Cinta Mati Kayla

Cinta Mati Kayla
Pembunuhan Zita


__ADS_3

Mereka tiba di hotel bintang lima yang berada tidak jauh dari hotel di mana Zita menginap. Leo langsung memesan kamar dan mengantar orang tua Zita ke kamarnya. Leo langsung pamit pergi.


"Om, Tante... Nanti telepon saya saja ya kalau Om dan Tante butuh sesuatu. Saya berada di rumah sakit A yang ada di seberang sana karena teman saya dirawat di sana." kata Leo.


"Iya, Leo. Terima kasih."


"Sama-sama, Om. Saya pergi dulu." kata Leo.


Leo pergi menuju ke rumah sakit. Leo tiba di rumah sakit dan kebetulan Nita juga tiba di rumah sakit. Nita melihat Leo dan pak Udin keluar dari mobil dan menghampiri mereka.


"Hai Leo... Pak Udin." sapa Nita lalu tersenyum.


Leo tersenyum.


"Pak Udin sudah boleh pulang. Terima kasih ya, Pak." kata Nita sambil tersenyum.


"Terima kasih ya, Pak Udin. Hati-hati di jalan." kata Leo lalu tersenyum.


"Sama-sama Bu, Pak. Permisi Bu, Pak." kata pak Udin lalu masuk mobil, kemudian pergi meninggalkan mereka.


"Bagaimana orang tua Zita, mereka menginap di mana?" tanya Nita.


"Mereka menginap di hotel O yang berada di seberang rumah sakit ini." kata Leo.


Sewaktu mereka tiba di depan ruangan Kayla, Renna pun tiba di sana.


"Bu..." sapa Nita sambil tersenyum.


"Tante..." sapa Leo lalu tersenyum.


Renna membalas dengan senyuman. Mereka masuk ke dalam ruangan Kayla.


Kevin sedang duduk di samping tubuh Kayla dan Kayla sedang berbaring di sofa yang ada di dalam ruangan itu.


"Hai Kevin, Kayla." kata Nita sambil berjalan menghampiri Kayla. Renna juga menghampiri Kayla dan Leo menghampiri Kevin.


Kevin berjalan sambil membawa makanan dan minuman yang diantar ibu kantin tadi ke arah Renna lalu meletakkannya di atas meja yang ada di hadapan Renna.


"Ibu makan dulu ya karena Ibu belum makan sama sekali dari pagi tadi biar Ibu sehat dan bisa menjaga Kayla terus." kata Kevin sambil memberikan makanannya ke Renna.


"Mama harus makan ya biar mama sehat terus." kata Kayla lalu tersenyum.


"Iya, Sayang. Terima kasih, Nak Kevin." kata Renna lalu menyantap makanan yang dikasih Kevin.


Leo menghampiri mereka. Tiba-tiba pintu diketuk lalu dibuka, ternyata yang datang Egi.


"Hai semua. Bagaimana keadaan mu, Kayla." tanya Egi.


"Aku merasa baik." kata Kayla.


"Egi, mengapa roh Kayla nggak balik ke raganya? Sampai kapan ya Kayla dalam keadaan begini?" tanya Kevin, penasaran.


"Aku juga nggak tahu karena dari pemeriksaan belum mendapatkan hasil yang pasti, seperti ada sesuatu yang nggak ada kaitannya dengan ilmu kedokteran atau di luar nalar manusia." kata Egi, bingung menjelaskannya.


"Sebentar lagi waktunya akan tiba rohku kembali ke ragaku. Aku mohon, tolonglah aku dengan doa-doanya kepada Allah." kata Kayla, pelan.


"Kami pasti mendoakanmu, Kayla dan menjaga ragamu di sini." kata Nita sambil memeluk Kayla yang duduk di sampingnya.


"Iya, Nak. Kami pasti mendoakan dan menjaga tubuhmu." kata Renna, terpaksa senyum padahal sebenarnya hati Renna sedih.


"Terima kasih atas doa, dukungan dan kasih sayang kalian kepadaku." kata Kayla lalu tersenyum.

__ADS_1


"Oh iya, aku hampir lupa. Tadi ada seorang wanita mengintip ke dalam kamar ini dan sewaktu aku bertanya mencari siapa, dia menjawab mencari temannya lalu langsung pergi." kata Renna, bingung.


"Jangan-jangan itu Zita? Bagaimana ciri-ciri wanita itu, Tante?" tanya Leo, penasaran.


"Ciri-cirinya putih, langsing, rambut sebahu dan... Saya lupa." jawab Renna sambil mencoba mengingat-ingatnya kembali.


"Benar, itu pasti Zita. Tante lihat dia ke arah mana perginya?" tanya Leo, masih penasaran.


"Saya tidak begitu perhatian tapi sepertinya ke arah keluar rumah sakit ini." jawab Renna.


"Apakah Nak Leo mengenal wanita itu?" tanya Renna, bingung dan khawatir.


"Ya Tante, saya mengenalnya kalau ciri-ciri wanita itu seperti yang Tante sebutkan tadi. Orang tuanya sedang mencarinya." jawab Leo.


"Ooo... Mungkin tadi dia mengintip untuk mencari Nak Leo." kata Renna, lega.


"Ya, Tante." kata Leo lalu tersenyum.


Kevin, Nita dan Egi saling melihat, Kayla tahu apa yang ada di dalam pikiran mereka. Kayla menghampiri Renna.


"Ma, sudah sore, mama nggak mandi? Lebih baik mama pulang dulu ke rumah untuk mandi dan membawa pakaian kotor mama dengan menggantikannya dengan yang bersih untuk baju ganti mama di sini." bujuk Kayla.


"Ya Ibu dan Ibu bisa istirahat sebentar di rumah. Kami di sini pasti menjaga tubuh Kayla." kata Nita sambil memeluk Renna.


"Baiklah, aku akan pulang." kata Renna.


"Ibu pulang bersama aku saja karena aku juga mau mandi dan membawa baju ganti untuk Egi." ucap Nita.


"Iya, Nak Nita. Terima kasih."


Renna dan Nita pergi meninggalkan rumah sakit setelah Renna selesai merapikan pakaian kotornya.


*****


Leo mengambil ponselnya dan mencoba hubungi Zita tetapi ponsel Zita tetap tidak aktif.


"Zita, kamu ada di mana sih?" tanya Leo, cemas di dalam hati.


"Ponsel Zita masih nggak aktif." kata Leo, sedih sambil memandangi foto Zita yang terdapat di kontak Zita yang ada di ponsel Leo.


"Aku merasakan kalau Zita berada nggak jauh dari rumah sakit ini. Mungkin dia menginap di salah satu hotel yang ada di seberang sana." kata Kayla.


"Bagaimana kalau kita mencarinya? Kevin ke hotel O, tempat orang tua Zita menginap dan aku ke hotel D. Egi tolong jagain tubuh Kayla ya." Leo menyampaikan rencananya.


"Baiklah. Kita tunggu sampai Nita kembali ke rumah sakit." Kata Egi.


*****


Nita dan Renna tiba di rumah Renna. Mereka keluar dari mobil lalu masuk ke dalam rumah.


"Ibu beristirahat malam ini di rumahku saja ya, Bu. Saya akan menunggu Ibu di sini." kata Nita.


"Tidak Nak Nita, saya beristirahat di rumah ini saja. Terima kasih dan maaf sudah merepotkan, Nak Nita." kata Renna sambil memegang tangan Nita dan tersenyum.


"Baiklah, Bu. Kalau begitu saya pamit ya, Bu." kata Nita.


"Ya, Nak Nita. Hati-hati di jalan." kata Renna.


"Ya, Bu. Terima kasih, Bu." Nita menjabat tangan Renna lalu pergi meninggalkan Renna menuju ke rumahnya.


*****

__ADS_1


Nita tiba di rumahnya dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Nita mengambil laptopnya dan mulai melanjutkan pekerjaan kantor yang tadi belum selesai. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam sepuluh. Tiba-tiba ponsel Nita berbunyi dan ternyata yang menelepon adalah Egi.


"Halo Sayang. Maaf, aku keasyikan menyelesaikan pekerjaan kantorku untuk meeting besok. Iya, aku segera ke sana tapi sebelumnya aku mandi dulu ya." kata Nita di ujung ponselnya sambil berjalan ke kamar mandi.


Setelah selesai semuanya, Nita pergi ke rumah sakit namun di perjalanan terjadi kecelakaan yang menyebabkan jalanan macet total. Nita mengambil ponselnya lalu menelepon Egi.


"Halo Sayang, sudah terjadi kecelakaan di jalan T yang menyebabkan kemacetan. Kemungkinan aku agak lama sampai di sana. Baiklah, Sayang saja yang sementara menjaga tubuh Kayla ya." kata Nita lalu mengakhiri teleponnya.


Satu setengah jam berlalu akhirnya Nita bisa melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah sakit. Ketika sedang lampu merah, Nita menelepon Egi.


"Sayang, keadaan jalan sudah kembali normal dan sebentar lagi aku akan tiba."


Egi yang sedang duduk di sofa menjawab telepon Nita.


"Oke. Sayang, aku tinggalin Kayla sebentar ya karena aku lapar banget nih. Nanti aku tugaskan perawat untuk menjaga Kayla." kata Egi menahan rasa laparnya.


"Oh iya, aku lupa, maafin ya Sayang. Baiklah, kalau sudah selesai langsung kembali lagi dan aku akan usahakan cepat sampai di sana." kata Nita lalu mengakhiri percakapannya.


*****


Sementara di hotel, Zita sudah siap untuk menjalankan rencananya. Zita keluar dari hotel menuju ke rumah sakit. Zita menyamar menjadi seorang perawat. Setibanya di rumah sakit Zita langsung menuju ke ruangan Kayla, di sana Zita bertemu dengan Egi yang baru keluar dari ruangan Kayla.


"Suster..." Egi memanggil Zita. Egi tidak mengenal Zita sehingga dia berpikir kalau Zita adalah perawat yang sedang bertugas.


"Ya, Dok." Zita menghampiri Egi.


"Tolong kamu jaga pasien di ruang ICU nomor 2 atas nama Kayla. Jangan sampai ditinggalkan ya." kata Egi.


"Baik, Dok." kata Zita, berusaha tenang.


"Terima kasih, Suster." kata Egi lalu pergi meninggalkan ruangan Kayla.


Zita masuk ke ruangan Kayla dan Kayla tahu kalau yang masuk adalah Zita.


"Akhirnya aku menemukan mu, Kayla. Kamu adalah penghalang terbesarku untuk mendapatkan Kevin, jadi kamu harus mati." kata Zita lalu tersenyum sinis.


Zita mengambil sebuah pisau dari dalam saku seragam perawatnya, lalu mendekati tubuh Kayla.


"Kamu harus mati Kayla." kata Zita sambil terus berjalan mendekati Kayla.


Kayla melihat hal itu dan dia berusaha menakuti Zita dengan segala cara tetapi Zita tetap terus berjalan.


"Zita, aku mohon jangan lakukan hal itu. Aku nggak ingin menyakiti mu. Sadarlah Zita, sadarlah. Aku mohon..." kata Kayla, sedih.


Zita tidak memperdulikan perkataan Kayla, dia tetap terus berjalan mendekati tubuh Kayla. Zita mengangkat pisaunya dan hendak menusukkan ke arah jantung Kayla.


"Matilah kamu, Kayla." kata Zita sambil menusukkan pisaunya ke arah jantung Kayla.


"Jangan Zita." teriak Kayla sambil berusaha membuang pisau yang ada di tangan Zita tetapi Kayla hanya mampu menepisnya pelan sehingga bahu Kayla yang terluka dan pisaunya terjatuh.


Zita mengambil pisaunya dan hendak menusukkannya kembali ke arah jantung Kayla tapi tiba-tiba dengan gerakan yang sangat cepat Silvi dan dukun itu datang mengambil pisau itu dari tangan Zita lalu Silvi hendak menusukkannya ke arah Zita namun gagal karena Kayla bergerak sangat cepat sehingga pisau yang ada di tangan Silvi terjatuh dan Zita terdorong oleh Silvi yang menyebabkan kening Zita terbentur tempat tidur Kayla dan berdarah. Zita jatuh tidak sadarkan diri.


"Zita... Bangun." kata Kayla, sedih dan menangis.


Roh Silvi berjalan mendekati tubuh Kayla karena dia hendak masuk ke tubuh Kayla tetapi dukun itu melarang.


"Silvi, jangan kamu lakukan itu karena belum tiba waktunya dan mari kita tinggalkan tempat ini karena sahabat Kayla sedang menuju kemari." perintah dukun itu lalu pergi meninggalkan ruangan Kayla.


"Baik, Mbah." kata Silvi sambil mengikuti dukun itu.


Ternyata benar apa yang dikatakan dukun itu, Nita tiba di ruangan Kayla dan melihat Zita tidak sadarkan diri dengan darah di keningnya. Saat itu Kayla berada di dekat Zita dan hanya Kayla yang berada di situ.

__ADS_1


*****


__ADS_2