Cinta Mati Kayla

Cinta Mati Kayla
Ungkapan Cinta


__ADS_3

Setelah beberapa bulan sering bersama, Kayla menjadi dekat dengan Aldo. Baru kali ini Kayla merasa nyaman bila berada di dekat cowok dan Aldo pun demikian. Dari sekian banyak cowok yang Kayla kenal dan dekat, Aldo yang mampu meluluhkan hati Kayla.


Aldo dan Egi mengantar Kayla dan Nita ke fakultas ekonomi. Setelah Aldo dan Egi pergi, Nita menggoda Kayla.


“Aldo sudah atau belum menyatakan cintanya ke kamu?“ tanya Nita, penasaran.


“Apaan sih..“ Kayla tersipu malu.


“Betah banget sih kamu dengan status jomblomu. Cuma kamu loh yang belum pernah pacaran.“ kata Nita.


“Aku enggak peduli." kata Kayla, sedikit sebal.


Kayla mendesah.


“Maaf... Kalau kamu tersinggung.“ Nita memasang wajah sedih.


“Santai saja...“ Kayla tersenyum.


“Aldo orangnya baik, cakep dan cerdas. Yang paling penting dari semua itu Aldo begitu peduli dan perhatian denganmu. Aku dan Egi sangat setuju kalau kamu jadian dengannya.“ kata Nita lalu tersenyum.


Ponsel Nita berbunyi. Nita mengambil ponsel dari dalam tasnya.


“Halo Sayang... Kami ada di taman kampus. Oke, kami tunggu.“ Nita menutup ponselnya.


Setelah beberapa menit, Egi dan Aldo sudah tiba di taman kampus.


“Yuk, nanti malam kita ke bioskop, ada film terbaru yang seru.“ ajak Nita.


“Nggak Sayang, aku ingin hangout berdua aja dengan kamu.“ Egi melihat Nita dan mengedipkan matanya. Nita langsung mengerti.


“Oh iya, sudah lama ya Sayang kita nggak hangout berdua.“ Nita tersenyum.


“Maaf ya, kami pulang duluan ya. Maklum,mau siap-siap malam mingguan." kata Nita sambil tersenyum lalu menarik tangan Egi.


Lalu mereka meninggalkan Kayla dan Aldo.


“Mau enggak kamu makan malam denganku?” Tiba-tiba Aldo mengajak Kayla makan malam.


Kayla kaget mendengar ajakan Aldo. Aldo melihat ekspresi wajah Kayla. Aldo menjadi deg-degan tapi dia tetap memberanikan dirinya tuk mengulangi ajakannya.


“Kayla, mau nggak kamu makan malam denganku?“ kata Aldo, penuh harap.


Kayla tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


Aldo tersenyum bahagia melihat Kayla menerima ajakannya.


“Ntar malam ya aku jemput ke rumah kamu jam 7.“ kata Aldo lalu tersenyum.


“Iya...“ Kayla menganggukkan kepalanya.


Lalu Aldo mengantar Kayla pulang.


*****

__ADS_1


Menjelang jam 7 malam Kayla semakin kebingungan memilih baju yang akan dia pakai untuk makan malam dengan Aldo. Kayla hanya memiliki satu gaun dan itu pun belum pernah dia pakai sejak diberikan oleh mamanya sebagai kado ulang tahunnya saat tiga tahun yang lalu. Renna ternyata memperhatikan sikap putrinya. Renna tersenyum sambil menghampiri Kayla.


“Apakah kamu perlu bantuan mama, Sayang?” Renna tersenyum melihat Kayla.


“Iya Ma... Aku cocok pakai baju yang mana ya?” Kayla menunjukkan ke arah beberapa baju yang sudah dia pilih.


Kayla mendesah merasa putus asa.


Renna tersenyum, lalu memilih gaun Kayla yang belum pernah dipakainya, gaun itu berwarna merah marun.


“Pakai gaun ini aja, bagus kok dan cocok untukmu.” Renna mendekatkan gaun tersebut ke tubuh Kayla.


“Tuh kan cocok denganmu.” Renna tersenyum.


Lalu Kayla memakai gaun yang dipilih mamanya.


“Wow... Cantik sekali anakku.” Renna tersenyum bangga lalu membantu Kayla merapikan gaun yang dipakai Kayla.


“Akh... Mama terlalu berlebihan memujiku.” Kayla tersipu malu.


“Siapa sih yang sudah berhasil meluluhkan hati anakku?”


“Memangnya mau makan malam dengan siapa?” tanya Renna penasaran sambil menyisir rambut Kayla.


“Ntar aku kasih tahu kok ke mama.” jawab Kayla, tersenyum.


Tepat jam 7 malam Aldo sudah sampai di depan rumah Kayla. Dia menekan bel yang ada di samping pintu. Kayla mendengar bunyi bel tersebut lalu menuju pintu diikuti oleh Renna. Kayla membuka pintu dan melihat Aldo di hadapannya.


"Nah, ini dia orangnya." kata Kayla lalu melihat ke arah Renna.


"Selamat malam juga, Nak Aldo." Renna tersenyum.


“Maaf Tante, saya izin mau ajak Kayla makan malam.” Aldo meminta izin ke Renna dan berharap dalam hatinya diizinkan.


“Boleh tapi tolong jaga Kayla dan jangan pulang sampai larut malam ya.” pesan Renna kepada Aldo.


“Iya Tante, saya pasti jaga Kayla dan sebelum larut malam Kayla sudah saya antar pulang.” jawab Aldo.


“Tante, kami pergi dulu ya.” Aldo pamit


“Ma, kami pergi dulu ya.” Kayla pamit sambil mencium tangan mamanya.


“Iya, hati-hati.” ucap Renna


Selama di perjalanan Aldo selalu melirik ke arah Kayla dan ketika mereka saling beradu tatapan, Kayla langsung tertunduk malu. Aldo tersenyum melihat Kayla.


“Kamu cantik. Tuk pertama kalinya aku melihat rambutmu tergerai. Cantikmu alami tanpa polesan make up.” ucap Aldo kagum.


“Terima kasih tapi aku merasa biasa-biasa aja kok.” Kayla tersipu malu.


“Aku serius. Lagian yang menilai kita orang lain bukan kita sendiri.” Aldo tersenyum sambil melirik ke arah Kayla.


Akhirnya mereka tiba di suatu tempat yang begitu indah. Kayla melihat lampu warna-warni yang menghiasi tempat tersebut. Ada meja yang dihiasi dengan lilin dan di atasnya telah tersedia beberapa makanan dan minuman.

__ADS_1


"Silakan duduk, Kayla." Aldo mempersilakan Kayla duduk lalu Aldo duduk di hadapan Kayla.


Kayla dan Aldo menyantap hidangan yang ada di atas meja. Setelah selesai menyantapnya, Aldo menuangkan minuman anggur ke gelas Kayla dan memberikannya ke Kayla.


“Silakan diminum, Kayla.” Aldo memberikan gelas yang berisi minuman anggur.


“Maaf, aku nggak minum anggur. Terima kasih.” Kayla menolak halus.


“Oh, maaf... Aku nggak tahu.” ucap Aldo dengan nada menyesal.


“Nggak apa-apa.” Kayla tersenyum.


Aldo mendesah... Dia menarik napas dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan. Hatinya semakin deg-degan karena dia ingin mengatakan cintanya kepada Kayla.


“Aku harus bisa...” gumam Aldo.


Aldo memberanikan diri menggenggam tangan Kayla yang kebetulan tangan Kayla berada di atas meja. Kayla kaget dan spontan dia menarik pelan tangannya namun Aldo bisa menahannya sehingga tangan Kayla masih ada dalam genggamannya.


“Kayla, aku minta maaf kalau aku lancang tapi aku nggak bermaksud begitu.”


“Dari pertama aku melihatmu, aku menyukaimu dan setelah kita sering bersama aku menyadari kalau aku benar-benar menyukaimu. Aku mencari informasi tentang dirimu dari Egi dan Nita, sahabatmu. Aku jadi lebih yakin kalau aku jatuh cinta padamu. Kayla, maukah kamu jadi pacarku?” ucap Aldo dengan penuh harap.


“Iya...” Kayla mengangguk lalu tersenyum.


Aldo terlihat sangat bahagia dan langsung memeluk Kayla.


“Terima kasih, Kayla. Aku sangat bahagia.” Aldo kembali memeluk Kayla.


Tiba-tiba Egi dan Nita muncul lalu memberikan selamat kepada Kayla dan Aldo sambil tersenyum.


“Selamat ya, Kayla atas statusmu yang baru, bukan jomblo lagi.” Nita tersenyum lalu memeluk Kayla.


Kayla tersipu malu dan merasa heran mengapa Nita dan Egi tiba-tiba ada di tempat itu.


“Tunggu... Mengapa tiba-tiba kalian sudah ada di sini? tanya Kayla heran.


Aldo menghampiri Egi dan Nita. “Terima kasih atas bantuan dan doa kalian. Akhirnya aku bisa menyatakan perasaanku pada Kayla.”


Aldo kembali menghampiri Kayla. “Maafkan aku, Kayla. Aku yang meminta bantuan mereka untuk menyiapkan semua ini.” ucap Aldo.


“Aku kok nggak dikasih tahu sih.” Kayla sedikit sebal sambil melihat ke arah Nita.


“Maaf, kalau aku kasih tahu ntar nggak jadi kejutan dong dan kamu juga pasti menolak.” ucap Nita lalu tersenyum.


Kayla tersipu malu.


Egi dan Nita mengucapkan selamat kepada Aldo karena perjuangannya tidak sia-sia.


Flashback


Sewaktu Egi dan Nita pergi meninggalkan Kayla dan Aldo di taman kampus ternyata Egi dan Nita pergi mempersiapkan semuanya termasuk merekam semua yang telah berlangsung. Aldo menelepon Egi ketika Aldo tiba di rumah Kayla dan memberitahukan mereka akan tiba paling lama 15 menit lagi.


Akhirnya, Aldo dan Kayla resmi pacaran.

__ADS_1


*****


__ADS_2