
Sampai kamarnya, Kayla langsung mandi lalu berbaring di tempat tidurnya. Dia memandang foto Aldo sambil menangis.
“Mengapa kamu tega melakukan semua ini kepadaku?" Kayla berkata sendiri lalu kembali menangis sambil memeluk foto Aldo. Kayla ketiduran karena kelelahan menangis.
Nita mencari Kayla di kampus karena sudah beberapa hari Kayla tidak masuk kuliah. Nita juga sering menelepon Kayla tapi ponselnya tidak aktif.
"Ma, kalau ada yang mencariku meskipun itu Nita atau Egi bilang aja aku nginap di rumah nenek. Pesan Kayla.
" Iya, Sayang." Kata Renna sambil membelai rambut putrinya.
Kayla mengurung diri di dalam kamarnya dan terkadang pergi ke pantai dan menulis puisi.
Suatu hari Kayla pergi sendiri ke pantai dari pagi sampai sore tetapi Kayla belum pulang. Renna sangat khawatir lalu Renna menelepon Nita.
"Halo, nak Nita. Tolong lihat Kayla di pantai karena dia dari pagi tadi ke pantai dan sampai sekarang belum pulang. Sebenarnya selama ini Kayla mengurung diri di kamarnya dan terkadang pergi ke pantai. Kayla meminta Ibu untuk tidak memberitahukan pada nak Nita dan nak Egi." kata Renna cemas.
"Iya, Bu. Saya dan Egi akan mencari Kayla di pantai. Ibu yang tenang ya." kata Nita.
"Iya, Nak Nita. Terima kasih." kata Renna lalu mengakhiri teleponnya.
Nita langsung menelepon Egi dan mengajak Egi ke pantai untuk menjemput Kayla. Ketika mereka tiba di pantai, mereka langsung mencari Kayla. Nita melihat Kayla menangis tersedu-sedu sambil berteriak. Nita menangis melihat Kayla lalu dia berlari menghampiri Kayla dan langsung memeluknya. Kayla menangis dalam pelukan Nita. Tanpa sadar Egi pun menangis melihat mereka, Egi langsung mengusap air matanya. Dia tidak mau mereka mengetahuinya.
"Aldo sudah menikah, hari ini dia menikah. Aku bisa merasakannya.” Kayla melepaskan pelukan Nita.
“Aldo sudah menikah. Dia pernah bilang akan menjemputku dan menikah denganku, Nita.” kata Kayla sambil menangis.
" Aldo berjanji nggak akan meninggalkanku tapi dia melakukannya. Hatiku sakit sekali, Nita." Kayla menangis tersedu-sedu.
Nita kembali memeluk sahabatnya. "Aku mengerti perasaanmu tapi kamu harus kuat. Ayo, kita pulang. Kasihan ibu sudah sangat cemas dan khawatir mencarimu." kata Nita, membujuk Kayla pulang.
Akhirnya mereka pulang, Egi pulang dengan mengendarai motor Kayla sedangkan Kayla dan Nita dengan mobil Egi.
Tiba di rumah Kayla, Renna sudah menunggu di teras rumahnya. Dia sangat khawatir saat melihat Kayla.
"Kamu kenapa,Nak? Renna langsung memeluk putrinya dan membawanya masuk.
"Kami langsung pulang ya, Bu." kata Nita.
"Iya, Nak Nita. Maaf, sudah merepotkan. Terima kasih. Hati-hati di jalan." kata Renna.
"Sama-sama, Bu." kata Nita lalu Nita dan Egi pergi.
"Kamu mandi dulu ya, Sayang lalu makan." kata Renna.
"Iya, Ma." kata Kayla, lalu pergi mandi. Selesai mandi Kayla langsung masuk ke kamarnya.
__ADS_1
Renna menghampiri Kayla ke kamarnya. "Kayla...Kamu harus makan dulu biar tidak sakit."
"Aku belum lapar, Ma."
"Tapi kamu harus makan karena dari tadi pagi kamu belum makan, nanti kamu sakit." ucap Renna dengan wajah sedih.
"Iya, Ma." kata Kayla lalu menuju ke dapur dan akhirnya Kayla mau makan karena dia tidak ingin mamanya bertambah sedih olehnya. Selesai makan Kayla masuk ke kamarnya. Kayla mengambil buku hariannya dan menulis puisi.
"Setia cintaku dalam penantian
tapi kau korbankan demi pengkhianatan
Janji yang kau ucapkan
teringkar karena dia
Tergores hatiku kini
tangisku perihkan luka
Meski gontai ku harus tetap berjalan
tapaki takdir yang suratkan derita
demi masa depanku yang menanti."
Setelah kejadian itu Kayla mulai rajin ke kampus dan mengikuti bimbingan skripsi karena dia sudah semester akhir dan sedang menyusun skripsi. Kayla tidak mau mengecewakan mamanya dan Kayla tidak mau menyia-siakan pengorbanan mamanya selama ini. Namun Kayla tetap tertutup dan pendiam.
*****
Beberapa bulan kemudian akhirnya mereka wisuda.
“Apa rencanamu ke depannya, Kayla?” tanya Nita.
“Belum ada.” jawab Kayla sedih.
“Apa rencanamu dan Egi.” tanya Kayla
“Aku akan meneruskan perusahaan papaku dan Egi akan bekerja di rumah sakit milik papanya.” jawab Nita.
Kayla mendesah sedih. Nita langsung memeluk sahabatnya.
“Kamu harus bangkit, Kayla. Meski sulit tapi kamu nggak boleh terus terpuruk dengan masa lalumu.” ucap Nita, pelan.
Selama dua tahun kegiatan Kayla hanya pergi ke pantai dan mengurung diri di kamarnya. Kayla hanya berteman dengan puisi-puisinya. Kayla merasa saat ini hanya buku hariannya yang tepat menjadi tempat curahan hatinya karena dia tidak mau menyusahkan orang-orang disekitarnya terutama mamanya. Kayla tidak mau mamanya mengetahui penderitaan hatinya.
__ADS_1
Suatu hari Nita berkunjung ke rumah Kayla untuk mengantar undangan pernikahan Nita dan Egi. Sebenarnya Nita berat mengantarkan undangannya karena Kayla, sahabatnya masih bersedih. Nita berharap Kayla ikut merasakan kebahagiaannya.
"Selamat sore, Bu. Ada Kayla?" tanya Nita pada Renna yang kebetulan sedang menyiram bunga.
"Sore Nak Nita. Ada di dalam kamarnya. Masuk saja." jawab Renna.
"Terima kasih, Bu." Nita masuk dan langsung menuju kamar Kayla.
Nita menghampiri Kayla dan duduk di sampingnya. "Hai, Kayla. Bagaimana kabarmu? Maaf ya karena sudah lama aku enggak berkunjung ke rumahmu karena aku sibuk, aku hanya bisa menanyakan kabarmu lewat telepon." kata Nita sedih lalu memeluk sahabatnya.
“Ini undangan pernikahan kami, kami berharap kamu bisa datang dan ikut merasakan kebahagiaan kami.” ucap Nita sambil memberikan undangannya.
"Terima kasih. Aku pasti datang ke acara bahagia kalian. Aku turut bahagia." Kayla mengambil undangannya lalu memeluk Nita.
Ternyata Egi juga mengundang Aldo, sahabatnya. Meski Egi pernah kecewa terhadap Aldo tapi hal itu tidak merusak persahabatan mereka.
Kayla datang ke acara pernikahan sahabatnya namun hanya sebentar karena dia tidak mau bertemu dengan Aldo. Kayla tahu Aldo pasti menghadiri acara pernikahan Egi dan Nita. Tidak lama Kayla pulang, Aldo dan istrinya tiba di acara pernikahan Egi. Mata Aldo mencari-cari Kayla dan Egi mengetahui hal itu.
“Kayla sudah pulang dari tadi karena dia nggak mau bertemu denganmu. Kamu nggak tahu betapa menderitanya dia melewati hari-harinya setelah kamu mengkhianati dirinya tapi sudahlah, yang lalu biar berlalu.” kata Egi sambil menyentuh bahu Aldo.
Aldo hanya tertunduk sedih. Terkenang kembali masa lalunya saat bersama Kayla. Sakit terasa karena dia tidak menikah dengan Kayla tetapi dengan Lita yang tidak pernah terlintas akan terlibat dalam masa depannya.
*****
Seminggu kemudian Nita mengunjungi Kayla. Selama seminggu ini Nita dan Egi berbulan madu ke negara yang sudah mereka rencanakan sebelumnya.
“Hai, Kayla. Aku membawa oleh-oleh untukmu dan semoga kamu suka.” Nita memberikan oleh-oleh yang dibawanya.
"Terima kasih untuk oleh-olehnya." kata Kayla sambil menerima oleh-olehnya.
“Apa kegiatanmu selama ini, Kayla?” tanya Nita
“Masih seperti biasa.” ucap Kayla.
“Kamu nggak mencoba berteman dengan dunia luar agar kamu tahu bagaimana dunia luar sekarang. Kamu bisa perbanyak teman dan mungkin satu di antara mereka bisa tulus menyayangimu.” ucap Nita sambil menggenggam tangan Kayla. Nita sedih melihat keadaan Kayla.
“Aku baik-baik saja.” Kayla memaksakan dirinya tersenyum.
"Bagaimana kalau kamu mengunduh salah satu aplikasi pertemanan agar kamu bisa memiliki banyak teman, enggak kesepian dan setidaknya tahu dunia luar meski enggak secara langsung tapi kamu harus berhati-hati agar enggak sampai tertipu karena banyak yang memakai akun palsu." kata Nita.
"Iya, ntar aku coba. Terima kasih." ucap Kayla lalu tersenyum. Setelah mengobrol dan memberikan saran tersebut, Nita pamit pulang.
Seminggu berlalu, di saat Kayla merasa bosan dengan kegiatannya, Kayla teringat saran yang pernah diberikan Nita kepadanya. Akhirnya Kayla mengunduh aplikasi pertemanan tersebut. Kayla memakai akun asli hanya saja foto profilnya bukan foto Kayla namun foto seekor kucing dengan tulisan I MISS YOU. Awalnya Kayla tidak mengerti bagaimana cara berkenalan di aplikasi tersebut tapi setelah dipelajari akhirnya Kayla mengerti.
*****
__ADS_1