Cinta Mati Kayla

Cinta Mati Kayla
Semua Terungkap


__ADS_3

Keesokan paginya Kevin bangun lebih awal dari biasanya dia bangun pagi. Dia merasakan sekujur tubuhnya sakit.


"Pagi Sayang." sapa Kayla.


"Pagi juga Sayang." Kevin tersenyum.


"Bagaimana keadaan Sayang?" tanya Kayla.


"Tubuhku seperti remuk. Ingin rasanya aku dipijit." kata Kevin sambil menahan sakit.


Kayla duduk di samping Kevin lalu Kayla memijit tubuh Kevin dengan kekuatan tenaga dalamnya sambil mengalirkan energi positif ke dalam tubuh Kevin dengan perlahan. Padahal sebenarnya Kayla pun merasakan sakit akibat tusukan kristal itu tetapi dia tidak menghiraukannya, akhirnya Kevin sudah merasa baikan.


"Terima kasih, Sayang. Bagaimana dengan keadaanmu?" tanya Kevin sambil memandangi wajah Kayla.


"Aku baik-baik saja kok." Kayla berbohong. Kayla tidak ingin Kevin menjadi khawatir akan dirinya meski dia tahu Kevin merasakannya.


"Ingin rasanya aku memelukmu seperti biasa ku lakukan di chat karena aku ingin membuatmu merasakan damai dan nyaman tetapi aku belum bisa menyentuhmu." ucap Kevin dengan rasa sedih.


"Nggak apa-apa kok, Sayang." kata Kayla.


"Sayang bisa menyentuhku jika Sayang sudah mencintaiku dengan sepenuh hati." kata Kayla.


Kevin memang belum bisa mencintai Kayla dengan sepenuh hati karena dia masih teringat akan pesan mamanya yang menginginkan menantu yang sederajat dengannya. Kevin belum menceritakan hal itu pada Kayla.


"Sepertinya Kayla merasakan hal itu, kalau aku belum sepenuh hati mencintainya." gumam Kevin.


Kayla tahu apa yang ada di dalam pikiran Kevin tetapi hal itu tidak membuatnya patah semangat karena dia percaya dengan kekuatan cinta sejati.


Kevin mengambil ponselnya dan mengaktifkannya kembali. Kevin melihat panggilan tidak terjawab 10 kali dari Leo. Kevin menelepon Leo.


"Halo Leo. Maaf, semalam ponselku mati dan aku nggak mengisi baterainya. Apakah hari ini kamu ada kegiatan?" tanya Kevin di ujung ponselnya.


"Nggak ada."


"Kita ketemuan di kafe X ya sekarang karena ada yang ingin ku ceritakan."


"Oke..." Leo mengakhiri telepon dari Kevin.


"Sayang, aku ingin bertemu dengan Leo. Apakah kamu mau ikut denganku?" tanya Kevin.


"Nggak Sayang. Aku disini saja. Sayang hati-hati di jalan ya." Kayla saat ini tidak mengikuti Kevin karena dia ingin menyembuhkan dirinya sendiri dan Kevin tidak mengetahui hal itu.


"Oke. Sayang baik-baik ya disini. Aku pergi dulu." Kevin pamit lalu pergi.

__ADS_1


Kevin telah sampai di kafe X, dia mencari Leo tetapi tidak ada. Kevin duduk. Berselang beberapa menit dari kedatangan Kevin, Leo tiba dan langsung mencari Kevin. Leo melihat Kevin lalu menghampirinya.


"Hai Kevin. Mengapa telepon ku nggak kamu angkat-angkat? Kamu habis darimana sih?" Leo bertanya sambil duduk di hadapan Kevin.


"Maka dari itulah aku mengajak kamu ketemuan disini. Aku ingin menceritakan tentang Silvi dan Zita. Benar yang kamu bilang tentang Silvi. Kemarin aku melihat ada yang aneh terjadi pada Silvi, seperti bukan Silvi yang ku kenal selama dua tahun ini. Dia kemarin begitu ganas dan liar, dia juga menyerangku membabi buta karena dia ingin memaksaku minum cairan yang diberikan nenek renta, mungkin nenek itu dukunnya." Kevin terdiam karena dia teringat bagaimana Kayla berusaha melindunginya.


"Terus, apalagi yang telah terjadi?" tanya Leo, penasaran.


Kevin masih terdiam. Kevin masih membayangkan Kayla dan rasa sakit di hatinya saat melihat Kayla terluka. Kevin mulai menyadari kalau dia merasa takut akan kehilangan Kayla.


"Terus... Apalagi yang sudah terjadi, Kevin." tanya Leo sambil menepuk lengan Kevin.


"Haaa... Ya, ada apa?" tanya Kevin, kaget.


"Terus, apalagi yang sudah terjadi? Cerita dong, kok malah melamun sih. Ada sesuatu yang sulit untuk kamu ceritakan padaku?" tanya Leo, masih penasaran.


Kevin mendesah.


"Banyak yang telah terjadi kemarin dan semua di luar nalar manusia, mungkin kamu nggak akan percaya." kata Kevin.


"Cerita saja dan aku pasti percaya." kata Leo, tambah penasaran.


"Silvi dibantu nenek renta yang memiliki ilmu hitam untuk mendapatkan ku, dia ingin aku menjadi miliknya. Terus...." Kevin belum selesai bicara Leo langsung memotong perkataan Kevin.


"Iya, seperti itu yang kita kenal tetapi kenyataannya tiga ratus enam puluh derajat sangat berbeda. Awalnya aku nggak menyangka kalau dia seperti itu." kata Kevin.


"Terus, siapa yang menolongmu karena nggak mungkin kamu bisa menghadapi seperti itu?" Leo masih penasaran.


"Yang menolongku, Kayla." jawab Kevin, pelan. Kevin kembali teringat Kayla.


"Haaa.... Kayla? Bukannya dia ada di kota J? Dimana dan bagaimana kalian bisa bertemu?" Leo semakin penasaran.


Kevin kembali mendesah.


"Inilah bagian yang sulit untuk ku ceritakan kepada mu dan kamu pasti nggak mempercayainya." Kevin mendesah.


"Ceritakanlah, aku akan berusaha untuk percaya karena kamu bilang semua yang telah terjadi di luar nalar manusia." Leo serius mendengarkan Kevin.


"Sebenarnya Kayla sudah ada sejak Nita kesini." kata Kevin, pelan.


"Tapi aku nggak pernah melihatnya." Leo, bingung.


"Ya, aku juga awalnya nggak percaya tapi itulah yang sudah terjadi. Kayla yang ada di sini bukan raga Kayla tetapi roh Kayla."

__ADS_1


"Haaaaa...... Kok bisa? Apa itu mungkin? Kamu melihatnya? Bagaimana dia bisa menolongmu?" Leo semakin bingung dan penasaran.


"Awalnya aku memang nggak bisa mendengar suaranya dan nggak bisa melihatnya tetapi dia membuat aku bisa melihatnya dan mendengar suaranya namun belum bisa menyentuhnya." kata Kevin, sedih.


"Haaa... Aku jadi bingung...Terus, bagaimana dia bisa menolongmu dari Silvi dan dukunnya yang memiliki ilmu hitam?" tanya Leo, masih penasaran.


"Kalau menurutku mungkin Kayla telah memiliki kemampuan sejak lahir yang nggak semua orang memilikinya. Seperti anak indigo gitu." jawab Kevin.


"Supernatural kali..." kata Leo.


"Mungkin. Aku hampir terluka dan hampir menjadi milik Silvi tetapi Kayla menolongku tanpa memperdulikan keselamatannya. Hatiku terasa sakit saat aku melihat Kayla terluka. Ada perasaan takut akan kehilangan dirinya. Aku mulai mencintainya, Leo tapi aku selalu ingat akan pesan mamaku, harus memilih istri yang sederajat dengan keluargaku." Kevin kembali mendesah.


"Kamu harus yakin bisa mempertahankan cintamu tanpa harus membuat mama mu kecewa. Aku yakin, setelah mama mu mengenal Kayla pasti dia bisa menerimanya." Leo memberi Kevin semangat.


"Iya, Leo. Terima kasih." kata Kevin, kembali semangat.


"Tadi kamu bilang mau cerita tentang Zita, memangnya kamu tahu Zita ada dimana?" tanya Leo, bingung dan penasaran lagi.


"Ketika Silvi ingin memaksaku minum cairan dari dukunnya agar aku menjadi miliknya, dia sempat mengatakan kalau Zita sedang berada di kota J karena ingin mencari informasi tentang Kayla dan akan membunuhnya." jata Kevin, sedih.


"Apaaa.... Aku nggak salah dengar khan? Ternyata Zita nggak bisa terima penolakanmu." kata Leo, kaget.


"Nggak karena seperti itu yang aku dengar langsung dari mulut Silvi. Aku tahu semua tentang Kayla dan Zita berawal dari Silvi dan mungkin dukunnya yang memberitahukannya pada Silvi." Kevin kembali mendesah.


"Sekarang Silvi ada dimana?" tanya Leo.


"Kayla sempat mengusir roh jahat dari tubuh Silvi sehingga Silvi pingsan. Namun Silvi melarikan diri setelah roh dukunnya dan ilmu hitamnya merasuk ke tubuh Silvi. Kayla sempat mengalahkan dukun Silvi tapi tubuhnya dibawa Silvi. Sekarang aku nggak tahu Silvi ada dimana. Dia sempat bilang akan membalas dendam pada Kayla." Kevin kembali lagi mendesah begitu dalam lalu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Aku takut, Leo... Aku takut Kayla kembali terluka. Aku nggak mau kehilangan Kayla. Aku mencintainya. Apa yang harus aku perbuat untuk menolongnya?" mata Kevin berkaca-kaca.


"Dalam hal ini kita nggak bisa menolongnya kecuali mendoakannya agar dia selamat. Kamu harus percaya akan kekuatan cinta selain kekuatan doa. Kamu harus terus semangat, nggak boleh bersedih seperti ini." kata Leo memberi semangat sahabatnya.


"Sekarang Kayla ada dimana?" tanya Leo.


"Kayla ada di apartemenku." jawab Kevin.


"Kamu nggak memperkenalkan Kayla kepadaku, sahabatmu yang ganteng dan baik hati ini." Leo bercanda agar Kevin bisa tersenyum.


"Ayo... Aku perkenalkan kamu dengan Kayla." kata Kevin lalu tersenyum.


Mereka pergi dari kafe X ke arah apartemen Kevin.


*****

__ADS_1


__ADS_2