Cinta Mati Kayla

Cinta Mati Kayla
Penemuan Zita


__ADS_3

Di hari yang sama di Kota J.


Zita bangun pagi sekali karena dia ingin menunggu Nita keluar. Zita memesan ojek online untuk mengikuti Nita. Di saat Zita sedang berdiri santai di jendela kamarnya, dia melihat Nita dan Egi keluar rumah dan hendak pergi. Zita langsung keluar kamar dan kebetulan ojek online pesanannya tiba.


"Pak, kita ikutin mobil yang di depan ya tapi jangan sampai ketahuan." kata Zita sambil naik ke motor dan menunjuk ke arah mobil Nita.


"Baik, Mbak." kata pak ojek sambil menyalakan mesin motornya lalu mengikuti mobil Nita.


Nita berhenti di depan kantornya lalu turun dari mobil, Zita juga berhenti dan langsung bersembunyi. Kemudian Zita mengikuti Nita dengan sangat berhati-hati agar tidak ketahuan oleh Nita. Nita masuk ke dalam kantornya dan Zita tidak lagi mengikuti Nita tapi dia mencari kantin yang ada di kantor tersebut. Zita menunggu Nita di kantin kantor. Zita menghampiri dua orang karyawan yang sedang menunggu pesanan.


"Permisi Mbak..." sapa Zita kepada kedua karyawan tersebut.


"Iya, Mbak. Ada apa?" kata salah satu karyawan itu.


"Saya mau tanya, kantor Bu Nita ada di lantai berapa ya?" tanya Zita.


"Oh, Bu Nita. Kantornya ada di lantai lima, Mbak." jawab karyawan yang sama.


"Jam berapa ya, Mbak biasanya Nita keluar dari kantornya?" tanya Zita.


"Kurang tahu sih, Mbak tepatnya jam berapa tapi sepengetahuan saya bu Nita kalau jam makan siang dia selalu ke rumah sakit tempat suaminya berkerja, kalau nggak salah di rumah sakit A." jawab karyawan yang satunya lagi.


"Ooo... Terima kasih ya untuk informasinya."


"Sama-sama Mbak." kata kedua karyawan hampir bersamaan.


Setelah beberapa jam kemudian Zita pergi dari kantin dan menunggu Nita di depan kantornya tapi masih dengan bersembunyi. Zita melihat Nita masuk ke dalam mobilnya hendak pergi. Zita langsung menghentikan taksi yang kebetulan lewat.


"Pak, tolong ikutin mobil yang ada di depan kita tapi jangan sampai ketahuan kalau kita mengikutinya." kata Zita ke pak supir taksi.


"Baik Bu." kata supir taksi.


Nita berhenti di depan rumah sakit A dan langsung menuju ke ruangan tempat Kayla dirawat. Zita masih mengikutinya. Zita melihat dari kaca pintu, Nita menghampiri seorang wanita yang berusia kira-kira 50 tahun lalu Zita melihat ada seorang wanita muda sedang terbaring dalam keadaan koma.

__ADS_1


"Siapa wanita itu yang sedang terbaring dalam keadaan koma, apakah saudara Nita atau siapa ya?" Zita bertanya-tanya di dalam hatinya. Zita mencari tahu, dia pergi menuju ke ruang suster jaga.


"Siang Suster." sapa Zita.


"Selamat siang. Ada yang bisa kami bantu, Mbak?" kata suster jaga.


"Kamar ICU no 2 itu pasiennya atas nama siapa ya, Suster?" tanya Zita.


"Oh itu... Atas nama Kayla Kevya." jawab suster jaga.


"Ooo... Sudah berapa lama dia dirawat, Suster?"


"Kurang lebih dari sebulan, Mbak." kata suster jaga.


"Ooo... Terima kasih, suster." kata Zita lalu pergi menuju kost tempat dia menginap dengan menggunakan ojek online.


*****


"Apakah wanita itu Kayla, sahabat Nita yang dicintai Kevin?" Jika memang itu benar bagaimana bisa Kevin menerima pesan dari Kayla sedangkan dia sudah dalam keadaan koma? Apakah Nita membantunya? Tapi itu tidak mungkin karena Kevin menerima pesan itu dari nomor ponsel Kayla dan itu tiga hari yang lalu setelah Kayla dalam keadaan koma. Jadi, siapa yang sudah mengirim pesan untuk Kevin pada saat itu?" Zita berbicara dengan dirinya sendiri karena dia merasa sangat kebingungan.


"Aku harus mencari tahu tentang hal ini." kata Zita di dalam hatinya.


Hati Kayla merasakan akan terjadi sesuatu terhadap tubuhnya. Kayla mengirim pesan untuk Nita dengan bersembunyi agar Kevin tidak melihatnya.


"Ta, tolong jagain mamaku dan juga tolong jagain tubuhku ya karena hatiku merasakan akan terjadi sesuatu terhadap tubuhku." pesan Kayla.


Nita mendengar nada pesan masuk lalu mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Nita melihat ada pesan masuk dari Kayla kemudian membacanya lalu membalasnya.


"Iya Kayla, aku sedang ada di rumah sakit bersama mamamu. Kamu tenang saja. Kamu hati-hati ya di sana."


"Iya Nita. Terima kasih." balas Kayla.


"Siapa yang menginginkan kematian Kayla? Apakah Zita yang menginginkannya? Apakah ada yang lain selain Zita yang mengharapkan kematian Kayla? Apakah Zita mengikutiku?"

__ADS_1


Begitu banyak pertanyaan yang muncul dalam pikiran Nita. Ada perasaan takut dalam hatinya.


"Aku harus menceritakan hal ini kepada ibu dan Egi agar lebih waspada dalam menjaga Kayla." kata Nita di dalam hatinya. Nita menghampiri Renna dan menceritakannya dengan perlahan agar Renna tidak syok mendengar jika ada orang yang menginginkan kematian Kayla.


"Bu, mulai hari ini kita harus lebih memperhatikan dan menjaga Kayla karena Kayla mengatakan kepadaku kalau ada orang yang mengharapkan kematiannya dan dia memohon agar Ibu jangan khawatir tetapi lebih mendoakan keselamatan Kayla." kata Nita, pelan.


"Kayla punya salah apa kepada mereka sehingga mereka mengharapkan kematian Kayla? Mengapa Kayla tidak pulang." Renna menangis. Nita memeluk Renna dan berusaha menenangkan dirinya.


"Ibu harus kuat dan Ibu harus percaya kalau Tuhan pasti menolong kita asalkan kita percaya dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan." kata Nita, pelan.


"Iya, nak Nita. Ibu harus kuat demi Kayla dan Ibu harus banyak berdoa untuk keselamatan Kayla. Bantu Ibu juga ya mendoakan Kayla." kata Renna lalu kembali menangis.


"Iya, Bu. Saya pasti membantu Ibu. Saya ingin menelepon Egi dulu ya, Bu biar Egi juga tahu tentang hal ini."


"Iya, nak Nita." Renna menghentikan tangisnya dan mengusap air matanya.


Nita menelepon Egi dengan ponselnya sampai beberapa kali tetapi tidak ada jawaban lalu Nita mengirim pesan ke ponsel Egi.


"Sayang, kalau sudah selesai kerja langsung datang ke kamar ruangan Kayla ya karena ada hal penting yang ingin ku sampaikan mengenai Kayla." lalu Nita mengirim pesannya.


"Telepon ku tidak diangkat Egi, mungkin dia sedang melakukan operasi tapi saya sudah mengirim pesan kepadanya. Ibu harus kuat ya." kata Nita sambil mengusap-usap lembut tangan Renna.


"Terima kasih, nak Nita." kata Renna lalu menggenggam tangan Nita.


"Sama-sama, Bu." Nita tersenyum.


*****


Di kamar kostnya, Zita terus berpikir keras bagaimana cara melenyapkan Kayla tanpa harus meninggalkan jejaknya agar Kevin bisa menjadi miliknya seorang. Zita mulai menyusun rencana.


"Aku harus terus mencari informasi tentang Kayla, informasi tentang keadaan rumah sakit dan informasi tentang seberapa ketatnya pengawasan Kayla. Mulai besok aku harus sering ke rumah sakit biar secepatnya aku bisa melenyapkan Kayla lalu aku pun akan melenyapkan Silvi." Zita berbicara dengan dirinya sendiri.


*****

__ADS_1


__ADS_2