
Seminggu kemudian
Nita akan mengadakan meeting di kota M dan Nita mengatakannya pada Kayla.
“Kayla, aku minta maaf ya untuk sementara aku enggak bisa menemani dan membantu kamu karena aku ada meeting beberapa hari di kota M.” kata Nita.
“Aku boleh ikut? Kevin tinggal di sana dan aku ingin mencarinya karena aku merasa akan terjadi sesuatu terhadap hubungan kami.”
“Baiklah, kalau kamu mau ikut tapi kamu harus minta izin dulu ke ibu.”
“Iya. Aku pergi dulu menemui mama.”
Kayla tiba di ruangan tempat dia terbaring lemah tak berdaya, dia melihat mamanya sedang shalat dan mendoakan dirinya. Selesai Renna shalat Kayla menghampiri Renna dan menceritakan semuanya.
“Ma, boleh ya aku ikut Nita ke kota M agar aku bisa bertemu langsung dengan Kevin.” kata Kayla, penuh harap.
“Iya tapi harus hati-hati di sana.”
“Iya, Ma. Tolong jagain tubuhku ya, Ma.”
“Iya, Sayang.” jawab Renna.
Keesokan harinya Nita berangkat ke kota M, Kayla ikut bersama Nita dan Egi mengantar mereka ke bandara.
“Hati-hati dan baik-baik di sana ya, Sayang.” kata Egi lalu mencium kening Nita.
“Kayla, tolong jagain Nita ya. Kasih tahu ya kalau dia nakal di sana.” kata Egi, bercanda.
“Iya, tenang saja pasti aku jagain kok.”
Dari kota J ke kota M membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima jam. Nita dan Kayla tiba di kota M. Mereka langsung menuju hotel yang dekat dengan lokasi meetingnya untuk beristirahat karena Nita harus meeting keesokan paginya.
Sekitar pukul 9 pagi Nita berangkat ke tempat rapat diadakan dan Kayla mengikuti Nita. Dua jam berlalu rapat pun selesai. Nita pergi ke sebuah restoran yang tidak jauh dari tempat rapat tadi untuk makan siang. Ketika Nita hendak keluar Nita bertabrakan dengan seorang cowok yang hendak masuk ke restoran tersebut.
“Maaf.” kata Nita sambil tersenyum.
“Saya juga minta maaf.” kata cowok itu sambil tersenyum.
Kayla memperhatikan cowok tersebut dan hatinya merasa seperti tidak asing dengan wajah cowok tersebut.
“Nita, tunggu sebentar. Wajah cowok tadi seperti enggak asing bagiku. Hatiku merasa kalau dia adalah Kevin.” kata Kayla, penasaran sambil melihat ke arah cowok itu.
“Cowok yang mana?” tanya Nita.
“Cowok yang tadi enggak sengaja kamu tabrak.” jawab Kayla sambil menunjuk ke arah cowok itu.
“Kamu tunggu sebentar ya, aku mau masuk untuk memastikannya.” kata Kayla.
Lalu Kayla kembali masuk ke dalam restoran tersebut. Tidak begitu lama ada seorang cowok menghampiri cowok tersebut.
“Hai, Kevin. Sudah lama menunggu?” sapa cowok yang tadi menghampiri Kevin.
__ADS_1
Ketika mendengar nama Kevin disebut Kayla merasa deg-degan, dia sangat senang sekali bisa bertemu dengan Kevin meski cuma rohnya.
“Hai juga Leo.” Kevin membalas sapaan Leo.
Kevin dan Leo berbincang-bincang dan Kayla pergi keluar untuk memberitahukan Nita tentang hal itu.
“Nita, ternyata cowok yang kamu tabrak tadi adalah Kevin. Aku bahagia banget karena akhirnya aku bisa bertemu Kevin, cowok yang sangat aku cintai.” Kayla terlihat sangat bahagia.
“Aku juga ikut bahagia melihat kamu bahagia. Aku akan terus mendukungmu, Kayla asalkan itu bisa membuatmu bahagia.” kata Nita lalu tersenyum.
Sebagai sahabat Nita sangat peduli dengan Kayla, mereka sudah saling menyayangi seperti saudara kandung.
“Terima kasih, Nita. Aku mau bersama Kevin dulu ya biar aku tahu Kevin tinggal di mana.” kata Kayla dengan penuh semangat.
“Iya, kamu hati-hati ya.” ucap Nita.
“Iya, kamu juga hati-hati ya.” ucap Kayla
Mereka berpisah, Nita menuju hotel karena dia merasa lelah dan ingin istirahat sedangkan Kayla kembali masuk ke dalam restoran tadi lalu duduk di dekat Kevin. Kayla merasa seperti mimpi bisa duduk di dekat Kevin dan bisa melihat Kevin nyata. Hati Kayla merasa deg-degan saking bahagianya. Kayla mendengarkan obralan Kevin dan Leo.
“Mengapa kamu nggak menerima Lita, dia cantik dan pintar. Kamu khan tahu kalau dia sangat menyukaimu. Apakah kamu harus terus begini menjadi jomblo sejati? Kamu masih mencintai Sarah ya?” tanya Leo.
“Aku sudah enggak mencintai Sarah sejak dia menikah dengan cowok pilihannya. Aku hanya susah saja tuk jatuh cinta dan kamu tahu itu.” jawab Kevin.
“Ya, aku tahu tapi kejadian itu khan sudah lumayan lama. Apakah karena cewek misteriusmu itu? Siapa namanya?”
“Kayla. Bukan karena dia bahkan aku pun belum jatuh cinta dengan dirinya.” jawab Kevin.
Ternyata Kevin menceritakan tentang Kayla kepada Leo, teman dekat Kevin.
“Aku hanya enggak mau kecewa tuk kedua kalinya. Aku juga ingin konsentrasi dengan perusahaan yang dengan susah aku bangun ini. Aku masih ingat bagaimana Sarah dan keluarganya memandangku saat aku masih enggak memiliki apa-apa dan lebih memilih hidup sendiri dengan apa adanya tanpa mengandalkan kekayaan orang tuaku.” lanjut Kevin.
Kayla sangat terharu mendengarkan cerita Kevin tentang masa lalunya dan sekaligus bangga dengan Kevin atas semangatnya untuk sukses. Kayla tambah bersemangat untuk mendapatkan cintanya. Sempat muncul rasa tidak percaya diri Kayla setelah mengetahui ternyata Kevin dari keluarga berada dan Kevin adalah seorang pengusaha muda yang sukses dan memiliki wajah yang sangat tampan serta memiliki tubuh yang sangat maskulin, banyak cewek menginginkannya menjadi pendamping hidupnya tapi karena begitu besar cintanya kepada Kevin, hal itu tidak membuat Kayla patah semangat untuk mendapatkan cinta Kevin.
“Baiklah kalau begitu, aku akan terus mendukungmu. Aku mau kembali ke kantorku karena aku harus mempersiapkan semua bahan untuk meeting besok dengan perusahaan dari J. " kata Leo.
“Wait, tadi kamu bilang dari J?” tanya Kevin, penasaran.
“Iya, emang kenapa?” tanya Leo, heran.
“Aku belum cerita ya kalau Kayla dari kota J. ” kata Kevin.
“Belum. Tapi khan belum tentu salah satu partner kerjaku ini mengenal Kayla atau bahkan adalah Kayla. Iya khan?” kata Leo lalu tersenyum.
“Iya juga sih. Aku cuma teringat kalau Kayla dari J.” ucap Kevin pelan.
Akhirnya mereka berpisah, Leo ke kantornya dan Kevin pulang ke apartemennya.
Entah mengapa Tiba-tiba Kevin ingin chat dengan Kayla tapi dia tidak mau yang pertama chat Kayla, dia lebih baik menunggu. Dia mengecek pesannya dan tidak ada pesan dari Kayla, ada perasaan sedikit kecewa. Kayla yang sedari tadi mengikuti dan memperhatikan Kevin merasa menyesal karena lupa pagi tadi mengirim pesan untuk Kevin. Melihat hal itu, Kayla langsung pergi ke hotel tempat Nita menginap yang jaraknya tidak terlalu jauh dari apatemen Kevin.
Kayla langsung masuk ke dalam kamar Nita karena Kayla sudah memanggil Nita dan tidak ada jawabannya.
__ADS_1
“Pantes dipanggil-panggil enggak menyahut ternyata lagi tidur toh.” gumam Kayla sambil melihat ke arah Nita.
Lalu Kayla mengambil ponselnya dari dalam tasnya dan mulai chat dengan Kevin.
chat dari aplikasi ponsel
"Hai Sayang. Sayang lagi apa?”
Kevin yang hampir tertidur mendengar suara pesan masuk langsung mengambil ponselnya dan dalam sekejap rasa kantuk Kevin hilang saat membaca pesan dari Kayla.
“Hai juga. Aku lagi santai aja.”
“Lagi di rumah atau di luar?”
“Aku lagi di rumah, lagi tiduran saja.”
“Oooo... Sayang."
“Iya...”
“Aku peluk, boleh?” tanya Kayla
“Boleh, aku peluk ya.”
Tidak tahu kenapa terkadang Kevin merasakan seperti nyata memeluk Kayla namun otaknya berusaha mengendalikan hatinya sehingga logika mengusai perasaannya.
“Sayang, aku pengen banget peluk Sayang dalam nyata bukan khayalan.”
"Iya, suatu hari kita pasti bertemu dalam nyata dan aku akan peluk kamu lama.”
“Terima kasih, Sayang. Jangan pernah tinggalin aku ya. Aku takut kehilangan Sayang.”
“Santai saja. Aku enggak tinggalin kok dan aku akan temani kamu.”
“Sungguh? Aku enggak tahu nanti harus cari ke mana kalau Sayang menghilang. Jangan pernah ganti nomor ponselnya ya, Sayang.”
"Iya. Kalau nomorku hilang aku bisa kok mencari kamu. Khan kita sehati.”
“Sayang sudah maksi?”
“Sudah dong. Kalau kamu udah makan?”
“Sudah.”
“Ya sudah. Aku mau siap-siap dulu ya karena sebentar lagi aku mau keluar.”
“Iya. Sayang hati-hati di jalan ya dan baik-baik di sana ya.”
“Iya. Kamu juga baik-baik di sana."
“Iya Sayang. I love you." balas Kayla di akhir chatnya.
__ADS_1