Cinta Mati Kayla

Cinta Mati Kayla
Kegalauan Hati


__ADS_3

Kayla tiba di rumahnya. Kayla menekan bel rumahnya. Renna membuka pintu dan terkejut melihat putrinya dalam keadaan basah kuyup.


“Sayang, mengapa kamu basah kuyup begini?”


“Mengapa tidak berteduh dulu?” tanya Renna, sangat khawatir.


Renna langsung menyuruh Kayla mandi. Renna menyiapkan makanan dan teh hangat untuk Kayla dan membawanya ke kamar Kayla.


Kayla sudah selesai mandi dan sedang berbaring di tempat tidurnya. Renna masuk membawa makanan dan minuman lalu meletakkannya di atas meja.


“Kamu harus makan biar tidak sakit. Mama dan Aldo pasti sedih kalau kamu sampai sakit." Renna mengambil teh hangat lalu memberikannya kepada Kayla.


Akhirnya Kayla duduk dan meminum teh hangat yang diberikan Renna lalu menyantap habis makanan yang dibawa Renna tadi. Sebenarnya Kayla tidak ada nafsu makan tapi dia tidak ingin mamanya sedih melihat keadaannya.


Renna tersenyum dan merasa tenang melihat Kayla menghabiskan makanannya. Renna membelai rambut Kayla lalu mencium keningnya lalu keluar kamar.


Kayla berbaring di tempat tidurnya sambil memandangi foto Aldo.


"Sayang, terlalu sakit rasa ini." Kayla mengusap foto Aldo sambil menangis.


Kayla terus menangis hingga membuat dia kelelahan menangis dan tertidur.


*****


Keesokan harinya, Kayla tidak bersemangat seperti biasanya pergi ke kampus tapi dia harus pergi karena sedang UTS. Renna sedih melihatnya.


“Ma, aku pergi dulu ya.” pamit Kayla sambil mencium tangan Renna.


“Iya Sayang. Kamu naik taksi saja ya.”


“Aku pakai motorku aja, Ma. Aku baik-baik aja kok. Mama tenang aja.” ucap Kayla lalu tersenyum.


Renna tahu kalau sikap Kayla sengaja dibuat tegar agar dia tidak khawatir terhadapnya.


Kayla pergi ke kampusnya dengan mengendarai motornya. Kayla tiba di kampus.


"Hai, Kayla." sapa salah satu teman Kayla yang sedang nimbrung.


Kayla hanya tersenyum ke arah mereka sambil berjalan menuju kelas. Nita sedih melihat Kayla karena Kayla yang dia kenal sekarang sangat berbeda dengan Kayla yang dulu dia kenal.


“Kayla, tunggu...” teriak Nita sambil berlari menghampiri Kayla.


Kayla menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang. “Ada apa, Ta?” tanya Kayla.


“Biasanya kamu ikutan nimbrung tapi hari ini kok kamu langsung pergi. Apakah kamu sakit?” tanya Nita sambil memegang kening Kayla.


“Aku baik-baik aja kok.” Kayla tersenyum paksa.


“Aku sangat mengenalmu, Kayla. Mengapa kamu menyembunyikannya dariku? Berbagilah denganku kesedihan yang kamu rasakan. Itulah artinya persahabatan.” ucap Nita, sedih.


“Selesai ujian ntar kita nggak usah ikut mata kuliah berikutnya, kita ke pantai aja yuk. Kebetulan hari ini Egi tidak ke kampus karena ada kegiatan dari fakultasnya." ajak Nita.


Kayla menganggukkan kepalanya.


*****


Setelah ujian berakhir Kayla dan Nita langsung melaju ke pantai. Di sana Kayla menceritakan apa yang dirasakannya. Kayla menangis. Nita memeluk sahabatnya dan berusaha menghiburnya meskipun dia tahu apa yang dikatakan kalau Kayla bilang hatinya yang berbicara pasti terjadi.


“Kamu harus percaya dengan apa yang dikatakan Aldo karena dia benar-benar mencintaimu dan dia pasti kembali padamu.” Nita berusaha memberikan semangat kepada Kayla.


Setelah Kayla merasa sedikit tenang mereka pulang.


*****


Beberapa hari kemudian. Di Bandung tepatnya di kampus Aldo.


Ketika Aldo berjalan menuju kantin kampusnya, Aldo bertemu dengan Lita yang juga kuliah di fakultas Kedokteran. Lita adalah mantan pacar Aldo yang pertama sewaktu masih SMP dan Lita melanjutkan sekolahnya di Bandung tapi seiring waktu Aldo menyadari kalau dia tidak mencintai Lita, hanya menyayanginya sebagai sahabat sebab Lita adalah teman dekat Aldo saat masih kecil. Namun tidak demikian dengan Lita, dia mencintai Aldo bahkan sampai saat ini.


“Hai Aldo. Kamu masih ingat aku khan? Aku Lita, pacar kamu dulu.” sapa Lita, senang.

__ADS_1


“Hai Lita.” Aldo tersenyum.


“Kamu kuliah di sini juga atau lagi ada urusan di sini?” tanya Lita.


“Aku kuliah di sini di fakultas kedokteran dan sekalian mengurus perusahaan papa yang ada di Bandung.” jawab Aldo.


“Sama, aku juga di fakultas kedokteran. Berarti kita satu fakultas dong.” Lita senang bertemu Aldo malah satu fakultas dengannya.


Enam bulan berlalu, Kayla masih dengan setianya pada Aldo meski hanya berkomunikasi melalui pesan dan video call. Sedangkan Aldo semakin akrab dengan Lita karena Lita selalu mendekati Aldo. Lita semakin mencintai Aldo meski dia tahu Aldo mencintai gadis lain tapi dia bertekad akan berusaha mendapatkan Aldo.


Suatu hari Kayla kirim pesan ke ponsel Aldo tetapi karena tidak ada balasan dari Aldo, Kayla video call Aldo. Saat Itu Aldo bersama Lita di kantin dan ponsel Aldo tertinggal di atas meja ketika Aldo membeli minuman. Lita melihat ponsel Aldo ada yang menelepon dan Lita tahu kalau itu gadis yang berhasil mengambil Aldo darinya. Lita mengambil ponsel Aldo dan menjawab video call Kayla.


“Hai... Aldo sedang membeli minuman (Lita mengarahkan kamera ponsel ke arah Aldo). Aku pacar Aldo, kamu siapa?” jawab Lita sambil tersenyum.


“Ada pesan biar nanti aku sampaikan.”


“Enggak ada, maaf aku sudah mengganggu kalian.” ucap Kayla sambil tersenyum sedih.


Melihat ekspresi Kayla tadi Lita tersenyum puas. Lita menghapus pesan dan video call dari Kayla lalu meletakkan kembali ponsel Aldo di tempat semula.


Kayla menangis di kamarnya setelah video call tadi, hatinya terasa sakit sekali. Kayla pergi ke pantai untuk menghibur dirinya sendiri, setelah merasa tenang dia pulang.


Beberapa kali Kayla kirim pesan tapi tidak pernah dibalas oleh Aldo karena ternyata Lita yang selalu menghapus pesan dari Kayla di ponsel Aldo. Kayla ingin video call Aldo tapi dia takut kejadian serupa terulang lagi.


*****


Suatu malam Lita menelepon Aldo.


"Hai, Do. Temani aku makan malam di kafe T ya. Aku tunggu sekarang." Kata Lita.


"Baiklah." Aldo langsung melaju ke kafe T.


Ternyata Lita sudah berada di sana dan sudah memesan minuman dan makanan. Lita mencampurkan obat peraxxxxxx di minuman Aldo. Setibanya di Kafe Aldo menghampiri Lita.


“Hai Lita. Wow... Banyak banget makanan yang kamu pesan, memangnya ada acara apa?” tanya Aldo heran.


“Maaf, aku lupa. Selamat ulang tahun ya, Lita. Semoga semua impian kamu dapat kamu capai. Amin.”


“Maaf, aku nggak bawa kado untukmu.” ucap Aldo.


“Nggak apa-apa, kamu mau makan malam denganku aja itu udah lebih dari kado.” kata Lita sambil tersenyum.


Aldo duduk di hadapan Lita.


"Mari kita makan. Makan yang banyak ya, Do." Lita memberikan jus melon kesukaan Aldo yang sudah tercampur dengan obat peraxxxxxx. Aldo tidak mengetahui hal itu.


Setelah beberapa menit selesai makan, Aldo merasakan kepalanya pusing.


"Ta, pulang yuk. Kepalaku pusing mungkin kebanyakan makan." kata Aldo sambil memegang kepalanya.


Lita mengendarai mobil Aldo dan membawa Aldo ke apartemennya. Sampai di apartemennya, Lita membaringkan Aldo di tempat tidurnya. Lita mengganti pakaiannya dengan pakaian seksi yang terlihat lekuk tubuhnya. Aldo melihat Lita dan obat peraxxxxxx yang dicampur di dalam minuman Aldo mulai bereaksi. Aldo langsung memeluk Lita dan terjadilah sesuatu yang sebenarnya tak diinginkan oleh Aldo. Mereka kelelahan dan akhirnya terlelap.


Saat adegan itu berlangsung, Kayla merasakan semuanya. Kayla menangis karena dia tahu Aldo sudah melakukannya.


Keesokan paginya, Lita bangun lebih awal dari Aldo dan saat Lita tahu Aldo bangun, Lita berpura-pura menangis sambil menutupi tubuhnya yang masih tanpa busana. Aldo terkejut melihat dirinya tanpa busana dan lebih terkejut lagi saat melihat Lita tanpa busana dan menangis. Aldo buru-buru memakai pakaiannya lalu menghampiri Lita yang sedang menangis.


“Maafkan aku, Lita. Aku pasti bertanggung jawab. Aku akan menikahimu.” Aldo memeluk Lita.


Terbayang dalam ingatan Aldo peristiwa semalam karena dia masih ada sedikit kesadaran ketika melakukannya, saat itu yang dia lihat seperti Kayla bukan Lita tapi kenyataannya Lita.


Sejak saat itu Aldo selalu bersama Lita dan Aldo tidak pernah menghubungi Kayla lagi. Aldo sangat sedih karena sudah mengkhianati Kayla dan harus menikahi Lita.


Suatu hari dosen Egi mengajak Egi ke fakultas kedokteran yang di Bandung karena mereka akan melakukan penelitian di sana yang ternyata itu adalah fakultas di mana Aldo kuliah.


Saat makan siang di kantin Egi melihat Aldo bersama Lita dan Lita kelihatan manja dengan Aldo. Egi menghampiri mereka lalu menyapa Aldo. Aldo terkejut dengan kehadiran Egi.


“Hai, Aldo. Siapa dia?” tanya Egi, heran sambil melihat ke arah Lita.


“Hai, aku Lita calon istri Aldo.” kata Lita dengan bangga.

__ADS_1


“Oh... Aku Egi, sahabatnya Aldo waktu dia masih di kota J. Itu pun kalau dia masih menganggap aku sahabatnya.” kata Egi lalu melihat ke arah Aldo yg tertunduk dan diam.


Lalu Egi meninggalkan mereka dengan perasaan sangat kecewa dan tidak bisa membayangkan bagaimana Kayla jika dia mengetahuinya.


Aldo semakin merasa bersalah terhadap Kayla dan hatinya sangat sedih. Aldo tidak tahu harus berbuat apa, dia tidak mau mengucapkan kata perpisahan kepada Kayla karena sebenarnya dia tidak ingin berpisah dan masih sangat mencintai Kayla.


*****


Setelah dua hari melakukan penelitian, akhirnya Egi dan dosennya kembali ke kota J. Ketika sampai di J Egi langsung menemui Nita.


"Ta, ternyata aku melakukan penelitiannya di kampus tempat Aldo kuliah. Aku bertemu dengan Aldo dan cewek yang mengaku calon istri Aldo dan Aldo diam saja. Yuk, kita ke rumah orang tua Aldo mencari tahu kebenarannya." kata Egi.


Lalu Egi dan Nita ke rumah orang tua Aldo. Kebetulan mereka sedang ada di rumah. Bibi Asih membukakan pintu dan mempersilakan Egi dan Nita masuk lalu mengantar mereka ke taman belakang.


“Nyonya, ada Den Egi dan Nona Nita.” kata bibi Asih.


Hendrawan dan Tina melihat ke arah Egi dan Nita.


“Halo Tante... Halo Om...“ sapa Egi dan Nita bersamaan.


“Halo juga. Silakan duduk.” kata Tina sambil mempersilakan mereka duduk.


Lalu Egi dan Nita duduk di hadapan mereka.


“Kalian apa kabar? Sudah lama ya tidak pernah main kemari. Pasti tambah sibuk ya dengan kegiatan di kampus.” kata Tina sambil tersenyum.


“Iya Tante, maaf ya enggak pernah main lagi ke sini. Kami baik-baik saja, Tante. Terima kasih. ” ucap Egi lalu tersenyum.


“Ada yang ingin saya tanyakan kepada Om dan Tante. Apakah benar Aldo sudah bertunangan dan akan segera menikah?” tanya Nita penasaran.


“Iya, maafkan Tante dan Om karena itu keinginan Aldo dan kami tidak bisa melarangnya.”


“Sebenarnya kami ingin memberitahukan Kayla akan hal itu tetapi kami tidak tega melihatnya.” kata Tina dengan rasa bersalah dan sedih.


“Iya Tante, kami mengerti.” ucap Nita pelan.


Selesai berbincang-bincang, akhirnya Egi dan Nita pulang. Selama di perjalanan Egi dan Nita mencari solusi bagaimana caranya menyampaikan hal itu kepada Kayla. Nita mengambil ponselnya lalu menelepon Kayla.


“Halo, Kayla. Kamu sekarang ada di mana biar kami jemput karena kami kangen denganmu. Yuk, kita main ke pantai.” ajak Nita.


“Aku ada di rumah. Boleh, aku tunggu ya.” jawab Kayla di ujung ponselnya.


“Oke. Sekitar 10 menit lagi kami sampai.” kata Nita.


Egi dan Nita tiba di rumah Kayla, ternyata Kayla dan Renna sudah menunggu mereka di teras rumahnya, Renna sudah menyiapkan bekal buat mereka di pantai.


“Selamat siang Bu. Kami mau mengajak Kayla ke pantai. Boleh ya, Bu.” Nita meminta izin.


“Boleh asal kalian hati-hati dan jangan pulang larut malam. Kayla juga perlu hiburan karena selalu bersedih.” Renna membelai rambut putrinya.


“Kami berangkat dulu ya.” Mereka berpamitan.


“Iya, Hati-hati di jalan.” pesan Renna.


Mereka tiba di pantai, Nita dan Kayla membentangkan tikar di bawah pohon dan menyiapkan bekal yang tadi mereka bawa. Mereka menyantap makanan dan minumannya. Egi mencolek tangan Nita lalu Nita melihat ke arah Egi. Nita mengerti maksud Egi. Nita menarik nafas panjang lalu menghembusnya perlahan.


“Kayla, bagaimana hubungan kamu dengan Aldo sekarang, apakah dia pernah menghubungimu?” Maaf jika aku menanyakan tentang Aldo karena kami enggak mau melihatmu selalu bersedih.” kata Nita.


“Sudah lama Aldo enggak menghubungiku lagi.” Kayla menjadi sedih.


“Kayla, kami ingin menyampaikan kabar tentang Aldo dan kami minta maaf jika kabar ini akan membuat kamu tambah sedih tapi kami tidak bermaksud demikian, kami hanya ingin yang terbaik untukmu.” ucap Nita, pelan.


“Aldo sudah bertunangan dan akan segera menikah. Egi sudah bertemu Aldo dan calon istrinya di kampus Aldo sewaktu Egi ada kegiatan kampusnya ke sana. Lalu kami pergi ke rumah orang tua Aldo untuk memastikannya dan ternyata benar. Orang tua Aldo ingin sekali menyampaikannya langsung denganmu tapi mereka enggak tega melihatmu bersedih. Mereka meminta maaf.” kata Nita, sedih.


Kayla tersenyum sedih lalu mendesah.


“Aku sudah tahu sebelum kalian menyampaikannya padaku karena aku merasakannya waktu itu dan dia harus menikahi gadis itu.” Kayla menahan tangisnya tapi tidak bisa dan akhirnya dia menangis tersedu-sedu.


Nita memeluk sahabatnya dan berusaha menenangkannya. Hampir malam mereka pulang. Mereka tiba di rumah Kayla dan langsung berpamitan dengan Renna. Renna tahu kalau Kayla habis menangis dan dia membiarkan Kayla masuk ke kamarnya tanpa berkata apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2