Cinta Mati Kayla

Cinta Mati Kayla
Pertemuan


__ADS_3

Kayla adalah seorang gadis yang berusia 20 tahun. Selain wajahnya yang cantik dengan rambut pirangnya yang panjang dan bentuk tubuh yang masih tergolong seksi, Kayla juga memiliki hati yang baik serta selalu ceria di mana pun dia berada sehingga banyak orang yang menyukainya. Kayla juga memiliki kemampuan supernatural dan dia menyadarinya sejak dia masih duduk di bangku SMP tapi sayangnya dia tidak mengasah kemampuan yang dia miliki.


Saat ini Kayla sedang menuntut ilmu di salah satu universitas di kota J. Seperti biasa setiap pagi Kayla pergi ke kampus dengan penuh semangat. Sebelum berangkat ke kampus Kayla selalu berpamitan dengan mamanya.


“Ma, Kayla pergi dulu ya.“ Kayla berpamitan sambil mencium tangan mamanya.


“Ya, hati-hati di jalan.” jawab Renna sambil mengelus lembut kepala putrinya.


Renna tahu Kayla memiliki kemampuan yang tidak semua orang memilikinya. Namun Renna membiarkannya tanpa mengasah kemampuan yang Kayla miliki karena Renna ingin putrinya tumbuh seperti anak normal lainnya.


Lalu Kayla pergi dengan mengendarai motornya ke kampus. Setibanya di kampus Kayla memarkirkan motornya. Ketika Kayla membalikkan tubuhnya dan hendak melangkah tanpa sengaja Kayla menabrak seorang cowok yang ada di hadapannya.


“Bruuk...“ tas yang Kayla pegang jatuh.


“Maaf...“ ucap cowok itu lalu mengambil tas Kayla yang jatuh.


“Maaf...“ ucap cowok itu lagi karena merasa bersalah dan memberikan tasnya kepada Kayla.


“Enggak apa-apa kok.“ Kayla tersenyum lalu mengambil tasnya.


“Mengapa kamu tiba-tiba ada di hadapanku?“ tanya Kayla heran.


“Aku hanya ingin menanyakan letak fakultas kedokteran karena aku mahasiswa baru di sini.“ kata cowok itu masih dengan wajah bersalahnya.


“Oh... Tunggu sebentar.“ kata Kayla lalu Kayla mengambil ponsel dari dalam tasnya.


Kayla menelepon Nita, sahabatnya.


“Halo, Ta... Egi sudah ke kampus atau belum?


“Belum... Nih, dia lagi bersama dengan aku dan kami sedang menuju ke kampus.“ jawab Nita di ujung ponselnya.


“Oke... Aku tunggu di tempat parkir ya." kata Kayla lalu mengakhiri teleponnya.


"Tunggu sebentar ya, temanku yang kuliah di Fakultas Kedokteran sedang menuju ke sini." kata Kayla lalu melihat ke arah jam tangannya.


"Iya. Terima kasih." kata cowok itu sambil melihat ke arah Kayla lalu tersenyum.


Tatapan cowok itu membuat Kayla salah tingkah, "mengapa kamu melihatku sambil tersenyum begitu, memangnya ada yang lucu?" tanya Kayla heran, grogi.


"Enggak apa-apa kok, maaf. Nama kamu siapa, boleh aku kenalan?" tanya cowok itu, masih melihat Kayla.


"Boleh, namaku..." Kayla tidak melanjutkan perkataannya karena melihat Nita dan Egi telah tiba di parkiran.

__ADS_1


“Hai...“ sapa Kayla sambil melambaikan tangannya ke arah Egi dan Nita.


Nita melihat ke arah Kayla, lalu mereka menghampiri Kayla.


“Hem...“ Nita tersenyum sambil melirik ke arah cowok itu.


“Oh, dia... Aku baru kenal. Dia anak fakultas kedokteran. Makanya aku tanya tentang Egi biar dia bisa bersama Egi ke fakultas kedokteran.“ kata Kayla.


"Kamu pergi bersama Egi saja ya karena dia juga anak fakultas kedokteran dan kamu bisa tanya-tanya tentang kegiatan atau apalah yang berhubungan dengan fakultas kedokteran." Kayla melihat ke arah cowok itu sambil menunjuk ke arah Egi yang berada di sampingnya.


Kayla melihat ke arah Egi. "Egi, kamu bersama dengan dia ya, kan sama-sama anak fakultas kedokteran." kata Kayla lalu tersenyum.


“Oke...“ jawab Egi dan Egi tersenyum saat melihat sikap Kayla yang sedikit grogi karena Kayla tidak pernah bersikap begitu di hadapan cowok.


"Ayo..." Egi mengajak cowok itu.


Kemudian mereka berpisah menuju ke fakultas masing-masing. Egi dan cowok itu menuju ke fakultas kedokteran sedangkan Kayla dan Nita menuju ke fakultas ekonomi. Di perjalanan menuju ke fakultas ekonomi.


“Cowok tadi cakep ya?" goda Nita sambil mencolek pinggang Kayla.


“Biasa saja kok...“ Kayla tertawa karena merasa geli saat Nita mencolek pinggangnya.


“Oh iya, nama cowok tadi siapa ya?" tanya Nita penasaran.


“Tidakk tahu...“ jawab Kayla, cuek.


“Memang tidak tahu, lah wong dia belum sebut namanya kok.“ jawab Kayla tetap cuek.


“Aduh, Bu... Kalau kenalan dengan orang itu harus ditanya namanya dulu apalagi cowok cakep seperti tadi.“ kata Nita sambil menepuk jidatnya.


“Iya... Iya... Iya...“ jawab Kayla masih cuek.


*****


Setelah selesai jam mata kuliah, Kayla dan Nita seperti biasa nongkrong di taman kampus. Mereka menunggu Egi tetapi sudah ada satu jam Egi belum datang juga. Kayla mengambil ponsel dari dalam tasnya. Lalu Kayla menelepon Egi.


"Halo, Sayang. Kamu lagi di mana? Kok lama sih datangnya, kami sudah satu jam loh menunggu. Sayang, datang ke sini atau tidak?" tanya Nita dengan nada sebal.


"Iya, maaf. Aku lagi temani Aldo karena dia tidak tahu tempat-tempatnya. Sebentar lagi juga selesai kok. Sabar ya, Sayang." jawab Egi di ujung ponselnya.


"Wait, Aldo siapa? Aku baru dengar namanya." tanya Nita, penasaran.


"Cowok yang tadi pagi di tempat parkir bersama Kayla dan minta agar aku pergi bersama dengan dia ke fakultas kedokteran."

__ADS_1


"Ooo.... Itu namanya." kata Nita, tersenyum.


"Baiklah, kami tunggu. Seperti biasa kami menunggu di taman kampus ya." Nita mengakhiri percakapannya dengan Egi di ponsel lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya. Nita melihat ke arah Kayla yang berada di sampingnya.


"Kayla, cowok tadi pagi yang bersama dengan kamu cakep juga ya. Kamu tidak naksir? tanya Nita sambil tersenyum menggoda Kayla.


"Enggak, biasa saja kok." Kayla cuek padahal di dalam hatinya Kayla mengakuinya tapi Kayla pura-pura asyik membaca buku.


"Memangnya cowok yang bagaimana sih yang bisa buat kamu jatuh cinta? Kalau orang bilang masa puber kamu itu sudah telat. Masa puber itu biasanya terjadi di saat kita masih SMP atau SMA, lah ini kamu sudah kuliah belum punya pacar." kata Nita lalu tersenyum.


Kayla tetap cuek dan berpura-pura tidak mendengar.


"Sebenarnya yang seperti apa sih biar nanti aku bantu mencari karena aku bingung tipe cowok yang kamu suka. Randy yang ganteng dan tajir kamu tolak. Rangga, ketua senat yang ganteng plus macho kamu tolak juga, sekarang cowok pagi tadi kamu bilang biasa saja padahal dia ganteng banget dan kalau aku lihat dari penampilannya sih dia dari keluarga berada." kata Nita, bingung sedangkan Kayla masih asyik dengan bukunya.


Saat Nita mengalihkan pandangannya ke depan, dia melihat Egi dan cowok itu sedang berjalan ke arah mereka.


"Nah, itu dia yang baru diomongin udah nongol." kata Nita.


"Mana?" spontan mata Kayla mencari mereka.


"Itu..." Nita menunjuk ke arah mereka.


Kayla melihat ke arah yang Nita tunjuk dan dia melihat cowok itu bersama Egi.


"Beh... Dari tadi aku ngomong kamu diam saja eh giliran yang diomongin nongol langsung deh cepat reaksinya." Nita tersenyum sambil mencolek pinggang Kayla.


"Hai, Sayang. Maaf menunggu lama." Egi memasang wajah sedih.


"Enggak apa-apa kok." Nita tersenyum.


"Maaf ya karena aku, Egi jadi lama menemui kamu." kata cowok itu, minta maaf.


"Enggak apa-apa kok, santai saja." kata Nita, tersenyum.


"Terima kasih. Baiklah, aku pulang dulu." cowok itu melihat ke arah Kayla lalu tersenyum.


"Yah... Dia pulang duluan padahal berharap ingin kenalan." kata Nita sambil tersenyum lebar ke arah Kayla.


"Apaan sih..." Kayla tersipu malu.


Nita dan Egi tertawa melihat sahabatnya yang untuk pertama kalinya tersipu malu.


"Yuk akh... Pulang!" ajak Kayla.

__ADS_1


Akhirnya mereka pulang.


*****


__ADS_2