
"Maaf kami pamit mau pulang dulu," ucap Jessica.
"Kami juga," jawab Soraya.
"Hati-hati di jalan dan terima kasih sudah mau datang menengok putri kami," ucap Ibunya Putri.
"Sama-sama, Leo kamu ikut Mommy atau masih di sini?" tanya Soraya.
"Di sini saja Mom," jawab Leo yang tidak bisa jauh dari Putri.
"Baiklah, kalau pulang hati-hati," ucap Soraya.
"Iya Mom," jawab Leo.
Soraya, Lemos, Jimmy dan Jessica berpamitan dengan Putri dan ke dua orang tuanya Putri menuju ke mansion masing-masing.
"Nak Leo, kami titip Putri bisa?" tanya Ibunya Putri sambil menyentuh tangan suaminya seakan memberikan kode untuk keluar dari ruang perawatan.
"Bisa Tante," jawab Leo.
"Kok Tante? Panggil Mommy," ucap Ibunya Putri.
"Maaf Mommy, Leo lupa," jawab Leo sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa, Putri kami pergi dulu ya," pamit Ibunya Putri.
"Mommy mau kemana?" tanya Putri.
"Kami pulang dulu mau ambil pakaian," jawab Ibunya Putri.
"Nak Leo, kami pulang dulu," pamit Ayahnya Putri.
"Hati - hati Mommy dan Daddy," jawab Leo.
"Terima kasih, titip Putri," ucap Ayahnya Putri.
"Baik Dad," jawab Leo.
Leo mengecup punggung tangan ke dua orang tua Putri kemudian berlanjut ke Putri. Sepasang suami istri itupun pergi meninggalkan Leo dan Putri berdua di ruang perawatan.
Sepeninggal mereka, Putri dan Leo saling terdiam masing - masing sibuk dengan pikiran masing-masing hingga Putri berusaha untuk bangun dari ranjang.
"Mau kemana?" tanya Leo.
"Haus Kak, mau minum," jawab Putri.
__ADS_1
"Biar Kakak ambilkan," jawab Leo.
Leo mengambil gelas yang sudah ada sedotannya kemudian diberikan ke Putri. Putri mulai menyedot hingga menyisakan setengah gelas.
"Sudah cukup Kak," jawab Putri.
"Ok," jawab Leo singkat sambil meminum air yang tinggal segelas, bekas minuman Putri tanpa jijik sedikitpun membuat mata Putri membulat sempurna.
"Kak Leo, gelas itu kan bekas yang aku minum barusan," ucap Putri.
"Memang benar, memangnya kenapa?" tanya Leo sambil meletakkan gelas yang sudah kosong di meja dekat ranjang.
"Kak Leo tidak jijik?" tanya Putri.
"Kenapa jijik?" tanya Leo balik sambil tersenyum.
"Itukan bekas bibirku, berarti secara tidak langsung kita sudah berciuman," ucap Putri kemudian menutup mulutnya dengan ke dua tangannya.
"Bukankah kita sudah berciuman sebelum Kakak meminum bekas gelas mu?" tanya Leo keceplosan.
"Kalau ini di sebut ciuman maka ini di sebut ciuman yang ke tiga," sambung Leo.
"Maksud Kakak?" tanya Putri.
"Lupakan apa yang Kakak katakan, mau makan?" tanya Leo mengalihkan perhatiannya.
Leo menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap wajah cantik Putri.
"Yang pertama waktu kamu tidak mau minum obat dan Kakak mencium bibirmu agar obat itu masuk ke dalam mulutmu. Apakah kamu masih ingat?" tanya Leo.
Putri terdiam sambil berpikir hingga akhirnya dirinya ingat membuat Putri tersenyum malu sambil menganggukkan kepalanya.
"Lalu yang ke dua?" tanya Putri penasaran.
"Ke dua, waktu tubuhmu terkena racun dan ketika sepupuku yang bernama Alex memberikan obat untuk menetralisir racun. Alex mengatakan obat itu harus di minum sedangkan saat itu kamu tidak sadarkan diri," jawab Leo.
"Lalu?" tanya Putri.
"Alex mengatakan obat itu terpaksa dilakukan dari mulut ke mulut. Mommy mu mengatakan biar Mommy saja yang meminum obat lalu dimasukkan ke dalam mulutmu tapi kata Alex harus laki-laki karena ditubuhmu masih ada racun yang sangat berbahaya dan bisa membahayakan nyawa Mommy mu," jawab Leo.
"Daddy mu yang tidak ingin Mommy mu kehilangan nyawanya merelakan nyawanya untuk meminum obat itu untuk dimasukkan ke dalam mulut mu," sambung Leo.
Mata Putri berkaca-kaca ketika mendengar penjelasan Leo karena ke dua orang tuanya sangat sayang padanya bahkan merelakan nyawanya untuk dirinya.
"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Putri.
__ADS_1
"Mommy mu tidak setuju karena tidak sanggup kehilangan Daddy mu dan juga kamu begitu pula dengan Daddy mu tidak bisa kehilangan Mommy mu dan juga kamu," jawab Leo.
"Kemudian Alex bilang kalau aku saja yang melakukannya karena aku sudah meminum penawar racun nya," sambung Leo.
"Tunggu dulu, kenapa Kak Leo meminum penawarnya? Apa Kak Leo juga terkena racun?" tanya Putri dengan wajah kuatir.
"Betul Kakak terkena racun, ketika Alex mengobati mu darah segar berwarna hitam keluar dari mulutmu dan mengenai tangan dan wajah Kakak. Tanpa Kakak sadari Kakak mengusap wajah Kakak dan kemungkinan besar masuk ke dalam mulutku," jawab Leo dalam hatinya bahagia Putri mengkuatirkan dirinya.
Leo tidak menceritakan kalau waktu pengobatan Putri tidak menggunakan sehelai benang pun karena Putri pasti akan malu. Biarlah itu rahasia dirinya, ke dua orang tuanya, Jimmy, Jessica dan Alex.
"Alex bisa tahu kalau Kakak terkena racun?" tanya Putri penasaran.
"Alex bisa tahu ketika bibir Kakak mulai membiru karena itulah Kakak meminum penawar racun tersebut," jawab Leo.
"Lalu Kak Leo mulai meminum obat itu dan memasukkannya ke dalam mulutku," tebak Putri.
"Tepat sekali," jawab Leo.
"Berarti secara tidak langsung kita sudah tiga kali berciuman," ucap Putri.
"Tepat sekali," jawab Leo.
"Aku baru tiga kali ciuman bersama seorang pria dan pria itu bernama Kak Leo tapi aku tidak tahu berapa banyak Kak Leo mencium wanita selain diriku," ucap Putri.
"Jujur Kakak juga sama seperti mu tapi ..." ucap Leo menggantungkan kalimatnya.
"Tapi apa?" tanya Putri penasaran.
"Ketika Kakak mencium bibirmu waktu kamu terkena racun Kakak merasakan pahit ketika Kakak mencium bibirmu," jawab Leo dengan jujur.
Bugh
"Aduh," ucap Leo pura-pura meringis ketika Putri memukul bahu Leo dengan lumayan keras.
"Maaf Kak, habis Kakak bilang kalau bibirku pahit makanya Putri kesal," ucap Putri merasa bersalah sambil mengelus bahu Leo.
"Bibirmu pahit karena di dalam tubuhmu masih ada racunnya," jawab Leo menjelaskan.
"Maafkan Putri, Kak," ucap Putri merasa bersalah.
"Minta maaf kenapa?" tanya Leo sambil menatap ke arah Putri.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1