Cinta Mati Kayla

Cinta Mati Kayla
Rencana yang gagal


__ADS_3

Kevin tiba di apartemennya. Dia langsung masuk ke dalam kamarnya lalu menyalakan laptopnya, dia memandangi foto Kayla.


"Kayla, apakah kamu baik-baik saja di sana? Aku mulai merindukanmu." Kevin mendesah.


Dia mencoba memejamkan matanya agar bisa tidur namun tidak bisa, perkataan Leo yang tadi masih terngiang di telinganya.


Kayla sedih melihat Kevin, Kayla mengambil ponselnya dengan perlahan agar Kevin tidak tahu. Kayla mulai mengetik puisi untuk Kevin lalu mengirimnya.


"Ku tak menyapa


bukan berarti aku lupa


Ku tak ada


bukan berarti aku menghilang


Sayang...


Meski hadirmu dalam khayal


tapi cinta yang ku rasa


sungguh nyata untukmu.


Bila ada jeda dalam kisah kita


ingatlah aku disini


selamanya mencintaimu."


Saat ada nada pesan masuk Kevin langsung membuka ponselnya dan membaca pesan dari Kayla. Kevin tersenyum, kini hatinya kembali tenang karena Kayla baik-baik saja di sana. Kevin pun bisa tertidur pulas.


*****


Seperti biasa Kevin selalu yang pertama datang ke kantor tapi hari ini Silvi sudah ada di kantor sebelum Kevin tiba. Silvi melihat Kevin tiba di kantor, dia sengaja berdiri di depan pintu ruangannya karena dia ingin menyapa Kevin.


"Selamat pagi, Pak." sapa Silvi lalu tersenyum.


"Selamat pagi juga, Silvi. Bagaimana keadaan mama kamu?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Mama saya sudah baikan, Pak." jawab Silvi berbohong.


"Syukurlah kalau mama kamu udah baikan?" kata Kevin lalu kevin masuk ke ruangannya.


Kayla yang dari tadi mengikuti Kevin merasa curiga akan sikap Silvi, dia merasakan kalau Silvi merencanakan sesuatu terhadap Kevin. Kayla mengikuti Silvi. Silvi menuju dapur kantor dan membuat teh yang dia bawa dari daerah gunung K sebagai oleh-oleh darinya. Silvi menyeduh teh tersebut dan tak lupa dia memasukan cairan yang diberikan oleh dukun itu kemudian membawanya ke ruangan Kevin. Kayla melihatnya.


"Pak, ini saya buatkan teh untuk Bapak, tehnya saya bawa dari kampung saya sebagai oleh-oleh untuk Bapak. Semoga Bapak menyukainya." kata Silvi sambil meletakan teh yang diseduhnya dan teh yang masih terbungkus di atas meja kerja Kevin.


"Terima kasih." kata Kevin.


"Silakan diminum, Pak." kata Silvi sambil mengangkat cangkir teh miliknya.


Ketika Kevin hendak meminum teh miliknya tiba-tiba Kayla menepis cangkir Kevin hingga cangkirnya jatuh dan tehnya tumpah, Kevin tidak jadi meminumnya. Kevin sangat terkejut dengan apa yang barusan terjadi. Dia merasa seperti ada seseorang yang menepis cangkirnya padahal tak ada seorang pun di dekatnya kecuali Silvi. Silvi yang melihat kejadian tersebut sangat marah.


"Ini pasti ulah suruhan Zita. Aku pasti membalasmu, Zita." kata Silvi dengan sangat marah di dalam hatinya.


"Maaf, tehnya tumpah." kata Kevin sambil mengelap pakaian dan mejanya.


"Nggak apa-apa kok, Pak. Saya akan buatkan lagi tehnya." Sebelum Silvi melangkah Kevin langsung menolaknya.


"Nggak usah, terima kasih." kata Kevin.


Silvi menuju ke ruangannya. Silvi mengambil ponselnya lalu menelepon dukun tersebut karena sebelum pulang kemarin dukun tersebut memberikan nomor ponselnya kepada Silvi.


"Itu bukan suruhan Zita tapi itu adalah roh dari wanita yang dicintai pemuda itu."


Silvi belum selesai menelepon Kayla datang ke ruangan Silvi. Kayla sangat marah dan menghampiri Silvi sambil melemparkan barang-barang yang ada di dekatnya. Silvi ketakutan.


"Aku sudah memperingati kamu jangan dekati Kevin tapi kamu tetap mendekatinya dan berusaha dengan cara kotor untuk mendapatkanya." Kayla menampar Silvi hingga terlihat jelas bekas tamparan tangan Kayla di pipi Silvi.


"Kamu sudah membuat aku benar-benar marah."


Silvi tambah ketakutan. Dia baru sadar kalau ponselnya masih terhubung dengan dukun itu.


"Mbah, tolong aku karena dia sangat marah dan dia menyakitiku." Silvi sangat ketakutan.


"Tenang Mbak, saya akan bantu dari sini." kata dukun itu.


Kayla merampas ponsel Silvi dan ketika Kayla melempar ponsel Silvi, Kevin muncul dan dia melihat kejadian itu. Dia sangat heran karena kejadian itu di luar nalar manusia. Kevin teringat dengan apa yang dikatakan Leo.

__ADS_1


Kevin merasa seperti ada yang mengendalikan dirinya, dia langsung menghampiri Silvi "Kamu nggak apa-apa Khan, Silvi?" tanya Kevin sambil menolong Silvi yang sangat ketakutan.


Melihat hal itu Kayla menghentikan apa yang dia lakukan. Dia tahu kalau Kevin dibawah kendali seseorang yang sedang berbicara dengan Silvi di ponselnya tadi. Kayla membiarkan Kevin membawa Silvi ke ruangannya. Silvi merasa sedikit tenang karena Kevin menolongnya dan dia tahu kalau itu karena si mbah. Silvi berusaha menatap mata Kevin tapi tidak bisa karena Kevin selalu mengalihkan pandangannya setiap kali Silvi menatapnya.


"Aku nggak boleh melihat mata Silvi." kata Kevin dalam hatinya karena dia masih ingat dengan pesan Leo.


Di dalam ruangan Silvi.


"Siapapun kamu jangan ikut campur dengan urusanku." kata Kayla dengan marah.


"Aku pasti ikut campur karena dia klien ku. Seharusnya kamu yang tidak ikut campur karena kamu itu roh bukan manusia."


"Aku nggak perduli, aku akan menghancurkan semua orang yang akan mengambil orang yang aku cintai. Dan kamu jangan coba-coba mengganggunya."


"Aku akan membuat perhitungan denganmu. Tunggu saja!" ancam dukun tersebut. Lalu suara itu menghilang.


Kayla masuk ke ruangan Kevin dan melihat Silvi yang berusaha menghipnotis Kevin. Kayla kembali menampar Silvi di hadapan Kevin dan Kevin sangat terkejut tetapi dia merasa tertolong dari Silvi. Silvi kaget dan pergi dari ruangan Kevin.


Kayla menghampiri laptop Kevin yang sedang menyala lalu mengetik kalimat APAKAH KAMU BAIK-BAIK SAJA?. Kevin yang melihat itu kembali sangat terkejut. Lalu Kayla kembali mengetik kalimat MAAF! SUDAH MEMBUAT KAMU TAKUT. AKU NGGAK AKAN MENYAKITIMU. Kevin merasakan seperti tidak asing dengan tulisan itu. Dia berpikir keras dengan hal itu karena tidak mungkin itu Kayla sebab Kayla semalam ada mengirim pesan untuknya berarti dia baik-baik saja di sana. Lalu Kevin menghampiri Silvi ke ruangannya.


"Kalau kamu merasa nggak tenang, lebih baik kamu pulang saja dan beristirahat, nanti Anto yang menggantikanmu." kata Kevin.


"Baiklah, Pak. Saya akan pulang dan beristirahat. Maafkan saya ya, Pak." ucap Silvi, pelan.


"Iya, nggak apa-apa. Kamu minta antar pulang saja sama pak Kasim, supir kantor."


"Iya, Pak. Terima kasih. Saya pulang dulu ya, Pak."


"Iya, hati-hati."


Kevin keluar dari ruangan Silvi lalu menuju ke ruangannya. Kevin menelepon bagian informasi agar meminta pak Kasim untuk mengantarkan Silvi pulang. Kemudian Kevin mengambil ponselnya dari dalam sakunya dan menelepon Leo.


"Halo Leo." kata Kevin di ujung ponselnya.


"Ya Kevin, ada apa?"


"Apakah kita bisa bertemu nanti pas jam makan siang karena ada yang ingin aku ceritakan tentang Silvi."


"Baiklah. Aku tunggu di tempat semalam."

__ADS_1


"Oke." Kevin mengakhiri percakapannya.


*****


__ADS_2