
"Pergilah," ucap Leo sambil menahan amarahnya.
Putri hanya tersenyum kemudian berjalan ke arah pintu namun sebelum membuka pintu ruangan milik Leo, Putri menghentikan langkahnya.
"Aku harap Kak Leo menemukan seseorang yang sangat mencintai Kak Leo dan Kak Leo selalu bahagia," ucap Putri.
Selesai mengatakannya Putri membuka pintu tersebut kemudian menutupnya dengan rapat.
Brak
"Si*l," umpat Leo sambil menggebrak mejanya.
Leo memejamkan matanya untuk menghilangkan amarahnya terhadap Putri setelah setengah jam kemudian dirinya sudah mulai tenang. Leo kembali melanjutkan pekerjaannya kembali karena dokumen - dokumen tersebut sedang digunakan hari ini.
Putri berjalan ke arah pintu lift sambil ngelamun. Sampai di depan pintu lift Putri menekan tombol lantai satu dan tidak berapa lama pintu lift terbuka. Putri masuk ke dalam kotak persegi empat kemudian Putri menyandarkan tubuhnya di dinding lift.
"Mantan kekasihku tega mengkhianati diriku dan kini ketika aku mencoba membuka hatiku untuk Kak Leo, Kak Leo membenciku tanpa tahu apa salahku. Tapi lebih baik begitu Kak Leo membenciku karena kami tidak mungkin bisa bersama karena umurku tinggal besok," ucap Putri.
"Selamat tinggal Kak, semoga Kakak selalu bahagia dan menemukan seseorang yang sangat tulus mencintai Kak Leo," sambung Putri.
Ting
Pintu lift terbuka, Putri keluar dari kotak persegi empat tersebut kemudian berjalan sambil sesekali tersenyum ketika ada orang yang menyapa dirinya.
Putri keluar dari lobby perusahaan sambil menunggu taksi hingga beberapa saat taksi yang di tunggu datang dan Putri langsung melambaikan tangannya dan taksi itupun berhenti tepat di depannya.
Putri membuka pintu mobil dan duduk di kursi belakang pengemudi kemudian menutup pintu mobil tersebut sambil menatap gedung pencakar langit milik Leo.
__ADS_1
'Hari ini aku terakhir melihat perusahaan milik Kak Leo karena mulai besok dan seterusnya aku tidak bisa melihat lagi,' ucap Putri dalam hati.
Uhuk Uhuk Uhuk Uhuk
Cittttttt
Tiba-tiba Putri batuk membuat Putri menutup mulutnya dengan ke dua tangannya bersamaan darah segar keluar dari sela-sela jari Putri. Hal itu membuat sopir taksi tersebut mengerem mobil secara mendadak dan untunglah jalanan sepi.
"Nona kenapa?" tanya sopir taksi tersebut dengan wajah kuatir sambil memberikan tissue ke Putri.
"Paman, tolong antar aku ke rumah sakit," pinta Putri sambil menerima tissue tersebut kemudian menyandarkan tubuhnya ke jok mobil.
"Baik nona," jawab sopir taksi tersebut sambil menyalakan mobilnya kembali.
Putri membuka tasnya untuk mengambil ponselnya, setelah di ambil Putri mencari nomor Ibunya namun rasa pusing yang teramat sangat membuat tulisan yang ada di kontak ponselnya menjadi kabur.
Putri menekan nomer kontak tersebut tanpa mengetahui kalau itu nomer ponsel milik Vincent yang belum sempat di hapus dan sambungan pertama langsung di angkat oleh Vincent.
Bruk
("Aku ...." ucapan Putri terputus bersamaan Putri tidak sadarkan diri dan ponsel milik Putri terjatuh namun masih terhubung).
("Nona tidak apa-apa?" tanya sopir taksi tersebut dengan nada kuatir).
hening
hening
__ADS_1
("Nona, jangan buat saya kuatir," ucap sopir taksi tersebut sambil kembali menghentikan mobilnya).
("Nona!!" teriak sopir tersebut ketika memalingkan wajahnya ke arah belakang dan melihat Putri tidak sadarkan diri).
("Aku harus menghubungi keluarganya," ucap sopir tersebut).
Sopir tersebut yang ingin mengambil tas milik Putri melihat ada ponsel milik Putri membuat sopir tersebut mengambil ponselnya.
("Hallo," panggil sopir tersebut)
("Ini siapa dan apa yang terjadi dengan Putri?" tanya Vincent dengan nada dingin).
("Saya sopir taksi, Nona Putri tidak sadarkan diri tadi sempat batuk dan mengeluarkan darah berwarna hitam. Apa Nona Putri keracunan?" tanya sopir taksi tersebut).
("Apa? Bawa ke rumah sakit," pinta Vincent dengan wajah mulai panik).
("Baik Tuan," jawab sopir taksi tersebut).
Tut Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak kemudian sopir tersebut meletakkan ponselnya di samping pengemudi.
Brak
"Akhhhhhhhh ...." teriak sopir tersebut.
Sopir taksi itupun mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit. Namun di tengah perjalanan sebuah truk dari arah berlawanan mengalami rem blong hingga terjadi tabrakan yang tidak bisa dihindari.
__ADS_1
Taksi tersebut terguling-guling hingga membentur tiang lampu. Di tempat yang berbeda Leo sedang mengadakan meeting bersama rekan bisnisnya namun ketika hendak mengambil gelas tiba-tiba gelas tersebut terjatuh dan pecah berkeping-keping.
'Kenapa perasaanku tidak enak ya?' tanya Leo dalam hati.