
Keberangkatan Nita ke kota J akhirnya tiba. Sembari membereskan barang-barangnya, Nita menanyakan kelanjutan rencana Kayla di kota M.
"Apa rencana kamu selanjutnya, Kayla?" tanya Nita.
"Aku masih ingin di sini menjaga Kevin karena akan ada yang terjadi terhadap Kevin dan aku akan tinggal di apartemen Kevin." jawab Kayla.
"Baiklah kalau keputusanmu seperti itu. Kamu harus hati-hati dan ingat jangan pernah sampai melukai orang lain karena rasa cemburumu. Kayla yang ku kenal tidak seperti itu."
"Iya Nita, pasti aku ingat pesanmu."
"Oh iya, kamu harus hati-hati dengan Zita karena dia mempunyai niat jahat terhadap hubunganku dengan Kevin dan kemungkinan besar dia akan mengikutimu." pesan Kayla kepada Nita.
"Iya Kayla, aku pasti hati-hati."
"Satu lagi, tolong jaga tubuhku karena Zita akan mengetahui keadaanku yang sebenarnya." pesan Kayla lagi.
"Iya Kayla, aku pasti ingat dengan semua yang kamu katakan. Aku dan Egi akan menjagamu dan mamamu." Nita dan Kayla saling berpelukan karena mereka saling menyayangi sebagai saudara.
"Oh iya Ta, nanti ponselku bagaimana?" tanya Kayla, bingung.
"Aku akan coba memasukannya ke dalam jaket Kevin karena Kevin sering memakai jaket kalau nggak sedang berpakaian formal." kata Nita.
"Siip..." Kayla tersenyum.
Nita dan Kayla keluar hotel dan mereka tidak menyangka kalau Zita sudah ada di depan hotel sedang menunggu Nita.
"Hai Nita. Ayo aku antarkan kamu ke Bandara. Maaf ya karena aku menggunakan kendaraan online sebab aku lagi ada urusan dan aku lagi malas menyetir." kata Zita, berbohong. Zita membawa tas ransel yang berisikan pakaian yang akan dia gunakan di J. Zita membawa tas ransel agar Nita tidak curiga.
"Nggak apa-apa kok. Kamu sudah mau mengantarkan aku saja ke bandara aku sudah terima kasih banget." kata Nita.
"Sama-sama. Aku senang bisa membantumu." Zita bersandiwara.
Kemudian mereka melaju ke bandara. Ketika mereka tiba di bandara ternyata Kevin dan Leo sudah menunggu mereka.
"Hai semua." sapa Nita.
"Hai juga..." kata Kevin dan Leo hampir bersamaan.
__ADS_1
"Oh, ada Zita juga." kata Leo lalu tersenyum kepada Zita.
"Nanti ya, aku mau ke toilet dulu." Zita berbohong padahal dia menuju ke tempat penjualan tiket pesawat B yang menuju ke kota J. Zita membeli tiketnya lalu menghampiri mereka.
Pemanggilan untuk penumpang ke kota J sudah disampaikan oleh operatornya. Nita berpamitan dengan Kevin, Leo dan Zita.
"Nita, tolong sampaikan salamku untuk Kayla. Akan aku usahakan datang ke kota J untuk melihat Kayla secara nyata." kata Kevin lalu tersenyum.
"Iya, pasti aku sampaikan." Nita menjabat tangan Kevin lalu memeluknya sebagai pelukan teman dan memasukkan ponsel Kayla ke saku jaket Kevin.
"Kamu hati-hati ya, rekan bisnisku." kata Leo lalu tersenyum dan menjabat tangan Kayla dan memeluknya juga.
"Kamu hati-hati ya, Nita." Zita tersenyum dan memeluk Nita.
"Terima kasih." ucap Nita.
Akhirnya mereka berpisah. Zita juga langsung berpamitan kepada Kevin dan Leo, Zita hendak bersembunyi agar Kevin dan Leo nanti tidak melihatnya cek in. Setelah Nita cek in, Kevin dan Leo pergi, Zita langsung cepat-cepat cek in agar tidak ketinggalan pesawat. Zita terus berhati-hati karena dia tidak mau Nita mengetahuinya.
"Untung tempat dudukku jauh dari tempat duduk Nita. Aku jadi bisa sedikit santai karena dari kota M ke kota J membutuhkan waktu sekitar 4 sampai 5 jam." kata Zita dalam hatinya.
"Akhirnya aku menemukanmu, Kayla meski belum sepenuhnya. Aku pasti akan datang ke kota J untuk sepenuhnya melihatmu nyata." Kata Kevin lalu mencium foto Kayla. Kevin tertidur kemudian Kayla mencium kening Kevin.
Kayla yang melihatnya sangat bahagia karena hatinya merasakan Kalau Kevin sudah menyayanginya bahkan mulai membuka hatinya untuk Kayla. Kayla mengambil ponselnya dari saku jaket Kevin dengan hati-hati agar tidak terjatuh dan tidur Kevin tidak terganggu. Kayla mengubah peraturan nada deringnya ke nada diam agar Kevin tidak mengetahuinya.
*****
Setelah lima jam dalam perjalanan, akhirnya Nita dan Zita tiba di kota J. Egi baru tiba di bandara langsung mencari Nita. Egi melihat Nita lalu menghampirinya. Zita tetap bersembunyi sambil memperhatikan Nita agar tidak kehilangan jejak Nita.
"Hai Sayang." Egi langsung memeluk Nita dan mencium kening Nita. Nita tersenyum melihat Egi lalu Egi mencari Kayla karena dari tadi Egi tidak melihat Kayla.
"Bagaimana hasil meetingnya, pasti sukses ya? Oh iya, Kayla mana?" tanya Egi sambil matanya mencari Kayla.
"Semua berjalan lancar dan sukses. Kayla masih tinggal di sana karena hatinya merasakan akan terjadi sesuatu terhadap Kevin. Dia juga minta tolong agar kita menjaga mamanya dan tubuhnya." kata Nita.
Zita berusaha mendengarkan pembicaraan mereka tetapi tidak bisa mendengar dengan jelas karena kebetulan ada suara anak kecil yang menangis dalam gendongan mamanya di dekat Zita.
Zita terus mengikuti Nita sampai ke depan rumahnya tetapi masih menjaga jarak agar Nita tidak mengetahuinya. Setelah Nita dan Egi masuk ke dalam rumahnya, Zita keluar dari taksi. Zita bingung karena tidak ada hotel atau penginapan dekat rumah Nita. Tanpa sengaja Zita membaca papan yang bertuliskan MENERIMA KOST KHUSUS UNTUK PUTRI yang ada persis di depan rumah Nita. Zita langsung menuju ke sana.
__ADS_1
Zita menekan bel yang ada di dinding pagar rumah tersebut. Kemudian ada seorang satpam membukakan pintu pagarnya.
"Permisi Pak, apakah di sini masih menerima kost?" tanya Zita.
"Masih Mbak. Mari ikut saya." lalu pak satpam yang bernama Sukri mengantar Zita masuk dan menemui ibu kost.
"Sore Bu, Mbak ini mau kost di sini." kata Sukri.
"Silakan duduk." kata Ibu kost.
"Terima kasih, Bu." Zita tersenyum.
"Kamu harus menjawab beberapa pertanyaan sebelum kost di sini karena itu sudah peraturannya dan bertujuan untuk menjaga keamanan kostan di sini." kata Bu kost lalu tersenyum.
"Baik Bu. Saya mengerti."
"Sebutkan nama kamu, kamu berasal dari mana dan berapa lama kamu mau kost di sini?" tanya Bu kost.
"Nama saya Lia, saya berasal dari kota M dan kemungkinan saya kost di sini selama sebulan. Bisa Khan Bu?" jawab Zita.
"Baiklah. Biayanya satu juta sebulan sudah termasuk laundry dan membersihkan kamar itu pun kalau kamarnya mau dibersihkan."
"Baik, Bu. Saya setuju." kata Zita.
"Kalau begitu, mari saya tunjukkan kamarnya." kata bu kost sambil berjalan ke arah kamar yang akan ditempati Zita.
Ibu kost membuka pintu kamar dan memberitahukan barang-barang yang sudah tersedia seperti kulkas, lemari pakaian dan spring bed lengkap dengan sprei, bantal dan gulingnya. Kamar mandinya juga ada di dalam dan bersih.
"Ini kunci kamarnya." bu kost memberikan kunci kamarnya.
"Terima kasih, Bu." kata Zita.
"Sama-sama." bu kost pergi meninggalkan Zita.
Zita masuk ke dalam kamarnya lalu mengunci pintunya kemudian berbaring dan akhirnya ketiduran karena kelelahan.
*****
__ADS_1