
Kayla terus mengikuti ke mana pun Leo pergi. Jam setengah lima sore Leo bergegas pergi ke kantor Kevin untuk menjemputnya. Leo tiba di kantor Kevin dan langsung mencari Kevin tetapi Leo tidak menemukan Kevin lalu Leo menelepon Kevin.
“Kevin, kamu ada di mana?” tanya Leo di ujung ponselnya.
“Aku ada di kantin, kamu kesini aja.” jawab Kevin.
Leo langsung pergi ke kantin mencari Kevin dan dia melihat Kevin sedang mengobrol dengan seorang wanita yang sudah hampir dua tahun bekerja sebagai sekretaris Kevin. Wanita itu memiliki tubuh yang semok dan wajah yang cantik. Wanita itu sudah lama mempunyai perasaan terhadap Kevin tetapi dia hanya pendam di dalam hatinya dan Kevin tidak mengetahui hal itu. Dari segi pekerjaan, wanita itu tidak pernah mengecewakan Kevin.
“Kevin...” Leo memanggil Kevin sambil melambaikan tangannya ke arah Kevin lalu Leo langsung menghampiri Kevin.
“Hai Silvi.” Leo menyapa sekretaris Kevin.
“Hai juga, Pak Leo.” balas menyapa Leo.
“Jangan panggil pak, Khan sudah selesai jam kantor.” kata Leo lalu tersenyum.
Silvi memberikan senyuman termanisnya ke Leo agar Kevin cemburu tetapi Silvi kecewa karena Kevin tak peduli.
“Yuk akh, kita pergi. Silvi, apakah kamu mau ikut kami ke kafe dekat sini?” tanya Leo, basa basi.
“Kalau nggak ada yang keberatan sih aku ikut.” jawab Silvi lalu melirik ke arah Kevin.
“Oh... Nggak ada yang keberatan kok. Kalau kamu mau ikut, nggak apa-apa.” kata Leo lalu melirik ke arah Kevin.
Kevin tidak sadar kalau Silvi dan Leo memperhatikannya. Tiba-tiba Kevin mengambil ponselnya dari dalam sakunya dan memeriksa pesan masuk yang ada di ponselnya. Kevin kecewa karena dia tidak melihat ada pesan dari Kayla lalu dia memasukkan kembali ponselnya ke dalam sakunya. Kayla yang melihat hal itu merasa menyesal karena dia tidak menyapa Kevin lewat chatnya.
"Kenapa Kevin? Apakah kamu sedang menunggu telepon dari seseorang? Jadikan kira pergi ke kafenya?" tanya Leo.
"Jadi. Ayo, kita pergi." ajak Kevin. Mereka akhirnya pergi ke kafe yang Leo maksud.
*****
Mereka tiba di kafe X dan Leo mencari Zita, teman Leo waktu kuliah dulu. Zita melihat Leo lalu memanggil Leo sambil melambaikan tangannya. Leo melihat ke arah Zita dan menghampiri Zita.
“Hai Zita, apa kabar? Kenalkan, ini Kevin sahabatku dan ini sekretarisnya.” kata Leo sambil menunjuk kearah Kevin dan Silvi.
Kayla berada di sudut ruangan yang tidak jauh dari mereka. Kayla mencoba berbicara dengan Nita melalui telepati dan Kayla minta tolong kepada Nita untuk mengirim pesan ke ponsel Kevin. Nita mengambil ponsel Kayla lalu mulai mengetik tiap kata yang dikatakan Kayla.
“Seperti ada yang kurang bila chatmu tak hadir di ponselku bikin aku rindu bikin hatiku mencarimu. Sayang.... Sapalah aku meski cuma satu kata agar diriku tak gelisah di sini."
Lalu Nita mengirim puisi tadi ke ponsel Kevin. Pesan terkirim dan Kevin mendengar ada nada pesan masuk. Kevin ingin membacanya namun di saat Kevin hendak mengambil ponselnya, Leo memanggilnya.
“Kevin...” Leo memanggil Kevin namun Kevin diam saja karena dia asyik dengan pikirannya sendiri.
“Kevin...” Leo kembali memanggil sambil mencolek tangan Kevin.
“Oh iya, ada apa Leo” tanya Kevin, kaget.
“Aku dari tadi cerita, kamu nggak dengarin ya.” Leo sedikit sebal.
“Cerita apa?” tanya Kevin, bingung.
“Gini, aku pengen kamu kenalan dengan Zita. Dia ini (sambil menunjuk ke arah Zita) adalah teman sewaktu aku masih kuliah dulu dan selama ini dia berada di London meneruskan S2nya. Dia pulang ke Indonesia karena papinya meminta dia untuk meneruskan perusahaan keluarganya.” Leo mengulang ceritanya.
__ADS_1
“Ooo.... Terus?” tanya Kevin sedikit bingung karena pikirannya belum sepenuhnya mencerna apa yang diceritakan Leo kepadanya.
Melihat Kevin sedikit cuek seperti itu, Silvi tersenyum senang karena dia merasa masih ada kesempatan tuk mendapatkan hati Kevin tapi dia pura-pura tidak melihat. Zita melihat ekspresi Silvi dan dia tidak menyukainya.
“Hai Kevin. Kenalkan aku Zita.” kata Zita sambil mengulurkan tangannya ke arah Kevin.
“Hai juga.” Kevin menjabat tangan Zita lalu tersenyum.
“Hai Zita, aku Silvi sekretarisnya pak Kevin.” kata Silvi sambil mengulurkan tangannya ke arah Zita.
Silvi langsung melakukannya karena Zita belum melepaskan jabatan tangannya dari tangan Kevin dan dia tidak menyukai hal itu. Dengan terpaksa Zita melepaskan jabatannya dan menjabat tangan Silvi sambil tersenyum kecut.
Kayla masih melakukan telepati dengan Nita. Dia meminta Nita untuk mengirimkan pesan lagi ke ponsel Kevin.
“Maafkan aku.... Bila kata cinta selalu terucap dari bibirku karena itulah hatiku yang tulus mencintaimu, Kekasihku."
Nita kembali mengirimkan puisi ke ponsel Kevin. Kevin mendengar lagi bunyi nada pesan masuk di ponselnya. Dia minta izin ke mereka untuk pergi sebentar.
“Maaf, aku permisi dulu sebentar.” kata Kevin sambil mengangkat ponselnya.
Kevin keluar dari kafe dan diikuti oleh Kayla. Kevin membuka ponselnya dan membuka pesan dari Kayla lalu membacanya. Kevin senyum-senyum sendiri sambil membaca pesan dari Kayla. Kayla yang melihat tingkah Kevin ikutan tersenyum juga. Kayla senang bisa melihat Kevin tersenyum.
“Akh.... Kayla. Seandainya kamu nyata ada di sini aku juga ingin kamu tahu kalau aku mulai menyayangimu tapi kamu hanya ada di dalam khayalan, yang buat aku takut tuk buka hatiku untukmu. Cuma kamu yang bisa buat aku senyum-senyum sendiri di saat chat atau selesai chat dengan kamu. Maaf, jika logikaku menutupi hatiku.” Kevin bicara di dalam hatinya.
Kevin membalas chat Kayla dengan emoji senyum. Kayla mengetahui isi hati Kevin, dia menjadi sedih dan ingin rasanya mengatakan bahwa dia ada disampingnya kini dan ingin memeluknya. Kayla meminta Nita lagi untuk membalas chat Kevin.
“Sayang, aku kangen. Apakah Sayang kangen juga dengan aku?” tanya Kayla dalam chatnya.
“Maafkan aku ya, kita udahan dulu ya chatnya karena aku lagi di luar. Besok kita lanjut lagi.” kata Kevin dalam balasan chatnya.
“Iya, Sayang. Hati-hati di jalan ya dan baik-baik di sana.”
“I love you. (Emoji love kiss 3x).” balas Kayla.
“Ya, terima kasih. Love you too. (Emoji love kiss 1x).” balas Kevin di akhir chatnya.
Selesai chat dengan Kayla, Kevin masuk ke dalam kafe dan menghampiri mereka. Kayla mengikuti Kevin.
“Hai... Maaf ya.” kata Kevin sambil duduk lalu tersenyum.
Leo melihat ekspresi wajah Kevin yang menjadi ceria dan Leo tahu hal itu dikarenakan siapa.
“Pasti Kevin baru saja selesai chat dengan Kayla, gadis khayalannya.” gumam Leo.
Leo tidak setuju kalau Kevin berhubungan serius dengan cewek khayalan karena dia ingin sahabatnya berhubungan dengan cewek nyata yang bisa dia lihat, dia sentuh dan yang penting bisa hidup bersama dalam dunia nyata. Leo berniat ingin membuat Kevin melupakan Kayla dengan cara mengenalkannya dengan cewek-cewek yang menurut dia pantas untuk menjadi pendamping Kevin kelak.
Leo mengajak mereka pulang karena situasinya lagi tidak bagus untuk mengenalkan Kevin lebih jauh dengan Zita. Kayla mengetahui isi pikiran Leo dan awalnya Kayla sedih mengetahuinya tapi kembali semangat setelah melihat Kevin.
“Pulang yuk, besok aku ada meeting nih dan aku belum mempersiapkan semuanya.” kata Leo.
Silvi mendengar Leo bicara seperti itu ada rasa senang di hatinya karena Leo tidak jadi memperkenalkan Zita lebih jauh dengan Kevin. Silvi tahu kalau Leo berniat ingin menjodohkan Kevin dengan Zita. Sedangkan Zita merasa kecewa karena Zita menyukai Kevin sejak pertama dia melihat Kevin.
“Silvi, kamu pulang kemana?” tanya Leo.
__ADS_1
“Aku pulang ke arah jl. M.” jawab Silvi
“Maaf Zita, tolong anterin Silvi ya karena kalian pulangnya searah.” kata Leo.
“Iya.” kata Zita, terpaksa. Padahal dalam hatinya Zita tidak mau.
Selama di perjalanan pulang Silvi dan Zita hanya diam dan sesekali marahan arena di dalam hati mereka ada rasa tidak senang satu sama lain dan itu disebabkan persaingan diantara mereka yang ingin merebut hati Kevin.
“Aku tahu kalau kamu menyukai Kevin. Kamu jangan berani-berani mendekatin Kevin karena dia adalah untukku.” kata Zita, tegas.
“Kamu nggak berhak melarang aku karena Kevin bukan milikmu dan siapa saja masih berhak berusaha mendapatkan dia.” kata Silvi sama tegasnya dengan Zita.
“Oke. Kita bersaing dengan cara kita masing-masing tapi siapa yang kalah harus terima dan menjauhi Kevin.” Zita membuat kesepakatan dengan Silvi.
“Baik, aku terima persaingan ini.” kata Silvi.
Tiba-tiba Zita memberhentikan mobilnya dan menyuruh Silvi turun dari mobilnya.
“Silakan turun karena aku nggak sudi bersama musuhku.” kata Zita, jutek.
Silvi turun dari mobil Zita dan menutup pintu mobilnya dengan keras. Lalu Zita meninggalkan Silvi. Akhirnya Silvi pulang dengan naik taksi.
Leo mengantar Kevin pulang ke apartemennya yang tidak begitu jauh dari hotel tempat Nita menginap karena Kevin jarang pulang ke rumahnya yang terletak di jalan I, dia pulang jika keluarganya mengunjungi dia ke kota M. Leo dan Kevin tinggal di apartemen yang sama.
“Kevin, apakah kamu belum bisa membuka hatimu untuk cewek lain? Tadi aku melihat sikapmu yang dingin terhadap Zita.” tanya Leo lalu melirik ke arah Kevin.
Kevin mendesah.
“Atau semua karena Kayla, cewek khayalanmu itu?” tanya Leo lagi.
“Entahlah, aku juga nggak tahu.”jawab Kevin lalu Kevin kembali mendesah.
Kayla mengikuti Kevin masuk ke apartemennya. Kevin masuk ke kamarnya dan langsung mandi. Kayla menunggu Kevin di ruang tamunya. Setelah beberapa menit Kayla masuk ke kamar Kevin dan melihat Kevin sedang duduk sambil melihat ke arah laptopnya. Kayla menghampiri Kevin dan melihat ke arah laptop Kevin, ternyata Kevin sedang memandangi foto-foto yang pernah Kayla kirim kepadanya. Kayla teringat pertama kali kenalan dengan Kevin lalu dia tersenyum. Kayla duduk di samping Kevin. Saat Kayla duduk, Kevin melihat ke sampingnya dan hatinya seperti merasakan kehadiran seseorang. Kevin mengambil ponselnya dari atas meja dan membuka ponselnya lalu membaca ulang chat dari Kayla. Kevin tersenyum membacanya dan sesekali melihat foto Kayla.
“Kayla, hari-hari ku kembali ceria sejak hadirnya dirimu dan aku mulai menyayangimu tapi aku takut membuka hatiku untukmu meski ku tahu kamu begitu mencintaiku.” Kevin berbicara dengan foto Kayla sambil mengusap rambut Kayla di foto Kayla.
Kayla mendengar semua yang diucapkan Kevin dan itu membuat dia meneteskan air matanya. Ingin rasanya Kayla memeluk Kevin dan mengatakan kalau dia ada di sampingnya tapi keadaannya membuat dia tidak melakukannya.
Tiba-tiba ponsel Kevin berbunyi. Kevin mengangkat teleponnya.
“Halo Leo, ada apa?”
“Aku jemput kamu besok sore ke kantormu ya dan kita makan malam bareng.”
“Siap Bos.” Lalu Kevin tertawa dan menutup teleponnya.
Kevin kembali memandangi foto-foto Kayla lalu dia berbaring di tempat tidurnya dan akhirnya dia terlelap.
“Aku sangat mencintaimu, Kevin.” ucap Kayla, pelan. Kayla memandangi wajah Kevin lalu mencium kening Kevin. Kemudian Kayla pulang ke hotel tempat Nita menginap.
Kayla tiba di kamar hotel dan melihat Nita sudah tidur.
“Nita, maafin aku yang selalu merepotkanmu.” ucap Kayla sambil mengusap rambut Nita.
__ADS_1