
Tepat jam 7 malam Leo sudah berada di depan hotel S. Beberapa menit kemudian Nita dan Kayla keluar dari hotel dan melihat Leo sudah ada di depan hotel. Nita dan Kayla menghampiri Leo.
“Hai, Pak Leo.” sapa Nita.
“Jangan panggil pak dong tapi panggil Leo aja. Khan lagi nggak urusan kantor." kata Leo lalu tersenyum.
“Baiklah, Pak Leo eh salah Leo.” Nita tersenyum. Leo juga tersenyum.
Leo membukakan pintu mobilnya untuk Nita lalu Nita dan Kayla masuk dan mereka pun melaju ke arah kafe X.
Ternyata Kevin telah tiba di kafe X dan dia melihat Leo lalu Kevin memanggil Leo sambil melambaikan tangannya. Leo dan Nita juga Kayla menghampiri Kevin. Leo mempersilakan Nita duduk lalu Leo duduk di samping Nita dan di hadapan Kevin. Kayla duduk di samping Kevin.
"Nita, kenalkan ini Kevin sahabatku." Leo memperkenalkan Kevin ke Nita.
"Nita..." Nita tersenyum.
"Kevin..." kata Kevin sambil memperhatikan Nita karena dia merasa pernah bertemu dengannya tapi lupa dimana.
"Sepertinya kita pernah bertemu tapi aku lupa di mana." Kevin berusaha mengingatnya.
"Iya pernah, di depan pintu kafe, waktu itu aku nggak sengaja menabrak kamu."
"Ooo... Iya. Aku baru ingat." Kevin tertawa.
Zita datang ke kafe X lalu mencari Leo. Zita melihat Leo dan menghampirinya.
"Hai... Kebetulan kita bertemu di sini. Boleh aku bergabung?" tanya Zita.
"Silakan." kata Leo.
Kayla langsung pindah duduk di samping Nita karena Kayla tidak mau didudukin Zita.
"Hai, Kevin." sapa Zita sambil tersenyum.
"Hai juga." Kevin, tersenyum.
"Loh kok belum ada minumannya, belum pada pesan ya." tanya Zita.
"Oh iya, lupa karena keasyikan mengobrol." Leo tertawa.
Zita memanggil karyawan kafe dan mereka memesan makanan dan minuman sesuai selera masing-masing.
"Maaf, permisi. Aku mau ke toilet dulu." Nita izin ke toilet.
"Oh iya, silakan." kata Kevin.
"Silakan diminum, Kevin." Zita mengambil minuman pesanan Kevin dari karyawan kafe dan memberikannya pada Kevin.
"Terima kasih." kata Kevin, sedikit cuek.
Kevin tahu kalau Leo yang mengajak Zita ke kafe dan Kevin sedikit kecewa karena dia merasa pasti tidak akan leluasa dia mengobrol dengan Nita untuk mencari informasi tentang kota J dan Kayla.
__ADS_1
Zita merasakan kalau Kevin tidak menyukai kehadirannya.
“Kevin, aku perhatikan sikapmu ke aku sepertinya kamu nggak menyukai aku. Kenapa?” tanya Zita, sedih.
“Nggak kok. Aku bersikap biasa saja ke kamu. Maaf ya Zita, kalau Leo hendak menjodohkan aku sama kamu, aku nggak suka karena aku lebih suka kita berteman. Sekali lagi aku minta maaf.” kata Kevin.
“Tapi aku sudah menyukaimu dari awal kita berkenalan.”
“Tapi aku tetap nggak bisa. Aku minta maaf kalau sudah buat kamu kecewa.”
“Nggak apa-apa kok.” ucap Zita, pelan.
Kayla bahagia mendengar percakapan antara Kevin dan Zita karena Kevin menolak Zita tapi Kayla tahu kalau sebenarnya Zita tidak bisa terima.
"Maafkan aku, Kevin. Aku cuma berusaha berbuat baik sebagai sahabat." Leo, menyesal.
"Nggak apa-apa kok, hanya aja aku nggak suka." Kevin, kecewa.
Kedua orang suruhan Silvi mendengarkan pembicaraan mereka, Zita tidak menyadari kalau mereka mengikuti Zita dari apartemennya. Salah satu orang suruhan Silvi menelepon Silvi untuk memberitahukan yang sedang terjadi.
"Halo Bos, ada kabar baik kalau Kevin menolak cintanya Zita."
"Bagus, dengarkan terus percakapan mereka." perintah Silvi.
"Baik Bos."
Kayla menyadari akan hal itu tetapi dia membiarkannya karena mereka bukan untuk mencelakai Kevin.
"Nggak apa-apa kok." kata Kevin lalu tersenyum.
"Nita, kata Leo kamu dari kota J ya?" tanya Kevin, penasaran.
"Iya. Kenapa?"
"Aku ada kenalan cewek dan dia tinggal di kota J. Sebenarnya aku mau menanyakan tentang dia tapi nggak mungkinlah kamu mengenalnya karna kota J Khan luas dan yang punya nama Kayla juga banyak." kata Kevin.
Nita sudah tahu maksud Kevin tapi dia pura-pura tidak tahu. Leo dan Zita berusaha cari cara agar Kevin tidak mengobrol banyak dengan Nita tapi mereka selalu gagal.
"Maaf, siapa nama yang kamu sebutkan tadi?" tanya Nita pura-pura tidak jelas mendengarnya.
"Kayla. Apakah kamu ada mengenal cewek yang bernama Kayla? Siapa tahu orang yang aku maksud sama dengan yang kamu kenal." Kata Kevin, bersemangat.
"Oo... Kayla. Aku ada sahabat bernama Kayla. Coba sebutkan ciri-ciri teman kamu." Nita masih pura-pura tidak tahu agar mereka tidak curiga kalau sebenarnya Nita sudah mengetahuinya.
Kevin mengambil ponselnya lalu memperlihatkan foto Kayla yang ada di ponselnya.
"Itu Khan Kayla, sahabat aku?" kata Nita, pura-pura kaget.
"Serius, kamu? Bagaimana keadaan dia? Orangnya bagaimana, samakah dengan yang ada di foto?" tanya Kevin, penasaran.
"Iya, sama." Nita mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto Kayla.
__ADS_1
"Wuih... Benaran sama. Berapa nomor ponsel Kayla? tanya Kevin, masih penasaran.
Lalu Kayla membuka kontak di ponsel Nita dan memperlihatkannya pada Kevin.
" Iya, benaran orang yang sama." Kevin tertawa bahagia.
Leo bahagia melihat Kevin bahagia karena sekarang bisa dikatakan Kayla bukan khayalan lagi.
Kayla melihat hal itu tersenyum bahagia. Nita melihat Kayla tersenyum dan Nita pun ikut tersenyum bahagia. Berbeda dengan Zita, dia tidak menyukai hal itu dan bertekad akan memisahkan Kevin dengan Kayla. Kayla mengetahui apa yang ada dalam pikiran Zita.
"Aku pasti akan memisahkan kalian berdua. Nggak ada yang boleh memiliki Kevin selain aku." kata Zita dalam hatinya dengan penuh kebencian.
Salah satu orang suruhan Silvi menelepon Silvi untuk memberitahukan tentang hal itu.
"Halo Bos. Kevin sudah mengetahui identitas Kayla yang ternyata adalah sahabat dari rekan bisnis Leo yang dari kota J."
"Kerja kalian bagus. Sekarang kalian pergi dari sana dan temui aku di tempat biasa karena aku akan memberikan sisa bayarannya."
"Baik Bos."
Zita ingin memastikan kapan Nita pulang ke kota J karena Zita berniat ingin mengikuti Nita dan mencari tahu tentang Kayla di sana.
"Kapan pastinya kamu pulang?" tanya Zita.
"Lusa aku baru pulang."
"Oh... Nggak jalan-jalan dulu lihat keindahan kota M?" kata Zita sekedar basa basi.
"Nggak, terima kasih." Nita tersenyum.
Nita melihat jam tangannya dan waktu menunjukkan pukul sepuluh dan Nita sudah mulai mengantuk.
"Maaf, kita pulang yuk. Aku udah mulai mengantuk."
Ayo... Kita pulang." kata Kevin
Kemudian mereka pulang. Zita menawarkan diri untuk mengantar Nita ke hotel dan Nita pun setuju karena Zita pulang melewati hotel S. Selama di perjalanan pulang Zita mengobrol tentang kota J.
Oo.. Kota J seperti itu suasananya. Btw, kamu pulang naik pesawat apa?" tanya Zita.
"Aku naik pesawat B dan take off jam 10 pagi." jawab Nita.
"Oo... Aku boleh mengantarmu ke bandara?" tanya Zita.
"Nggak usah, nanti jadi repotin kamu."
"Nggak kok, aku nggak merasa direpotin."
"Baiklah kalau begitu." kata Nita.
Akhirnya Nita tiba di depan hotel S. Nita turun dari mobil Zita dan mereka berpisah.
__ADS_1
*****