Cinta Mati Kayla

Cinta Mati Kayla
Peringatan Untuk Silvi


__ADS_3

Nita bangun pagi sekali karena dia harus menyiapkan semua keperluan untuk rapatnya nanti. Nita bergegas hendak pergi ke tempat rapat dan Kayla memberitahukan kepada Nita kalau dia hendak pergi ke kantor Kevin.


“Nita, aku mau pergi ke kantor Kevin karena ada seseorang di sana ingin mengambil Kevin dariku.” kata Kayla.


“Iya, kamu hati-hati ya.” ucap Nita sambil menyiapkan keperluan rapatnya.


“Kamu juga hati-hati ya. Semoga meetingnya sukses.” kata Kayla.


Nita pergi ke tempat rapat dan Kayla pergi ke kantor Kevin. Saat tiba di kantor Kevin, Kayla melihat Silvi hendak menggoda Kevin namun diurungkan niatnya karena ponsel Kevin berbunyi.


“Halo, Kevin. Ntar malam ada acara atau nggak?” tanya Zita di ujung ponselnya.


“Ada, Leo mengajakku makan malam.” jawab Kevin.


“Oh.... Oke deh.” kata Zita lalu mengakhiri teleponnya.


Silvi menghampiri Kevin lalu memberikan laporan yang harus Kevin tanda tangani. Silvi duduk menyilangkan kakinya agar roknya naik dan paha mulusnya kelihatan tapi Kevin tidak mempedulikannya. Silvi pergi ke ruangannya dengan rasa kecewa padahal dia sengaja berpenampilan seksi agar Kevin tergoda tapi Silvi tidak putus asa karena dia masih banyak cara untuk mendapatkan Kevin. Kayla tidak suka Silvi berniat mengambil Kevin darinya. Kayla mencari cara untuk memberi Silvi peringatan agar Silvi tidak mendekati Kevin lagi.


Di dalam ruangannya, Silvi terkejut saat melihat laptopnya menyala sendiri dan ada tulisan “JANGAN COBA-COBA MENDEKATI KEVIN”, Silvi langsung berpikiran kalau itu ulah suruhan Zita.


“Siapa kamu? Mengapa kamu melarang aku mendekati Kevin?” Silvi memberanikan dirinya.


Kayla tertawa dan itu sempat membuat Silvi ketakutan tapi dia tetap berusaha melawan rasa takutnya. Kayla pergi dari ruangan Silvi, Silvi melihat pintu terbuka dan tertutup sendiri.


Kayla menuju ke ruangan Kevin. Kayla melihat Kevin lalu melihat ke arah jam sudah menunjukkan pukul 10.15.


Kayla menghampiri Kevin lalu mencium pipi Kevin, Kevin merasakan ada yang menyentuh pipinya tapi bukan rasa takut yang dirasakan hatinya melainkan rasa senang dan Kevin bertanya dengan dirinya sendiri mengapa hatinya tiba-tiba merasakan sesuatu yang buat dia senang namun Kevin kembali menepis perasaannya karena logika kembali mengusai hatinya.


Di ruangan Silvi, Silvi bersungut-sungut.


“Ternyata Zita menggunakan cara seperti ini. Baiklah kalau seperti ini caramu, Zita aku pun bisa” Silvi bicara sendiri sambil menyelesaikan kerjaan kantornya.


Kayla pergi ke tempat di mana Nita mengadakan rapat, dia menunggu sampai Nita selesai rapat. Setelah selesai rapat Kayla menghampiri Nita yang sedang mengobrol dengan Leo. Kayla mendengarkan obrolan mereka.


“Meeting sudah selesai dan semoga kerja sama kita sukses ke depannya.” Leo membuka percakapan dengan Nita.


“Iya. Semoga kerja sama kita sukses ke depannya sesuai harapan. Terima kasih, Anda sudah mau bekerja sama dengan perusahaan kami.” kata Nita lalu tersenyum.


“Sama-sama. Saya juga mengucapkan terima kasih karena Anda berkenan berkerja sama dengan perusahaan kami.” kata Leo.


“By the way, apakah Anda ada waktu karena saya ingin mengundang Anda makan malam." tanya Leo.


Kayla mencolek lengan Nita agar Nita menerima tawaran Leo.


“Baiklah, saya terima tawaran Anda.” Nita tersenyum.

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu. Saya jemput Anda jam 7 malam.” Leo tersenyum.


"Oke. Saya menginap di hotel S."


"Oke." kata Leo.


Kayla melihat Leo akan segera pergi, Kayla langsung pamit dengan Nita untuk mengikuti Leo ke kantor Kevin karena Kayla mempunyai firasat buruk yang akan terjadi dengan Kevin.


Leo langsung menuju ke kantor Kevin dan Kayla mengikuti Leo. Leo sengaja tidak menelepon Kevin karena dia ingin memberikan surprise. Leo mencari ke ruangan Kevin dan langsung masuk karena kebetulan pintu tidak tertutup rapat. Leo melihat Silvi sedang memegang tangan Kevin, Silvi menggoda Kevin dan Kevin diam saja padahal yang Leo tahu Kevin tidak seperti itu. Leo merasa ada sesuatu yang aneh terhadap Kevin. Kayla juga melihatnya dan Kayla juga sudah merasakannya. Kayla masuk ke dalam ruangan Kevin dan langsung menampar pipi Silvi yang hendak mencium bibir Kevin lalu menepuk pundak Kevin agar Kevin sadar. Silvi telah menghipnotis Kevin. Leo terkejut dengan semua yang baru dia lihat.


Di dalam hatinya, Silvi marah dan yang terlintas di otaknya semua adalah perbuatan Zita. Silvi langsung pergi meninggalkan ruangan Kevin saat Kevin mulai sadar. Silvi terkejut saat membuka pintu di hadapannya ada Leo. Kevin melihat Leo bengong di dekat pintu.


“Leo....” Kevin memanggil Leo tapi Leo tetap bengong. Lalu Kevin menghampiri Leo dan menepuk pundak na.


“Hai... Mengapa bengong, seperti habis lihat hantu aja.” Memang apa yang sudah terjadi sampai kamu bengong gitu?” Kevin bingung dengan sikap Leo.


“ Oh iya... Nggak ada apa-apa kok cuma sedikit kaget aja lihat Silvi berpenampilan seksi begitu.” Leo tidak menceritakan yang sebenarnya karena Leo tidak mau Kevin mengetahui apa yang sudah terjadi.


Banyak pertanyaan yang bermunculan di otak Leo tentang kejadian tadi dan Leo belum bisa menemukan jawabannya dan Kayla mengetahui hal itu.


“Tumben ke sini nggak telepon aku dulu, emang ada apaan? Bukannya kamu bilang sore akan jemput aku?”


“Iya sih tapi aku mau ubah rencana.”


"Aku juga mengajak rekan bisnisku makan malam bareng kita. Nggak apa-apa Khan. Ntar kita bisa tanya tentang kota J dan syukur-syukur kalau dia kenal dengan cewek khayalanmu itu.” Leo, tersenyum.


“Nggak mungkinlah dia kenal dengan Kayla, memangnya kota J kecil sekecil daun kelor.” Kevin ikutan tersenyum.


“Khan siapa tahu aja.” Padahal Leo berbohong dan berniat mendekatkan Kevin dengan Zita.


Dia melakukan hal itu dan tidak memberitahukan juga kalau Leo mengajak Zita ikut serta agar Kevin mau ikut bersamanya.


“Iya juga sih, siapa tahu kebetulan dia mengenal Kayla. Thank you, Bro.” Kevin menepuk pundak Leo sambil tersenyum.


"Nanti malam jam 7 kamu langsung ke kafe X dan kita bertemu di sana."


"Oke... " kata Kevin


Setelah mendengar obrolan Leo dan Kevin. Kayla mencari Silvi karena dia ingin membuat perhitungan dengan apa yang sudah dia lakukan terhadap Kevin. Kayla melihat Silvi di kantin kantor dengan dua orang cowok, sepertinya Silvi merencanakan sesuatu. Kayla melihat Silvi berbisik lalu memberikan uang kepada kedua orang tadi.


“Usahakan kalian berhasil. Ini uang mukanya, nanti kalau berhasil akan aku tambah.”


Kayla mengikuti Silvi sampai selesai jam kantor. Silvi mengambil ponselnya lalu menelepon salah satu suruhannya.


"Leo akan pergi. Ikuti dia dan jangan sampai jejaknya hilang. Segera beri aku laporannya." perintah Silvi.

__ADS_1


Leo dan Kevin pulang bersama tapi di persimpangan Leo berbelok ke arah apartemen Zita dan Kevin pulang ke apartemennya. Kayla ikut dengan Leo. Leo tidak sadar kalau dia sedang diikuti oleh orang suruhan Silvi. Kayla mengetahuinya tetapi Kayla tidak berbuat apa-apa karena dia ingin tahu tentang rencana Leo dan Zita nanti malam. Kayla juga ingin tahu apa yang akan dilakukan orang suruhan Silvi tersebut.


Leo tiba di apartemen Zita lalu Leo mengetuk pintu. Sedangkan salah satu suruhan Silvi menelepon Silvi untuk memberikan laporan.


"Bos, Leo ternyata ke rumah Zita." lapor suruhan Zita.


"Baiklah, kalian boleh pulang." perintah Silvi.


Zita mendengar suara ketukan pintu lalu membuka pintu. Zita melihat Leo.


“Masuk." Zita mempersilakan Leo masuk. Lalu Leo masuk.


"Apakah makan malamnya ntar jadi?” tanya Zita.


" Jadi, hanya aja aku sekalian mengundang rekan bisnisku karena besok atau lusa dia akan pulang."


"Nanti malam jam 8 kamu langsung ke kafe X ya, kita bertemu disana."


Leo juga tak lupa menceritakan tentang apa yang akan dilakukan Kevin ntar malam.


“Zita, aku ingin kamu tahu kalau Kevin pernah berkenalan dengan seorang cewek dari salah satu aplikasi pertemanan yang sampai saat ini dia masih berhubungan dan sepertinya Kevin mulai menyukai cewek khayalannya. Rekan bisnisku yang bernama Nita ini juga berasal dari kota J. Nanti malam Kevin ingin bertanya-tanya tentang kota J dan seterusnya bertanya tentang Kayla yang siapa tahu dia mengenalnya. Kalau dia tidak mengenalnya aku tidak ingin Kevin hidup dengan khayalannya tapi kalau dia mengenalnya berarti Kayla adalah saingan terberatmu untuk mendapatkan Kevin."


“Kamu harus bisa menghalangi Kevin mengobrol dengan Nita dan aku pun akan melakukan hal yang sama.”


“Baiklah. Aku pamit pulang dulu.” Leo pamit lalu pergi.


“Ya, Terima kasih. Hati-hati di jalan.”


Leo pulang dan Kayla mengikutinya. Setelah tiba di persimpangan Kayla pergi menuju hotel. Kayla melihat Nita sedang berbicara di ponselnya dan sepertinya dia sedang berbicara dengan Egi.


“Iya Sayang, lusa aku baru pulang. Iya. I miss you.” Nita mengakhiri percakapannya dengan Egi.


Nita melihat Kayla sudah tiba di hotel dan menghampiri Kayla yang sedang duduk di sofa yang ada di kamar hotel.


“Ada apa Kayla, sepertinya kamu sedang sedih?” tanya Nita.


“Ternyata Leo tidak mendukung hubunganku dengan Kevin, dia malah mendukung Zita teman kuliahnya dulu."


"Jangan bersedih, Leo bersikap begitu karena dia belum mengenalmu." Nita berusaha menghibur Kayla.


"Iya, Nita. Terima kasih." kata Kayla.


“Siip.... “ kata Kayla. Lalu Nita masuk ke kamar dan tidur.


*****

__ADS_1


__ADS_2