Cinta Berjuta Rasa

Cinta Berjuta Rasa
Cinta Rasa Timun #2


__ADS_3

Drett.. Drett..


Sentakan tubuh yang kaget karena deringan handphone membuat Sella panik mencari-cari handphonenya.


"I... Iya pah?" sapa Marsella yang gugup.


"Gimana liburannya sayang?" tanya sang ayah.


Sella berusaha menutupi ke takutannya, "Hah.. Seneng banget pah!" seru Marsella yang mencoba bersikap tenang kembali.


"Sella! Besok anak teman papah bisa dateng, jadi kamu," belum lengkap berbicara Marsella langsung memotong.


"Loh! Kok bisa sih?" rengek Sella kecewa, " Pah.. Marsella gak mau ditemenin!" tolaknya tegas.


"Sella! Kamu di Bali sendirian, papah gak mau terjadi sesuatu sama kamu sayang." kata ayahnya penuh khawatir.


Tolakan-tolakan terus terlontar dari mulut Sella hingga akhirnya ia menyerah saat ancaman terucap dari mulut sang ayah.


"Pokoknya kamu harus mau, kalo nggak? Liburan gak akan pernah kamu rasakan lagi!" ancam ayahnya, "Besok dia datang, jadi kamu harus jemput dia, mengerti?" tegas, seraya langsung menutup telpon.


"Engggaaaaaaaaaaaaakkk.." teriak Marsella kesal yang langsung meninggalkan tempat. Dan pria tadi masih terus memperhatikan Marsella dengan senyum kecut di bibirnya, seraya memotong sebuah timun dengan pisau yang dikeluarkannya tadi.


Esok harinya..


Marsella hanya melamun disandaran kursi menemani Tinah yang sibuk merapihkan kamar yang akan dihuni oleh anak teman baik ayahnya.


"Sekarang non jadi ada temennya deh!" seru Tinah yang tak digubris oleh Sella.


"Non! kira-kira dia ganteng gak?" tanya Tinah yang lagi-lagi Sella hanya diam melamun.


Membentak, "Non?" lantang Tinah yang membuat Sella terperangah kaget.


"Tinah! Elo ngagetin gue aja deh." bentak Marsella kesal.


"Abis ngelamun, non kenapa sih? Tinah kan nanya ganteng gak cowok itu?" ucap Tinah yang mengulang pertanyaan.


"Serem, nakutin, pokoknya gak banget deh.. Iihhh.." cetus Marsella dengan bergidik.


"Masa sih non? Kalo dibandingin sama Udin ganteng mana non?" tanya Tinah penasaran.


"Ya udin lah" sahut Marsella dengan berlalu pergi.


"Non Sella bilang Udin ganteng, ah! Emang dia gak ada duanya.." bangga Tinah dengan sumringah.


Deringan handphone begitu nyaring membuat Marsella yang sedang tidur nyenyak langsung terbangun dan mengangkat dengan kesal.


"Siapa sih? Ganggu tidur orang aja."


Suara lantang, "Jemput gue sekarang." ucap seseorang dalam ujung telpon, namun Marsella menutup telpon itu dan kembali memejamkan mata.

__ADS_1


Tak lama ponselnya kembali berdering membuat Marsella kesal pada seseorang diujung sana.


"Siapa sih lo?" bentak Marsella.


"Jemput gue, atau lo gak akan pernah liburan tenang sama sekali." gertak suara seorang pria dengan ancaman, sontak saja Marsella melotot tajam mendengar itu.


Sesaat setelah telpon terputus dia bergegas menuju kamar mandi dengan segesit mungkin hingga beberapa menit saja telah siap untuk menuju bandara menjemput orang yang mengancamnya itu.


Tinah yang menyuruh untuk sarapan pun tak digubris oleh Sella yang tergesa-gesa menuju mobil dan mulai melaju dengan kencang.


Sampai nya Sella di bandara ia langsung berlari mencari sosok pria yang akan tinggal bersamanya. Sementara Reza yang sejak tadi menunggu telah lelah dengan keterlambatan Sella.


Begitu banyak puntungan timun yang berserakan disekitar Reza yang dimakan saat bosan menunggu. Marsella berlari menuju kearahnya dan dengan kesal Reza melempar sebuah timun kearah Sella hingga wanita berparas cantik itu pun terpeleset dan ambruk ke lantai.


"Aaaaaaaaaa..."


Brukkkkk


"Awwwhh." Rintih Sella kesakitan.


"Sialan lo.." pekik Marsella penuh amarah.


Reza melangkah mendekat pada Marsella yang masih merintih kesakitan. Saat tepat didepan Sella, dia mengulurkan tangan hingga Sella mendongak keatas dan terpesona melihat sosok pria dihadapannya itu.


Dalam hati, "Waaahh.. Ganteng!" dengan cepat Sella meraih tangan si tampan.


"Gue emang ganteng!" ucap Reza yang membuat Sella tercengang mendengar pengakuannya itu.


Yang makin membuat Sella heran adalah saat melihat Reza mengeluarkan timun dan langsung memakannya.


"Hiks.. Ganteng-ganteng kok ngemilnya timun." ringis Sella dalam hati.


"Heh.. Ngelamun terus, angkat tuh koper gue ke mobil." cetus Reza membuat Sella melotot tajam atas perintahnya itu.


"Hah, gue?" pekik Sella, seraya menunjuk dirinya sendiri.


"Iya elo lah, siapa lagi kalo bukan lo? Nagita slavina maksud lo?" sungut Reza dengan berlalu pergi meninggalkan Sella yang menggerutu kesal dibuatnya.


"Iiikkhh.. Nyebelin banget ini orang.." gerutu Sella yang langsung menarik koper itu pergi.


Didalam mobil, Marsella menoleh kearahnya yang masih asik memakan timun yang telah habis beberapa buah sejak perjalanan dari bandara menuju rumah.


Reza yang merasa tidak nyaman, langsung menatap tajam dan dengan ketus Reza menawarkan pada Sella.


"Mau lo?" tanya Reza, kasar.


"Nggak." jawab Sella dengan sengit dan berpaling muka darinya.


"Aneh nih cowok, sedari tadi makanin timun mulu, doyan apa?" tanya Sella dalam hati.

__ADS_1


Sesampainya di villa..


Marsella bergegas masuk dengan perasaan kesal ia menaruh koper itu ke kamar Reza yang telah siap.


Ketus, "Ini kamar lo." kata Sella yang hendak melengos pergi, tapi dengan cepat Reza menahan tangan hingga Sella tertarik kehadapannya dan mata mereka pun saling bertemu.


"Bawa koper ini ke dapur, bukan kesini." bentak Reza yang membuat Sella menghempas pegangannya.


"Ini kan kamar lo, jadi koper ini ya ditaruh disini bukan di dapur, tau lo?" sinis Sella.


"Gue tau ini kamar gue. Tapi koper ini isi nya timun, jadi taro di dapur bukan di kamar gue, paham lo?" terang Reza, tak kalah sinis.


"Apa, timun?" pekik Sella kaget.


"Gue yakin pasti lo gak punya, kan? Makanya gue bawa persediaan ini selama gue jagain elo."


Dengan perasaan dongkol Sella pun pergi menarik koper itu menuju dapur dengan dumelan yang keluar dari mulut.


"Aneh.. Emang bener-bener aneh, ini cowok liburan bukan nya bawa baju, malah bawa timun. Dia orang, apa manusia jadi-jadian?" gerutu Sella.


Tinah pun mendekat dan bertanya, "Ini apa non?" herannya.


"Timun." ketus Sella.


"Buat apa non?" tanya Tinah bingung, saat membuka koper tersebut dan mendapati tumpukan timun didalamnya.


Saking kesalnya, "Buat makan malem kita." cetus Sella dengan berlalu meninggalkan Tinah.


"Sebanyak ini?" ringis Tinah dengan gelengan kepala pelan.


Sella tertidur lelap didepan TV saat sedang asik menonton acara kegemarannya. Tiba-tiba saja dia harus terbangun karena mendengar suara berisik yang begitu nyaring.


"Bunyi apaan sih?" gerutu Sella dengan menutup kuping dengan bantal.


Tapi suara itu tetap terdengar dan sangat mengganggu, dengan geram ia bangkit menuju arah suara itu dan mendapati Reza juga Tinah yang sedang membuat jus timun kesukaan Reza.


"BERISIIIIKKK.." teriak Sella, membuat mereka menghentikan blender dan menoleh kearah Marsella yang begitu sinis menatap mereka berdua.


"Nggak bisa yah gak ganggu orang tidur?" bentak Sella membuat Tinah menunduk, "Maaf non!" ringisnya pelan.


"Tinah.. Gue kan udah bilang kalo gue tidur jangan ada yang berisik." Sella mengingatkan.


"Gue yang nyuruh dia, mau apa lo?" ucap Reza membela Tinah.


"Bisa gak sih, elo itu sopan sama gue? Karena bagaimana pun gue ini tuan rumah disini." tutur Sella lantang.


"Elo emang tuan rumah disini, tapi yang punya rumah bokap lo jadi jangan sok berkuasa disini." sindir Reza kecut, hingga membuat Sella menciut.


"Hahaha.." Tinah tertawa saat melihat wajah Sella yang langsung menggeram pada lelaki tampan disampingnya itu.

__ADS_1


"Awas aja kalian." dengus Sella geram seraya berlalu meninggalkan mereka yang masih cekikikan.


__ADS_2