
"Bukankah kita dulu pernah berciuman, jadi apakah masalah? Atau kamu ingin kita melakukan lagi di dalam mobil?" tanya Leo menggoda Putri dengan wajah polos.
Putri hanya bisa menatap Leo dengan tatapan kesal kemudian langsung memakan mie goreng seafood bekas Leo. Leo dan Putri sama-sama tidak jijik kalau sendok itu bekas di pakai oleh mereka berdua hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum bersama.
"Aku ingin ke kantor." Ucap Putri sambil turun dari kursi.
"Kakak antar." Ucap Leo.
"Tidak perlu, lebih baik aku pergi sendiri." Tolak Putri.
"Kamu berangkat sama Kakak dan pulangnya juga sama Kakak." Ucap Leo bersikeras.
Putri menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian berjalan dan diikuti oleh Leo menuju ke arah parkiran mobil.
Leo mengantarkan Putri ke perusahaan milik orang tua Putri dan sepanjang perjalanan Putri dan Leo saling diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Selama aku dinyatakan meninggal, ada berapa gadis yang menjadi kekasih Kak Leo?" tanya Putri setelah lima menit saling terdiam.
"Kakak hitung dulu." Ucap Leo sambil pura - pura menghitung dengan menyebut nama gadis secara asal.
"Angel, Delia, terus siapa lagi ...(pura-pura berpikir sambil melirik ke arah Putri) ... Oh ya Debora, Laras, Kelly, Gloria, Katarina ... Ahhhhhhh... ada banyak." Ucap Leo dalam hati Tersenyum bahagia karena wajah Putri memerah menahan marah alias cemburu.
"Wah bagus donk." Jawab Putri sambil tersenyum namun dalam hatinya ingin sekali men x ce x kik Leo dan menendangnya ke tong sampah.
"Bagaimana denganmu?" Tanya Leo.
__ADS_1
"Selama ke dua tangan dan ke dua kakiku tidak bisa digerakkan aku selalu ditemani dokter muda yang sangat tampan. Dokter tampan itu memijat ke dua tangan dan ke dua kakiku supaya bisa digerakkan." Ucap Putri sambil tersenyum karena membohongi Leo.
'Dokternya sudah tua, maaf Kak Leo aku terpaksa bohong memangnya Kak Leo saja yang membuatku cemburu dan kesal.' sambung Putri dalam hati.
Leo yang melihat Putri tersenyum mengira kalau Putri membayangkan dokter tampan tersebut padahal Putri ingin membalas perkataan Leo.
cittttttt
Leo yang sangat kesal dan cemburu mengerem mobil secara mendadak membuat Putri nyaris menabrak dasboard mobil kalau saja Leo tidak menahan tubuhnya.
"Kak Leo kenapa sih, pakai mengerem mendadak." Omel Putri.
"Selain kaki dan tangan mana lagi area yang di sentuh?" Tanya Leo tanpa memperdulikan omelan Putri.
"Mau aku sebutkan secara rinci?" Tanya Putri menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.
"Mau tahu banget ya." Goda Putri yang melihat wajah Leo memerah menahan amarahnya.
"Ya." Jawab Leo singkat lagi sambil melepaskan sabuk pengamannya.
"Sebelum aku jawab, apa yang dilakukan Kak Leo bersama kekasih Kak Leo yang sebanyak itu?" Tanya Putri.
"Banyak, kami berciuman, berpegangan tangan bahkan aku sudah melihat tubuh polosnya." Ucap Leo sambil menatap ke arah Putri.
'Maaf sebenarnya itu tubuh polos mu dan selama kamu tidak ada pintu hatiku tertutup rapat untuk gadis lain. Kakak terpaksa berbohong agar Kakak ingin tahu apakah kamu cemburu atau tidak.' sambung Leo dalam hati.
__ADS_1
Duarr
Bagai petir di siang hari itu yang dirasakan Putri tapi Putri berusaha menutupi rasa sakit dan berusaha untuk tersenyum.
"Bagus dong, berarti sudah pernah melakukan hubungan suami istri." ucap Putri sambil memalingkan wajahnya ke arah depan melihat kendaraan lalu lalang.
"Belum, tapi karena kamu bilang begitu aku akan melakukannya." Jawab Leo sambil melirik ke arah Putri.
"Oh iya aku baru ingat, antar kan aku ke kantor karena hari ini kekasihku mau datang dan mau menemaniku seharian di kantor." ucap Putri mengalihkan pembicaraan.
"Putri, kamu bilang kamu setuju memulai dari awal lagi tapi kenapa kamu membohongiku?" Tanya Leo dengan wajah kesal.
"Membohongi apa?" Tanya Putri dengan wajah bingung sambil menatap ke arah Leo.
"Kamu sudah mempunyai kekasih." Jawab Leo sambil menatap Putri dengan tatapan tajam dan menahan amarahnya.
"Maaf Kak, aku berbohong." Jawab Putri akhirnya.
"Apa maksudmu?" Tanya Leo dengan wajah terkejut.
"Aku terpaksa berbohong karena Kak Leo mempunyai kekasih banyak bahkan Kak Leo pernah melihat kekasih Kak Leo tanpa sehelai benangpun dan aku yakin Kak Leo dan kekasih Kak Leo melakukan hubungan suami istri. Mulai hari ini dan seterusnya jangan pernah mendekati aku lagi." Jawab Putri dengan tegas sambil menarik sabuk pengamannya.
Grep
Ketika tangan Putri ingin membuka pintu mobil tiba - tiba Leo menahan tangan Putri agar Putri tidak keluar dari mobilnya.
__ADS_1
"Apakah kamu cemburu?" tanya Leo.