Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath

Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath
Cincin


__ADS_3

Bugh


"Kak Leo, nyebelin." Ucap Putri dengan wajah kesal sambil memukul bahu Leo.


Leo hanya tersenyum dan tidak marah sedikitpun kemudian Leo mengantar Putri ke kantornya setelah itu barulah dirinya.


xxxxxxxx


Dua Bulan Kemudian


Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa pula sudah dua bulan Leo mendekati Putri dan sering memberikan perhatian terhadap Putri bak seorang Putri raja. Sikap Leo terhadap dirinya perlahan membuka pintu hati Putri yang tertutup dengan rapat.


"Putri." Panggil Leo ketika mereka berada di restoran sudah selesai makan siang bersama.


"Ya." Jawab Putri dengan singkat.


"Kakak berencana ingin kuliah lagi di luar negri jadi selama tiga tahun kita tidak bertemu." Ucap Leo sambil menatap wajah cantik Putri.

__ADS_1


"Kenapa tidak bisa bertemu lagi? Memang Kak Leo tidak pulang ke sini?" Tanya Putri dengan wajah terkejut.


"Sepertinya tidak." Jawab Leo sambil masih menatap wajah Putri.


"Kenapa tidak pulang? Bukankah orang tua dan adik Kak Leo tinggal di negara ini? Belum lagi keluarga besarnya." Ucap Putri dengan wajah sendu.


"Ke dua orang tua ku dan adik kembarku akan tinggal di luar negri untuk mengelola perusahaan cabang milik Alexander karena itulah kami sekeluarga akan pindah ke luar negri." Ucap Leo.


"Kakak juga tidak tahu apakah selama tiga tahun kembali ke negara ini atau selamanya tinggal di luar negri." Sambung Leo.


Deg


Deg


"Kecuali ..." ucap Leo menggantungkan kalimatnya.


"Kecuali apa Kak?" Tanya Putri sambil tersenyum sekaligus kuatir atas ucapan Leo.

__ADS_1


"Kamu mau menikah dengan Kakak maka Kakak akan membawamu." Jawab Leo sambil masih menatap wajah cantik Putri.


Putri menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil memejamkan matanya hingga beberapa saat Putri membuka matanya.


"Aku masih sangat takut untuk terluka kembali." Ucap Putri sambil menatap wajah tampan Leo.


"Selama kita bersama pernahkah aku membuatmu terluka?" Tanya Leo dengan wajah serius.


"Tidak pernah." Jawab Putri.


"Kakak pernah membaca tapi Kakak lupa siapa nama pengarang kata-kata itu yang isinya. Jangan pernah menatap ke arah pintu yang tertutup sedangkan masih ada pintu yang terbuka." Ucap Leo.


"Arti dari kata-kata itu adalah kamu tidak boleh menatap masa lalu mu di mana pria itu telah membuatmu terluka tapi tatap lah pria lain yang tidak pernah membuatmu terluka lebih dalam dan pria itu adalah Kakak. Kakak sangat mencintaimu dan Kakak akan selalu menjaga hatimu agar kekasihku tidak terluka lagi." Ucap Leo dengan wajah serius.


Putri menundukkan kepalanya dan apa yang dikatakan oleh Leo barusan benar adanya. Dirinya tidak boleh terpuruk dan harus berani menatap masa depan.


Leo memasukkan tangan kanannya ke arah saku jas kemudian mengeluarkan kotak berwarna merah.

__ADS_1


"Selama ini Kakak selalu menyimpan kotak merah ini untuk melamar gadis yang Kakak cintai. Jika kamu mau menerima lamaran Kakak pakailah cincinnya tapi jika menolak maka jangan memakainya." Ucap Leo sambil meletakkan kotak berwarna merah di meja dekat Putri.


"Kakak tidak akan memaksamu untuk menerima cincin itu karena Kakak sangat menghormati apapun keputusanmu." Ucap Leo sambil tersenyum walau dalam hatinya sangat takut cintanya bertepuk sebelah tangan.


__ADS_2