Cinta Mati Kayla

Cinta Mati Kayla
Keadaan Kayla


__ADS_3

Di kota J.


Selama pertarungan antara Kayla melawan Silvi dan dukun itu, tubuh Kayla kejang-kejang. Renna melihat hal itu dan langsung menekan bel yang ada tetapi perawat atau dokter jaga belum datang. Renna berlari keluar menuju ke ruang perawat jaga.


"Dokter... Suster... Tolong anak saya. Cepat Suster." kata Renna, panik sambil menangis.


"Baik, Bu." kata suster.


Renna dan suster berlari ke ruangan Kayla. Suster memeriksa alat-alat yang dipasang di tubuh Kayla, semua masih sama seperti terakhir dia mengecek keadaan Kayla.


"Ya Tuhan, aku mohon selamatkan anakku." Renna menangis tersedu-sedu sambil menggenggam tangan Kayla.


"Sebentar ya, Bu. Saya panggilkan dokter dulu." kata suster lalu pergi menuju ke ruang dokter Hartono.


"Tok... Tok.... Tok.... Permisi Dokter. Pasien yang bernama Kayla tubuhnya sudah bisa bergerak sendiri tetapi pasien masih dalam keadaan tidak sadarkan diri." kata suster.


Dokter Hartono dan suster langsung berlari ke ruangan Kayla. Dokter Hartono langsung memeriksa tubuh Kayla dan alat-alat yang sudah dipasangkan di tubuh Kayla, semua masih sama seperti terakhir dia menerima laporan tentang keadaan Kayla. Dokter Hartono heran dengan apa yang terjadi karena semua itu di luar nalar manusia yang lebih tepatnya tidak ada di dalam ilmu kedokteran. Tubuh Kayla kembali diam seperti semula.


"Suster, silakan kembali ke ruang jaga karena keadaan pasien sudah kembali seperti semula. Saya akan tetap di sini untuk mengecek keadaan pasien." kata dokter Hartono lalu mengecek kondisi Kayla. Dokter Hartono mengambil ponselnya dan menelepon Egi.


"Halo dokter Egi. Tolong dokter datang ke rumah sakit sekarang karena telah terjadi sesuatu yang aneh terhadap Kayla."


"Baik, Dok." kata Egi di ujung ponselnya. Egi menghampiri Nita.


"Sayang, aku harus ke rumah sakit sekarang juga karena telah terjadi sesuatu terhadap Kayla. Apakah kamu mau ikut?" tanya Egi.


"Iya Sayang, aku ikut." kata Nita.

__ADS_1


Egi dan Nita bergegas pergi ke rumah sakit. Setelah tiba di rumah sakit, mereka langsung menuju ke ruangan Kayla dirawat. Nita melihat Renna menangis. Nita menghampiri Renna dan Egi langsung menghampiri dokter Hartono.


"Bu..." sapa Nita sambil menyentuh lembut pundak Renna.


Renna berpaling melihat Nita dan langsung memeluk Nita.


"Nak Nita, Kayla... Mengapa Kayla seperti itu?" tanya Renna sambil menangis dipelukan Nita.


"Ibu harus kuat ya. Ibu harus ingat pesan Kayla. Lebih baik kita berdoa saja ya, Bu biar Kayla baik-baik saja." kata Nita sambil mengusap lembut punggung Renna. Nita juga sebenarnya menangis karena melihat keadaan Kayla tapi dia langsung menghapus air matanya agar tidak dilihat oleh Renna.


"Iya, nak Nita. Mari kita berdoa." kata Renna masih terisak.


Lalu mereka menuju musholah rumah sakit tersebut.


Egi menghampiri dokter Hartono. "Bagaimana keadaan Kayla, Dok?" tanya Egi penasaran.


Egi melihat semua laporan pemeriksaan keadaan Kayla dan semua menjelaskan bahwa keadaan tubuh Kayla normal dan baik-baik saja baik dari luar maupun dari dalam tubuh Kayla.


"Semua laporannya menjelaskan tidak ada yang salah tapi mengapa keadaan Kayla seperti ini? Apa yang telah terjadi padanya di kota M?" tanya Egi dalam hati sambil Egi memijit keningnya pertanda Egi sedang berpikir keras.


"Semoga Tuhan melindungi Kayla dan Kayla baik-baik saja." Egi berdoa di dalam hatinya.


Tanpa Egi sadari ternyata Zita berada di luar ruangan Kayla. Dia sedang memantau keadaan ruangan Kayla dan perkembangan tentang keadaan Kayla. Zita melihat apa yang sedang terjadi terhadap Kayla. Tubuh Kayla kejang-kejang dan tangannya bergerak sendiri lalu terjatuh dan diam kembali seperti semula.


"Ternyata Kayla sudah bisa menggerakan tubuhnya dan itu pertanda dia akan segera sadarkan diri tetapi mengapa suami Nita seperti cemas sekali dengan keadaan Kayla? Sebenarnya apa yang telah terjadi pada Kayla?" tanya Zita dalam hati dengan rasa penasaran.


"Aku harus mengatur ulang rencanaku, aku harus mempercepat lenyapkan Kayla sebelum dia sadarkan diri." kata Zita di dalam hatinya.

__ADS_1


Zita langsung pergi bersembunyi ketika dia melihat Nita dan Renna berjalan ke arah ruangan Kayla. Nita dan Renna masuk ke dalam ruangan Kayla. Mereka menghampiri dokter Hartono dan Egi. Zita kembali mendekati ruangan Kayla setelah dia melihat Nita dan Renna masuk. Zita mendekatkan telinganya ke pintu dan berusaha mendengar apa yang sedang mereka bicarakan sambil sesekali melihat dari pintu.


"Nak Egi, bagaimana keadaan Kayla? Apakah dia akan segera sadar dari komanya? Tadi aku melihat tubuh Kayla kejang-kejang hebat seperti ada yang melakukannya. Apakah Kayla baik-baik saja di sana?" begitu banyak pertanyaan yang disampaikan Renna kepada Egi lalu Renna kembali menangis.


Nita yang berada di samping Renna langsung memeluknya. Dia bisa merasakan kesedihan yang dirasakan Renna.


"Aku mohon, Ibu harus kuat demi Kayla." Nita mengusap lembut punggung Renna lalu menghapus air mata Renna.


"Ya, nak Nita." kata Renna sambil menghapus air matanya yang masih mengalir di pipinya.


Nita mengambil ponselnya lalu menelepon Kayla. Beberapa kali Nita menelepon Kayla tetapi tidak ada jawaban. Nita menjadi tambah cemas dengan keadaan Kayla di sana.


"Ya Tuhan, aku mohon tolong selamatkan Kayla dari segala marabahaya." Nita berdoa di dalam hatinya.


"Oh... Ternyata telah terjadi sesuatu terhadap Kayla dan itu bisa jadi pertanda buruk untuk Kayla. Aku harus mencari kesempatan untuk melenyapkan Kayla agar semua orang berpikir bahwa kematian Kayla ada kaitannya dengan kejadian yang dialami Kayla tadi. Aku harus melakukannya sebaik mungkin agar aku tidak meninggalkan jejak." kata Zita di dalam hatinya. Lalu Zita pergi meninggalkan rumah sakit.


*****


Setelah beberapa menit Kayla diam, tubuh Kayla kembali kejang-kejang dan tangannya terangkat sendiri keatas. Melihat hal itu, mereka terkejut. Dokter Hartono berpikir telah terjadi sesuatu terhadap Kayla yang tidak ada kaitannya dengan ilmu kedokteran.


"Dokter Egi, Bu Nita dan mama Kayla, kita harus mendoakan Kayla karena saya berpikir telah terjadi sesuatu terhadap Nita dan itu tidak ada kaitannya dengan ilmu kedokteran atau bisa dibilang berupa mistik karena terjadi di luar logika manusia. Jadi, selain pengawasan dari dokter, kita harus mendoakan Kayla karena hanya Tuhan yang mampu menyelamatkan Kayla." kata dokter Hartono.


Kebetulan dokter Hartono memiliki kakek yang mampu mengobati orang tanpa menggunakan peralatan kedokteran dan dia mengetahui sedikit tentang hal itu karena sewaktu kecil dia pernah mengantar kakeknya pergi mengobati orang.


"Baiklah, Dokter. Mari kita bersama mendoakan Kayla."


Lalu mereka bersama-sama mendoakan Kayla.

__ADS_1


*****


__ADS_2