
Malamnya Nita pergi ke kafe yang tidak jauh dari hotel tempat dia menginap dan seperti biasa Kayla mengikutinya. Nita memesan cake dan lemon tea karena Kayla biasa tidak makan berat kalau di malam hari. Ketika sedang asyik menikmati cake yang dia pesan tadi, Nita dan Kayla tidak sengaja mendengar percakapan dua orang cewek yang ada di dekat mereka.
“Kamu serius mau mendekati Kevin?” tanya salah satu cewek tersebut.
“Iya, Dita. Kamu Khan tahu kalau aku udah lama suka dengan Kevin.” kata cewek yang satu lagi.
“Tapi Donna, apakah kamu nggak takut kecewa untuk kedua kalinya karena waktu kuliah dulu kamu udah pernah ditolak Kevin?” kata Dita.
flashback
Donna adalah teman sewaktu Kevin kuliah dulu, dia sangat menyukai Kevin namun Kevin menolaknya, ternyata Donna tidak putus asa karena sampai sekarang Donna masih menyukai Kevin dan akan berusaha mendapatkan Kevin.
“Nggak. Kalau sekarang beda dan aku percaya pasti dia menyukaiku.” kata Donna dengan penuh percaya diri.
"Apapun pasti akan aku lakukan meski harus tidur dengannya yang penting dia menjadi milikku." Donna semakin percaya diri karena sekarang dia memiliki tubuh yang sangat seksi.
"Busyet... Kamu sampai segitunya...? tanya Dita heran.
"Iya..." Donna mendesah.
"Apalagi sekarang dia sudah tajir dari hasil usahanya sendiri buat aku tambah menyukainya." kata Donna lalu tersenyum.
Dita hanya menggelengkan kepalanya lalu menepuk jidatnya sendiri setelah mendengarkan apa yang dikatakan Donna.
Mendengar hal itu, Kayla cemburu dan dia akan menghalangi Donna untuk mendapatkan Kevin. Dalam hati Kayla berjanji akan selalu menjaga cintanya agar tak satu pun yang bisa mengambil darinya. Nita melihat ekspresi wajah Kayla yang tidak senang mendengar percakapan mereka tadi. Ketika mereka hendak pergi Kayla ingin mengikuti mereka, Kayla izin dulu dengan Nita.
“Nita, aku mau mengikuti mereka dan kamu pulang sendiri ya.” kata Kayla.
“Iya tapi kamu jangan sampai melukai mereka ya.” pesan Nita, khawatir.
“Iya, tenang saja. Aku cuma memberikan peringatan agar mereka nggak mendekati Kevin. Kamu pulangnya hati-hati ya." kata Kayla.
"Iya, kamu juga hati-hati dan jangan sampai kebablasan karena cemburu." pesan Nita pada Kayla.
__ADS_1
Nita tidak ingin Kayla melakukan kesalahan yang fatal yang akan merugikan dirinya sendiri dan pada akhirnya menyesal. Lalu Nita pulang.
Kayla mengikuti Dita dan Donna. Di tempat parkir mobil keadaan sangat sepi dan penerangannya juga tidak begitu terang, Kayla terus mengikuti mereka dan tanpa sengaja Kayla menginjak gelas plastik bekas air mineral, Donna dan Dita terkejut mendengarnya. Mereka mempercepat langkah kaki mereka dan Kayla pun melakukan hal yang sama. Donna merasa ada yang mengikuti mereka dan dia melihat ke arah belakang mereka tapi tidak ada siapa-siapa. Dita mempercepat langkahnya agar seiring dengan langkah kaki Donna karena dia mulai merasa ketakutan.
“Donna, apakah kamu merasakan seperti ada yang mengikuti kita?” tanya Dita dengan rasa takut yang semakin menghantuinya.
“Iya tapi aku lihat ke belakang nggak ada siapa-siapa?” jawab Donna, mulai merasa ketakutan.
Mereka semakin mempercepat langkah kaki mereka. Ketika Donna membuka pintu mobilnya Kayla menutupnya kembali dan hal itu dilakukan Kayla hingga dua kali. Donna dan Dita tambah ketakutan sampai keringat dingin.
“Ka ka kamu si si siapa? Mengapa kamu mengganggu ka kami?” Dita terbata-bata karena saking takutnya.
Kayla tertawa.... Donna dan Dita semakin ketakutan. Kayla tidak peduli dengan rasa takut mereka, Kayla terus saja tertawa.
“Kamu mau apa? Mengapa kamu mengganggu kami? Memangnya kami salah apa?” Donna memberanikan dirinya bertanya.
“Salah kalian adalah karena kalian menyukai Kevin dan yang aku minta jangan coba-coba mendekatinya.” kata Kayla dengan nada menakuti.
“Baiklah, kami nggak akan mendekati Kevin lagi.” kata Dita, semakin takut.
Dita mencubit tangan Donna dan Donna langsung menjawab perkataan Kayla tadi.
“Iya, aku nggak akan mendekati Kevin lagi.” kata Donna, ketakutan.
Donna dan Dita cepat-cepat masuk ke dalam mobil dan langsung pergi. Kayla membiarkan mereka pergi.
*****
Sebelum Kayla pulang ke hotel dia mampir ke apartemen Kevin. Dia mencari Kevin ke kamarnya dan dia menemukan Kevin sedang tertidur lalu Kayla melihat ke arah laptop yang masih menyala dan Kayla melihat foto-foto Kayla. Kayla merasa senang ternyata Kevin ada sedikit rasa rindu terhadapnya meski Kevin selalu menutupinya. Kayla mencium kening Kevin dan kemudian pulang ke hotel tempat dia dan Nita menginap.
Nita ternyata belum tidur karena dia khawatir Kayla melakukan sesuatu yang membahayakan Donna dan Dita meski Nita tahu kalau Kayla tidak akan tega melakukanya tapi yang dikhawatirkan Kayla jadi gelap mata karena rasa cemburunya.
“Kayla, apa yang kamu lakukan terhadap mereka?” tanya Nita, penasaran.
__ADS_1
“Aku hanya menakut-nakuti mereka dan memberikan peringatan keras kepada mereka agar nggak mendekati Kevin lagi. Mereka berjanji nggak akan mendekati Kevin lagi.” kata Kayla.
“Oooh.... Syukurlah.” Nita tersenyum tenang.
Paginya Nita siap-siap mau pergi rapat dengan perusahaan tempat Leo bekerja dan Kayla seperti biasa mengikuti Nita.
Di tempat meeting Kayla melihat Leo, Kayla merasa tidak asing dengan wajah Leo. Kayla mengingat-ingatnya di mana dia pernah melihat Leo dan Kayla mulai mengingatnya.
“Dia Khan Leo teman dekatnya Kevin.” gumam Kayla dalam hati.
Kayla menunggu sampai rapat selesai dan akhirnya rapat pun selesai. Kayla menghampiri Nita.
“Setelah ini kamu mau kemana?” tanya Kayla
“Aku mau makan siang dulu baru langsung ke hotel. Aku mau menyiapkan buat meeting besok karena besok hari terakhir aku meeting.” jawab Nita.
“Baiklah. Aku ingin mengikuti Leo agar aku tahu di mana tempat Kevin bekerja. Kamu hati-hati ya.” kata Kayla.
“Iya, kamu juga harus hati-hati. Ingat, jangan sampai melukai orang lain karena rasa cemburumu sebab Kayla yang ku kenal nggak seperti itu." pesan Nita pada Kayla.
"Siap..." kata Kayla.
Kayla melihat Leo pergi meninggalkan hotel tempat meeting tadi diadakan. Kayla mengejar Leo agar tidak ketinggalan. Kayla masuk ke dalam mobil Leo. Leo pergi ke arah kantornya. Saat di perjalanan Leo menelepon Kevin dan mengajak Kevin hangout karena Leo tidak tega melihat sahabatnya selalu sendiri. Leo berencana ingin mengenalkan Kevin dengan teman kuliahnya dulu.
“Halo Kevin. Kamu nanti malam ke mana?” tanya Leo di ujung ponselnya.
“Aku di rumah aja.”
“Kita hangout ke kafe yang ada di dekat kantor kamu ya. Aku jemput jam 5 di kantormu.”
“Iya.”
"Oke kalau begitu.” kata Leo lalu mengakhiri teleponnya.
__ADS_1
*****