
("Paman tidak tahu Nona," jawab bodyguard yang duduk di samping pengemudi).
("Apa kita lawan saja mereka?" tanya Putri memberikan usulan).
("Jangan lakukan itu Put, bilang pada sopir lewati jalan yang ramai agar mereka tidak menyergap mobilmu," ucap Leo yang mendengarkan percakapan Putri).
("Maaf Nona takutnya mereka banyak dan bisa saja Nona dalam keadaan bahaya," jawab bodyguard tersebut).
("Kalau begitu ambil jalan yang ramai agar mereka tidak menyergap mobil kita," perintah Putri mengikuti perkataan Leo).
("Baik Nona," jawab sopir tersebut yang merangkap sebagai sopir).
("Bagus, aku dalam perjalanan menuju ke tempatmu dan ingat jangan keluar dari mobil jika mereka berhasil menyergap mobil kalian," perintah Leo).
("Ok," jawab Putri patuh).
Hingga lima belas menit kemudian mereka berada di jalan raya yang tidak begitu ramai bersamaan mobil yang di tumpangi Putri di lewati mobil lain dan langsung berhenti tepat di depan mobil Putri.
Cittttttt
Brak
("Akhhhhhhhh..." teriak Putri dan ke dua bodyguard bersamaan).
Sopir yang merangkap sebagai sopir terpaksa mengerem mobilnya secara mendadak membuat mobilnya menabrak mobil yang berada di depannya bersaman teriakan Putri dan ke dua bodyguard tersebut.
Ponsel milik Putri terjatuh karena ke dua tangan Putri menahan jok mobil membuat Putri terpaksa melepaskan ponselnya agar dirinya tidak terluka.
("Putri! Apa yang terjadi?" tanya Leo dengan wajah panik).
("Nona, tidak apa-apa?" tanya bodyguard tersebut dengan nada kuatir).
("Tidak apa-apa Paman, tadi hanya kaget saja," jawab Putri).
("Syukurlah, kami akan keluar dari mobil dan kami harap Nona di dalam mobil," ucap bodyguard tersebut).
("Baik," jawab Putri singkat).
Ke dua bodyguard tersebut keluar dari mobil kemudian berjalan ke arah enam pria bertampang sangar. Putri mencari ponselnya hingga satu menit kemudian Putri menemukan ponsel miliknya dan mengambil ponsel tersebut.
("Kak Leo," panggil Putri).
("Kamu baik-baik saja?" tanya Leo dengan nada kuatir).
("Tidak apa - apa Kak, maaf Kak aku tidak bisa mengikuti perintah Kakak karena ke dua bodyguard Daddy sudah mulai terdesak," ucap Putri).
("Tidak Putri itu terlalu berbahaya, tunggu bantuan datang," pinta Leo).
__ADS_1
("Kak Leo dengarkan aku, jika seandainya ternyata aku tiada tolong Kak Leo kuburkan aku di samping Oma dan Opa. Maafkan aku yang belum bisa membalas cinta kak Leo tapi yang pasti aku sangat nyaman dan merasa terlindungi." ucap Putri dengan mata berkaca-kaca).
(" Terima kasih banyak atas semua yang Kak Leo lakukan untukku," sambung Putri dengan nada tulus).
Selesai mengatakan hal itu Putri meletakkan ponselnya di jok mobil kemudian keluar dari mobil untuk membantu dua bodyguard tersebut.
("Putri, jangan katakan itu karena Kakak tidak suka," ucap Leo dengan wajah panik).
Hening
Hening
"Putri!" teriak Leo.
"Si*l, percepat laju mobilnya!" perintah Leo.
"Baik Tuan," jawab sopir tersebut yang merangkap sebagai bodyguardnya.
Leo mengambil ponsel satunya untuk menghubungi Lemos dan sambungan pertama langsung di angkat.
("Ada apa Leo?" tanya Lemos).
("Daddy, mobil Putri di serang dan Leo dalam perjalanan ke sana," ucap Leo).
("Apa? Baik Daddy akan meminta bantuan Paman Albert untuk meretas data," ucap Lemos).
("Iya Dad," jawab Leo).
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Lemos sedangkan Leo menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya.
Di tempat yang berbeda Putri menyerang para penjahat membuat ke dua bodyguard yang awalnya terdesak kini bisa mendesak para penjahat tersebut.
Putri sesekali menghindari pukulan mereka dan terkadang menyerang mereka hingga tidak berapa lama datang mobil berwarna hitam berhenti di depan mereka.
Cittttttt...
Putri melirik sekilas ke arah mobil hingga matanya membulat sempurna karena melihat adik dari Ayahnya turun dari mobil sambil mengarahkan pistolnya ke arah kening Putri.
"Apa yang Paman lakukan?" tanya Putri dengan wajah terkejut.
"Paman menunggu seseorang dan kamu akan aku jadikan umpan," jawab Pamannya dengan wajah tanpa dosa.
"Maksud Paman apa? Paman aku ini ponakan mu? Kenapa Paman tega padaku?" tanya Putri tidak percaya.
"Salah satu dari cucu Alexander yang bernama Leo sebentar lagi akan datang dan Paman sangat membenci keluarga besar Alexander karena itulah Paman menjadikan ponakan tersayang ku umpan untuk menjebak Leo. Mengenai kenapa Paman tega sama ponakan sendiri, tanyakan sama Daddy mu kenapa tega sama Paman," ucap Pamannya.
"Apa yang akan Paman lakukan sama Kak Leo?" tanya Putri sambil menahan amarahnya terhadap Pamannya.
__ADS_1
"Paman akan menyuruhmu untuk menembak Leo hingga Leo mati," jawab Pamannya.
"Jika aku menolaknya?" tanya Putri.
"Maka kamu akan mati," jawab Putri.
"Tembak ke dua pria itu!" perintah Pamannya.
"Baik Tuan," jawab anak buahnya sambil mengeluarkan pistolnya dari saku jasnya.
Dor
Dor
"Akhhhhhhhh," teriak dua bodyguard tersebut.
Bruk
Bruk
Dua anak buah Pamannya menembak tepat di keningnya membuat ke dua bodyguard tersebut berteriak kesakitan bersamaan tubuhnya ambruk dan mati seketika.
"Paman sangat jahat, kenapa menembak mereka? Mereka itu tidak bersalah," tanya Putri sambil bersiap memukul Pamannya.
Grep
Dua anak buahnya menahan tangan Putri agar tidak memukul Pamannya sedangkan
"Pegang pistol ini dan tembak tepat di keningnya kalau tidak anak buah Paman akan menyuntikkan racun ke dalam tubuhmu dan racun ini dua kali lipat lebih bahaya dari racun pertama," ucap Pamannya.
"Berarti waktu aku terkena racun akibat ulah Paman?" tanya Putri dengan wajah terkejut.
"Tentu saja, sayang kamu selamat," jawab Pamannya sambil tersenyum devil.
"Tapi tenang saja racun ini akan berkerja selama empat puluh delapan jam setelah lewat dari itu kamu langsung ma ti," ucap Pamannya.
"Paman sangat yakin pasti kamu lebih memilih nyawamu dari pada nyawa Leo karena jika kalau kamu memilih nyawa Leo berarti kamu wanita yang sangat bod*h," ucap Pamannya.
Tidak berapa lama datang mobil yang ditumpangi oleh Leo dan berhenti tidak jauh dari tempat Putri.
"Leo sudah datang dan ini pistolnya, ingat kamu ada dua pilihan kamu atau Leo yang ma ti," ucap Pamannya sambil memberikan pistol.
Debby menerima pistol tersebut bersamaan salah satu anak buahnya mengarahkan jarum suntik tepat di leher Putri.
'Kak Leo, maafkan aku,' ucap Putri dalam hati sambil menatap mobil milik Leo yang sudah dibuka dan bisa dipastikan Leo yang membuka pintu mobil nya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :