
"Apa itu Tuan?" Tanya dokter tersebut.
Daddynya Putri membisikkan sesuatu ke telinga dokter tersebut sedangkan dokter tersebut hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Daddynya Putri mengurus biaya administrasi dan biaya mobil ambulance setelah selesai mengurus semuanya mereka menunggu di pintu UGD.
Belum ada lima belas menit mobil ambulance datang dan mereka ikut masuk ke dalam sedangkan mobil mereka di bawa oleh bodyguard ke mansion milik Daddynya Putri.
Ke dua orang tua Putri menatap sendu ke arah putri semata wayangnya yang tubuhnya dipenuhi selang belum lagi tubuhnya di perban seperti mumi.
Delapan Bulan Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya dan tidak terasa pula sudah delapan bulan sejak kepergian Putri hidup Leo selalu dipenuhi rasa bersalah. Walau pertemuan Putri sangat singkat namun itu sangat berarti buat Leo.
"Leo, besok selasa ada meeting dengan perusahaan Patricia Oktavia Putri Cooperration. Kamu bisa datangkan?" Tanya Lemos.
"Leo malas datang Dad." ucap Leo sambil menatap ke arah pemandangan dan duduk di sofa balkon.
__ADS_1
"Apa karena perusahaan itu mengingatkan dirimu dengan Putri?" Tanya Lemos.
"Benar Dad, jika Leo melihat Ayahnya Putri rasa bersalahku semakin bertambah besar." Jawab Leo yang masih menyalahkan dirinya sendiri.
"Kejadian itu sudah delapan bulan yang lalu, kenapa kamu masih merasa bersalah?" Tanya Lemos.
"Karena gara-gara Leo membuat Putri meninggalkan Leo untuk selama-lamanya sambil menatap wajah cantik Putri yang berada di tangannya di mana Leo memegang foto pigura.
"Itu sudah takdir dan waktu terus berputar tidak bisa berhenti atau berjalan mundur jadi Daddy minta bukalah pintu hatimu untuk gadis lain." Ucap Lemos yang berusaha menasehati putra sulungnya.
"Seandainya Leo bisa membuka hati untuk gadis lain sejak dulu sudah Leo lakukan tapi Leo tidak bisa." Jawab Leo jujur yang ingin melupakan bayangan Putri tapi dirinya sangat sulit.
"Bayangan Putri hadir jika ada seorang gadis atau wanita yang mendekati Leo dan menatap Leo dengan tatapan sendu." Jawab Leo.
"Terlebih Leo sangat mencintai Putri dan entah kenapa Leo merasa sangat yakin kalau Putri masih hidup." Sambung Leo.
"Bukankah kita tahu kalau kecelakaan yang terjadi sama Putri sangat parah dan harapan selamat tidak mungkin mengingat mobil yang ditumpangi Putri meledak di jurang." Ucap Lemos.
__ADS_1
"Apalagi kita juga tahu kalau ke dua orang tua Putri membawa jenasah Putri untuk dimakamkan khusus keluarga besar orang tua Putri yang berada di luar kota." Sambung Lemos.
"Tidak tahulah Dad mungkin hanya perasaan Leo dan maaf Leo ingin sendiri." Ucap Leo.
"Baik Daddy akan pergi dan Daddy harap kamu mau pergi ke acara besok selasa untuk meeting dengan perusahaan Patricia Oktavia Putri Cooperration." Ucap Lemos penuh harap.
"Baik Dad, besok Selasa Leo akan datang." Jawab Leo yang tidak bisa menolak Lemos.
Lemos hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan kamar Leo sedangkan Leo menyandarkan tubuhnya di sofa sambil memejamkan matanya.
"Putri, maafkan Kakak kalau ada kesempatan ke dua Kakak akan memperbaiki semuanya." Ucap Leo dengan wajah sedih.
xxxxxxxx
Di negara yang berbeda seorang gadis cantik sedang memetik bunga di taman belakang mansion nya dengan di bantu wanita paruh baya tersebut.
"Sayang, nanti malam Daddy akan pergi ke negara xxxx. Mommy ingin menemani Daddy, apakah sayang mau ikut?" tanya Mommynya.
__ADS_1
"Berapa lama Mom?" tanya gadis tersebut.