
Keesokan paginya, Nita buru-buru pergi ke kantor karena Nita bangun kesiangan sedangkan meeting akan dimulai satu jam lagi.
"Sayang, aku pergi dulu ya dan maaf, aku sarapan duluan. Semoga sukses operasinya ya." Nita pamit lalu mencium pipi Egi.
"Iya, Sayang hati-hati di jalan dan semoga meetingnya sukses. Amin." kata Egi.
Nita pergi menuju ke kantornya. Dan tidak begitu lama Egi pun pergi menuju ke rumah sakit.
*****
Di rumah sakit tepatnya di dalam ruangan Zita.
"Pagi Sayang." sapa Leo sambil mengusap lembut kepala Zita lalu tersenyum.
"Pagi juga." ucap Zita dan juga tersenyum.
"Sayang sarapan dulu ya biar minum obatnya." kata Leo sambil membantu posisi duduk Zita lalu menyuapin Zita.
"Terima kasih Leo." ucap Zita sambil memandang wajah Leo.
"Sama-sama. Aku bahagia bisa bersamamu. Selamanya aku akan merawat dan menjagamu." kata Leo, masih menyuapin Zita.
Setelah semuanya selesai, Leo izin ke kantin.
"Sayang, aku ke kantin dulu ya untuk membeli sarapan buat aku dan Kevin. Dia pasti belum sarapan dan nggak ada yang membelikannya karena cuma ada Kevin yang menjaga Kayla." kata Leo, pamit.
"Baiklah. Kamu hati-hati ya. Tolong telepon mama atau papaku ya biar datang ke sini." kata Zita.
"Oke..." kata Leo. Leo mengambil ponsel dari dalam saku celananya lalu menelepon papa Zita.
"Pagi Om. Zita meminta Om dan Tante kemari. Saya mau keluar sebentar, Om."
"Baiklah. Kami sedang di perjalanan ke rumah sakit. Pergilah, Hati-hati." kata papa Zita di ujung ponselnya.
"Iya Om, terima kasih." Leo mengakhiri teleponnya.
"Aku pergi dulu ya,Sayang." kata Leo lalu mencium kening Zita dan tersenyum.
"Iya, hati-hati." kata Zita lalu tersenyum.
Leo pergi ke kantin dan memesan dua porsi makanan.
"Bu, saya pesan dua porsi bubur ayam ya dan sekalian dua botol air mineralnya." kata Leo.
"Baik, Pak." kata ibu kantin lalu menyiapkan pesanan Leo.
"Ini, Pak pesanannya. Semua jadi empat puluh ribu." kata ibu kantin sambil memberikan pesanan Leo.
__ADS_1
"Terima kasih, Bu." Leo mengambil pesanannya lalu membayarnya.
"Sama-sama, Pak." kata ibu kantin.
Leo menuju ke ruangan Kayla.
"Tok... Tok... Tok... " Leo mengetuk pintu dan langsung membukanya lalu masuk setelah dia melihat ke dalam ruangan Kayla.
"Bagaimana keadaan Kayla?" tanya Leo sambil menghampiri Kevin.
"Baik-baik saja." jawab Kevin.
"Yuk, kita sarapan. Aku sudah bawa dua porsi bubur ayam." kata Leo sambil memberikan bubur ayam pada Kevin. Kemudian menyantap bubur ayam miliknya.
"Terima kasih." kata Kevin sambil mengambil bubur ayamnya lalu menyantapnya.
"Kayla, terima kasih sudah menyelamatkan Zita. Semalam dia menceritakan semuanya." kata Leo.
"Sama-sama." kata Kayla lalu tersenyum.
"Oh iya Kevin, aku sudah jadian dengan Zita. Dia menerimaku dan kedua orang tuanya menyetujui hubungan kami." kata Leo sambil tersenyum.
"Selamat ya." kata Kevin sambil tersenyum dan menepuk lengan Leo.
"Terima kasih. Semoga Kayla cepat pulih seperti sedia kala ya. Amin."
"Baiklah, aku kembali ke ruangan Zita dulu ya. Kamu harus benar-benar menjaga Kayla karena takutnya sewaktu-waktu Silvi kembali menyerang. Aku juga akan benar-benar menjaga Zita." kata Leo lalu pergi meninggalkan ruangan Kayla.
*****
Di hotel D, Silvi dan dukunnya sedang melakukan ritual khusus untuk nanti malam. Roh Silvi duduk bersila di hadapan dukun itu.
"Mbah, nanti malam sudah bulan purnama penuh, berarti nanti malam ya kita melakukannya. Aku sudah nggak sabar lagi membuat Kevin jadi milikku." kata Silvi dengan penuh ambisi.
"Iya, nabti malam kita akan melakukannya. Kamu harus berhasil agar roh Kayla selamanya nggak kembali ke raganya. Tapi ada kelemahan dari ilmuku ini, yaitu cinta sejati atau cinta tulus yang diberikan kepada Kayla. Jika ada orang yang tulus mencintainya, maka kekuatan yang aku miliki akan melemah." kata dukun Silvi sambil menaburkan kemenyan ke dalam dupanya.
"Setahu aku, Kevin belum mencintai Kayla karena dia tipe cowok yang susah tuk jatuh cinta. Berarti aku masih ada kesempatan untuk memiliki Kevin ya, Mbah?" kata Silvi.
"Iya, asalkan kamu berhasil masuk ke dalam raga Kayla." kata dukun Silvi.
"Iya Mbah, aku akan berusaha agar Kevin menjadi milikku. Tapi kita melakukannya bagaimana, Mbah karena bukan hanya Kevin yang menjaga Kayla." kata Silvi.
"Nanti kita pikirkan lagi. Kita ke rumah sakit untuk melihat keadaan di sana dan aku menyamar dulu." kata dukun itu sambil menggunakan perlengkapan menyamarnya berupa selendang dan kacamata.
Setelah selesai melakukan penyamaran, Silvi dan dukunnya pergi ke rumah sakit. Mereka pergi ke ruangan Kayla dan melihat keadaan di sana.
"Sepertinya penjagaan Kayla nggak terlalu ketat, mungkin karena sebagian dari mereka menjaga Zita yang sedang dirawat akibat kemarin." kata Silvi.
__ADS_1
"Lebih baik kita menunggu di kantin rumah sakit ini saja, siapa tahu kita bisa menemukan cara agar nanti malam nggak ada yang menjaga Kayla dan rencana kita berjalan lancar." kata dukun itu.
Lalu mereka pergi ke kantin rumah sakit. Sampai di kantin, dukun Silvi memesan seporsi bubur ayam dan sebotol air mineral. Ketika ibu kantin sedang menyiapkan pesanan dukun Silvi, ponsel ibu kantin itu berbunyi. Nita menelepon ibu kantin dari kantornya untuk memesan makanan untuk Kevin karena dia tahu kalau Kevin sendiri menjaga Kayla.
"Halo Bu. Saya mau pesan seporsi makanan dan sebotol air mineral untuk makan siang. Tolong diantar ke ruang ICU nomor 2 ya."
"Iya, Bu Nita. Seporsi makanan untuk nanti siang diantar ke ruang ICU nomor 2. Ada lagi, Bu?" tanya ibu kantin.
"Iya, Bu. Tolong siapin juga empat porsi makanan dan empat botol air mineral untuk makan malam, diantar juga ke ruangan yang sama." kata Nita diujung ponselnya.
"Empat porsi untuk makan malam berserta empat botol air mineral, diantar ke ruangan yang sama. Baik Bu Nita." kata ibu kantin sambil mencatat pesanan Nita berserta nota bonnya.
Dukun itu yang dari tadi berdiri menunggu pesanannya mendengar jelas percakapan ibu kantin dengan Nita tapi dia bersikap seolah tidak mendengarnya. Setelah mendapatkan pesanannya, dukun itu mengambil posisi duduk yang lumayan jauh dari ibu kantin itu.
"Nita memesan makanan empat porsi untuk makan malam, berarti nanti malam ada empat orang yang akan menjaga Kayla. Bagaimana caranya agar mereka nggak bisa menjaga Kayla?" dukun itu berpikir keras.
Dukun itu pun sedang berpikir bagaimana caranya.
"Nah, bagaimana kalau kita beri obat tidur ke makanan mereka agar mereka tertidur sehingga nggak akan ada yang menjaga Kayla." kata Silvi lalu tersenyum.
"Ide bagus. Baiklah, sekarang kita membeli obat tidur di apotik." kata dukun itu.
Silvi dan dukun itu pergi meninggalkan kantin rumah sakit menuju apotek.
*****
Ibu kantin mengantar makanan untuk Kevin.
"Permisi, Pak. Saya mengantar makanan untuk Bapak, tadi bu Nita yang memesannya." kata bu kantin lalu masuk menghampiri Kevin dan memberikan makanan dan minumannya.
"Terima kasih, Bu." kata Kevin lalu tersenyum.
"Sama-sama, Pak. Permisi." kata ibu kantin kemudian pergi meninggalkan ruangan Kayla.
Kayla membiarkan Kevin menyantap makanannya. Setelah selesai Kayla menghampiri Kevin yang sedang duduk di sofa.
"Sayang, aku merasa takut kalau nanti malam aku gagal untuk kembali ke tubuhku. Teruslah bersamaku." ucap Kayla pelan dan sedih lalu menundukkan kepalanya.
"Dengarkan aku." ucap Kevin sambil mengangkat dagu Kayla sehingga dia bisa menatap wajah Kayla lalu menggenggam kedua tangan Kayla.
"Selamanya aku akan bersamamu dan nggak akan ku biarkan seorangpun mengambil dirimu dariku apalagi menyakitimu. Aku tulus mencintaimu, Kayla dan itu nyata bukan khayalan. Jadi, kamu harus yakin kalau cinta kita pasti bisa mengalahkan semuanya. Aku ingin bahagia bersamamu." kata Kevin lalu mencium kening Kayla dan memeluknya.
"Terima kasih, Sayang. Sekarang aku benar-benar yakin aku pasti bisa kembali. Aku ingin selalu mencintaimu dan bahagia bersama denganmu selamanya. Terasa nyaman dan damai bila aku berada dalam pelukanmu." ucap Kayla lalu mempererat pelukannya.
Kevin membelai lembut rambut Kayla lalu menciumnya.
*****
__ADS_1