Cinta Mati Kayla

Cinta Mati Kayla
Keluarga Aldo


__ADS_3

Sekitar jam 4 sore di taman belakang rumah, Aldo sedang duduk santai bersama dengan kedua orang tua dan adiknya. Shinta, adik Aldo sangat manja. Tina, mama Aldo sangat menyayangi Aldo dan Shinta. Aldo anak dari seorang pengusaha terkenal dan kaya raya yang bernama Hendrawan tetapi Aldo tidak suka pesta, tidak narkoba ataupun merokok malah Aldo anak yang sopan dan cerdas.


Aldo senyum-senyum sendiri menonton video yang direkam saat dia menyatakan cintanya kepada Kayla. Tanpa dia sadari kedua orang tuanya dan Shinta memperhatikan sikap Aldo dengan heran.


“Kelihatannya ada yang lagi bahagia nih.” Shinta mencolek lengan Aldo.


Aldo kaget lalu tersipu malu karena dia baru menyadari kalau sedari tadi kedua orang tuanya dan Shinta sedang memperhatikan dirinya. Orang tuanya dan Shinta tertawa melihat Aldo.


“Apakah gerangan yang sudah membuat anak mama bahagia seperti ini sampai senyum-senyum sendiri.” goda Tina sambil tersenyum


“Kak Aldo sudah punya pacar kali, Ma.” kata Shinta, tersenyum.


“Apaan sih...” Aldo mencubit pipi adiknya yang duduk di sampingnya. Shinta meringis kesakitan sambil mengusap pipinya.


“Apakah benar anak papa sudah punya pacar?” tanya Hendrawan melihat ke arah Aldo.


“Apakah benar begitu, Aldo?” tanya Tina


“Iya Ma... Iya Pa. Aldo sudah punya pacar, sudah dua bulan kami jadian.” jawab Aldo.


“Pasti cantik.” tebak Shinta


“Siapa namanya, Kak.”


“Apakah satu kuliah dengan Kakak?”


“Banyak amat pertanyaannya. Nanti saja Kakak jawabnya.” Aldo kembali mencubit pipi adiknya.


“Undang saja dia makan malam di rumah biar Shinta enggak penasaran, mama dan papa juga ingin kenalan dengannya.” kata Tina.


“Baik Ma. Aku akan mengundang dia makan malam di rumah. Terima kasih ya, Ma.“ Aldo mencium pipi Tina.


Aldo bergegas hendak pergi tapi dihadang oleh adiknya. “Awas kalau enggak dibawa...” ancam Shinta.


Aldo hanya tertawa lalu pergi. Tina dan Hendrawan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat Shinta. Shinta pun tersenyum.


Di garasi, Aldo menelepon Kayla tuk memastikan apakah dia ada di rumahnya atau sedang berada di rumah Nita.


“Halo Sayang, kamu ada di mana?” tanya Aldo.


“Aku lagi ada di rumah, kenapa Sayang?”


“Aku jemput ya. Mama dan papaku mengundang kamu makan malam di rumah. Sekitar 10 menit lagi aku sampai.”


“Baiklah” jawab Kayla diujung ponselnya.


Aldo menutup ponselnya dan bergegas masuk ke mobil dan pergi.


*****


10 menit kemudian Aldo tiba di rumah Kayla. Ternyata Kayla sedang menunggunya di ruang tamu. Kayla memakai pakaian yang dipilihkan oleh mamanya. Aldo tersenyum melihat Kayla. Lalu Aldo menanyakan Renna karena dia mau meminta izin.


“Tante ada di mana?” tanya Kevin.


“Oh... Mama. Mama lagi ada di dapur. Tunggu sebentar ya, aku panggil mama dulu.” kata Kayla.


Lalu Kayla pergi memanggil Renna dan tidak begitu lama Kayla dan Renna muncul di hadapan Aldo. Renna melihat Aldo sambil tersenyum. Aldo berdiri lalu menyapa Renna.

__ADS_1


“Malam Tante. Aku mau minta izin membawa Kayla makan malam di rumah karena mama dan papa ingin kenalan dengan Kayla. Boleh ya, Tante?” kata Aldo, berharap.


“Iya, silakan Nak Aldo.” jawab Renna.


“Jangan pulang larut malam dan hati-hati di jalan ya. Tolong sampaikan salam saya ke orang tuamu.”


“Iya Tante. Terima kasih, Tante.” ucap Aldo.


“Kami pergi dulu ya, Tante.” Aldo pamit.


“Iya. Hati-hati.” kata Renna.


Selama di perjalanan, Aldo selalu melirik ke arah Kayla. Kayla mengetahui hal itu lalu tersenyum melihat Aldo.


“Sayang, apakah aku sudah kelihatan cantik? Aku deg-degan loh mau bertemu dengan kedua orang tuamu karena ini untuk pertama kalinya dalam hidupku melakukan hal seperti ini dan aku takut ntar orang tuamu nggak menyukai aku.” ucap Kayla lalu mendesah.


"Tenang saja, orang tuaku pasti menyukaimu.” ucap Aldo sambil menggenggam tangan Kayla, karena Aldo ingin memberikan semangat dan rasa percaya diri kepada Kayla.


Setelah tiba di depan rumah Aldo, Aldo memeluk Kayla dan membisikkan kata ke telinga Kayla.


“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu apa pun yang terjadi karena aku tulus mencintaimu. Percayalah kepadaku.” Aldo mencium kening Kayla lalu menggenggam kedua tangan Kayla.


“Tarik napas lalu buang secara perlahan” saran Aldo sambil mempraktikkannya.


Kayla mengikuti apa yang di sarankan Aldo. Lalu Kayla tersenyum melihat ke arah Aldo.


“Sayang, udah siap?” tanya Aldo.


“Iya...” Kayla menganggukkan kepalanya.


Lalu mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Aldo menggenggam tangan Kayla.


Tina, Hendrawan dan Shinta sedang menunggu mereka. Aldo memperkenalkan Kayla kepada keluarganya.


“Ma... Pa... Ini Kayla, pacar Aldo.” Aldo harap-harap cemas karena ini tuk pertama kali dia memperkenalkan seorang cewek sebagai pacarnya kepada orang tuanya.


“Malam Tante... Malam Om. Saya Kayla.” Kayla tersenyum sambil mengulurkan tangannya ke arah Tina dan Hendrawan.


“Malam juga, Kayla.” kata Tina sambil menjabat tangan Kayla, tersenyum.


"Malam juga, Kayla." kata Hendrawan sambil menjabat tangan Kayla, tersenyum.


“Mari kita ke meja makan dan menyantap hidangan yang sudah tersedia.” ajak Tina setelah bibi Asih menyampaikan kepada Tina bahwa hidangannya sudah tersedia.


Tiba-tiba Shinta menghampiri Kayla dan menggandeng tangan Kayla. Sedari tadi Shinta hanya memperhatikan Kayla di sudut ruang tamu dan Kayla tidak menyadari hal itu dikarenakan dia gugup ketika berkenalan dengan orang tua Aldo.


“Halo Kak, aku Shinta... Adik kak Aldo yang paling cantik.” Shinta memegang pipinya sambil tersenyum ke arah Kayla. Mereka menjadi tertawa melihat tingkah laku Shinta.


“Aku Kayla.” ucap Kayla sambil tersenyum.


“Aku sudah tahu, Kakak cantik karena tadi aku sudah mendengarnya.” Shinta tertawa.


Kayla tertunduk malu.


Tidak begitu lama setelah selesai makan dan mengobrol sebentar, Aldo mengantar Kayla pulang.


“Ma... Pa... Sudah jam 9 malam dan aku mau mengantar Kayla pulang.” kata Aldo sambil melihat ke arah jam tangannya.

__ADS_1


“Oh iya, sudah jam 9 malam (melihat ke arah jam tangannya). Antar Kayla ke rumahnya sampai selamat dan sampaikan salam kami untuk mama Kayla.”


“Sering-sering main kemari ya, Kayla.” Tina menghampiri Kayla sambil memegang tangan Kayla.


“Iya Tante, terima kasih untuk undangan makan malamnya.” ucap Kayla lalu tersenyum.


Shinta menghampiri Kayla. “Kak, sering-sering main kesini dong biar Shinta ada teman main.” Shinta memegang tangan Kayla sambil tertawa.


“Oke Cantik.” Kayla tersenyum lalu mencubit pipi Shinta.


“Pulang dulu ya Tante, Om..." Kayla pamit.


“Kakak pulang dulu ya, Cantik.” Kayla tersenyum kepada Shinta.


" Iya, Kakak cantik. Hati-hati ya."


Saat di perjalanan pulang ke rumah Kayla.


“Aku sudah yakin kalau mama dan papa pasti menyukaimu. Selain cantik dari fisik, kamu memiliki hati yang cantik juga. Aku bangga bisa memilikimu sebagai pacarku dan lebih bahagia jika suatu saat kamu menjadi pendamping hidupku dan ibu dari anak-anakku.” Aldo mencium tangan Kayla yang sudah ada dalam genggaman tangan Aldo.


Kayla tertunduk malu sambil tersenyum.


“Aku juga senang kalau keluargamu bisa menerima aku.”


“Aku mencintaimu Kayla dan aku ingin membahagiakan dirimu.” ucap Aldo


“Iya... Aku percaya." Kayla menganggukkan kepalanya lalu tersenyum melihat Aldo.


Kayla dan Aldo tiba di rumah Kayla dan jam telah menunjukkan pukul 21.30. Kayla menekan bel dan tidak lama kemudian Renna datang membukakan pintu.


“Malam Tante.” sapa Aldo.


“Maaf Tante, aku kemalaman antar Kayla pulang.”


Renna tersenyum. “enggak apa-apa.”


“Oh iya Tante, ada salam dari mama dan papa untuk Tante.”


“Salam kembali untuk orang tuamu.”


“Aku permisi pulang dulu ya, Tante. Terima kasih Tante.” Aldo pamit.


“Iya nak Aldo. Hati-hati di jalan.”


Renna dan Kayla masuk dan Kayla menutup pintu.


“Bagaimana orang tua Aldo?” tanya Renna.


“Orang tua Aldo baik, Ma dan adik Aldo lucu. Namanya Shinta dan dia masih duduk di bangku SMA.”


“Apakah kamu benar-benar mencintai Aldo?” Tanya Renna penasaran. Selama ini Renna tidak pernah melihat Kayla bersikap seperti ini, dia tahu kalau putrinya saat ini sedang jatuh cinta dan ini untuk pertama kalinya.


“Iya, Ma. Aku sangat mencintai Aldo. Dia cinta pertamaku.” ucap Kayla pelan.


“Semoga Aldo tidak mengecewakan Kayla.” Renna bergumam.


“Ya sudah, tidur sana.” kata Renna lalu mengusap lembut kepala Kayla.

__ADS_1


*****


__ADS_2