Cinta Mati Kayla

Cinta Mati Kayla
Rencana Silvi


__ADS_3

Di waktu yang sama di kota M.


Kevin terbangun dari tidurnya karena bunyi suara ponselnya. Kevin mengambil ponselnya dari atas meja, Kevin melihat ponselnya dan ternyata Leo yang meneleponnya. Lalu Kevin menjawab telepon Leo.


"Halo, Leo. Ada apa?" tanya Kevin, masih mengantuk.


"Aku ingin bertemu denganmu karena ada sesuatu yang harus aku sampaikan. Kita bertemu di kafe X ya jam 7. Aku tunggu." kata Leo.


Kevin melihat ke arah jam tangannya dan ternyata sudah jam lima sore. Kevin beranjak dari tempat tidurnya langsung ke kamar mandi. Setelah selesai Kevin pergi ke kafe X. Kayla mengikuti Kevin.


Setelah tiba di sana, Kevin mencari Leo tapi Kevin tidak menemukan Leo. Kevin duduk dan memesan minuman. Kevin melihat ke arah jam tangannya, ternyata belum jam 7 tepat.


Kevin mengambil ponselnya dan melihat tidak ada pesan dari Kayla untuknya. Sudah beberapa hari ini Kayla tidak mengirim pesan untuknya.


"Mengapa Kayla nggak pernah lagi mengirim pesan untukku? Apakah dia sedang sakit?" tanya Kevin dalam hati. Kevin tetap tidak mau yang pertama menyapa Kayla karena dia takut jatuh cinta lagi meski di dalam hatinya dia mulai merasakan hal itu pada Kayla. Kayla hanya diam mendengarkan isi hati Kevin.


Leo tiba di kafe X dan segera mencari Kevin. Leo menemukan Kevin dan langsung menghampirinya.


"Hai Kevin." sapa Leo sambil menepuk pundak Kevin dan duduk di samping Kevin.


"Hai juga. Apa yang mau kamu ceritakan kepadaku?" tanya Kevin, penasaran.


"Aku mau cerita tentang Silvi. Silvi itu berasal darimana sih?" tanya Leo.


"Kalau yang aku lihat dari CVnya saat dia melamar kerja di kantorku dia berasal dari kota K. Memangnya kenapa kamu tanyakan hal itu?" Kevin bingung sekaligus penasaran.


Apakah kamu percaya magic atau mistik atau apalah yang berhubungan dengan dunia gaib?" tanya Leo lagi.


"Antara percaya dan nggak. Memangnya kenapa sih?" Kevin semakin bingung dan penasaran.


"Waktu aku ke kantormu tanpa memberitahukan mu terlebih dahulu, aku melihat kejadian yang aneh saat Silvi dan kamu berada di dalam ruangan mu. Kamu masih ingat nggak waktu aku bengong dan kamu bilang aku seperti habis lihat hantu?"

__ADS_1


"Iya, aku masih ingat."


"Aku Khan hendak masuk ke dalam ruangan mu tapi aku urungkan niatku, kebetulan pintu ruangan mu nggak tertutup rapat, jadi aku bisa melihat Silvi membelai rambutmu, mengusap pipimu dan duduk di pangkuanmu tetapi kamu hanya diam saja. Aku heran mengapa kamu diam saja karena yang aku tahu kamu nggak seperti itu apalagi kalau dengan cewek yang kamu nggak suka. Yang lebih anehnya lagi, ketika Silvi hendak menxxxx bibirmu tiba-tiba seperti ada orang yang menampar pipi Silvi setelah itu kamu mulai sadar."


"Iya sih, aku juga merasakan hal aneh kalau ada Silvi. Aku seperti terhipnotis gitu."


"Berarti kamu harus berhati-hati terhadap Silvi. Bila perlu kamu mencari alasan yang tepat untuk memecatnya agar dia nggak sakit hati padamu. Satu lagi yang harus kamu ingat bila berbicara dengannya, kamu jangan menatap langsung ke arah matanya karena dari yang aku tahu selain pikiran mata juga salah satu sarana yang cepat membuat orang terhipnotis."


"Iya, aku akan pikirkan hal itu. Lagian Silvi sedang cuti pulang kampung karena dia bilang mamanya sedang sakit." kata Kevin.


"By the way, kira-kira Zita kemana ya karena sejak dari bandara sampai saat ini aku belum melihat Zita, di apartemennya juga nggak ada dan ponselnya juga nggak aktif." kata Leo, bingung.


"Aku nggak tahu." kata Kevin.


"Aku heran saja, sejak kepergian Nita dia menghilang. Apakah dia mengikuti Nita ke kota J karena ingin mencari tahu tentang Kayla? Mungkin dia nggak bisa terima kamu tolak." kata Leo.


"Iya juga sih, tapi nggak mungkinlah dia seperti itu." Kata Kevin.


"Aku sudah lama kenal Zita. Kalau dia nggak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan, dengan cara apapun akan dia lakukan untuk mendapatkan keinginannya itu." ada rasa khawatir di hati Leo.


Di tempat yang berbeda, tepatnya di daerah dekat gunung K, Silvi sedang duduk bersila di hadapan seorang dukun yang memiliki kekuatan ilmu hitam. Ternyata Silvi baru selesai dipasangkan susuk oleh dukun tersebut.


"Mbah, aku menyukai seorang lelaki yaitu alasanku tapi aku mempunyai saingan yang bernama Zita yang merupakan teman dari sahabat lelaki yang ku suka. Dan satu lagi yang bernama Kayla tapi dia berada di kota J."


Dukun Silvi terus komat kamit sambil menaburkan kemenyan ke dalam dupa.


"Mbah, aku mohon pertolongan Mbah untuk membantuku mendapatkan lelaki impianku yang bernama Kevin dan menyingkirkan semua yang menghalangiku." kata Silvi sambil memberikan foto Kevin kepada dukun tersebut.


Dukun tersebut melihat foto Kevin dan menerawangnya. Tiba-tiba dukun tersebut terkejut dan sedikit gemetar. Silvi melihat hal itu dan dia heran apa yang sudah terjadi.


"Ada apa, Mbah?" tanya Silvi, penasaran.

__ADS_1


"Anak muda ini dilindungi oleh seorang wanita yang memiliki kekuatan. Tapi kamu nggak usah khawatir aku pasti bisa menyingkirkan wanita itu. Sekarang raga wanita itu dalam keadaan lemah." kata dukun itu.


"Maksudnya, Mbah?" tanya Silvi, penasaran.


"Tubuh wanita yang melindungi pemuda itu sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri dan dengan mudah bisa aku kalahkan. Kamu tenang saja. Kamu usahakan pemuda itu meminum cairan ini agar dia jatuh cinta padamu." kata dukun itu sambil memberikan botol kecil yang berisikan cairan yang dia maksud.


Silvi menerima botol tersebut dan menyimpannya di dalam tasnya. Lalu Silvi menanyakan tentang Zita.


"Bagaimana dengan Zita, wanita yang menjadi sainganku itu, Mbah?" tanya Silvi.


"Dia kini sedang berada jauh dari pemuda itu. Dia sedang mencari wanita yang dicintai oleh pemuda itu dan akan menyingkirkannya. Tugasmu hanya memberikan cairan itu dan usahakan pemuda itu meminumnya." kata dukun itu.


"Baik Mbah. Terima kasih, Mbah." kata Silvi lalu memberikan dukun itu sejumlah uang.


Lalu Silvi pamit pulang. Saat itu juga Silvi pulang ke kota M karena dia sudah dua hari tidak masuk kerja dan yang paling utama karena dia sudah tidak sabar lagi ingin membuat Kevin jatuh cinta padanya.


Silvi tiba di kota M sekitar pukul sembilan. Dia mengambil ponselnya dan menelepon Kevin.


"Halo, Pak Kevin. Aku sudah tiba di apartemenku dan besok aku akan mulai berkerja." kata Silvi di ujung ponselnya.


"Oke, baiklah." kata Kevin dan langsung mengakhiri percakapannya.


"Siapa Kevin?" tanya Leo.


"Silvi, dia baru tiba di apartemennya dan besok dia mulai berkerja lagi."


"Kamu harus secepatnya memecat dia." saran Leo.


"Iya, aku tahu tapi tidak semudah itu aku memecatnya karena dia belum pernah melakukan kesalahan dalam berkerja." ucap Kevin, sedikit bingung.


"Sekarang kita pulang saja dan besok kita fikirkan kembali bagaimana caranya. Kita bertemu di kafe ini lagi jam 7." kata Leo.

__ADS_1


Akhirnya mereka pulang ke apartemennya masing-masing.


*****


__ADS_2