Cinta Mati Kayla

Cinta Mati Kayla
Indah Pada Akhirnya


__ADS_3

Kevin mencium tangan Kayla sambil menangis dan air matanya jatuh di tangan Kayla. Kayla merasakan ada air yang membasahi tangannya lalu terbangun dan melihat Kevin.


"Sayang, mengapa kamu menangis?" tanya Kayla.


"Maafkan aku yang masih belum bisa menjagamu." kata Kevin, sedih.


"Aku tidak apa-apa kok. Aku tadi habis belanja terus, melihat ada seorang ibu sudah bersimbah darah, aku merasakan bahwa ibu itu masih bisa tertolong dan aku langsung membawanya ke rumah sakit. Aku mau mendonorkan darahku karena itu salah satu cara yang tercepat untuk menolong ibu itu karena kebetulan darahku sama dan bisa. Sewaktu melakukan transfusi darah aku melihat wajah ibu itu dengan jelas dan hatiku bilang dia adalah mama mu. Lalu aku minta dokter untuk merahasiakan identitasku. Aku pulang dengan berjalan kaki agar kamu tidak menemukan aku di rumah sakit tapi hal itu membuat aku menjadi lemah. Maafkan aku." kata Kayla.


"Aku yang harus minta maaf. Aku nggak mau kehilanganmu, Kayla." ucap Kevin


"Iya, Sayang. Bagaimana keadaan mama mu? Dia baik-baik saja khan?" tanya Kayla, khawatir.


"Mamaku tertolong berkat kamu. Terima kasih." kata Kevin.


"Aku melihat mamaku dulu ya. Kamar mamaku berada di kamar A. Ntar aku balik lagi." kata Kevin lalu mencium kening Kayla.


"Iya, Sayang." kata Kayla.


Kevin masuk ke kamar A dan melihat Wina tidur lalu menghampiri Adrian.


"Pa, aku mau cerita. Sebenarnya aku sudah punya calon istri, dia dari keluarga sederhana dan dia anak yatim, papanya sudah meninggal sejak dia masih berusia satu tahun dan dia hidup berdua dengan mamanya. Dia berasal dari kota J. Kelembutan dan kebaikan hatinya yang telah membuat aku jatuh cinta. Aku sangat mencintainya, Pa. Tolong yakinkan mama agar nggak jadi menjodohkan aku karena apapun keputusan mama aku tetap memilih gadis yang aku cintai." kata Kevin sambil mengajak papanya ke kamar C.


"Ini khan kamar gadis yang sudah menyelamatkan mamamu." kata Adrian, heran.


"Iya, Pa. Waktu aku ke kamar ini dia sudah pulang dan aku menanyakan tentang dia tapi suster bilang kalau si pasien minta identitasnya dirahasiakan. Selama seminggu aku berada di kota J dan kemarin aku pulang bersamanya ke sini dan dia tinggal di apartemenku. Aku tadi sempat pulang dan melihat dia sangat lemas terbaring di tempat tidur lalu aku membawanya ke rumah sakit ini dan salah satu suster yang memasang infusnya mengatakan kalau dia tadi melakukan donor darah untuk seorang ibu dan dirawat di kamar C. Dari situ aku tahu kalau yang sudah mendonorkan darahnya untuk mama adalah dia." kata Kevin.


"Ayo, masuk Pa biar aku kenalkan dengan dia. kata Kevin sambil mengajak Adrian.


Kevin membuka pintu lalu masuk bersama Adrian. Kevin menghampiri Kayla.


"Sayang, kenalkan ini papaku." kata Kevin.


Adrian menghampiri mereka lalu menjabat tangan Kayla.


"Nama saya Kayla, Om." ucap Kayla.


"Saya papanya Kevin. Terima kasih sudah menolong mamanya Kevin. Kevin sudah cerita banyak tentang kamu." kata Adrian lalu tersenyum.


Kayla tersenyum


"Semoga kamu cepat pulih ya, Kayla. Om ke kamar mamanya Kevin dulu karena dia sendirian di sana." kata Adrian lalu meninggalkan mereka.


Adrian tiba di kamar Wina dan ketika dia masuk Wina sudah bangun. Wina mencari Kevin.


"Kevin di mana?" tanya Wina.


"Kevin ada di luar." kata Adrian.


"Suruh dia masuk, aku mau bicarakan tentang niatku menjodohkannya." kata Wina.


"Ya, aku akan menyuruhnya masuk." kata Adrian lalu keluar dan menghampiri Kevin di kamar Kayla. Adrian mengetuk pintu dan masuk.


"Kevin, mamamu sudah bangun dan mencarimu." kata Adrian.


"Sebentar ya, Sayang. Aku temui mamaku dulu." kata Kevin


Kayla menganggukkan kepalanya lalu tersenyum.


Kevin dan Adrian pergi dari kamar Kayla menuju kamar Wina. Mereka langsung masuk.


"Ada apa, Ma?" tanya Kevin sambil menghampiri Wina.


"Kevin, kamu sudah dewasa dan waktunya untuk menikah. Mama berniat ingin menjodohkan mu dengan anak sahabat mama. Setelah keluar dari rumah sakit ini mama akan menyampaikan niat mama dan menyuruh mereka datang ke M agar segera dilangsungkan acara perjodohan ini." kata Wina.


"Ma, maafkan Kevin. Bukan maksud Kevin nggak menuruti kemauan mama tapi masalah yang satu ini Kevin nggak bisa karena Kevin sudah punya calon pilihan Kevin." kata Kevin.


"Apakah status keluarganya sama dengan kita? Apakah dia wanita baik-baik? Apa pekerjaan orang tuanya?" tanya Wina, kecewa.


"Dia dari keluarga sederhana dan papanya sudah lama meninggal sejak dia masih berusia satu tahun dan mamanya hanya seorang pedagang tapi Kevin sangat mencintainya, Ma." jawab Kevin.


Dia berasal dari mana? Mungkin dia hanya mengincar harta." tanya Wina.


"Dia berasal dari kota J. Kevin bisa jatuh cinta padanya karena dia memiliki hati yang baik dan tulus. Dia sudah mencintaiku sebelum dia melihat keadaanku. Dia ada di sini." kata Kevin.


"Kalau seperti itu yang kamu katakan, bawa dia ke sini dan kenalkan dia dengan mama." kata Wina, kecewa.


"Baik, Ma. Aku akan membawanya." kata Kevin lalu meninggalkan Wina dan Adrian.


Kevin tiba di kamar Kayla. "Sayang, Kuatkah untuk berjalan?" tanya Kevin.


"Memangnya kita mau kemana?" tanya Kayla, bingung.


"Mama ingin kenalan denganmu tapi kalau kamu masih nggak kuat jangan dipaksa." kata Kevin.


"Nggak apa-apa, aku kuat kok." kata Kayla.


"Kamu yakin? Aku nggak mau kamu nanti kenapa-kenapa." kata Kevin.


"Aku yakin kalau aku kuat." kata Kayla dengan pasti.


"Baiklah. Kita menemui mamaku sekarang." kata Kevin sambil membantu Kayla dan memegang infus Kayla. Mereka keluar kamar menuju ke kamar Wina. Kevin membuka pintu dan masuk lalu menghampiri Wina.

__ADS_1


"Ma, ini Kayla. Wanita yang aku cintai dan yang aku pilih akan menjadi pendamping hidupku." kata Kevin, tegas.


"Selamat sore Tante." sapa Kayla. Kayla ingin menjabat tangan Wina tapi nggak jadi karena ada infus.


"Bukankah kamu gadis yang menolong saya tadi di jalan?" tanya Wina.


Kayla hanya tersenyum tulus.


"Dan yang telah dengan ikhlas mendonorkan darahnya untukmu." kata Adrian, pertegas.


"Terima kasih... Namanya siapa?" tanya Wina.


"Nama saya Kayla Kevya, Tante." jawab Kayla.


"Nama yang bagus. Dari semua yang sudah kamu lakukan, aku yakin kamu anak yang baik. Kamu sangat pantas mendampingi anakku. Kevin, kamu tidak salah memilih. Mama merestui hubungan kalian. Setelah mama keluar dari rumah sakit kalian segera menikah ya. Mama ingin menimang cucu." kata Wina lalu tersenyum.


"Benarkah mama merestui hubungan Kevin dengan Kayla?" kata Kevin masih tidak percaya dengan apa yang baru dia dengar.


"Iya, benar. Mama merestui kalian."


"Terima kasih, Ma." kata Kevin bahagia lalu memeluk Wina.


"Ya sudah, antar Kayla ke kamarnya agar beristirahat."


"Iya, Ma. Terima kasih, Ma." Kevin mencium pipi Wina.


Wina dan Adrian tersenyum bahagia. Kevin mengantar Kayla ke kamarnya. Tiba di kamarnya Kayla langsung berbaring di tempat tidur.


Kevin mengambil ponsel dari saku celananya lalu menelpon Leo.


"Halo, Leo. Aku lagi bahagia banget. Kamu ke sini dong bareng Zita."


"Bahagia kenapa? Kamu sekarang ada dimana?"


"Aku sekarang ada di rumah sakit M di kamar A VIP, mamaku kecelakaan."


"Tante kecelakaan? Terus, yang bisa buat kamu bahagia apa?" Leo bingung.


"Pokoknya kamu ke sini dan jangan lupa bawain dua porsi makanan untukku dan papaku."


"Baik. Kami akan segera ke sana." kata Leo lalu mengakhiri percakapannya.


Kevin video call Egi. "Halo Egi, hari ini aku bahagia banget karena orang tuaku merestui hubunganku dengan Kayla. Kami akan segera menikah. Tolong sampaikan pada Nita ya."


"Nita dan Tante sedang bersamaku." kata Egi sambil memperlihatkan mereka.


"Bu, Terima kasih untuk doa restu Ibu karena orang tuaku merestui hubungan kami dan mereka meminta kami untuk segera menikah. Maaf ya Bu, saya menyampaikannya melalui video call." kata Kevin, bahagia.


Besok saya akan mengurus persiapan pernikahan kami karena mama ingin kami menikah setelah mama keluar dari rumah sakit."


"Ya, Nak Kevin. Semoga semua berjalan lancar. Ibu sangat bahagia mendengarnya." Renna tersenyum bahagia.


"Setelah semua sudah beres, aku akan memberitahu kapan pastinya."


"Baiklah, kami tunggu kabar bahagia selanjutnya." kata Egi lalu mengakhiri percakapan video call nya.


*****


Leo dan Zita tiba di rumah sakit dan langsung menuju ke kamar A.


"Tok... Tok... Tok... Permisi Om." Leo membuka pintu.


"Silakan masuk Leo."


"Iya, Om." kata Leo sambil masuk bersama Zita.


"Malam Tante, malam Om. Kenalkan, ini calon istri Leo namanya Zita." Zita menghampiri orangtua Kevin lalu hanya menjabat tangan Adrian karena tangan Wina ada infus.


"Ini Om, kami bawa makanan untuk makan malam Om dan Kevin." kata Leo sambil memberikan makanannya.


"Terima kasih ya, Leo. Tahu saja kalau Om sudah lapar." kata Adrian lalu menyantap makanannya.


"Kamu bantu Kevin dulu ya untuk mempersiapkan pernikahannya." kata Adrian.


"Pernikahan Kevin? Dengan siapa, Om?" tanya Leo.


"Dengan Kayla." kata Adrian sambil menyantap makanannya.


"Serius Om?" Leo kaget.


"Iya, Leo. Tante sudah bertemu dengan Kayla dan Tante merestui hubungan mereka." kata Wina.


"Sekarang mereka ada di mana, Tante?" tanya Leo.


"Mereka ada di kamar C. Temuilah mereka! kata Wina.


" Baik, Tante. Permisi Om, Tante." Kata Leo.


"Terima kasih untuk makanannya." Kata Adrian.


Leo dan Zita pergi ke kamar Kayla dan langsung masuk.

__ADS_1


"Idih... Yang ntar lagi mau menikah. Selamat ya Kevin. Selamat ya, Kayla. Akhirnya, pengorbanan selama ini nggak sia-sia." Kata Leo lalu tersenyum sambil menepuk pundak Kevin.


"Terus, rencana mau diadakan di gedung mana?" Tanya Leo.


"Rencanaku, kami menikah di taman belakang rumah ku aja dengan tema Cinta Sejati dan mengundang hanya beberapa orang aja. Sayang setuju nggak dengan rencana ku?" Tanya Kevin sambil melihat ke arah Kayla.


"Iya, Sayang. Aku setuju." Kata Kayla lalu tersenyum.


"Mulai besok kita mempersiapkan semuanya karena mamaku dan Kayla beberapa hari lagi keluar dari rumah sakit." Kata Kevin, bahagia.


"Oke. Kalau begitu, kami pulang dulu ya."


"Oke. Terima kasih ya. Hati-hati di jalan." Kata Kevin.


Leo dan Zita pergi meninggalkan mereka.


*****


Keesokan harinya Kevin dan Egi mulai sibuk mengurus persiapan pernikahan Kevin dan Kayla. Setelah beberapa hari dirawat akhirnya Wina dan Kayla keluar dari rumah sakit dan langsung menuju apartemen Kevin.


"Mama dan Papa mau ikut sekalian untuk memilih pakaian pengantin kami."


"Boleh tapi jangan terlalu lama biar mama dan Kayla tidak lelah karena lusa sudah acara pernikahan kalian." kata Wina.


"Iya, Ma. Aku tahu itu." Kevin belok ke arah butik.


Akhirnya, mereka tiba di butik langganan Zita.


"Silakan masuk. Ada yang bisa kami bantu?" tanya karyawan butik.


"Kami sudah janji dengan Mas Ivan." kata Kevin.


"Oh, ini Pak Kevin ya." kata karyawan butik.


"Iya, Mbak." kata Kevin.


"Pak Kevin sedang ditunggu. Mari..." Karyawan butik itu mengantar ke ruangan Ivan.


"Permisi, Pak. Ini ada Pak Kevin." kata karyawan butik.


"Silakan masuk. Silakan pilih pakaian pengantinnya. Temanya apa ya?" tanya Ivan.


"Cinta Sejati." kata Kevin.


"Wow... Cinta Sejati. Nah, yang ini sangat cocok dan ini limited edition." kata Ivan lalu memberikan pada Kevin dan Kayla. Lalu Ivan memanggil karyawannya untuk membantu Kayla memakai gaun pengantinnya. Setelah gaunnya Kayla pakai Kayla berjalan keluar kamar ganti.


"Wow... Perfect." kata Ivan lalu tersenyum.


Wina yang melihatnya kagum. "Kamu sangat cantik Kayla." kata Wina sambil tersenyum.


"Terima kasih, Bu." Kayla lalu tersipu malu.


"Jangan panggil ibu, mulai sekarang panggil mama ya." kata Wina.


"Baik, Ma." ucap Kayla.


Kevin pun terlihat sangat tampan memakai pakaian pengantinnya. Lalu mereka kembali mengganti dengan pakaian mereka.


"Bagaimana Mas Kevin, Apakah cocok dengan pakaian pengantin tadi atau mau mencoba yang lain?" tanya Ivan.


"Bagaimana Sayang?" tanya Kevin.


"Yang tadi saja, aku suka tapi terserah Sayang kalau mau mencoba yang lain." kata Kayla.


"Ya sudah, kalau Sayang pilih yang tadi. Aku setuju." kata Kevin.


"Mas Ivan, kami pilih yang tadi saja." kata Kevin.


"Baik, Mas. Kapan acara pernikahannya, Ma?"


"Lusa. Ini alamat rumah saya." kata Kevin sambil memberikan kartu namanya.


"Terima kasih, Mas."


Mereka kembali ke apartemen. Kevin menelepon Egi.


"Halo, Egi. Besok datang ya bersama Nita dan ibu karena acara pernikahanku lusa."


"Oke. Kami pasti datang."


"Terima kasih." Kevin mengakhiri teleponnya.


Keesokan harinya Egi, Nita dan Renna telah tiba di M.


Waktu yang di nantikan telah tiba. Kevin dan Kayla akhirnya menikah.


"Kayla Kevya, terima kasih telah memberiku cinta yang begitu besar dan terima kasih untuk cinta yang tumbuh dengan subur di dalam hatiku karena dirimu. Aku akan mencintaimu, membahagiakanmu dan menjagamu dalam suka dan duka, dalam susah dan senang sampai maut memisahkan kita." Ikrar Kevin sambil memasukkan cincin ke jari manis Kayla.


"Kevin, terima kasih sudah mencintai aku dengan tulus dan ikhlas dari hatimu, Aku akan membahagiakanmu dan menjagamu dalam suka dan duka, dalam susah dan senang, aku akan mencintaimu sampai mati." Ikrar Kayla sambil memasukkan cincin ke jari manis Kevin.


*****

__ADS_1


__ADS_2