Cinta Mati Kayla

Cinta Mati Kayla
Kembali Ke Kota J


__ADS_3

Akhirnya Kevin dan Egi tiba di apartemen Kevin. Kevin membuka pintu dan memanggil Kayla.


"Sayang, apakah kamu masih ada di dalam?" Kevin mencari Kayla di ruang tamu tapi tidak ada lalu Kevin masuk ke kamarnya mencari Kayla. Kevin melihat Kayla sedang duduk bersila sambil memegang lengannya yang tertusuk kristal. Kevin sedih melihatnya dan ingin rasanya dia memeluk Kayla. Kayla merasakan kehadiran Kevin. Kayla membuka matanya lalu menghampiri Kevin.


"Sayang, apakah Kamu mencintaiku seperti aku mencintaimu?" tanya Kayla, pelan.


"Iya Sayang, aku mencintaimu nyata." kata Kevin sambil memandangi wajah Kayla.


"Boleh aku memelukmu?" tanya Kayla.


"Iya, boleh. Sini biar aku peluk." Kevin memeluk Kayla dan Kevin kaget karena dia bisa merasakan nyata memeluk Kayla.


"Terima kasih, Sayang sudah mau mencintaiku." ucap Kayla bahagia.


"Sayang, aku merasa Silvi akan menyerang tubuhku. Aku ingin pulang ke J, secepatnya." kata Kayla, pelan.


"Aku ikut ya, Sayang." kata Kevin, berharap.


Leo sengaja bernyanyi agar Kevin keluar dari kamarnya. Kevin mendengarnya lalu mengajak Kayla keluar dari kamarnya.


"Maaf, aku hampir lupa kalau ada kamu." Kevin tersenyum.


"Oh iya, kenalkan ini Kayla." Kevin menunjuk ke arah Kayla yang berdiri di samping Kevin.


"Mana? Nggak ada siapa-siapa?" tanya Leo, bingung.


"Oh iya, aku lupa kalau kamu belum bisa melihatnya." kata Kevin sambil tersenyum.


"Sayang, apakah Leo akan bisa melihatmu?" tanya Kevin.


"Iya, Sayang. Aku akan menampakkan diriku pada Leo." kata Kayla.


Beberapa menit kemudian, Leo bisa melihat Kayla berdiri di samping Kevin.


"Ternyata Kayla sangat cantik dengan rambut pirang yang panjang dan kulit putih juga seksi." gumam Leo di dalam hatinya.


"Leo, kok bengong sih?" kata Kevin sambil menepuk lengan Leo.


"Oh iya. Hai Kayla... Aku Leo." kata Leo, kaget.


"Hai Leo." sapa Kayla lalu tersenyum.


"Leo, kemungkinan besok sore aku akan ke kota J karena Kayla ingin pulang. Dia merasa akan terjadi sesuatu terhadap tubuhnya." kata Kevin.


"Sayang, maaf. Aku lupa memberitahumu kalau aku sudah menceritakan semuanya pada Leo." Kevin merasa bersalah.


"Nggak apa-apa, Sayang. Aku mengerti kok." Kayla tersenyum.


"Terima kasih, Sayang." kata Kevin.

__ADS_1


"Besok aku ikut ya kebetulan kantorku selama seminggu ini nggak ada yang terlalu penting." kata Leo.


"Baiklah, kalau kamu mau ikut. Kamu bisa hubungi Nita untuk memberitahu dia kalau besok sore kita akan ke kota J." kata Kevin.


"Baiklah. Aku akan menghubungi Nita." kata Leo sambil mengambil ponselnya dari saku celananya. Leo menelepon Nita sambil mengaktifkan speaker ponselnya agar Kevin bisa mendengarnya.


"Halo Nita. Ini aku Leo. Masih ingatkah?"


"Halo juga Leo. Iya, aku masih ingat. Ada yang bisa aku bantu tentang proyek kita?"


"Oh... Nggak ada. Aku hanya ingin memberitahukan mu kalau besok sore aku, Kevin dan Kayla akan ke kota J."


"Apa yang telah terjadi dengan Kayla disana karena telah terjadi sesuatu dengan tubuh Kayla disini. Bagaimana keadaan Kayla disana?"


"Setelah tiba disana Kevin dan Kayla akan menceritakan semuanya."


"Baiklah, besok aku jemput kalian di bandara." kata Nita di ujung ponselnya.


"Oke..." Leo menutup ponselnya.


"Baiklah, aku pulang dulu karena aku harus membereskan pekerjaan kantorku." kata Leo bergegas pergi meninggalkan apartemen Kevin.


*****


Sementara Silvi sedang berada di kediaman dukun itu, ternyata Silvi kembali kesana.


"Aku telah memakamkan tubuhku dan aku akan membalas semuanya pada Kayla. Besok aku akan ke kota tempat raganya berada." kata dukun itu, penuh dendam.


Selesai memakamkan tubuhnya, dukun itu pergi menuju kota M ke apartemen milik Silvi.


"Aku besok harus pergi ke tempat raga Kayla tapi sebelumnya aku harus ke kantor Kevin untuk mengundurkan diri dari pekerjaanku." kata Silvi.


Pagi harinya roh Silvi dan dukun itu pergi ke kantor Kevin untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya dan berpura-pura minta maaf agar roh Kayla mengurungkan niatnya untuk pulang ke kota J sehingga Silvi bisa dengan leluasa memisahkan raga dengan roh Kayla sehingga tidak bisa menyatu lagi.


Silvi tiba di kantor Kevin dan langsung menemui Kevin ke ruangannya.


"Selamat pagi, Pak Kevin. Saya ingin menyerahkan surat pengunduran diri saya. Saya juga minta maaf atas semua kesalahan yang sudah saya perbuat terhadap Pak Kevin." dukun itu mengikuti Silvi berbicara lalu memasang wajah Silvi dengan sedih yang penuh penyesalan padahal hanya bersandiwara.


"Baiklah, saya terima surat pengunduran dirimu. Semoga kamu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Saya sudah memaafkan mu dan saya juga minta maaf." kata Kevin dengan perasaan lega karena dia tidak perlu lagi memecat Silvi.


*****


Silvi langsung meninggalkan kantor Kevin. Dia tersenyum karena Kevin percaya dengan sandiwaranya. Kevin mengatur semua agendanya seminggu ke depan dan meminta Anto untuk menggantikan dirinya sementara.


"Bagaiamana Anto, apakah semua agendaku untuk seminggu kedepan sudah diatur?" tanya Kevin.


"Sudah, Pak." jawab Anto.


Kevin sangat mempercayai Anto karena sudah tiga tahun Anto berkerja dengannya dan dia jujur serta tidak pernah mengecewakan dirinya.

__ADS_1


"Baiklah, selama saya berada di kota J kalau ada apa-apa langsung hubungi saya. Sekarang kamu bisa lanjutkan pekerjaanmu." kata Kevin.


"Iya, Pak. Permisi Pak." kata Anto lalu pamit keluar dari ruangan Kevin.


Kevin langsung menuju ke mobilnya karena dia ingin menyampaikan hal ini kepada Kayla agar Kayla tidak khawatir lagi akan tubuhnya. Kevin kembali ke apartemennya dan langsung mencari Kayla.


"Sayang, kamu dimana?" Kevin mencari Kayla ke kamar dan ternyata Kayla sedang bersila sambil memegang lengannya di tempat tidur Kevin.


Kayla membuka matanya lalu melihat ke arah Kevin.


"Ya Sayang, ada apa?" tanya Kayla.


"Tadi Silvi ke kantorku menyerahkan surat pengunduran dirinya dan dia meminta maaf atas semua yang sudah dia lakukan terhadapku. Aku bilang, aku sudah memaafkannya. Silvi sudah bersikap seperti biasanya. Jadi, Sayang jangan khawatir lagi ya. " kata Kevin dengan semangat.


"Sayang, Silvi itu sedang bersandiwara karena dia tahu kalau aku akan pulang. Hari ini aku tetap akan pulang." kata Kayla dengan perasaan sedih.


"Gitu ya. Maafkan aku yang sempat percaya padanya." kata Kevin, sedih.


"Nggak apa-apa kok. Sayang dan Leo jadi ikut?" tanya Kayla.


"Jadi dong. Aku ingin selalu menemanimu." kata Kevin.


"Sayang, aku peluk boleh?" tanya Kayla.


"Boleh, sini aku peluk." kata Kevin sambil memeluk Kayla lalu mencium kening Kayla.


"Aku mencintaimu sampai kapan pun aku selalu mencintaimu meski suatu saat Sayang berubah dan meninggalkan aku." kata Kayla dengan perasaan sedih karena dia tahu apa yang ada di dalam pikiran Kevin.


"Aku juga mencintaimu dan aku akan selalu menemanimu." kata Kevin lalu kembali mencium kening Kayla.


"Ya sudah, aku siap-siap dulu ya."


"Ya. Aku boleh titip ponselku?" tanya Kayla lalu memberikan ponselnya.


"Boleh." Kevin mengambil ponsel Kayla dan menyimpannya di dalam saku celananya.


Kevin mengambil ponselnya dari dalam tasnya lalu menelepon Leo.


"Halo Leo. Kamu jadi ikut? Kalau jadi, nanti samperin ke apartemenku ya. Jangan sampai telat karena aku sudah memesan tiket dan kita cek in jam 14.30." kata Kevin.


"Aku jadi ikut. Oke. Sebentar lagi urusanku selesai dan aku akan langsung siap-siap lalu ke apartemenmu." kata Leo diujung ponselnya.


Ternyata Silvi sedang ada di bandara dan akan ke kota J.


Jam satu siang Leo datang ke apartemen Kevin. Lalu mereka pergi ke bandara dengan menggunakan taksi. Mereka tiba di bandara dan langsung cek in karena sudah jam 14.30.


Akhirnya mereka take off menuju kota J.


*****

__ADS_1


__ADS_2