
Kevin mampu membuka hati dan pikiran Kayla sehingga Kayla bersemangat untuk bangkit dan meraih mimpinya yang sempat tertunda dikarenakan masa lalunya. Kayla mengambil ponselnya lalu menelepon Nita.
"Halo,Ta. Kira-kira di kantormu ada lowongan kerja enggak untukku tanpa harus memecat salah satu karyawanmu?"
"Ada. Kamu menjadi sekretaris ku saja karena kebetulan sekretaris ku sedang hamil tua dan akan mengundurkan diri, dia ingin fokus merawat anaknya. Jam makan siang kamu ke kantorku ya."
"Apa persyaratan yang harus ku bawa?"
"Enggak ada karena aku tahu kemampuanmu."
"Oke, kalau begitu." Kayla mengakhiri percakapannya.
Kayla menonton televisi sambil menunggu waktunya tiba. Setelah dua jam berlalu, Kayla melihat ke arah jam dinding dan ternyata hampir jam makan siang. Lalu Kayla mulai merapikan pakaiannya dan penampilannya. Kayla harus kelihatan rapi layaknya seorang karyawan kantoran meskipun yang memiliki perusahan adalah sahabatnya sendiri.
Kayla pergi ke dapur menghampiri Renna. "Ma, Kayla pergi dulu melamar kerja di kantor Nita. Do'ain Kayla ya, Ma." kata Kayla lalu mencium tangan Renna.
"Iya, Sayang. Mama selalu mendoakanmu." ucap Renna kemudian mencium kening putrinya.
Kayla pergi dengan mengendarai motornya ke kantor Nita. Kayla berhenti di minimarket dekat kantor Nita untuk membeli air mineral karena dia tiba-tiba merasa haus. Hati Kayla merasa tidak tenang seperti akan terjadi sesuatu tetapi Kayla menepis hatinya.
Sebelum kembali melanjutkan perjalanannya, Kayla menelepon Renna. "Mama baik-baik saja khan? Hati Kayla enggak tenang." kata Kayla diujung ponselnya.
"Iya, Sayang. Mama baik-baik saja. Kamu hati-hati di jalan ya."
"Iya, Ma. Aku mau lanjutkan perjalanan ku." Kayla mengakhiri teleponnya. Kayla menaiki motornya dan kembali melanjutkan perjalanannya.
Ketika Kayla hendak menyeberang tiba-tiba ada mobil yang melaju sangat kencang sehingga Kayla tidak sempat menghindar.
Akhirnya mobil tadi menabrak Kayla. Kayla terlempar ke samping jalan dan jatuh di rerumputan sedangkan motornya terseret mobil yang menabraknya.
Orang yang menabrak Kayla adalah seorang wanita yang berumur sekitar 40 tahun dan dia bertanggung jawab dengan apa yang sudah terjadi lalu membawa Kayla ke rumah sakit.
Selama di perjalanan sampai ke rumah sakit Kayla tidak sadarkan diri.
Dokter menyarankan untuk menghubungi keluarga Kayla tetapi karena ibu tersebut tidak tahu, akhirnya ibu itu memeriksa tas Kayla dan mengambil ponsel Kayla. Ibu itu menelepon nomor ponsel Renna dengan menggunakan ponsel Kayla karena nomor ponsel Renna yang terakhir Kayla hubungi.
“Halo, selamat siang. Apakah benar ini mamanya yang punya ponsel?” tanya ibu itu.
“Iya benar. Ada apa dengan putriku?” Renna merasa gelisah karena dia merasakan telah terjadi sesuatu terhadap Kayla.
“Putri Ibu mengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit A.” jawab ibu itu.
Renna langsung pergi ke rumah sakit yang dikatakan ibu itu.
__ADS_1
*****
Setibanya di rumah sakit, Renna langsung menangis tersedu-sedu sambil memeluk tubuh Kayla namun hal itu hanya berlangsung sesaat karena dokter ingin memeriksa Kayla lebih lanjut.
“Maaf Bu, kami harus secepatnya memeriksa pasien. Ibu mohon tunggu di luar.” kata dokter.
Renna langsung keluar sambil menangis tersedu-sedu. Ibu yang menabrak Kayla menghampiri Renna lalu meminta maaf dan berjanji akan menanggung semua biaya rumah sakit.
“Maafkan saya, Bu. Saya tidak sengaja dan saya akan menanggung semua biaya rumah sakitnya. Nama saya Dina." ucap ibu itu sedih dan menyesal dengan semua yang telah terjadi karenanya. Lalu Dina memberikan tas Kayla kepada Renna.
"Iya, Bu Dina. Saya mengerti dan saya ucapkan terima kasih karena Ibu sudah bertanggung jawab dengan mengantar anak saya ke rumah sakit dan bersedia membayar semua biayanya." kata Renna, sedih. Renna hanya merasakan kesedihan yang begitu dalam karena dia baru saja bahagia melihat Kayla sudah kembali ceria dan semangat lagi seperti dulu.
Dokter keluar dari ruangan dan menghampiri Renna yang sedang menangis. " Bu, kami sudah berusaha tetapi sampai saat ini anak Ibu belum sadarkan diri. Anak Ibu dalam keadaan koma dan kami akan memindahkannya ke ruang ICU agar mendapat penanganan khusus." kata dokter.
"Lakukanlah yang terbaik, Dokter untuk anak ibu ini dan saya akan bertanggung jawab berapapun biayanya." kata Dina.
"Iya, Dokter. Lakukanlah yang terbaik untuk anak saya, Dokter." kata Renna sambil menangis.
"Ya, Bu. Kami pasti melakukan yang terbaik untuk anak Ibu." kata dokter lalu meminta suster memindahkan Kayla ke ruangan ICU.
Renna mengambil ponsel Kayla lalu menelepon Nita.
“Halo, nak Nita. Apakah kamu sedang sibuk?” Renna sudah menganggap Nita seperti anaknya sendiri begitu juga dengan Nita, sudah menganggap Renna seperti ibunya karena persahabatan antara Kayla dan Nita sejak kecil.
“Kalau Ibu baik-baik saja tapi Kayla mengalami kecelakaan siang tadi dan sekarang dia dalam keadaan koma. Kayla di rawat di rumah sakit A.” Renna memberitahukan Nita sambil menangis tersedu-sedu.
“Aku segera ke sana, Bu. Ibu yang kuat ya.”
“Iya, nak Nita. Terima kasih.” Renna masih menangis.
Selesai bicara dengan Renna di telepon, Nita menelepon Egi.
“Halo, Sayang. Lagi di mana? Sibukkah hari ini?”
“Halo juga Sayang. Aku baru selesai operasi dan sebentar lagi aku pulang. Ada apa, Sayang? Kangen ya dengan aku?” Egi menggoda Nita.
“Sayang, ntar jangan pulang dulu ya tapi langsung coba cek pasien kecelakaan yang bernama Kayla karena Kayla mengalami kecelakaan siang tadi dan kebetulan dia dibawa ke rumah sakit di tempat kamu bekerja, sekarang dia dalam keadaan koma.” Nita sedih.
“Iya Sayang, aku segera mengeceknya.” jawab Egi di ujung ponselnya.
Lalu Egi pergi ke bagian informasi untuk menanyakan kebenarannya kepada suster yang jaga dan ternyata Kayla benar sedang dirawat di rumah sakit tersebut. Egi langsung menuju ke ruangan ICU tempat Kayla dirawat. Ketika tiba di ruang ICU Egi melihat Renna sedang menangis lalu Egi menghampiri Renna.
“Bu, bagaimana keadaan Kayla sekarang?” tanya Egi, khawatir.
__ADS_1
“Kayla masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, nak Egi.” jawab Renna sambil
menangis.
“Ibu yang sabar ya.” ucap Egi lalu memeluk Renna sebentar.
Renna menceritakan yang sudah terjadi sambil sesekali menangis.
" Sebelum kecelakaan Kayla pamit dengan Ibu mau pergi ke kantor Nita untuk melamar kerja. Ibu sudah punya firasat buruk tapi Ibu tidak bisa melarang Kayla karena dia begitu bersemangat. Ibu tidak mau mematahkan semangatnya itu. Tidak begitu lama Kayla pergi, Ibu mendapat telepon dari wanita yang menabrak Kayla."
"Maaf ya, Ibu sudah merepotkan nak Egi dan nak Nita."
"Enggak apa-apa, Bu."
Setibanya Nita di rumah sakit, dia langsung menghampiri Renna lalu memeluknya. Renna menangis dalam pelukan Nita dan Nita pun ikut menangis.
“Ibu harus kuat. Kita doakan agar Kayla cepat sadar dan pulih seperti sediakala.”
“Iya, nak Nita. Tolong bantu doanya ya biar Kayla cepat sadar.”
“Iya, Bu. Kami pasti doain Kayla.” kata Egi.
Lalu Egi pergi menemui dokter yang memeriksa Kayla dan menanyakan bagaimana keadaan Kayla yang sebenarnya.
Egi mengetuk pintu ruangan dokter tersebut.
"Selamat siang Dokter Hartono." sapa Egi.
Dokter Hartono melihat ke arah Egi. "Silakan masuk Dokter Egi. Silakan duduk. Ada yang bisa saya bantu, Dokter Egi?" tanya dokter Hartono.
"Saya ingin menanyakan keadaan pasien yang bernama Kayla yang tadi Dokter periksa." jawab Egi.
"Setelah saya periksa secara keseluruhan, si pasien tidak mengalami luka yang sangat parah baik di luar maupun di dalam tubuhnya. Tapi saya akan coba periksa lebih lanjut yang menyebabkan si pasien menjadi koma." kata dokter Hartono.
"Boleh saya ikut membantu dokter karena kebetulan dia sahabat saya dan istri saya."
"Boleh, Dokter Egi. Silakan saja, dengan senang hati."
"Terima kasih, Dok."
"Iya, sama-sama."
*****
__ADS_1