
Putri mengambil dokumen tersebut kemudian membacanya kata demi kata hingga akhirnya Putri menatap ke arah Jaka Jarak.
"Seperti yang dikatakan oleh kekasihku benar, aku minta ganti karena aku tidak setuju." Ucap Putri.
"Apa alasannya?" Tanya Jaka Jarak.
"Proyek itu ada di luar kota dan aku tidak bisa tinggal di luar kota bersama Tuan Jaka Jarak." Jawab Putri.
"Memang kenapa? Kebetulan aku punya mansion di luar kota dan kita tidak tinggal satu kamar. Nona Putri tinggal memilih kamar mana yang disukai." Ucap Jaka Jarak.
"Tetap saja aku tidak bisa, maaf kalau tidak di rubah maka perjanjian kerja sama batal." Ucap Putri dengan tegas.
Jaka Jarak menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Baiklah aku akan merubahnya." Jawab Jaka Jarak akhirnya.
"Baik, silahkan di rubah dan yang pasti aku tidak akan mau tinggal di luar kota selama proyek berlangsung." Ucap Putri.
"Lalu siapa yang mengawasi proyek?" Tanya Jaka Jarak.
"Sekretaris ku." Jawab Putri.
"Di temani sekretaris ku." Sambung Leo yang ingin menjodohkan sekretarisnya dengan sekretaris Putri.
"Baik." Jawab Jaka Jarak sambil menahan amarahnya.
__ADS_1
"Kalau begitu kami permisi dulu." Pamit Jaka Jarak.
"Silahkan, kami tunggu perbaikan dokumennya." Ucap Leo.
Jaka Jarak hanya menatap tajam ke arah Leo tapi Leo tidak perduli malah sengaja memanasi nya dengan cara menyium pipi Putri.
Jaka Jarak turun dari kursi kemudian pergi meninggalkan Hotel Pusing Kepalaku.
Bugh
"Kak Leo nyebelin." Ucap Putri sambil memukul bahu Leo.
"Nyebelin kenapa?" Tanya Leo polos tanpa marah sedikitpun.
"Kak Leo mengambil kesempatan dalam kesempitan." Ucap Putri dengan wajah di tekuk.
"Lain kali aku tidak mau lagi jadi pacar pura-pura." Ucap Putri sambil turun dari kursi.
"Syukurlah kamu sudah berubah pikiran." Ucap Leo yang juga turun dari kursi.
"Maksud Kak Leo?" tanya Putri sambil berjalan ke arah parkiran mobil.
Grep
"Kamu tidak ingin berpura-pura pacaran denganku jadi kamu memintaku untuk menjadi pasangan kekasih, benar bukan?" Tanya Leo sambil menaikkan salah satu alis matanya dan memeluk Putri dari arah samping.
__ADS_1
"Dih gr, maksud ku jika ada lagi yang menyukaiku maka aku akan mencari pemuda tampan untuk berpura-pura menjadi kekasihku." Jawab Putri sambil melepaskan pelukan Leo.
"Silahkan saja jika kamu tidak takut aku hukum." Ucap Leo sambil membuka pintu samping pengemudi agar Putri masuk ke dalam mobil.
"Aku tidak takut." Jawab Putri sambil masuk ke dalam mobil dan duduk di samping pengemudi.
"Kalian berdua naik taksi!" Perintah Leo.
"Baik Tuan." Jawab ke dua sekretaris Leo dan Putri bersamaan.
Leo memutari setengah mobil kemudian duduk di kursi pengemudi.
"Lho mereka kok tidak naik?" Tanya Putri.
"Mereka bilang ada keperluan." Jawab Leo berbohong sambil mendekati tubuh Putri.
"Apa yang Kak Leo lakukan?" Tanya Putri dengan wajah terkejut.
"Kamu bilang tidak takut aku hukum kan?" Tanya Leo.
"Ya, lalu apa hubungannya dengan Kak Leo mendekatiku?" Tanya Putri.
Cup
Tanpa menjawab Leo mengecup bibir Putri singkat kemudian mencium kembali bibir Putri namun berupa lu x ma x tan hingga lima menit kemudian Leo melepaskan ciumannya karena Putri kehabisan nafas.
__ADS_1
"Itu hukumannya jika kamu berani mendekati pria lain ataupun meminta seseorang untuk berpura-pura menjadi kekasihnya." Ucap Leo sambil kembali duduk kemudian memasang sealt belt nya.