
Semarah-marahnya Sella dan sebenci-benci dia pada Reza, dirinya begitu terharu saat mendengar ungkapan dari Reza yang mengajak menikah. Bagai mana pun selama ini Sella mengharapkan berumah tangga dengan kekasihnya itu.
"Sel.. Please, mau yah?" bujuk Reza penuh harap.
Dengan sangat senang dan penuh keyakinan Sella pun mengangguk kepala, yang membuat Reza tersenyum bahagia saat Sella menerima lamaran dadakan itu.
"Gue mau Za! Ya walau pun gue sempet marah dan bahkan masih marah sama kejadian waktu malam itu. Tapi karena cinta, gue mau nikah sama lo. Apa lagi gue selalu berharap kita bisa nikah kedepannya." tutur Sella yang membuat Reza makin bahagia mendengar pengakuan Sella.
"Maafin gue yah sayang? Gue malam itu mabok berat dan gue pun sangat marah jadi tanpa sadar ngelakuin itu." sesal Reza.
"Udahlah semuanya udah terlanjur, gue udah gak marah sama lo. Yang jelas gue sayang sama lo!" aku Sella yang membuat Reza langsung memeluk dengan erat.
"Gue juga cinta sama lo, cinta banget sampe gak tau harus di simpen di mana lagi cinta yang udah tumpah-tumpah ini, hehe.." sahut Reza dengan mengecup kening Sella mesra.
...*****...
Hari bahagia pun tiba, saat di mana pernikahan Reza dan Sella berlangsung. Setelah melakukan persiapan dengan segala keribetan, akhirnya semua terbayar dengan acara yang berjalan sempurna dan di hadiri para tamu yang datang.
Di antara para tamu, Baim yang tampak sedih karena cintanya untuk Sella harus benar-benar terpendam di hati saja dan sudah tidak ada harapan lagi untuk mengejar.
"Selamat yah? Selamat menempuh hidup baru, semoga langgeng sampai akhir hayat." ucap Baim saat menyalami kedua mempelai.
"Makasih yah Im, semoga elo pun cepet nyusul kita!" sahut Sella yang memeluk Baim sementara Reza hanya menatap masam padanya.
Malem hari..
Setelah acara berakhir, kini saatnya Reza dan Sella mengurung diri di dalam kamar pengantin yang telah di hiasi oleh bunga-bunga mawar yang telah di tata khusus oleh Reza.
Liat lah, Reza sedang menatap Sella yang kini telah menjadi istri sahnya. Dengan malu-malu Sella menatap Reza yang tersenyum untuknya. Walau pun tiap hari keduanya selalu bertatap muka, tapi malem ini terlihat beda rasanya.
"Istri ku!" panggil Reza yang mana Sella tak bisa menahan tawa.
"Hahaha.. Geli tau!"
"Yeh.. Kita harus biasain manggil suami istri, biar mesra!"
"Iya iya suami ku sayang!" kata Sella seraya memeluk Reza yang mana telah bersetatus sebagai suaminya.
"Mau gue kasih tau 1 fakta, gak?"
"Fakta apaan?" Sella heran.
Reza tersenyum lebar, yang akhirnya senyuman itu berakhir tawa kencang hingga membuat Sella bingung.
"Hahahaha.."
__ADS_1
"Kok malah ketawa sih? Emang apa yang lucu?" ringis Sella.
"Sini gue bisikin!"
Sella mendekatkan kuping, bersiap mendengarkan apa yang akan di bisikan Reza.
"Sebenernya elo itu masih perawan tau." berbisik Reza yang sontak membuat Sella kaget tak percaya.
"Jadi malem itu lo gak ngapa-ngapain gue?"
"Hampir sih, tapi gue sadar kalo gue gak mau ngerusak elo. Makanya gue langsung tidur pas lo pingsan" aku Reza.
"Iih.. Kenapa lo gak bilang yang sebenernya? Tau gitu gue gak harus benci sama lo!" ringis Sella, yang akhirnya lega karena ternyata dirinya masih bersegel.
"Kalo gue bilang, malah pernikahan ini gak akan pernah ada kedepannya"
"Kenapa gitu?"
"Si Baim itu ngarepin lo banget, jadi mana mau gue berebut sama dia? Mending gue nikahin lo lebih dulu, baguskan ide gue?" bangganya.
"Jempolan deh suami gue ini!" puji Sella.
"Terus?"
"Apa yang terus?"
Perlahan Reza pun melepas rambut Sella yang kini tergerai cantik, dan dengan mesranya Reza mengecup kening Sella hingga kecupan pun berakhir di bibir Sella dan malam pertama mereka yang sebenernya pun terjadi di malam penuh cinta di atas kasur bertaburan bunga mawar merah merona.
Tiga bulan berlalu, tiga bulan pula usia pernikahan Reza dan Sella. Dan kini Sella sedang hamil 2 bulan, seperti pada umumnya Sella di landa ngidam yang mendera.
Selalu saja ada yang di inginkan Sella yang tak tepat waktu entah itu pagi, siang atau malam pun Sella selalu merengek minta sesuatu yang di inginkan. Namun dengan penuh sayang, Reza selalu mengabulkan apa yang di inginkan istri tercintanya itu.
"Uhh anak papah, bikin gemes deh!" seru Reza yang mengelus-elus perut datar Sella.
"Sayang.. Kan masih kempes perutnya, kok di elus-elus mulu sih?
"Yang penting ada isinya" seru Reza berseri.
"Nanti kalo perutnya jadi gak buncit gimana, karena kebanyakan kamu elus?" goda Sella.
"Mana ada gitu?"
"Yang aku mau mangga" rengek Sella.
"Aku ambil di kulkas dulu yah" ucap Reza yang langsung di tahan oleh Sella.
__ADS_1
"Di kulkas abis, jadi kamu cari diluar yah?" pinta Sella.
"Tapi inikan udah tengah malem, mana nemu yang jual" tolak Reza yang membuat Sella memayun kesal.
"Pokoknya aku mau mangga" Sella merengek, manja.
"Iya deh, demi anak kita aku cari keluar" Reza yang mengalah dan membuat Sella kembali terseyum riang.
"Jangan lama-lama yah?" saran Sella yang Reza pun mengecup kening Sella dan berlalu pergi.
"Tunggu papah pulang yah anak papah?" pamit Reza dengan mengelus lembut perut Sella.
Sudah 2 jam Sella menunggu Reza yang tak kunjung datang, ia pun mulai kesal dan langsung menghubungi suaminya itu karena tak tahan terlalu lama menunggu.
"Kamu di mana, lama banget sih?" cetus Sella kesal.
"Aduh sayang, tempatnya tuh jauh jadi kamu sabar dulu yah?"
"Aku maunya sekarang " rengek Sella.
"Iya, ini aku udah dapet kok!" Reza menenangkan.
"Cepet balik yah? Aku kan maunya sekarang, kalo anak kita ileran gimana?" ringis Sella.
"Yah, Ini lagi jalan balik kok, sabar ya?" pinta Reza menenangkan.
Saat Sella mau mematikan handphone, langsung terhenti ketika mendengar suara teriakan Reza.
"AaaaaaaaaaaaHhhhh.." teriak Reza yang membuat Sella kaget mendengar suara benturan nyaring dari ujung telpon.
"Reza kamu kenapa? Kamu baik-baik aja kan sayang?" teriak Sella panik setengah mati.
"Reza, halo Rezaaaa?" pekik Sella yang air mata mulai jatuh ke pipi karena takut.
Lokasi kejadian..
Polisi mememukan mayat yang di temukan saat kecelakaan beruntun, salah satu mobil terbakar sampai hangus. Dompet salah satu korban kecelakaan yang terjatuh tak jauh dari TKP. Saat di buka, tertera nama Reza, sehingga kabar kecelakaan yang tersiar di Televisi membuat Sella syok berat.
Sella dan semua keluarga nya datang di salah satu rumah sakit yang menangani kecelakaan Reza dan yang lainnya.
"Nggak mungkin Reza kan mah?" elak Sella lantang.
Tanpa pikir panjang Sella langsung masuk kedalam ruangan mayat di mana Reza terbaring.
Jasad Reza tak terlihat seperti semula, sudah termakan api yang membakar tubuh gagah dan tampannya.
__ADS_1
"Rezaaaaa.." teriak Sella yang langsung terkulai lemas dan pingsan di tempat.