
("Maaf Tante, ada apa?" tanya Leo).
("Tidak ada apa-apa, maaf telah mengganggu Nak Leo," jawab Ibunya Putri).
("Santai saja Tante, Maaf Tante tadi Leo minta ijin sama Mommy dan Daddy berangkat kerja dan sekarang Leo dalam perjalanan menuju ke mall tempat tujuan Putri," ucap Leo menjelaskan).
("Lalu pekerjaan nya?" tanya Ibunya Putri).
("Leo akan menemani Putri sampai pulang ke mansion setelah itu Leo langsung berangkat lagi ke kantor dan tidak bisa mampir karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal," jawab Leo menjelaskan sambil duduk di kursi belakang pengemudi).
("Jadi ngerepotin Nak Leo, lebih baik biar anak buah suamiku yang pergi ke sana," ucap Ibu nya Putri walau dalam hatinya ingin Leo yang menjaga putrinya).
("Leo tidak merasa repot kok Tante," jawab Leo).
'Karena Leo ingin selalu dekat Putri,' sambung Leo dalam hati.
("Sekali lagi terima kasih banyak," ucap Ibunya Putri).
("Sama-sama Tante," jawab Leo).
("Oh ya, kalau Nak Leo mau Putri bisa membantu pekerjaan Nak Leo jika Nak Leo membutuhkan seorang sekretaris atau asisten," ucap Ibunya Putri).
("Benarkah? Kebetulan sekali sekretaris Leo sedang cuti jadi aku bisa minta bantuan Putri," ucap Leo sambil tersenyum menyeringai tanpa diketahui oleh Ibunya Putri karena lewat ponsel).
("Kebetulan sekali, kalau begitu sepulang dari mall kalian langsung pergi ke kantor nanti sore baru pulang," ucap Ibunya Putri).
("Baik Tante," jawab Leo sambil tersenyum bahagia).
("Kalau begitu Tante tutup teleponnya dan hati-hati di jalan," ucap Ibunya Putri).
("Baik Tante dan Terima kasih," jawab Leo).
Tut Tut Tut Tut
__ADS_1
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Leo memasukkan ponselnya di saku jasnya.
"Percepat laju mobilnya," perintah Leo sambil menghubungi Putri dan sambungan pertama langsung di angkat oleh Putri.
"Baik Tuan," jawab sopir tersebut yang merangkap sebagai bodyguard sambil menambahkan kecepatan mobilnya.
("Hallo Kak," sapa Putri dengan suara merdunya).
("Lagi di mana?" tanya Leo).
("Lagi di jalan mau ke mall, ada yang ingin aku beli buat besok persiapan pergi," jawab Putri menjelaskan).
("Ada apa Kak?" tanya Putri).
("Tidak ada apa-apa, Kakak ingin mendengar suaramu," ucap Leo).
("Pffftttt,")
("Kenapa tertawa?" tanya Leo kesal karena baru kali ini ada orang yang berani menertawakan dirinya namun dalam hatinya sangat senang mendengar suara tawa Putri).
("Memang kakak badut?" tanya Leo dengan nada masih kesal).
("Boleh juga tuh kalau nanti ponakan ku ulang tahun Kak Leo jadi badutnya," ucap Putri sambil masih tertawa).
("Putri," panggil Leo dengan nada kesal).
("Ada apa sayang," goda Putri).
("Ulangi lagi?" tanya Leo yang tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya).
("Yang mana?" tanya Putri pura-pura).
("Yang tadi kamu katakan?" jawab Leo).
__ADS_1
("Ada apa," ucap Putri sambil menahan tawa, entah kenapa dirinya sangat suka menggoda Leo).
("Kalimat selanjutnya," pinta Leo).
("Oh itu, Sa..." ucapan Putri terpotong oleh sopir yang merangkap sebagai bodyguard).
("Maaf Nona, Nona pegangan mobil yang kuat karena saya akan menambah kecepatan," ucap sopir tersebut).
("Memang kenapa Paman?" tanya Putri penasaran).
("Mobil kita diikuti dari arah belakang," jawab bodyguard tersebut).
Putri memalingkan wajahnya ke arah belakang dan benar saja satu mobil hitam mengikuti mobilnya membuat tangan kiri Putri berpegangan mobil yang berada di atas kepalanya agar dirinya tidak terjerembab ke arah depan.
("Ada apa Put?" tanya Leo dengan nada panik).
("Mobilnya di ikuti oleh mobil berwarna hitam karena itulah sopir mempercepat laju mobil," jawab Putri).
("Pasang GPS nya," pinta Leo).
("Ok dan maaf ponselnya aku matikan karena aku akan memegang mobil agar tidak terjatuh," jawab Putri).
("Letakkan di jok mobil agar aku bisa mendengar apa yang terjadi," pinta Leo).
("Ok," jawab Putri singkat).
Putri meletakkan ponselnya di sampingnya kemudian Putri memegang mobil agar tidak terjatuh.
("Apakah Paman bisa tahu ada berapa orang di dalam mobil mereka?" tanya Putri).
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1