Cinta Mati Kayla

Cinta Mati Kayla
Kebahagiaan Kayla


__ADS_3

Setelah selesai semua, mereka kembali ke rumah sakit. Nita dan Egi pulang ke rumahnya.


Di kamar Zita, Leo sedang membereskan barang-barang Zita.


"Sayang, besok jadi khan kita pulang? Kalau jadi tolong ambil barang-barang ku di hotel biar sekalian cekout. Ini kunci kamarnya." kata Zita sambil memberikan kuncinya.


"Jadi dong, Sayang. Oke." kata Leo lalu mencium kening Zita.


Leo pergi menghampiri Kevin ke kamar Kayla.


"Kevin, temani aku ke hotel untuk mengambil barang Zita sekalian cekout, sekalian kita mandi karena sudah bau banget nih." kata Leo sambil mencium kaos yang dipakainya.


"Ayo..." kata Kevin sambil membawa pakaian gantinya.


"Sayang, aku pergi dulu ya." kata Kevin lalu mencium kening Kayla.


"Iya, hati-hati." kata Kayla lalu tersenyum.


Mereka pun pergi ke hotel untuk mandi. Selesai mandi dan cekout, mereka kembali ke rumah sakit. Kevin masuk ke kamar Kayla dan Leo masuk ke kamar Zita.


Tiba-tiba ponsel Leo berbunyi. "Halo, Om. Nggak apa-apa kok, Om. Pasti aku jaga. Iya, Om. Sama-sama." kata Leo lalu mengakhiri teleponnya.


"Papa menelepon ya? Trus, bilang apa?" tanya Zita.


"Om bilang, mereka besok pagi ke rumah sakit sekalian besok cekout dari hotel dan pulangnya dari rumah sakit saja." kata Leo.


"Ooooo..." kata Zita lalu tersenyum.


*****


Sementara di kamar Kayla. Kevin duduk di samping Kayla.


"Sayang, besok aku pulang ya karena aku bosan." kata Kayla dengan wajah memelas.


"Iya tapi kita tanyakan dulu dengan Egi dan kalau boleh baru kita pulang." kata Kevin sambil menggenggam tangan Kayla.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. "Tok... Tok... Tok... Permisi." kata Dina di luar kamar.


Kevin berjalan menghampiri pintu dan membukanya.


"Selamat sore. Benar ini kamar atas nama pasien Kayla?" tanya Dina lalu masuk.


"Iya, benar Bu. Ada apa ya, Bu?" tanya Kevin, bingung.


"Saya ingin minta maaf pada Kayla karena saya yang menyebabkan dia menjadi koma selama ini. Saya sudah menyelesaikan administrasinya. Ini kartu nama saya, mungkin suatu hari Kayla butuh bantuan saya. Maaf, selama ini saya sedang sibuk di luar negeri, jadi belum sempat membesuk. Saya sangat senang mendengar kabar Kayla sudah sadar dari koma. Sekali lagi saya minta maaf." kata Dina dengan rasa menyesal.


"Ya, Bu. Nggak apa-apa kok. Namanya juga kecelakaan dan siapapun pasti nggak ada yang mau mengalaminya." kata Kayla lalu tersenyum.


"Terima kasih. Baiklah, kalau begitu saya pamit dulu karena saya masih ada urusan." Dina meninggalkan Kevin dan Kayla


*****


Keesokan harinya, Leo, Zita dan orangtua Zita akan pulang ke kota M. Sebelum pergi mereka masuk ke kamar Kayla dan kebetulan semuanya sedang berada di sana.


"Hai semua." sapa Zita.


"Hai Zita, Leo, Om, Tante." sapa mereka hampir bersamaan.


"Kami mau pamit pulang. Kami ucapkan terima kasih banyak untuk semuanya dan kami minta maaf terutama aku yang sudah menyakiti Kayla dan Kevin." kata Zita, sedih.


"Sudah kami maafkan kok. Kami juga minta maaf dan terima kasih untuk semuanya terutama Leo yang sudah mau repot-repot menemani Kevin ke sini." kata Kayla.


"Aku tunggu kamu di sana ya. Sekalian bawa Kayla." kata Leo sambil menepuk lengan Kevin.


"Iya, itu pasti." Kevin tersenyum.


Mereka saling bersalaman lalu Zita, Leo dan orang tua Zita pergi meninggalkan rumah sakit.


*****


"Sayang kapan pulang?" Tanya Kayla.


"Tunggu kamu keluar dari rumah sakit biar kamu bisa ikut dengan ku." Kata Kevin lalu tersenyum.


"Kayla mau di bawa ke sana? Baru juga bisa mengobrol, masih kangen tahu." Kata Nita lalu memeluk Kayla.


"Kita khan bisa video call dan kalau kangennya kebangetan kamu atau aku datang untuk temui." Kata Kayla.


"Kamu khan mau kerja di kantorku?" Kata Nita merajuk.


"Aku melamar kerja di kantor Kevin aja." Kata Kayla lalu melirik ke arah Kevin.


"Bukan Sayang yang melamar kerja tapi aku yang melamar menjadi suami." Kata Kevin sambil membelai lembut rambut Kayla.


"Cie... Cie... Cie... Yang ntar lagi mau dilamar." Kata Nita sambil mencolek pinggang Kayla. Lalu mereka tertawa.

__ADS_1


"Mau dilamar aja?" Tanya Egi menggoda Kevin.


"Ya nggaklah, dilamar untuk langsung nikah ntar keburu diambil orang." Kata Kevin lalu tersenyum.


"Wah... Ada yang takut kehilangan nih." Nita tertawa. Mereka pun ikut tertawa.


"Oh iya, Dokter Egi. Apakah pasien yang bernama Kayla udah boleh pulang besok?" Tanya Kevin sembari bercanda.


"Boleh. Aku lihat kalau di dekat kamu Kayla cepat pulih." Egi tersenyum


"Berarti Kevin obatnya dong." Kata Nita lalu tertawa.


Kayla tersipu malu dan mereka kembali tertawa karena melihat wajah Kayla memerah.


"Jam berapa mau pulangnya besok atau hubungi aku aja ya besok." Kata Egi.


"Siap, Dokter Egi." Kata Kevin. Mereka kembali tertawa.


"Ya udah, kami pulang dulu ya. Mau istirahat karena semalam rasanya tubuh ini sangat lelah." Kata Nita.


"Oke. Hati-hati di jalan. Terima kasih ya." Kata Kayla.


Nita dan Egi pergi meninggalkan mereka.


*****


Sebelum maghrib Renna tiba di kamar Kayla. Dia membawa bekal untuk makan malam.


"Kayla, Nak Kevin... Makan ya, ini Ibu bawakan bekal untuk makan malam." Kata Renna sambil meletakkan makanannya di atas meja.


"Iya, Ma. Kayla sangat lapar." Kata Kayla.


"Ya Bu, ntar saya makan. Terima ksih, Bu." Kata Kevin.


Kevin melihat Kayla berusaha mengambil makanannya. "Sayang, biar aku aja yang mengambilnya." Kata Kevin lalu mengambil makanan untuk Kayla. Kevin menyuapi Kayla.


Renna bahagia melihat putrinya bahagia bersama Kevin. Renna tersenyum.


"Apa kata dokter tentang keadaan Kayla? Kapan Kayla bisa pulang?" Tanya Renna.


"Kayla lemah karena efek dari koma dan tubuhnya harus penyesuaian seperti semula. Besok juga bisa pulang, Bu." Kata Kevin sambil melihat ke arah Renna lalu kembali menyuapi Kayla.


"Sayang, aku udah cukup. Aku udah kenyang. Terima kasih." Kata Kayla sambil memegang perutnya.


"Bu, saya minta maaf sebelumnya kalau saya lancang. Saya ingin minta izin ke Ibu untuk merestui hubungan kami. Saya sangat mencintai Kayla, Bu. Saya pasti akan membahagiakannya. Saya nggak mau kehilangan Kayla, Bu." Kata Kevin dengan yakin dan berdoa dalam hatinya agar dikabulkan.


"Ya, Nak Kevin. Saya merestui hubungan kalian tapi saya mohon sebagai seorang ibu, jangan pernah sakiti Kayla karena hanya dia yang saya miliki. Dia susah mengobati hatinya kalau sempat terluka. Jadi, cintailah dia setulus hatimu." Ucap Renna dengan penuh harap.


"Iya, Bu. Saya akan selalu ingat pesan Ibu dan saya akan melaksanakannya dengan tulus dan ikhlas. Terima kasih, Bu udah merestui hubungan kami." Kata Kevin.


"Bu, saya akan pulang ke kota M. Kayla ikut bersama saya ya, Bu karena saya ingin menjaga Kayla." Harapan Kevin.


"Baiklah. Saya izinkan Kayla ikut dengan mu tapi ingat tidak boleh melakukannya sebelum menikah." Pesan Renna.


"Iya, Bu. Saya tahu, saya pasti menjaganya sampai waktunya tiba." Kata Kevin.


"Terima kasih, Nak Kevin. Ibu percaya pada mu." Kata Renna lalu tersenyum.


"Terima kasih, Mama. Kayla sayang banget dengan Mama." Kata Kayla bahagia lalu memeluk Renna dan menangis.


"Iya, Sayang. Mama tahu kalau Kayla sayang dengan Mama." Kata Renna sambil membelai lembut rambut Kayla lalu mencium keningnya.


"Nak Kevin, dimakan itu makanannya. Ibu pergi shalat dulu ya." Kata Renna.


"Iya, Bu. Terima kasih." Kata Kevin.


Kevin menyantap makanan yang dibawa Renna dan Renna pergi ke musholah.


*****


Kayla bangun pagi sekali karena dia sudah tidak sabar ingin cepat pulang.


"Selamat pagi, Sayang." Sapa Kayla sambil membelai lembut kepala Kevin lalu tersenyum.


"Pagi juga, Sayang." Kevin tersenyum.


"Ibu di mana?" Tanya Kevin sambil matanya mencari Renna.


"Mama udah pulang dari tadi karena mama bilang dia ingin menyiapkan semuanya untuk menyambut kedatangan ku." Kata Kayla.


Kevin tersenyum lalu membelai lembut rambut Kayla dan mencium keningnya. Kevin mengambil ponselnya untuk menelepon Egi.


"Selamat pagi Egi. Kayla udah nggak sabar nih mau pulang." Kata Kevin lalu tersenyum ke arah Kayla. Kayla membalas senyuman Kevin.


"Pagi juga. Baiklah, kami segera ke sana." Kata Egi.

__ADS_1


"Terima kasih, Egi." Kata Kevin lalu mengakhiri teleponnya.


Sejam kemudian Nita dan Egi tiba di kamar Kayla.


"Asyik... Yang boleh pulang." Kata Nita sambil melihat Kayla lalu tersenyum.


"Serius?" Kayla melihat Nita lalu melihat ke arah Egi seperti menyelidiki kebenarannya dan Egi menyadarinya.


"Benar. Kamu udah boleh pulang saat ini juga." Kata Egi lalu tersenyum.


Kayla langsung membereskan semua barang-barangnya. Nita dan Egi geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat Kayla sedangkan Kevin hanya tersenyum lalu membantu Kayla.


"Udah semuanya, nggak ada yang lupa khan?" Tanya Egi pada Kevin dan Kayla.


"Udah semua." Kata Kayla sambil matanya meneliti setiap ruangan.


"Ayo, kita pulang!" Ajak Nita.


Mereka pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke rumah orang tua Kayla.


*****


Akhirnya mereka tiba, Kayla menekan bel dan beberapa menit kemudian pintu terbuka. Renna menyambut kedatangan mereka.


"Mari, masuk!" Renna mempersilakan mereka masuk. Lalu Renna menyentuh wajah Kayla kemudian memeluk Kayla.


"Mama sangat bahagia melihat mu kembali, Sayang. Teruslah mama lihat wajahmu yang bahagia seperti ini." Renna memeluk Kayla dan menangis bahagia.


"Iya, Ma. Kayla juga bahagia melihat Mama bahgia seperti ini." Kata Kayla sambil mengusap air mata Renna.


"Nak Kevin, terima kasih untuk semuanya yang Nak Kevin berikan dan lakukan buat Kayla sehingga Kayla kembali seperti semula." Kata Renna sambil melihat ke arah Kevin.


" Sama-sama, Bu. Saya juga melakukan dan memberikannya karena saya tulus dan ikhlas mencintai Kayla. Saya ingin bahagia bersama Kayla, Bu. Terima kasih telah merestui hubungan kami karena itu yang sangat penting, restu dari Ibu." Kata Kevin


"Ya, Nak Kevin. Ibu harap Nak Kevin menjaga Kayla dan membahagiakan Kayla selamanya. Ibu titip Kayla pada Nak Kevin dan Ibu percaya Nak Kevin mampu melakukannya." Ucap Renna.


"Iya, Bu. Saya pasti ingat dan pasti melakukan apa yang Ibu katakan. Terima kasih udah mempercayai saya untuk menjaga dan membahagiakan Kayla." Ucap Kevin.


"Ya, sama-sama. Mari kita makan! Ibu sudah menyiapkan makanan." Kata Renna sambil mempersilakan mereka mengambil makanan.


"Kalian tidur di sini aja ya karena besok kami akan ke kota M. Iya khan, Sayang? Kayla melihat ke arah Kevin untuk memastikannya.


" Iya, Sayang." Kata Kevin lalu menggenggam tangan Kayla.


"Baiklah. Kami akan tidur di sini malam ini." Kata Egi lalu tersenyum dan melanjutkan menyantap makanannya.


"Nita tidur bersama ku ya di kamar ku dan Egi tidur bersama Kevin di kamar tamu." Kata Kayla.


"Oke..." Kata Nita.


*****


Sebelum tidur Egi dan Kevin mengobrol di dalam kamar.


"Sebenarnya aku akan dijodohkan oleh orang tuaku dengan anak sahabat mama. Orang tuaku menginginkan aku menikah dengan gadis yang sama dengan keluargaku. Tapi aku telah menemukan cintaku pada diri Kayla dan aku akan mempertahankannya. Tolong bantu aku dengan doa agar orang tuaku bisa menerima Kayla." Ucap Kevin.


"Aku yakin kalau orang tuamu bertemu dengan Kayla, mereka pasti bisa menerima Kayla karena dia memiliki hati yang baik dan tulus. Aku harap kamu jangan menyia-nyiakan Kayla karena dia sangat mencintaimu dan aku yakin kamu pasti merasakan hal itu. Sayangilah dia dengan tulus dan ikhlas. Maaf, jika aku berkata demikian karena dia udah kehilangan papanya sejak dia berusia satu tahun, papanya udah meninggal. Aku udah menganggap dia seperti adikku sendiri." Kata Egi.


"Iya, Egi. Aku juga mencintai Kayla dan aku pasti menyanyangi dan menjaga Kayla dengan ikhlas dan tulus dari hatiku. Apapun rintangannya aku akan terus memperjuangkan cinta kami. Terima kasih atas dukungan mu." Kata Kevin.


"Sama-sama." Kata Egi. Lalu mereka tidur.


*****


Pagi harinya, mereka telah bersiap-siap akan pergi ke bandara.


"Sayang, udah khan semuanya." Kata Kevin sambil memasukkan barang bawaan Kayla ke bagasi mobil Egi.


"Udah, Sayang." Kata Kayla lalu tersenyum.


Setelah semuanya beres, mereka pergi ke bandara. Beberapa jam kemudian mereka tiba di bandara.


"Kayla sayang, jaga kesehatan ya dan baik-baiklah di sana. Anggaplah orang tua Kevin seperti orang tua kandungmu. Jika mereka belum bisa menerima mu, jangan putus asa, berdoalah dan tetap bersikap tulus karena mama yakin mereka pasti bisa menerima mu." Pesan Renna pada Kayla lalu memeluknya.


"Nak Kevin, ibu serahkan Kayla padamu karena Ibu yakin, kamu bisa membahagiakan Kayla dan mencintainya dengan tulus. Jagalah Kayla baik-baik ya, Nak Kevin." Kata Renna dengan mata berkaca-kaca.


"Iya, Bu. Saya akan selalu ingat pesan Ibu. Saya juga pasti menjaga dan membahagiakan Kayla karena aku benar-benar tulus mencintai Kayla. Terima kasih, Bu untuk semuanya." Kata Kevin lalu menjabat tangan Renna.


"Kami mohon, tolong bahagiakan Kayla, jagalah dia seperti kamu menjaga diri kamu sendiri." Kata Nita lalu memeluk Kayla. Egi menepuk pundak Kevin.


"Iya, itu pasti. Kami pergi dulu." Kata Kevin.


Akhirnya, Kevin dan Kayla pergi ke kota M.


*****

__ADS_1


__ADS_2