
Perasaan Leo yang tidak enak membuat Leo turun dari kursi kebesarannya dan berjalan ke arah pintu.
"Maaf Tuan-tuan acara meeting di tunda dulu." ucap orang kepercayaan Leo yang melihat Leo meninggalkan ruangan meeting.
Leo berjalan ke arah pintu lift bersamaan ponselnya berdering membuat Leo mengambil ponselnya dari saku jasnya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.
Leo melihat Ibunya Putri menghubungi dirinya membuat Leo menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya ke telinganya.
("Hallo Tante," panggil Leo).
("Nak Leo, maaf mengganggu." ucap Ibunya Putri merasa tidak enak mengganggu pekerjaan Leo).
("Tidak menggangu kok, ada apa Tante?" tanya Leo).
("Apakah Putri masih di sana? Karena perasaan Tante kok tiba-tiba tidak enak." ucap Ibunya Putri).
("Putri sudah pulang Tante, sebentar lagi mungkin sudah sampai." jawab Leo).
("Baiklah Nak Leo, kami akan menunggu Putri dan semoga saja baik-baik saja." ucap Ibunya Putri).
("Kenapa Tante tidak menghubungi Putri untuk menanyakan sudah sampai mana?" tanya Leo memberikan usulan).
("Masalahnya ponsel milik Putri tidak aktif karena itulah Tante menghubungi Nak Leo. Kalau begitu maafkan Tante yang sudah mengganggu pekerjaanmu." ucap Ibunya Putri).
("Tidak apa-apa Tante," jawab Leo).
("Bye." pamit Ibunya Putri).
("Bye." jawab Leo).
__ADS_1
Tut Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak sedangkan Leo berjalan ke arah ruangannya sambil mencoba menghubungi Putri dan benar saja ponselnya tidak dapat dihubungi.
Di tempat yang berbeda tepatnya terjadi kecelakaan, datang mobil ambulans dan membawa Putri dan sopir taksi untuk di bawa ke rumah sakit namun baru saja mendorong brangkar ke arah mobil ambulans bersamaan mobil yang ditumpangi Putri tiba - tiba meledak.
"Untung kita sudah menyelamatkan mereka berdua tepat waktu kalau tidak bisa dipastikan mereka berdua tidak selamat." ucap salah satu pria tersebut.
"Betul, sekarang kita masukkan ke dalam mobil ambulans." ucap pria ke dua.
"Baik." jawab pria pertama.
Ke dua pria tersebut memasukkan brangkar ke dalam mobil ambulans dengan di bantu oleh perawat yang berada di dalam mobil ambulans. Setelah selesai ke dua pria tersebut duduk di kursi depan yang satu duduk di kursi pengemudi dan satunya duduk di kursi belakang pengemudi.
Namun belum ada setengah perjalanan dua buah mobil hitam menghadang mobil ambulans membuat mobil ambulans terpaksa menghentikan mobilnya kemudian mereka keluar dari dalam mobil sambil menodongkan pistol ke arah pintu mobil ambulans.
"Keluar!" teriak salah satu pria.
"Angkat tangan!" teriak salah satu pria tersebut.
Dua orang menarik brangkar dimana Putri berbaring untuk diturunkan dengan dibantu oleh ke tiga temannya sedangkan satunya menodongkan ke arah dua perawat yang tubuhnya gemetar karena ketakutan.
"Ayo kita pergi dari sini sebelum ada yang datang," ucap salah satu pria tersebut.
"Ok." jawab mereka serempak.
Merekapun pergi sambil menggendong Putri dan meninggalkan brangkar di pinggir jalan. Mereka masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke suatu tempat.
Dalam perjalanan menuju ke suatu tempat tiba-tiba muncul dua anak kecil berjalan hendak menyebrang membuat mobil itu membunyikan klakson.
__ADS_1
Tinnnnn ....
"Minggir!" teriak pria itu.
"Sudahlah tabrak saja." ucap temannya.
Sopir tersebut hanya menganggukkan kepalanya dan menambah kecepatan mobilnya namun ketika mobil itu ingin menabrak ke dua anak malang tersebut tiba-tiba ke dua anak itu menghilang.
"Hah!!! Kok hilang?" tanya pria pertama yang duduk di kursi pengemudi dengan wajah bingung.
"Iya, apa jangan-jangan tempat ini angker?" tanya pria ke dua yang duduk di samping pengemudi.
"Awas!" teriak temannya yang duduk di belakang pengemudi.
Pria itu melihat sebuah truk dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan membuat pria itu berteriak membuat temannya berusaha membanting stir mobil ke arah samping hingga masuk ke dalam jurang bersama Putri yang berada di dalam mobil.
"Akhhhhhhhh!" teriak mereka bersamaan kecuali Putri kareba Putri masih tidak sadarkan diri.
Sedangkan mobil yang satunya tidak sempat menghindar dan akhirnya terjadi tabrakan hebat dan langsung meledak.
Duarr
Duarr
Trik dan mobil tersebut meledak bersamaan membuat orang yang berada di dalam mobil mati mengenaskan sedangkan mobil yang masuk ke dalam jurang terguling - guling hingga mobil itu berhenti karena ada pohon besar yang menghalanginya.
Seorang kakek yang mendengar suara ledakan hebat keluar dari pondoknya dan berjalan hingga dirinya melihat sebuah mobil nyangkut ke dalam mobil.
Kakek tersebut berjalan ke arah mobil tersebut untuk melihat kondisi mereka hingga Kakek tersebut memeriksa kondisi Putri yang ternyata masih hidup.
__ADS_1
"Lebih baik aku menolong gadis ini secepatnya karena kalau tidak nyawanya bisa melayang." ucap Kakek tersebut sambil membawa Putri ke arah pondok.