru saja dirasakan olehnya.


Ketus, "Turun lo." Reza mengusir, dengan mendongkol Sella pun turun, "Iya! Ah elah, sabar kenapa sih" ringis Sella kesal.


"Ayo naik say?" ajak Reza.


"Boleh!" seru Dila yang menggeser tubuh Sella dan mengantikan tempatnya.


Sella mengerucutkan bibir dan melangkah kaki dengan lunglai menuju kursi. Direbahkan tubuhnya dengan menghela napas dalam.


"Sellaaaaa, Marsellaaaaa!" teriak keduanya seraya melambaikan tangan pada Sella yang acuh.


Seketika bola mata Sella meneteskan setetes butiran bening dari pelipis matanya. Dengan cepat Sella berlari ke toilet dengan menumpahkan semua tangisannya disana.


"Nggak mungkin gue cemburu sama mereka, gak mungkin gue benci liat mereka berdua. Nggak.. Nggak mungkin, kan?" gumam Sella dengan isak tangis mulai histeris.


Malam hari..


Deringan handphone Reza membuyarkan keheningan, dengan cepat ia meraih dan mengangkatnya.


"Iya sayang?" sapa Reza membuat Sella mengeryitkan dahi mendengar suara lembut Reza.


"Gue lagi makan, lo lagi apa? Oh.. Lain kali aja deh, janji pokoknya. Bye sayang!" tutur Reza dengan menutup panggilan.


"Dila telpon!" ungkap Reza dengan melanjutkan lahapan makannya.


"Siapa?"


"Dila!"


"Yang nanya." cetus Sella.


"Gue cuma kasih tau kok" kata Reza santai.


"Urusannya sama gue apa?" tanya Sella heran.


"Tau ah gelap" Reza sengit.


Rasa penasaran sebenernya sejak tadi sudah menggelayuti, sehingga akhirnya terlontar lah sebuah pertanyaan, "Ngapain dia telpon?"

__ADS_1


"Dia bilang kalo dia bikin menu baru buat gue cobain" ungkap Reza.


"Pasti timun?" Sella menduga.


Reza membenarkan, "Pasti dong, kan kesukaan gue sama Dila!" seru Reza bangga.


Sella menatap wajah Reza sembari meminum air dalam gelas. Hatinya bergemuruh mendengar nama Dila kembali disebut, "Nyebelin"


"Kenapa sih lo nggak suka timun?" selidik Reza.


Nada sengit, "Enggak suka ya nggak suka, emang harus beralasan?" jawab Sella dengan menjulurkan lidah.


Reza melihatnya begitu gemas yang mana meraih tangan Sella dan mengenggam dengan erat, hingga membuat Sella kaget saat Reza melakukan hal itu.


Marsella yang beberapa detik terbuai oleh genggamannya mulai menepis tangan Reza.


"Apaan sih lo?"


"Makasih yah, lo udah pilihin cewek yang tepat buat gue. Gimana kalo gue juga cariin lo cowok?" tawar Reza dengan mengangkat-angkat alis mata agar Sella menyetujui tawarannya itu.


"Nggak usah dan gak mau." sungut Sella yang menatap tajam dan berlalu meninggalkan Reza, menuju kamar.


"Ya udah kalo gak mau, gak maksa tuh!" sahut Reza dengan tersenyum menatap kepergiannya.


Kini Sella sedang menatap wajah di cermin, napasnya memburu kesal.


"Gak mungkin kalo gue suka sama dia kan? Gue yakin ini cuma perasaan biasa dan gak mungkin lebih. Mulai besok gue harus cari kesenangan gue tanpa siapa pun, dan mungkin berlayar ketengah laut bisa buat gue lupa sama sosok timun busuk." gumam Sella yang mulai memformat isi otaknya.


Esok harinya..


"Aaaaahhhh...!"


Teriakan Sella menggema, tampak keceriaan di wajahnya. Beberapa kali Sella menarik dan membuang napas dalam, menghirup kesegaran udara tengah laut. Dengan alat jarak jauh, Sella dapat melihat keindahan yang semakin menggugah hatinya.


Namun sayangnya mata Sella harus terpaku saat melihat Reza dan Dila yang asik bermain jetski.


"Cih.. Kenapa liat mereka sih? Bikin mood gak enak lagi aja deh.." gerutu Sella yang tak lagi menggunakan alat tersebut.


Reza mengarah pada kapal dimana Sella berada dan terkejut ketika melihat sosok wanita cantik itu telah menatap dengan sinis.


"Hay Sella?" sapa Dila menebar senyuman namun Sella hanya membalasnya dengan senyuman kecut.


"Elo kok gak ngajak-ngajak kita sih kalo mau berlayar?" protes Dila.


"Gue lagi mau sendiri dan gak mau diganggu siapa pun, itukan tujuan gue liburan kesini." terang Sella, datar.


"Kalo gitu kita duluan yah!" pamit Reza yang berlalu pergi dari hadapan Sella.


"Dadah Sellaaa.." teriak Dila dari kejauhan.

__ADS_1


"Cih, menyebalkan.. Harus ya gue perasaan bahagia gue diganggu kalian?" dumal Sella.


__ADS_2