
Karena keanehan soal puntungan timun yang berserakan di kamar Sella beberapa hari lalu, membuat Reza ingin membuktikan bahwa bukan dirinya lah yang melakukan perbuatan yang di tuduhkan Sella padanya.
Reza melihat Tinah yang sangat mencurigakan, langkahnya mengendap-endap ke kamar Sella seperti akan mencuri sesuatu dari sana. Dengan sigap Reza membuntuti langkah Tinah yang ternyata dia langsung menebarkan puntungan timun ke ranjang Sella.
"Oh jadi elo selama ini yang buang timun-timun ke kamar Sella?" bentak Reza yang membuat Tinah tergugup kaku di hadapannya.
"Aa anu, mas Reza.. Tinah, cuma__" gugupnya dengan menelan ludah kering.
"Apa hah? Mau buat gue jelek di mata Sella?" cetus Reza.
"Nggak kok mas, malah Tinah mau bantu kalian buat jadian." sangkal Tinah, menolak tuduhan Reza.
"Ini bukan membantu tapi menjatuhkan tau." sungut Reza, kesal.
"Maksud Tinah melakukan itu semata-mata hanya ingin membuat non Sella terus mengingat mas Reza" tutur Tinah menjelaskan.
"Bener lagi yang dibilang Tinah, dengan dia melakukan itu gue jadi terus membenci lo dan terus mikirin lo dan cinta yang udah gue kubur datang lagi seiring hal-hal yang lo suka masuk kedalam diri gue, jadi harusnya lo bilang makasih ke Tinah" sambung Sella dengan mendekati mereka.
"Maafin gue ya Tinah udah nuduh lo yang enggak-enggak" pinta Reza, menyesal.
"Nggak apa-apa kok mas, Tinah hanya ingin kalian bersatu. Kan gak bagus kalo 2 orang yang saling cinta tapi gak bersama." tuturnya bijak.
"Makasih ya Tinah, berkat campur tangan lo juga cinta gue sama Reza sekarang berlabuh." ucap Sella yang membuat Tinah lega, karena usahanya telah berbuah hasil sesuai keinginan.
"Sukurlah kalo gitu, Tinah ikut bahagia dengernya" seru Tinah yang disembut senyum keduanya.
"Akhirnya gue jadian juga sama si timun ini." gumam Sella dengan terkekeh dalam hatinya.
Sella berujar, "Cinta rasa timun gak kalah enak dari strawberry, coklat dan lain-lain nya.. Yang jelas cinta rasa timun lebih oke menurut gue loh!"
...*****...
Beberapa bulan berlalu..
Reza yang seharian sibuk di kantor, akhirnya ada waktu untuk menghubungi sang kekasih hati.
"Gimana kuliahnya sayang?" tanya Reza.
__ADS_1
Tentunya pertanyaan itu diutarakan kesiapa lagi kalo bukan sang pacar yang tak lain adalah Mersella, si gadis cantik nan tinggi semampai dengan rambut panjang hitam legam yang telah 2 bulan menjalani cinta jarak jauh.
Reza memang bukan di Jakarta bersama Sella tetapi berada di Bali yang memang Reza bertempat tinggal di sana. Pekerjaannya pun mengharuskan ia menetap di Bali karena dia bekerja di perusahaan milik sang ayah.
"Bosen, gak asik" aku Sella, kecewa.
Heran, "Loh kok bisa sih?" tanya Reza.
"Abis gak ada lo sini" ringis Sella, sedih.
"Tapikan gue selalu hubungin lo sayang, biar pun jauh tapi hati kita deket" ucap Reza menenangkan.
"Gue maunya lo di sini, bareng gue jadi gue gak ngerasa kesepian" rengek Sella memanja.
"Gak bisa Sella sayang.. Gue kan kerja masa sih harus tinggalin gitu aja, biar pun itu perusahaan papah tapi sebagai karyawan gue gak bisa seenaknya." jelas Reza.
"Tapi gue kangen sama lo, terus kapan lo kesini?" tanya Sella.
"Liburan yang akan datang, gimana?" tukas Reza yang membuat Sella memanyun.
"Ya ampun liburan kan masih lama, mana kuat gue gak bisa liat lo." ringis Sella yang membuat Reza terkekeh di buatnya.
"Elo tuh yah ngeselin, awas aja kalo di sana lo ketauan selingkuh, bukan cuma timun lo yang gue cincang kecil-kecil tau" ancam Sella, bersuara sadis.
"Tenanglah sayang, kan di sini ada Tinah yang jaga gue. Jadi aman, gak ada tuh namanya selingkuh dan duain lo!" seru Reza mengingatkan.
Tinah memang diutus Sella untuk menjaga Reza bukan hanya itu, diutusnya Tinah juga dengan alasan agar Tinah selalu memberinya informasi tentang keseharin Reza di Bali, dengan siapa dia di rumah dan sebagainya.
Sella melakukan itu semata-mata karena cemburu yang selalu menggelayuti hati bila berjauhan dengannya, karena Sella tak bisa memantau gerak gerik Reza disana.
Oleh sebab itu Tinah mau tau tak mau harus kembali ke Bali dan berjauhan lagi dengan kekasihnya, si Udin yang jadi supir kediaman keluarga Marsella.
Tit.. Tit...
"Iya Tinah, ada info apa dari Reza?" tanya Sella saat mengangkat telpon darinya.
"Tinah bukan mau lapor soal mas Reza, dia aman kok non gak ada tuh jelalatan ke cewek lain."
__ADS_1
"Terus kenapa telpon?"
"Non Sella kok tega amat sih, amat aja gak tegaan non tapi malah non Sella kok tega bener sama Tinah" ucapnya, miris.
"Apa lagi sih Tinah? Naik gaji udah, dibeliin handphone baru juga udah, baju-baju baru apa lagi, kurang apa coba?" cetus Sella heran.
"Non Sella... Tinah cuma mau di Jakarta bareng Udin. Kalo jauhkan gak enak rasanya, non taukan gimana rasa jauh sama pacar?" bujuk Tinah.
"Ya terus?"
"Kan non tau kalo Tinah udah 2 kali pisah sama Udin, baru kemarin seneng balik sama Udin eh malah di kirim jauh lagi dari Udin"
"Karena gue tau makanya lo itu gue suruh jaga si Reza, awas lo kalo sampe Reza ada main sama cewek lain, gue penggal pala lo nanti." ancam Sella yang membuat Tinah bergidik ngeri mendengarnya.
"Gak waras nih majikan, masa mas Reza yang selingkuh Tinah yang tanggung jawab? Sarap, emang sarap kali non Sella" gerutu Tinah yang tak tau kalo sejak tadi Sella mendengar ucapannya karena Sella tak sempat menencet tombol merah.
"Tinah! Gue denger omongan looooo " teriak Sella yang membuat Tinah langsung mematikan ponsel.
Kampus..
Langkah Sella terhenti ketika baru saja tiba di depan kampus saat melihat Baim yang tersenyum untuknya.
"Baim!" seru Sella dengan mendekat.
"Lo kok di sini?" tanya Sella yang heran kenapa Baim ada di kampus yang sama dengannya.
"Mmmm, gue kuliah di sini sekarang." terang Baim.
"Terus Dila?" tanya Sella.
"Dia gak kasih izin gue buat satu kampus alasannya gak mau terlalu deket-deket gue, anehkan?" jawab Baim mengungkap kisah asmaranya.
"Kok gitu?" tanya Sella heran, padahal dia sendiri malah ingin selalu dekat dengan Reza tapi kenapa Dila malah berlaku sebaliknya.
"Karena kata Dila, kalo tiap hari ketemu pasti akan bosen hingga terjadi pertengkaran-pertengkaran kecil yang akan menjadi besar. Karena itu dia minta gue jauh dari dia, untuk menghindari hal semacam itu yang akan berdampak kandasnya hubungan kita kelak." jelas Baim yang di tanggapi baik oleh Sella.
"Bener juga kata Dila, kalo jauh malah buat tambah cinta dan ngangenin, tapi kalo deket malah bikin cepet basi yah!" seru Sella.
__ADS_1
"Yuph.. Betul banget!"