Cinta Mati Kayla

Cinta Mati Kayla
Pengakuan Kayla


__ADS_3

Om, Tante... Aku hampir lupa memperkenalkan teman-teman ku. Ini Nita, partner bisnisku sekaligus temanku dan dokter Egi adalah suaminya, dia berkerja di rumah sakit ini." kata Leo sambil menunjuk ke arah Nita dan Egi.


"Halo Om, Tante." kata Nita dan Egi hampir bersamaan lalu mereka menjabat tangan papa dan mama Zita.


"Halo juga Nita, Egi." kata orang tua Zita.


Kayla menghampiri Nita. "Aku ke ruangan ku dulu ya." kata Kayla, berbisik.


Kayla pergi ke ruangannya. Kayla melihat Kevin mengusap lembut kepalanya dengan wajah sedih dan khawatir. Kayla menghampiri Kevin.


"Sayang, aku nggak apa-apa kok. Sayang jangan khawatir ya." ucap Kayla.


"Iya, Sayang. Aku minta maaf karena aku nggak menjagamu dengan baik. Aku tadi sempat takut melihat kamu terluka dan berdarah karena aku nggak mau kehilangan dirimu." ucap Kevin lalu mencium kening Kayla dan Kayla tersenyum.


"Sayang, ada yang ingin ku sampaikan kepada mu tapi aku mohon Sayang jangan panik atau terlalu khawatir ya. Aku ingin Sayang tetap tenang dan selalu mendoakan ku." ucap Kayla sambil menggenggam tangan Kevin.


"Iya. Apa itu?" tanya Kevin, penasaran.


"Besok malam bulan purnama dan malam itu rohku akan menyatu dengan tubuhku tetapi Silvi dan dukunnya akan datang menghalangiku. Roh Silvi menginginkan tubuhku, dia ingin menjadi diriku agar Sayang bisa menerima dan mencintai dia. Sedangkan roh dukunnya akan tetap berada di tubuh Silvi. Aku ingin Sayang mendoakan ku dengan setulus hati Sayang dan dengan rasa cinta yang tulus juga karena itulah salah satu sumber semangat dan kekuatanku. Kelemahanku adalah dirimu, Sayang." kata Kayla.


"Iya, Sayang. Aku akan berjuang denganmu." kata Kevin.


Kayla tersenyum manis lalu memeluk Kevin.


Sementara di ruangan Zita, Leo, Egi, Nita dan kedua orang tua Zita sedang duduk menjaga Zita. Tiba-tiba tangan Zita bergerak dan Leo melihat hal itu. Leo langsung menyentuh tangan Zita. Perlahan Zita membuka matanya dan melihat Leo berada di sampingnya.


"Leo... " panggil Zita, pelan.


"Om, Tante... Zita sudah sadar." kata Leo lalu tersenyum ke arah Zita.


"Iya, Zita. Aku di sini bersama orang tuamu dan Nita juga dokter Egi, suaminya Nita." kata Leo, bahagia.


Kedua orang tua Zita dan Nita langsung menghampiri Zita.


"Sayang, syukurlah kamu sudah sadar. Mama sangat mengkhawatirkan mu." kata mama Zita sambil mengusap lembut kepala Zita lalu mencium keningnya.


"Ma... Pa... Maafkan Zita. Zita sudah buat mama dan papa khawatir. Zita nggak akan buat mama dan papa khawatir lagi." kata Zita, pelan.


Mata Zita mencari-cari Kayla. "Kayla di mana? Sebelum aku pingsan aku mendengar suara Kayla. Dia yang sudah menolong aku." kata Zita, sedih.


"Selama ini aku telah salah menilai dia. Dia memang pantas bersama Kevin." Zita sedih karena teringat dengan apa yang telah dia lakukan pada Kayla.

__ADS_1


"Kayla baik-baik saja kok, kamu yang tenang ya. Nanti aku sampaikan ke dia." kata Nita lalu tersenyum ke arah Zita.


"Terima kasih, Nita." kata Zita.


"Iya, Sama-sama Zita. Aku ke ruangan Kayla dulu ya. Permisi Om, Tante." kata Nita.


"Iya Nita, terima kasih." kata Leo.


"Terima kasih, Nita. Terima kasih dokter Egi." kata orang tua Zita hampir bersamaan.


Papa Zita menghampiri Leo. "Leo, ayo ikut Om sebentar." kata papa Zita. Lalu mereka keluar.


"Leo, ini saat yang tepat kamu ungkapkan semua perasaan mu pada Zita. Om yakin Zita pasti menerima mu. Semangat terus ya." kata papa Zita.


Lalu mereka masuk kembali ke ruangan Zita.


"Ma, papa lapar nih. Yuk, kita cari makan dulu." kata papa Zita sambil memegang tangan istrinya kemudian meninggalkan Zita dan Leo.


Leo menghampiri Zita dan duduk di sampingnya.


"Sejak pertama kita kenalan, aku sudah menyukaimu. Kamu tahu khan, kalau aku menyukai seseorang apapun pasti aku lakukan asalkan dia bahagia dan itu yang aku lakukan padamu tapi kamu masih belum menyadarinya. Aku sebenarnya cemburu saat kamu bilang kamu menyukai Kevin dan meskipun sakit tapi aku tetap membantumu untuk mendapatkan Kevin. Aku masih terus berharap suatu saat kamu menyadari akan perasaanku pada mu. Aku mencintaimu, Zita." ucap Leo, penuh harap sambil menggenggam tangan Zita.


"Terima kasih, Zita. Terima kasih sudah kasih aku kesempatan untuk memiliki dirimu. Aku akan berusaha membuatmu bahagia hidup bersamaku." ucap Leo lalu mencium tangan Zita.


Zita tersenyum manis.


*****


Nita dan Egi tiba di ruangan Kayla, mereka bersama masuk ke dalam ruangan Kayla.


"Hai..." sapa Egi ke arah Kevin dan Kayla.


"Hai..." balas Kevin lalu tersenyum.


Nita dan Egi menghampiri Kevin.


"Bagaimana keadaan Kayla?" tanya Nita sambil menghampiri tubuh Kayla.


"Aku baik-baik saja." kata Kayla.


"Kayla, aku minta maaf ya karena sempat meragukan dirimu. Zita sudah sadar dan dia menceritakan semuanya. Zita ingin mengucapkan terima kasih padamu karena kamu sudah menyelamatkan nyawanya dan apa yang telah terjadi padanya bukan kesalahanmu tapi Silvi." ucap Nita dengan penuh penyesalan.

__ADS_1


"Apaa...? Silvi ada di sini? Mengapa dia ingin membunuh Zita?" tanya Kevin, kaget dan heran.


"Aku juga nggak tahu bahkan Zita juga nggak tahu kalau Silvi ada di sini dan ingin membunuhnya." jawab Nita, heran.


"Itu karena Zita ingin membunuh tubuhku dan Silvi nggak menginginkan hal itu terjadi karena dia membutuhkan tubuhku. Roh Silvi ingin masuk ke tubuhku agar Kevin bisa menerima dan mencintainya." kata Kayla.


"Memangnya apa yang sudah terjadi pada Silvi sehingga rohnya nggak di dalam raganya? Terus, roh siapa yang ada di dalam raga Silvi?" tanya Nita, penasaran dan bingung.


"Sewaktu aku masih di kota M, Silvi yang dibantu dukunnya yang memiliki ilmu hitam memaksa Kevin tuk meminum ramuan dari dukunnya agar Kevin tunduk pada Silvi. Aku menghalanginya dan hal itu menyebabkan Silvi terjatuh lalu kesempatan itu aku gunakan untuk mengusir roh jahat yang menguasai tubuh Silvi atas suruhan dukunnya. Roh jahat itu kalah dan keluar dari tubuh Silvi lalu Silvi pingsan. Sementara yang ada di tubuh Silvi adalah roh dukunnya yang sudah menyatu dengan ilmu hitamnya." kata Kayla.


"Berarti mulai malam ini kita harus ekstra ketat menjaga tubuh Kayla sampai waktunya selesai roh Kayla menyatu dengan raganya." kata Egi, tegang.


"Aku ingin mengatakan sesuatu mengenai diriku." ucap Kayla, pelan.


"Apa itu, Kayla?" tanya, Nita penasaran.


"Besok malam bulan purnama dan malam itu rohku akan menyatu dengan tubuhku tetapi Silvi dan dukunnya akan datang menghalangiku. Roh Silvi menginginkan tubuhku, dia ingin menjadi diriku. Sedangkan roh dukunnya akan tetap berada di tubuh Silvi. Aku ingin kalian mendoakan aku dengan setulus hati agar aku selamat. Jika aku nggak berhasil hingga menjelang pagi, selamanya aku akan begini sampai tiba waktunya aku pergi ke Sang Pencipta." kata Kayla, sedih lalu menundukkan kepalanya.


Mendengar Kayla bicara seperti itu Nita langsung memeluk Kayla "Kami pasti menjagamu dan kami pasti mendoakanmu dengan setulus hati kami agar kamu selamat, jika hanya itu yang bisa kami lakukan untukmu." kata Nita, sedih.


Kevin menggenggam erat tangan Kayla karena dia merasakan kesedihan yang dirasakan Kayla.


"Kevin, kamu harus lebih kuat dari sebelumnya dan usahakan jangan kosong pikiranmu agar Kayla juga kuat karena kamu adalah orang yang sangat dicintai Kayla." kata Egi.


"Ya Egi. Terima kasih." ucap Kevin.


"Maaf ya, Kayla kalau malam ini aku harus pulang dulu karena aku ada meeting penting besok. Selesai meeting aku langsung ke sini. Besok malam aku akan bergadang menjagamu. Kevin, tolong jagain Kayla ya." kata Nita lalu kembali memeluk Kayla.


"Aku juga pulang karena besok aku ada jadwal operasi. Kalau ada apa-apa jangan segan-segan untuk telepon aku ya. Oh iya, aku belum menyimpan nomor ponselmu, Kevin. Ini nomor ponselku." kata Egi sambil menyebutkan nomor ponselnya.


Kevin menyimpan nomor Egi di ponselnya lalu menelepon Egi.


"Itu nomorku. Jangan lupa disimpan." kata Kevin.


"Terima kasih, Egi." kata Kayla.


"Sama-sama. Kami pulang dulu ya." kata Egi.


Nita dan Egi pergi meninggalkan rumah sakit.


*****

__ADS_1


__ADS_2