
Situasi di daerah gunung K tempat Kayla dan Kevin berada saat ini.
Setelah dukun itu terjatuh dan tidak sadarkan diri. Kayla menghampiri Kevin dan ketika dia hendak menolong Kevin menuju ke taksi, tiba-tiba keluar cahaya dari tubuh dukun itu dan masuk ke tubuh Silvi yang masih tidak sadarkan diri.
Silvi sadar dan dia langsung berdiri. Ternyata roh dukun itu yang telah menyatu dengan ilmu hitamnya merasuki tubuh Silvi. Sedangkan roh Silvi sudah terikat dengan ilmu hitam dukun itu sehingga kemanapun dukun itu pergi roh Silvi mengikutinya. Tubuh Silvi yang sudah dirasuki oleh roh dukun itu tertawa dengan suara melengking. Siapapun yang mendengarnya pasti merinding, gemetaran dan keringat dingin.
"Kok belum selesai juga ya. Lindungi kami ya Allah." suara pak supir gemetaran.
"Sayang harus berhati-hati. Maafkan aku yang tidak bisa membantumu." ucap Kevin, sedih.
"Iya, Sayang. Nggak apa-apa kok asalkan Sayang selamat. Bantu aku dengan doa Sayang saja." kata Kayla lalu Kayla berdiri di hadapan Kevin yang terbaring lemah.
Kayla berjaga-jaga untuk melindungi Kevin. Hati Kayla merasakan kalau Silvi akan kembali menyerang Kevin. Ternyata benar, Silvi bersiap menyerang Kevin. Silvi bergerak kesana kemari dengan sangat cepat mencari peluang untuk menyerang Kevin namun selalu gagal karena Kayla mampu menyeimbanginya. Kemudian Silvi dengan sangat cepat menghampiri tubuh dukun itu dan menggendongnya lalu melarikan diri dengan mobilnya.
"Tunggu pembalasanku, Kayla." ancam Silvi lalu meninggalkan mereka.
Kayla melihat kristal yang tadi dia gunakan menyerang dukun itu jatuh dan dia mengambilnya. Lalu Kayla melihat ke arah Kevin, Kayla sedih melihat keadaan Kevin yang sangat lemah. Kemudian Kayla menghampiri pak supir.
"Pak, tolong cowok itu." kata Kayla.
"Si...si...siapa kamu? Ka...ka...kamu dimana?" tanya pak supir ketakutan sambil mencari sumber suara.
"Jangan takut, Pak. Saya nggak akan menyakiti Bapak. Tolong cowok itu, Pak." ucap Kayla, berharap.
"Baiklah." Pak supir melihat di sekitarnya sudah tidak ada dukun itu yang sangat menakutkan tadi.
Pak supir menghampiri Kevin dan membantunya masuk ke dalam taksi. Kayla mengikutinya dan duduk di samping Kevin.
"Ayo, Pak. Kita pulang dan antarkan aku ke jalan B kota M." kata Kevin, pelan.
"Baik, Pak." kata pak supir lalu pergi meninggalkan tempat itu ke kota M.
*****
Selama di perjalanan Kevin hanya diam dan melihat ke arah Kayla. Kayla melihat ke arah Kevin dan tersenyum lalu menggenggam tangan Kevin. Kevin merasakannya.
Pak supir melihat Kevin melalui kaca mobil dan dia memberanikan diri bertanya.
"Maaf Pak, kalau boleh tahu, sebenarnya apa yang sudah terjadi?" tanya pak supir dengan rasa penasaran dan takut.
"Aku juga nggak mengerti dengan semua ini, Pak. Mengapa semua ini bisa terjadi." kata Kevin, lemas.
__ADS_1
Kayla memberikan kristal kepada Kevin agar disimpan ke dalam tasnya.
"Sayang, tolong simpan kristal ini dan jangan sampai hilang ya." kata Kayla sambil memberikan kristal kepada Kevin.
Pak supir mendengar suara Kayla lalu dia melihat ke belakang melalui kaca mobil tetapi hanya Kevin yang ada di belakang dan pak supir juga melihat kristal melayang. Tiba-tiba pak supir menghentikan mobilnya.
"Ada apa, Pak?" tanya Kevin kaget.
"A...A...A...Ada hantu di dalam taksi ini." kata pak supir sambil menunjuk kristal yang melayang.
"Tenang Pak. Itu bukan hantu tapi dia pacarku, namanya Kayla dan dia sedang memegang kristal itu. Aku bisa melihatnya. Dia yang udah menolong kita." kata Kevin masih lemas sambil mengambil kristal dari tangan Kayla dan menyimpan ke dalam tasnya.
"Kevin mengatakan kalau aku adalah pacarnya." Kayla tersenyum bahagia. Rasa sakit akibat terluka saat bertempur dengan dukun itu berangsur hilang.
"Berarti Bapak pacaran dengan hantu ya?" tanya pak supir, heran dan takut.
"Ayo Pak, kita jalan lagi. Bapak menyetir sambil mendengarkan ceritaku tentang pacarku." kata Kevin.
Lalu pak supir kembali menyetir ke kota M.
"Kayla sedang dalam keadaan koma dan mungkin dia ada firasat akan terjadi sesuatu terhadapku, makanya dia datang menolong. Cewek yang melarikan diri tadi sekretaris ku dan dia mencintaiku tetapi aku tidak mencintainya lalu dia mengambil jalan pintas seperti yang sudah Bapak lihat tadi." cerita Kevin.
"Maaf ya, Pak. Saya belum pernah melihat seperti ini secara langsung, biasa lihatnya di tv." kata pak supir.
"Iya, Pak." jawab pak supir.
*****
Setelah beberapa jam di perjalanan, mereka mulai memasuki kota M. Pak supir melihat rumah sakit.
"Pak, bukankah sebaiknya Bapak diperiksa dulu ke rumah sakit karena saya lihat kondisi Bapak sangat lemah." Pak supir menghentikan taksinya di depan rumah sakit yang kebetulan akan mereka lewati.
"Iya, Sayang. Lebih baik Sayang diperiksa dokter saja dulu, baru makan biar Sayang pulih." kata Kayla
"Baiklah, Sayang." ucap Kevin, lemah.
Akhirnya pak supir membantu Kevin berjalan ke dalam rumah sakit menuju ruang UGD. Kemudian pak supir keluar dan menunggu di luar. Dokter memeriksa Kevin.
"Bagaimana keadaan saya, Dokter." tanya Kevin
"Tidak ada yang serius. Bapak hanya luka lebam seperti terbentur atau kena pukulan dari benda tumpul seperti besi atau balok kayu." Dokter menjelaskan sambil menulis resep untuk Kevin lalu memberikannya pada Kevin.
__ADS_1
"Terima kasih, Dok." kata Kevin.
"Sama-sama, Pak. Semoga lekas sembuh." kata dokter lalu tersenyum.
Kevin dan Kayla keluar dari ruang UGD menuju ruang administrasi untuk membayar biaya berobat nya lalu menuju ke apotek untuk membeli obat sesuai resep yang diberikan dokter tersebut.
"Sayang makan dulu ya biar diminum obatnya." kata Kayla.
"Iya Sayang. Aku akan meminta pak supir mencari restauran atau rumah makan." kata Kevin.
Kevin mencari pak supir tetapi di sekitar rumah sakit tetapi tidak di temui lalu Kevin ke parkiran tempat taksi pak supir diparkirkan dan ternyata pak supir sedang beristirahat di dalamnya.
"Pak, kita cari restauran ya biar kita makan dulu." kata Kevin. Kevin dan Kayla masuk ke dalam taksi.
"Baik, Pak." kata pak supir.
Mereka tiba di sebuah restauran dan memesan makanan lalu menyantapnya. Lalu Mereka kembali melaju ke kota M.
*****
Beberapa jam kemudian, akhirnya mereka sampai di kota M.
"Pak, langsung ke apartemen Z di jalan B ya." kata Kevin.
"Baik, Pak." kata pak supir.
Setibanya di apartemen sudah menunjukkan pukul 3 pagi.
"Terima kasih, Pak" Kevin turun dari taksi dan membayar biayanya.
"Maaf ya Pak, saya sudah merepotkan Bapak dan melibatkan Bapak dalam masalah ini. Saya benar-benar tidak tahu akan begini jadinya." kata Kevin lalu tersenyum.
"Tidak apa-apa kok, Pak. Saya jadi ada pengalaman baru. Bapak hati-hati ya." kata pak supir lalu pamit.
Kevin langsung masuk ke dalam kamarnya kemudian langsung mandi. Selesai mandi Kevin mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Kevin melihat ponselnya mati lalu mengisi baterai ponselnya.
"Sayang, aku tidur dulu ya karena aku sangat lelah. Sayang disini saja." kata Kevin sambil menunjuk ke arah sampingnya.
"Iya Sayang, aku akan berbaring di sampingmu." Kayla berbaring di samping Kevin sambil memandangi wajah Kevin dan membelai lembut rambutnya.
Kayla teringat dengan Silvi dan dia berusaha menyatukan hati dan pikirannya untuk mengetahui dimana dan apa rencana Silvi selanjutnya. Kayla merasa khawatir dengan keselamatan Kevin karena Kayla merasa Silvi akan membalas dendam lebih kejam lagi. Kayla terus membelai lembut rambut Kevin hingga Kevin tertidur.
__ADS_1
"Aku akan menjagamu, Sayang meski nyawaku taruhannya. Aku nggak mau kehilangan dirimu. Aku sangat mencintaimu, Kevin sampai akhir hayatku." Kayla mencium lembut kening Kevin.
*****