
Silvi tiba di kota J. Silvi mencari hotel yang dekat dari bandara, setelah menemukannya dia langsung cek in dan beristirahat sejenak lalu dia mengambil laptop dari dalam tasnya dan mulai mencari alamat rumah sakit yang ada di kota J. Begitu banyak alamat rumah sakit yang dia temui tetapi ada dua alamat yang menurut dukunnya pasti ada Kayla di salah satu rumah sakit itu.
"Aku yakin pasti Kayla ada di salah satu rumah sakit ini, kita akan pindah hotel besok agar lebih dekat dengan rumah sakitnya. Tunggu pembalasanku, Kayla." dukun itu tertawa.
Sementara Leo, Kevin dan Kayla baru tiba di bandara kota J dan mereka mencari Nita. Kayla melihat Nita sedang mencari mereka, Kayla menghampiri Leo.
"Leo, Nita ada disana." kata Kayla setengah berbisik sambil menunjuk ke arah Nita.
Leo melihat ke arah yang Kayla tunjuk dan langsung menghampiri Nita.
"Hai Nita." sapa Leo lalu tersenyum
"Oh... Hai juga." balas Nita menyapa lalu tersenyum.
"Hai Kevin... Hai Kayla." Nita menghampiri Kayla dan mengajak mereka ke mobilnya. Akhirnya mobil Nita pergi ke arah rumah sakit tempat Kayla dirawat. Selama di perjalanan Nita menceritakan apa yang sudah terjadi terhadap tubuh Kayla.
"Beberapa hari yang lalu udah terjadi sesuatu yang aneh pada tubuhmu, Kayla. Sebenarnya apa yang sudah terjadi terhadap mu di sana?" tanya Nita sambil menyetir.
"Mungkin karena aku bertarung dengan Silvi dan dukunnya." kata Kayla.
"Apa?" kata Nita, kaget sehingga dia mendadak menghentikan mobilnya. Kevin dan Leo kaget karena tiba-tiba Nita menghentikan mobilnya. Nita menyadari hal itu.
"Maaf, aku hanya kaget saja mendengarnya. Nanti saja kita lanjutkan ceritanya agar aku fokus menyetir." kata Nita.
Mereka tiba di rumah sakit. Nita melihat Egi baru keluar dari rumah sakit dan langsung menghampirinya.
"Sayang, perkenalkan ini Leo partner bisnis ku yang di kota M. Ini Kevin, cowok yang selama ini Kayla ceritakan pada kita. Kebetulan Kevin adalah sahabat Leo." kata Nita sambil menunjuk ke arah Leo dan Kevin. Lalu Nita memperkenalkan Egi pada Kevin dan Leo.
"Leo, Kevin, perkenalkan ini dokter Egi, suamiku." kata Nita sambil tersenyum ke arah Egi.
"Hai Leo, Kevin..." Egi menjabat tangan mereka sambil tersenyum.
"Hai Kayla, bagaimana kabarmu?" tanya Egi.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah menjaga tubuhku dan mamaku." kata Kayla
Akhirnya mereka masuk ke dalam rumah sakit menuju ruang ICU tempat Kayla dirawat.
Kayla melihat Renna yang begitu setia menemaninya dan mendoakannya. Kayla langsung menghampiri Renna.
"Mama..." Kayla memeluk Renna. Renna langsung melihat ke arah Kayla dan Renna terkejut karena bisa merasakan pelukan Kayla.
"Kayla sayang, bagaimana keadaanmu, Nak." tanya Renna sambil menyentuh wajah Kayla dan memandangi Kayla dari ujung rambut sampai kaki Kayla. Renna menangis memandangi Kayla.
"Syukurlah kamu baik-baik saja. Mama sempat khawatir saat melihat tubuhmu kejang-kejang karena mama merasa telah terjadi sesuatu denganmu di sana." Renna memeluk Kayla sambil menangis.
"Mama jangan menangis lagi ya karena Kayla sudah ada di sini dan akan baik-baik saja." kata Kayla sambil menghapus air mata Renna.
"Oh iya Ma, kenalin ini Kevin dan ini Leo sahabat Kevin juga rekan kerja Nita di kota M." kata Kayla.
Renna menghampiri Kevin. "Nak Kevin, Terima kasih sudah hadir dalam hidup Kayla dan memberikan Kayla semangat sehingga dia bangkit dari kesedihannya dan kembali semangat lagi." kata Renna sambil menjabat tangan Kevin.
Renna menghampiri Leo. "Terima kasih Nak Leo sudah mau mengantar Kayla pulang." kata Renna sambil menjabat tangan Leo.
"Kalian menginap di rumah kami saja ya. Mari aku antar ke rumah biar kalian bisa mandi dan beristirahat, lumayan empat sampai lima jam di perjalanan." kata Egi.
Lalu Egi, Leo dan Kevin pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke rumah Egi. Setibanya di rumah Egi ketika hendak mau masuk, Leo sempat melihat ke arah depan rumah Egi dan dia memicingkan matanya.
"Sepertinya aku baru melihat Zita di kostan itu, apakah aku salah lihat? Akh... nggak mungkin itu Zita tapi kemarin Kevin bilang kalau Zita ada di kota J dan akan membunuh Kayla." kata Leo di dalam hatinya.
*****
Setelah mandi dan makan, mereka kembali ke rumah sakit. Mereka telah tiba di ruangan Kayla, Kevin langsung duduk di samping tubuh Kayla, Egi langsung ke ruangan dokter Hartono sedangkan Leo masih berdiri di dekat pintu. Leo masih memikirkan tentang Zita. Tiba-tiba ponselnya Leo berbunyi dan Leo melihat papa Zita meneleponnya. Leo mengangkat teleponnya.
"Halo juga Om. Iya Om, ponsel Zita sudah beberapa hari ini nggak aktif. Sekarang aku lagi di kota J membesuk teman, tapi kemarin aku melihat Zita. Sebaiknya Om dan tante kemari karena aku takut terjadi sesuatu terhadap Zita. Baik Om. Besok aku akan jemput ke bandara. Ya, Om. Sama-sama Om." Leo menutup ponselnya.
Kevin menghampiri Leo. "Tadi aku dengar kalau kamu melihat Zita kemarin, dimana?" tanya Kevin.
__ADS_1
"Iya, aku melihat Zita kemarin. Aku melihat dia di depan rumah Nita, sepertinya dia kost di sana. Yang barusan telepon itu papanya Zita, dia menanyakan tentang Zita karena sudah beberapa hari ini dia nggak ke kantor dan ponselnya nggak aktif. Besok mereka akan ke J untuk menjemput Zita." kata Leo, khawatir.
"Haa... Zita selama ini kost di depan rumahku, mengapa aku nggak mengetahuinya?" tanya Nita, kaget dan heran.
"Besok aku akan menjemput mereka ke bandara. Lebih baik aku sekarang coba mengecek keberadaan Zita di kostan itu."
"Ya Leo, itu lebih baik agar Zita nggak nekad. Kamu pakai mobil kantorku saja karena mungkin Zita sudah mengenal mobilku. Sebentar, aku telepon pak Udin, supir kantor biar dia yang mengantarmu." kata Nita.
Nita mengambil ponsel dari dalam tasnya lalu menelepon pak Udin.
"Halo Pak Udin, tolong ke rumah sakit tempat bapak kerja ya, sekarang. Oke, terima kasih." Nita mengakhiri teleponnya.
Nita melihat ke arah Renna dan Nita merasa lega karena ternyata Renna sedang tidur sehingga dia tidak mendengar percakapan mereka tadi. Nita menghampiri Renna lalu memperbaiki selimutnya. Ponsel Nita berbunyi. Nita menjawab teleponnya sambil menjauh dari Renna agar Renna tidak terbangun.
"Ya, Pak. Oke, Pak. Kami segera keluar. Terima kasih, Pak." kata Nita.
"Leo, pak Udin sudah menunggu. Mari aku antar."
"Kevin, aku pergi dulu. Jaga Kayla baik-baik." kata Leo.
"Iya. Kamu hati-hati ya. Good luck. kata Kevin.
Mereka tiba di lobi rumah sakit lalu keluar dan menghampiri pak Udin.
"Pak, tolong antar Pak Leo ke rumah ya. Bapak sekalian saja makan siang di rumah, nantu minta ke bibi Inah." kata Nita.
"Ya, Bu. Terima kasih. Kami pergi dulu, Bu."
"Hati-hati di jalan." kata Nita.
Leo masuk ke dalam mobil dan mereka pun pergi ke arah rumah Nita.
*****
__ADS_1