
Keesokan pagi harinya, Kayla dan Nita sedang duduk di taman kampus. Hari ini Nita berangkat ke kampus dengan menggunakan motornya karena Egi pagi sekali sudah pergi mengantar papanya ke bandara.
Beberapa menit kemudian, Egi dan cowok itu datang dan menghampiri mereka.
“Hai, Sayang...“ sapa Nita ke Egi.
Egi langsung ambil posisi duduk di samping Nita sedangkan cowok itu masih berdiri di hadapan mereka.
“Hai...“ sapa Nita ke cowok itu.
“Hai juga...“ sapa cowok itu lalu melirik ke arah Kayla yang sedang asyik membaca buku "Hai..."
“Kayla, balas dong sapaan dia...“ Nita mencolek pinggang Kayla.
“Oh... Hai." Kayla kaget karena dia tidak tahu kalau sapaan tadi untuknya.
“Oh iya, kemarin kenalan dengan Kayla kok tidak sebut namanya sih?“ tanya Nita sambil melirik ke arah Kayla.
Melihat sikap sahabatnya, Kayla jadi sedikit sebal sambil melotot ke arah Nita. Nita melihat Kayla sambil tersenyum.
“Oh iya... Kenalkan, namaku Aldo.“ kata Aldo sambil mengulurkan tangannya ke arah Kayla.
“Kayla...” Kayla menjabat tangan Aldo sambil tersenyum.
“Nita...” ucap Nita sambil menjabat tangan Aldo ketika Aldo mengulurkan tangannya ke arah Nita.
"Sayang, hari ini ada kegiatan apa di kampus?" tanya Nita sambil melihat ke arah Egi.
"Sepertinya enggak ada. Memangnya kenapa?" tanya Egi.
"Kebetulan kami juga tidak ada. Yuk, kita nongkrong di kafe dekat sini, anggap saja sebagai acara perkenalan dengan Aldo. Kamu mau kan, Do?" tanya Nita.
"Boleh. Ntar biar aku yang traktir." kata Aldo.
"Siip..." kata Nita.
"Kayla, kamu ikut ya. Kalau kamu tidak ikut nanti aku ngambek nih." Nita memasang wajah memelas ke arah Kayla.
"Iya, aku ikut." kata Kayla.
Aldo tersenyum ke arah Kayla saat Kayla mengiyakan ajakan Nita.
"Selesai jam kuliah kita kumpul disini ya." kata Nita.
"Oke..." kata Aldo, Egi dan Kayla hampir bersamaan.
*****
__ADS_1
Selesai jam kuliah Nita dan Kayla menuju taman kampus dan berselang beberapa menit mereka tiba, Egi dan Aldo datang.
"Jadi kan?" tanya Nita.
"Jadi dong..." jawab Egi.
"Terus, kita ke kafe dengan kendaraan masing-masing ya." kata Nita.
"Oke..." kata Kayla.
Lalu mereka menuju ke arah kafe yang di maksud. Setelah tiba di kafe mereka langsung memesan tempat dan Aldo memanggil karyawan kafe untuk memesan makanan dan minuman.
"Kamu mau pesan makanan apa, Kayla?" tanya Aldo, pelan.
"Apa saja yang penting enak." Kayla tidak tahu makanan apa yang enak yang ada di kafe tersebut.
Egi dan Nita tersenyum melihat Kayla yang grogi di dekat Aldo tapi mereka pura-pura tidak memperhatikan Kayla agar Kayla tidak malu. Setelah semua tersedia, mereka menyantapnya.
"Untuk perkenalan kita dengan Aldo dan semoga kita menjadi sahabat." Egi mengangkat gelasnya lalu Aldo, Nita dan Kayla ikut mengangkat gelas mereka masing-masing.
"Cheers..." mereka tertawa bersama.
Mereka saling berbagi cerita dan tak ketinggalan dengan Nita yang bersemangat menceritakan tentang Kayla kepada Aldo.
"Oh iya, Do. Kamu sudah punya pacar atau belum?" tanya Egi.
"Serius belum punya pacar? Tidak mungkin kalau kamu belum punya pacar." Egi, heran.
"Benaran, mengapa juga aku bohong." Aldo, malu.
"Tapi pernah pacaran khan?" tanya Nita, penasaran.
"Pernah, sewaktu masih SMP tapi kami pisah karena dia harus ikut keluarganya pindah ke Bandung." ucap Aldo.
"Terus, masih komunikasi sampai sekarang?" Nita masih penasaran.
"Sejak dia pindah kami sudah putus komunikasi dan aku juga tidak tahu kabarnya bagaimana." cerita Aldo.
"Dia teman aku dari kecil." jata Aldo.
"Kalau kamu bagaimana, Kayla? Kamu sudah punya pacar?" tanya Aldo.
"Kayla sih belum pernah pacaran." Nita langsung menjawab pertanyaan Aldo.
Mata Kayla langsung melotot ke arah Nita dan Nita hanya tersenyum saja melihat Kayla.
"Serius, belum pernah pacaran sama sekali? Kenapa? Tapi kamu suka dengan cowok khan?" tanpa sadar Aldo mengajukan banyak pertanyaan tentang Kayla yang membuat Kayla jadi malu.
__ADS_1
" Serius kok kalau Kayla memang tidak pernah pacaran sama sekali. Dia masihlah suka dengan cowok karena dia khan cewek normal hanya saja belum ada yang cocok di hatinya." Nita kembali menjawab semua pertanyaan Aldo.
Aldo tersenyum senang ketika dia ketahui kalau Kayla belum punya pacar bahkan belum pernah pacaran sama sekali.
"Oh iya Kayla, aku boleh minta nomor ponsel kamu dan sekalian nomor ponsel kamu juga ya Nita. Bolehkan Egi?" Aldo sudah memegang ponselnya dan hendak diberikan kepada Kayla.
"Iya, boleh." jawab Egi.
Setelah Egi mengiyakan, Aldo langsung memberikan ponselnya kepada Kayla agar Kayla menyimpan nomor ponsel Kayla dan Nita di ponselnya Aldo.
"Thank you ya." Aldo tersenyum.
"Iya, sama-sama." jawab Nita. Kayla hanya membalas senyuman Aldo.
"Berarti kalau aku telepon atau chat pasti tidak ada yang marah khan?" tanya Aldo.
"Ya tidaklah, lha wong Kayla jomblo sama seperti kamu." lagi-lagi Nita menjawab pertanyaan Aldo lalu tersenyum.
"Sudah hampir maghrib. Pulang yuk." Kayla mengajak mereka pulang karena Kayla ingin membeli kue ulang tahun untuk mamanya.
"Wait. Bukannya hari ini ulang tahun ibu?" tanya Nita.
"Iya. Kamu masih ingat ya?" Kayla tersenyum
"Ingat dong. Mama kamu khan sudah aku anggap seperti mamaku sendiri." kata Nita sambil memeluk Kayla lalu tersenyum.
"Kalau begitu kita buat kejutan saja untuk mama Kayla. Oh, iya. Sekalian saja kita beli makanan di kafe ini jadi, kita tinggal beli kue ulang tahunnya." Kata Aldo, bersemangat.
"Yup, aku setuju." kata Egi sambil tertawa.
Aldo memesan kembali makanan dan minuman yang akan di bawa pulang, Aldo membayar semuanya. Lalu mereka pergi mencari toko kue untuk membeli kue ulang tahun. Setelah mendapatkanya, mereka langsung menuju ke rumah Kayla.
Tiba di depan pintu rumah Kayla, Aldo menyalakan lilin. Kayla memegang kue ulang tahunnya. Lalu menekan bel yang ada di samping pintu. Renna membuka pintu dan terkejut karena ada lilin yang menyala dan kue ulang tahun di tangan Kayla. Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Renna berdoa lalu meniup lilinnya. Mata Renna berkaca-kaca menahan tangis. Renna menyuruh mereka masuk. Kayla meletakkan kuenya di atas meja di ruang tamu lalu Kayla memeluk Renna.
"Selamat ulang tahun ya, Mama. Semoga Mama panjang umur, sehat dan bahagia selamanya. Maafin Kayla yang belum bisa membahagiakan Mama. Kayla sangat sayang Mama." Kayla mencium pipi Renna lalu memeluknya.
"Iya, Sayang. Jadilah anak yang manis dan selalu penuh semangat meraih semua impianmu." Renna mencium kening putrinya.
"Selamat ulang tahun ya, Bu. Semoga panjang umur, banyak berkat, sehat dan bahagia selamanya bersama Kayla." Nita memeluk Renna.
"Terima kasih ya, Nak Nita."
Aldo dan Egi pun memberikan ucapan selamat ulang tahun serta doa kepada Renna.
Setelah acaranya selesai Aldo, Egi dan Nita pamit pulang.
Sejak saat itu, mereka selalu menghabiskan akhir pekan mereka bersama sehingga terjalin persahabatan diantara mereka.
__ADS_1
*****