
"Sayang, makanan ini aku buang ya?" kata Nita sambil mengumpulkan makanan yang dia pesan.
"Iya. Biar aku bantu." kata Egi sambil mengangkat makanannya lalu Nita dan Egi membawanya keluar.
"Mama shalat dulu ya, Nak Kevin." kata Renna lalu pergi ke musholah rumah sakit.
"Sebentar lagi waktunya tiba." ucap Kayla, pelan.
Kevin menghampiri roh Kayla lalu menggenggam kedua tangannya. "Yakinlah akan cinta kita, Sayang pasti bisa kembali karena aku ingin bahagia bersamamu dalam nyata." ucap Kevin lalu memeluknya.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Silvi dan dukunnya berjalan menuju rumah sakit. Keadaan rumah sakit begitu sepi dan sunyi. Suasana rumah sakit menjadi mencekam ketika Silvi dan dukunnya masuk ke dalam rumah sakit. Bagi mereka yang memiliki indera keenam pasti dapat merasakan hal-hal gaib yang hadir di rumah sakit saat ini.
"Sayang, Silvi dan dukunnya sudah datang. Mereka sedang berjalan kemari." Sayang, di mana kristal itu?" tanya Kayla.
Kevin berjalan ke arah tasnya dan mengambil kristal yang Kayla maksud.
"Ini kristalnya, Sayang." kata Kevin sambil memberikannya pada Kayla.
Kayla mengambilnya dan menyimpan di dekat bantal Kayla.
"Sayang, sebentar lagi waktunya tiba. Roh Silvi akan berusaha masuk ke dalam tubuhku." ucap Kayla sambil memandang wajah Kevin.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Kevin, gugup dan sedih.
"Lindungilah tubuhku dengan ketulusan dan keikhlasan hatimu mencintaiku karena itulah salah satu kekuatanku, yaitu doa dan cinta sucimu." ucap Kayla.
"Iya, Sayang. Aku pasti melindungimu." ucap Kevin.
Suasana rumah sakit semakin mencekam. Semua orang seperti terlelap dan tidak menyadari apa yang tengah terjadi kecuali Nita, Egi dan Renna.
Nita dan Egi keluar dari ruangan Egi hendak menuju ke ruangan ICU tempat Kayla dirawat tapi tiba-tiba lampu sepanjang lorong rumah sakit mati lalu menyala lagi begitu seterusnya. Langkah kaki mereka semakin terasa berat.
"Sayang, apa yang sudah terjadi? Aku takut. Bulu kudukku merinding." kata Nita sambil memegang erat tangan Egi.
"Iya, aku juga merinding dan merasakan seperti ada yang menahan kakiku sehingga terasa berat untuk melangkah. Sayang yang tenang ya dan selalu berdoa, jangan sampai kosong pikiran." kata Egi berusaha menenangkan Nita.
Renna pun merasakan hal yang aneh juga. Lampu di musolah pun mendadak mati. Renna merasa seperti ada yang mengikuti Renna shalat dan menarik-tarik mukena Renna. Renna terus saja berdoa dan berusaha tenang meski sebenarnya dia merinding dan ada rasa takut. Tiba-tiba lampu menyala dan Renna melihat di depannya ada pocong. Renna hampir pingsan tapi Renna terus berdoa. Renna teringat pada Kayla.
"Kayla... Aku harus bersama Kayla." kata Renna di dalam hatinya. Lalu Renna langsung keluar dari musolah tanpa melepaskan perlengkapan shalatnya. Tetapi Renna merasa langkah kakinya terasa berat, seperti ada yang menahan kakinya. Renna terus berusaha melangkah dan berdoa.
Silvi dan dukunnya tiba di depan pintu ruangan Kayla. Dukun Silvi membuka pintunya dan mereka masuk.
"Hai Kayla, kita bertemu lagi. Malam ini aku akan melenyapkanmu untuk selamanya." kata dukun itu lalu tertawa.
"Silvi? Mengapa suaranya berbeda? Di mana Silvi?" tanya Kevin, kaget dan bingung.
"Saat ini tubuh Silvi dikuasai oleh roh dukunnya. Silvi sedang berjalan ke arah tubuhku." kata Kayla.
"Tapi aku nggak bisa melihatnya." kata Kevin, bingung dan mulai ada rasa takut.
"Pejamkan mata Sayang lalu buka." kata Kayla sambil menyentuh mata Kevin.
Kevin melakukan seperti yang Kayla katakan. "Aku bisa melihat Silvi dan dukunnya." kata Kevin, heran dan bingung.
"Silvi, sadarlah... Apapun yang kamu lakukan meski sekalipun kamu merasuki tubuh Kayla aku tetap nggak bisa mencintaimu karena hatiku cuma mencintai Kayla." kata Kevin.
"Aku mencintaimu, Kevin. Apapun akan aku lakukan asalkan kamu menjadi milikku." Silvi tidak memperdulikan perkataan Kevin, dia terus mendekat.
Sementara dukun itu mulai menyerang Kayla dan Kayla masih bisa menghadapinya. Dukun itu sempat kelabakan menghadapi Kayla. Dukun itu keluar dari tubuh Silvi sehingga tubuh Silvi jatuh dan tidak sadarkan diri. Dukun itu berubah menjadi sangat menyeramkan karena dia mulai mengeluarkan ilmu hitamnya.
"Mampuslah kau, Kayla" kata dukun itu sambil menyerang Kayla dengan sangat cepat namun Kayla masih bisa mengatasinya.
Dukun itu terbang dan menempel di dinding seperti cicak. Dia melihat Silvi masih belum bisa masuk ke dalam tubuh Kayla dan dia pun bingung cara melumpuhkan Kayla padahal waktu terus berjalan.
__ADS_1
"Mengapa masalah sepele begitu kamu tidak bisa menghadapinya?" kata dukun itu, kesal.
"Aku harus membantu Silvi untuk menjauhkan Kevin dari tubuh Kayla." kata dukun itu dalam pikirannya.
Kayla mengetahui isi pikiran dukun itu. Dukun itu mengangkat dan melempar tubuh Kevin. Kayla melesat dengan cepat mendorong Silvi dan menangkap Kevin. Lalu meletakkan Kevin di atas tempat tidur Kayla.
"Lindungilah tubuhku dengan doa dan cintamu yang tulus dan ikhlas dari hatimu." kata Kayla.
Dukun itu melihat ada kesempatan saat Kayla meletakkan tubuh Kevin.
"****** kau, Kayla." dukun itu langsung menyerang Kayla dan Kayla terlempar sehingga tubuh Kayla kejang.
"Menyerahlah Kayla dan jadilah budakku." ata dukun itu lalu tertawa terkekeh-kekeh,
Kevin melihat hal itu meneteskan air matanya dan terjatuh tepat di pipi Kayla. Kayla merasakan apa yang Kevin rasakan.
"Sayang, jangan menangis. Aku nggak apa-apa." ucap Kayla sambil berusaha berdiri dan menahan rasa sakit.
"Aku pasti melindungimu meski nyawaku taruhannya karena aku nggak mau kehilanganmu. Aku sangat mencintaimu tulus dan ikhlas dari hatiku dan yang kurasakan ini nyata." ucap Kevin lalu memeluk tubuh Kayla. Kini tubuh Kevin berada di atas tubuh Kayla tetapi tubuh Kevin bertumpu pada tangannya sehingga tidak menindih Kayla.
Dukun itu kembali ingin menjauhkan Kevin dari tubuh Kayla namun Kayla dapat menghalanginya sambil menyerang dukun itu. Dukun itu tidak menyadarinya sehingga dadanya kena pukulan dari Kayla dan menyebabkan dukun itu terlempar.
"Akkk..." kukun itu teriak sambil memegang dadanya. Wajahnya berubah lebih menyeramkan dan semakin beringas.
Nita terlebih dahulu tiba di dalam kamar Kayla dan dia melihat semuanya. Nita terkejut dan ketakutan. Dukun itu mengambil kesempatan untuk menyuruh hantu peliharaannya merasuki tubuh Nita. Nita pun kerasukan.
"Kamu jauhi tubuh pemuda itu dari tubuh wanita itu." perintah dukun itu pada Nita yang sudah kerasukan.
Nita dengan tenaga yang begitu kuat mendorong tubuh Kevin sementara roh Silvi semakin mendekati tubuh Kayla. Kayla berusaha tenang dan berdoa sambil menyerang dukun itu dan berusaha menghalangi roh Silvi. Tiba-tiba Kayla bergerak sangat cepat menyerang dukun itu, roh Silvi dan menolong Kevin yang berusaha dengan sekuat tenaga berjalan mendekati tubuh Kayla.
"Sayang, teruslah berdoa dan lindungilah tubuhku." ucap Kayla sambil meletakkan Kevin pada posisi semula.
Kayla langsung kembali menyerang dukun itu sehingga dia kelabakan menghadapi Kayla. Nita berusaha bangkit dan berdiri lalu berjalan ke arah Kevin. Kevin semakin tulus dan iklhas mencintai Kayla sehingga menyebabkan roh Silvi kesulitan untuk masuk ke tubuh Kayla. Ketika Nita hendak mendorong Kevin lagi, Egi melihatnya.
Roh Silvi mendorong Egi hingga Egi terjatuh. Egi tetap berusaha mendekati Nita dengan menyeret tubuhnya.
Kevin terus bertahan dengan memegang besi tempat tidur yang ada di atas kepala Kayla dan terus berdoa. Silvi semakin tidak bisa masuk ke tubuh Kayla karena dia merasakan cinta Kevin pada Kayla semakin besar dan nyata.
Dukun itu marah melihat Silvi yang melemah. Dukun itu kembali menyerang Kevin namun lagi-lagi Kayla berhasil menghalanginya. Akhirnya dukun itu menyerang Nita sehingga Nita terlempar namun dengan cepat Kayla mampu menangkap Nita dan meletakkannya di sofa. Dukun itu kembali menyerang Kevin namun serangan dukun itu mengenai Kayla karena Kayla langsung melindungi Kevin. Tubuh Kayla kembali kejang.
"Sayang, bertahanlah. Aku benar-benar mencintaimu, Kayla. Tulus dan nyata." Kevin kembali meneteskan air matanya dan memeluk tubuh Kayla namun tetap bertumpu pada tangannya sambil terus berdoa.
Kayla kembali bangkit dan mencoba untuk berdiri. Egi melihat kejadian tadi dan dia sempat ketakutan.
"Egi, peluk Nita dengan cinta sucimu dan jangan pernah berhenti berdoa." kata Kayla sambil terus berusaha berdiri.
Egi terus berusaha meraih Nita dengan susah payah dan akhirnya Egi mampu meraih Nita. Egi langsung memeluk Nita dan mendoakannya. Roh jahat yang ada di dalam tubuh Nita memberontak namun Egi semakin mempererat pelukannya dan terus berdoa. Nita akhirnya sadar dan melihat Egi lalu memeluk Egi sambil menangis.
Dukun itu tertawa melengking hingga membuat bulu kuduk merinding.
"Menyerahlah Kayla. Kau sudah kalah." kata dukun itu, kembali tertawa.
"Silvi, kamu harus bangkit dan ingat keinginan terbesarmu untuk memiliki Kevin sebelum terlambat karena sebentar lagi akan pagi." kata dukun itu.
Mendengar perkataan dukun itu, Silvi kembali bangkit dan berusaha masuk ke tubuh Kayla namun roh Silvi terpental karena rasa cinta Kevin pada Kayla semakin besar.
"Silvi, sadarlah... Aku nggak mau menyakitimu." kata Kayla.
Dukun itu mengangkat tubuh Kevin dan tubuh Kayla terjatuh dari pelukan Kevin.
"Silvi, cepat masuk ke dalam raga Kayla." kata dukun itu.
Silvi melihat kesempatan itu dan akan memasuki tubuh Kayla tetapi Kayla menghalanginya. Dukun itu bertambah marah lalu dia memberikan pilihan pada Kayla.
__ADS_1
"Biarkan roh Silvi masuk ke dalam tubuhmu atau pemuda ini saya lempar. Pilih salah satu." kata dukun itu lalu tertawa.
"Jangan lakukan itu, Kayla. Aku benar-benar mencintaimu, Kayla. Aku mohon tetaplah bertahan demi cinta kita." Kevin berusaha meyakinkan Kayla.
Kayla melihat ada celah untuk mengalahkan dukun itu dan menjauhkan Silvi dari tubuhnya. Kayla berpura-pura ingin menyerahkan tubuhnya. Kayla mundur perlahan.
"Sayang, aku mohon jangan berikan tubuhmu. Aku nggak mau kehilangan dirimu, Kayla." Kevin berteriak sedih lalu kembali dia meneteskan air matanya.
Sebenarnya Silvi sudah melemah tapi karena dukunnya dia kembali bangkit.
"Tamatlah riwayatmu, Kayla." dukun itu kembali tertawa melengking.
Ketika dukun Silvi sedang tertawa dengan sangat cepat Kayla bergerak mengambil kristal, mendorong roh Silvi hingga terjatuh dan langsung menusukkan kristal itu ke bagian jantung dukun itu. Dukun itu terjatuh dan Kayla langsung cepat menangkap tubuh Kevin. Lalu Kayla dan Kevin bersama-sama menekan kristal yang sudah tertancap di dada bagian jantung dukun itu hingga tertancap semakin dalam. Renna tiba di dalam ruangan Kayla dan sangat terkejut dengan apa yang dia lihat. Kayla melihatnya.
"Ma, sini... Egi, Nita, kemari..." Kayla memanggil mereka. Lalu mereka mengelilingi roh dukun itu dan mulai berdoa. Kemudian dukun itu berteriak sangat kencang dan terbakar lalu menghilang.
"Kayla, maafkan aku. Kevin, aku juga minta maaf. Aku sudah salah menilai. Semoga cinta kalian abadi. Selamat tinggal." Roh Silvi tersenyum dan perlahan menghilang.
"Kami sudah memaafkan kamu, Silvi. Semoga kamu tenang di sana." kata Kayla lalu mereka tersenyum.
Roh Silvi tersenyum dan menghilang.
Egi dan Kevin mengangkat tubuh Silvi ke sofa dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut yang dipakai tubuh Kayla.
"Mama, Nita, Egi dan Sayang, tolong bantu do'ain aku ya agar rohku kembali menyatu dengan tubuhku." ucap Kayla.
" Ya, Sayang." ucap Kevin sambil menggenggam tangan Kayla.
Mereka mulai mendoakan Kayla di dalam hati mereka masing-masing saling bergenggaman tangan dan memejamkan mata. Perlahan roh Kayla masuk ke dalam tubuh Kayla. Tangan Kayla yang digenggam Kevin bergerak. Kevin membuka matanya.
"Sayang, kamu sudah sadar." kata Kevin, bahagia.
Renna, Nita dan Egi membuka mata mereka dan melihat Kayla sudah sadar.
"Syukurlah Nak, kamu sudah sadar." kata Renna lalu memeluk Kayla sambil menangis bahagia.
"Kayla, aku sangat senang kamu sadar." kata Nita lalu memeluk Kayla.
"Aku juga turut bahagia melihatmu sadar. Kami merindukanmu, Kayla." kata Egi lalu tersenyum.
Kayla melihat ke arah Kevin yang sedang tersenyum melihatnya.
"Sayang, aku sangat bahagia bisa melihat dan menyentuhmu nyata." ucap Kayla lalu tersenyum dan Kayla menangis bahagia.
"Iya, Sayang. Aku juga sangat bahagia bisa melihat dan menyentuhmu nyata. Hanya kamu yang mampu membuat aku kembali percaya pada cinta." ucap Kevin lalu memeluk Kayla.
"Sayang juga yang bangkitkan aku dari keterpurukan dan menemukan kembali cintaku yang hilang. Terima kasih untuk cinta ini." ucap Kayla sambil mempererat pelukannya.
"Ehem... Masih ada kami di sini." goda Nita sambil tertawa sehingga Kayla melepaskan pelukannya dan tertunduk malu.
Yang lain ikut tertawa melihat wajah Kayla merona karena malu.
*****
Suasana rumah sakit kembali seperti semula. Waktupun telah menunjukkan pukul empat pagi.
"Baiklah, aku akan membuat laporan atas semua yang telah terjadi. Aku akan menyuruh bagian OB untuk membereskan semua ini." kata Egi lalu beranjak pergi meninggalkan ruangan Kayla.
"Mama mau shalat dulu ya, Sayang." kata Renna lalu membelai lembut rambut Kayla.
"Aku mau menyusul Egi agar dia menyuruh orang untuk mengangkat tubuh Silvi dan memandikannya. Kemudian kita antar ke peristirahatannya terakhir." kata Nita lalu beranjak pergi menyusul Egi.
*****
__ADS_1