
Setahun berlalu Kayla semakin dekat dengan keluarga Aldo dan Kayla semakin yakin kalau Aldo benar-benar mencintai Kayla seperti Kayla yang sangat mencintai Aldo. Namun perpisahan terjadi di antara mereka. Aldo harus melanjutkan kuliahnya di Bandung karena Aldo harus mengurus salah satu cabang perusahaan yang dimiliki keluarganya.
"Ma... Pa... Sebelum Aldo pindah, Aldo ingin membuat pesta perpisahan dengan sahabat Aldo terutama dengan pacar Aldo, Kayla. Tapi jangan dikasih tahu kalau acaranya adalah acara perpisahan biar Aldo ntar yang akan memberitahukannya." kata Aldo.
"Baiklah, Aldo. Kapan acara itu akan diadakan?" tanya Tina.
"Besok malam, Ma biar Aldo nggak bertambah berat meninggalkan Kayla karena Aldo sangat mencintai Kayla tetapi Aldo juga sayang Mama dan Papa. Semua ini juga demi masa depan aku dan Kayla kelak." kata Aldo. Lalu Aldo bergegas ke kampus.
"Aldo pergi ke kampus dulu ya, Ma." Aldo pamit.
Setiba di kampus, Aldo langsung mencari Kayla, Egi dan Nita di taman kampus dan ternyata mereka ada di sana.
"Hai semua." sapa Aldo. Aldo tetap berdiri di hadapan mereka.
"Besok malam datang ke rumahku ya karena aku ingin mengadakan sebuah acara yang cuma di hadiri oleh keluargaku, sahabatku dan tentunya pacarku." kata Aldo sambil tersenyum ke arah Kayla.
Hati Kaylah merasa gelisah. Mereka tidak tahu kalau acara tersebut adalah acara perpisahan Aldo.
Besok malamnya tiba. Egi, Nita dan Kayla datang bersama karena Nita dan Egi menjemput Kayla.
Aldo dan keluarganya menyambut kedatangan mereka lalu mengajak ke taman belakang rumah.
"Mari semuanya, kita santap hidangan yang telah tersedia. Jangan malu-malu." ajak Tina. Lalu mereka menyantap hidangan yang ada di atas meja.
Setelah selesai makan malam Aldo mengucapkan salam perpisahannya kepada Kayla dan sahabatnya, Egi dan Nita.
Aldo mendekati Kayla lalu menggenggam kedua tangan Kayla. “Kayla, sejak pertama kita bertemu aku sudah menyukaimu dan sampai detik ini aku menjadi mencintaimu, selamanya aku mencintaimu. Aku ingin kelak kamu yang menjadi pendamping hidupku dan menjadi ibu dari anak-anakku. Setelah aku jauh, aku mohon jagalah cintaku di sini karena aku pun menjaga cintamu di sana. Yakinkan hatimu hanya untukku.” Aldo memeluk erat Kayla.
Kayla langsung menangis di dalam pelukan Aldo. Dia tidak menyangka kalau hatinya gelisah karena perpisahan akan terjadi. Aldo melepaskan pelukannya. Kayla menundukkan kepalanya sambil terus menangis. Aldo mengangkat dagu Kayla sehingga Aldo bisa melihat wajah Kayla. Lalu Aldo mengusap air mata Kayla yang masih mengalir dari matanya.
“Jangan menangis, Sayang karena ini membuatku sakit. Aku pasti akan menepati janjiku” ucap Aldo, pelan. Kemudian Aldo kembali memeluk Kayla.
Semua orang yang melihatnya ikut bersedih terutama Nita, sahabat Kayla. Nita juga ikut menangis. Egi melihat Nita menangis lalu Egi mendekati Nita dan memeluknya.
Aldo melepaskan pelukannya dan kembali mengusap air mata Kayla lalu menggenggam tangan Kayla.
Aldo melihat ke arah Egi dan Nita, lalu menghampiri mereka dan Kayla mengikuti Aldo. “Untuk Egi dan Nita. Aku mengucapkan terima kasih untuk hari-hari yang begitu indah yang kita lalui bersama. Aku lebih berterima kasih karena bantuan kalian juga aku bisa mendapatkan cinta pertamaku, yaitu Kayla. Aku sangat mencintainya (Aldo menggenggam erat tangan Kayla). Aku mohon, selama aku jauh tolong jaga Kayla untukku. Aku pasti datang menjemputnya.” Mata Aldo mulai berkaca-kaca menahan tangis.
Tanpa di sadari Shinta menitikkan air matanya saat dia melihat Aldo. Tina melihat Shinta menangis lalu memeluk Shinta. Papa Aldo hanya diam membisu karena dia tahu bagaimana perasaan putranya saat ini tapi semua ini harus terjadi demi kelangsungan hidup perusahaan dan demi masa depan anak-anaknya.
Egi dan Nita menganggukkan kepalanya dengan raut wajah sedih.
Kayla yang masih berada di samping Aldo masih menangis. Kayla merasakan kesedihan yang mendalam karena Kayla takut apa yang dirasakan hatinya akan terjadi bahwa ini adalah awal perpisahan dia dan Aldo untuk selamanya. Kayla tidak bisa berkata-kata, air matanya cukup menjelaskan perasaannya saat ini. Aldo melihat ke arah jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 22.00. Setelah selesai mengucapkan salam perpisahan, Aldo meminta izin kepada orang tuanya untuk mengantar Kayla pulang.
"Ma... Pa... Aldo mengantar pulang Kayla dulu ya." kata Aldo. Egi dan Nita pun berpamitan pulang.
"Iya, Do. Hati-hati. Terima kasih ya, Nita dan Egi. Hati-hati di jalan." kata Tina.
Aldo menghampiri Egi dan Nita. “ Besok kalian mau khan mengantar aku ke bandara?” tanya Aldo penuh harap.
“Iya...” jawab Egi dan Nita hampir bersamaan.
“Jam berapa berangkatnya?” tanya Egi.
__ADS_1
“Jam 10 pagi aku cek in.” jawab Aldo.
“Baiklah, besok kita ketemuan di Bandara aja ya." kata Egi.
Akhirnya Egi dan Nita pulang.
Aldo mengantar Kayla pulang. Selama di perjalanan Kayla hanya diam dan menundukkan kepalanya dengan sesekali menangis. Aldo sedih melihat Kayla lalu menggenggam tangan Kayla. Setiba di depan rumah Kayla, Aldo menghentikan mobilnya. Aldo melihat ke arah Kayla yang masih menundukkan kepalanya. Aldo mengangkat dagu Kayla sehingga Aldo bisa menatap lekat wajah Kayla.
“Aku mohon, Sayang jangan menangis. Aku juga sama merasakan kesedihan yang kamu rasakan tetapi semua ini demi masa depan kita juga." Aldo mengusap air mata Kayla lalu memeluknya erat.
Aldo melepaskan pelukannya dan kembali mengangkat dagu Kayla dan mendekatkan wajahnya. Lalu Aldo menxxxx lembut bibir Kayla. Untuk pertama kalinya Kayla dan Aldo merasakan cixxxx di bibir meskipun Aldo sudah dua kali pacaran.
Aldo mengantar Kayla masuk ke dalam rumahnya karena dia merasa harus bertanggung jawab sudah telat mengantar Kayla pulang. Aldo menekan bel dan beberapa menit kemudian Renna membukakan pintu. Renna mempersilakan Aldo masuk. Aldo dan Kayla masuk dan duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
“Malam Tante. Maaf, aku telat mengantar Kayla pulang. Tadi di rumah ada acara perpisahan, Tante. Aku akan pindah ke Bandung dan besok berangkatnya. Aku akan melanjutkan kuliahku di sana sekalian aku mau mengurus cabang perusahaan Papa. Terima kasih ya, Tante sudah kasih izin aku pacaran dengan Kayla dan terima kasih untuk semuanya. Aku mohon maaf karena aku pasti ada salah.” ucap Aldo, sedih.
“Ya, Nak Aldo. Tante juga minta maaf ya kalau Tante ada salah. Baik-baik kamu di sana dan Tante doakan semoga kuliah dan pekerjaan kamu di sana berjalan lancar dan sukses sesuai dengan harapan kamu.” kata Renna.
Aldo menganggukkan kepalanya lalu tersenyum sedih. Kayla yang ada di hadapannya menundukkan kepalanya. Kemudian Aldo menjabat tangan Renna dan berpamitan pulang. Aldo menggenggam kedua tangan Kayla dan dia pamit kepada Kayla.
“Aku pulang dulu. Besok kamu antar aku ke bandara ya.” ucap Aldo setengah berbisik.
“Iya...” Kayla menganggukkan kepalanya sambil tersenyum sedih. Kemudian Aldo pulang.
Kayla langsung berlari ke kamarnya. Kayla berbaring di tempat tidurnya sambil menangis tanpa suara. Lalu terdengar suara ketukan pintu dan Renna memanggil nama putrinya. Kayla diam saja. Renna masuk ke dalam kamar Kayla karena tidak ada jawaban. Renna menghampiri Kayla dan duduk di samping Kayla.
“Sayang, jangan menangis terus dong. Aldo pasti kembali kepadamu karena mama tahu dia begitu mencintaimu.” bujuk Renna sambil mengusap lembut kepala Kayla.
“Hatiku terasa sakit, Ma. Kayla merasa Aldo tidak akan pernah kembali lagi padaku. Aku takut hal itu terjadi.” kata Kayla disela tangisnya.
“Kamu yang sabar ya, Sayang. Kamu berdoa saja semoga hal itu tidak terjadi.” kata Renna kembali mengusap lembut kepala Kayla lalu mencium lembut keningnya.
“Ya sudah, kamu tidur ya biar besok kamu tidak telat mengantar Aldo ke bandara.”
“Iya, Ma.” ucap Kayla.
*****
Keesokan harinya di rumah Kayla.
“Kayla..." Renna memanggil putrinya sambil mengetuk pintu kamar Kayla tapi tak ada jawaban dari dalam. Renna membuka pintu dan masuk. Renna melihat Kayla masih terbaring di tempat tidurnya. Renna menghampiri Kayla lalu membangunkan Kayla. Ternyata Kayla sedang tidak tidur, dia hanya menangis di dalam selimutnya.
“Sayang, kamu tidak mengantar Aldo ke bandara karena sekarang sudah pukul 08.15, Aldo take off jam berapa?” tanya Renna.
Kayla langsung bangun dan mengambil ponselnya yang dari semalam mati dan sedang dicas. Lalu Kayla mengaktifkan ponselnya dan melihat panggilan tak terjawab sebanyak 15 kali dari Aldo dan 3 kali dari Shinta. Kemudian Kayla membaca pesan yang masuk.
Ada satu pesan dari Aldo, “Sayang, apakah kamu baik-baik aja? Kalau kamu nggak bisa mengantarku ke bandara nggak apa-apa meski aku sangat berharap kamu ada. Jaga dirimu baik-baik ya. Aku sangat mencintaimu.” Kayla langsung bergegas mandi.
flashback
Di kediaman Aldo.
Jam 07.00 Aldo sibuk menelepon Kayla dari ponselnya tapi tidak ada jawaban, Aldo menelepon Kayla. Shinta melihat kakaknya cemas dan sedih. Shinta mengambil ponselnya lalu mencoba telepon Kayla sebanyak 3 kali tapi tetap sama tidak ada jawabannya. Aldo tidak sempat menghampiri Kayla ke rumahnya karena waktu yang begitu mepet.
__ADS_1
Selesai Kayla mandi, Kayla segera bergegas pergi ke rumah Aldo. Kayla berpamitan kepada mamanya. Kayla pergi dengan mengendarai motornya menuju ke rumah Aldo. Setibanya di rumah Aldo, Kayla langsung menghampiri bi Asih yang hendak menutup pagar rumah Aldo.
“Bi, ada Aldo? “ tanya Kayla.
“Den Aldo sudah dari tadi pergi, Non.” jawab bibi Asih.
Lalu Kayla menitipkan motornya di rumah Aldo dan naik taksi ke bandara. Selama di perjalanan Kayla gelisah dan selalu melihat ke arah jam tangannya.
“Pak, tolong dipercepat lagi ya, ntar saya akan ketinggalan pesawat.”
“Baik, Mbak.” kata pak sopir taksi.
Setibanya di bandara Kayla langsung mencari Aldo. Kayla mulai putus asa dan hampir menangis karena belum menemukan Aldo. Dari kejauhan Shinta melihat Kayla lalu Shinta memberitahukannya kepada Aldo.
"Kak, itu kakak Kayla sedang mencari Kak Aldo." kata Shinta sambil menunjuk ke arah Kayla.
Aldo melihat ke arah yang di tunjukkan Shinta dan dia melihat Kayla. Aldo menghampiri Kayla perlahan.
Kayla mulai menangis sambil memanggil nama Aldo. "Aldo, kamu ada dimana?" Kayla tidak menyadari kalau Aldo ada di belakangnya persis seperti pertama kali mereka bertemu.
Kayla membalikkan tubuhnya dan hendak melangkah dia menabrak Aldo. Kayla melihat Aldo ada di hadapannya dan Kayla langsung memeluk Aldo. Kayla menangis di dalam pelukan Aldo. Aldo membalas pelukan Kayla lalu Aldo melepaskan pelukannya. Aldo menghapus air mata Kayla kemudian Aldo menyentuh kedua pipi Kayla.
"Sayang, jangan menangis." Aldo menghapus air mata Kayla.
“Aku takut kalau ini awal dari perpisahan kita untuk selamanya karena hatiku berkata demikian.” ucap Kayla sambil menangis.
“Sayang, aku mohon jangan menangis. Percayalah aku pasti akan kembali menjemputmu karena aku benar-benar mencintaimu dan kamu tahu itu.” Aldo mencium kening Kayla.
Orang tua Aldo dan Shinta menghampiri mereka. Egi dan Nita baru sampai dan langsung menghampiri mereka. Setelah ada pemberitahuan bahwa penumpang pesawat yang hendak ke Bandung beberapa menit lagi akan take off, Aldo segera berpamitan kepada kedua orang tuanya, Shinta, Egi, Nita dan terakhir Kayla. Aldo kembali memeluk Kayla lalu mencium kembali kening Kayla. Kemudian Aldo pergi. Nita langsung menghampiri Kayla dan berusaha menghiburnya begitu juga dengan Tina dan Shinta.
Tina mengajak Kayla agar pulang bersama mereka dan Kayla setuju. Akhirnya Kayla pulang bersama keluarga Aldo. Egi dan Nita berpamitan. Selama di perjalanan pulang Tina dan Shinta berusaha menghibur Kayla agar tidak sedih lagi.
“Kak Kayla jangan sedih lagi ya, Kak Aldo pasti kembali karena Kak Aldo sangat mencintai Kakak.” hibur Shinta.
Kayla hanya tersenyum sedih.
“Kayla mau langsung pulang atau mampir dulu ke rumah Tante?" kata Tina sambil melihat ke belakang.
“Mampir ke rumah Tante saja karena aku tadi menggunakan motorku ke rumah Tante tuk bertemu Aldo tapi karena sudah enggak ada lalu aku titip motor aku di rumah Tante dan aku naik taksi ke bandara.” kata Kayla.
Mobil pun langsung ke arah rumah Aldo. Beberapa menit kemudian mereka tiba di depan rumah pak Hendrawan.
"Kayla, main disini dulu ya." Tina menggenggam tangan Kayla.
"Iya Kak, main disini aja dulu." kata Shinta lalu membujuk Kayla.
Namun Kayla tetap ingin pulang. Tina dan Shinta tidak mau memaksa Kayla karena mereka mengerti dengan apa yang dirasakan Kayla saat ini. Kayla pun pergi dengan mengendarai motornya.
Di perjalanan pulang awan mendung dan hujan pun turun. Kayla pergi ke arah pantai yang biasa dia dan Aldo kunjungi. Aldo tahu kalau Kayla menyukai pantai.
Setibanya Kayla di pantai, hujan semakin deras. Kayla duduk di tempat biasa mereka duduk. Kayla teriak sekencang-kencangnya sambil menangis. Dia merasakan hatinya sakit. Dia tahu kalau dia akan berpisah selamanya dengan Aldo. Kayla memiliki kelebihan mengetahui yang sudah dan akan terjadi terhadap seseorang apalagi terhadap orang yang sangat dia cintai. Setelah merasa sedikit tenang, Kayla pulang.
*****
__ADS_1