Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath

Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath
Istriku memang sangat cantik


__ADS_3

"Betul, kamu suka?" tanya Leo.


"Sangat suka." Jawab Putri.


Grep


"Jika Kakak merindukanmu maka Kakak akan pergi ke sini." Ucap Leo sambil memeluk tubuh Putri dari belakang.


Putri yang di peluk oleh Leo membuat jantungnya berdetak kencang membuat Putri melepaskan pelukan Leo tapi di tahan oleh Leo.


"Kakak mohon biarkan Kakak memelukmu hanya lima menit saja." Mohon Leo.


Putri hanya terdiam dan membiarkan Leo memeluk dirinya. Hingga lima menit kemudian Leo melepaskan pelukannya kemudian membalikkan badannya agar Putri menatap dirinya.


"Kakak sangat menyukai dirimu dan apakah kamu ada perasaan sedikit untuk Kakak?" Tanya Leo penuh harap sambil menatap mata indahnya.


"Jujur aku sangat nyaman dekat dengan Kak Leo namun aku masih sangat takut untuk membuka hatiku lagi." Jawab Putri.


"Apa yang membuatmu sangat takut?" Tanya Leo.

__ADS_1


"Aku sangat takut untuk terluka kembali dan jujur waktu itu sebenarnya aku ingin menyerahkan harta berhargaku yang selama ini aku jaga karena Kak Leo sangat baik padaku dan selalu melindungi diriku." Jawab Putri.


"Kenapa kamu ingin memberikan harta berharga mu?" tanya Leo dengan wajah terkejut sekaligus bahagia karena Putri ingin memberikan harta berharganya untuk dirinya.


"Waktu itu aku terkena racun dan ketika berada di ruangan kerja Kak Leo, aku merasakan racun itu mulai berkerja karena dadaku mulai terasa sesak dan sakit namun aku berusaha untuk melawannya. Jadi sebelum aku meninggal aku ingin memberikan sesuatu yang berharga untuk kak Leo tapi ternyata Kak Leo mengusirku." Jawab Putri jujur.


"Apakah tawaran itu masih berlaku?" tanya Leo.


Jujur ketika Putri mengatakan hal itu tombak sakti miliknya mulai menegang dan ingin merasakannya terlebih Leo terkadang menonton hubungan suami istri namun dirinya selalu membayangkan melakukan hal itu bersama Putri.


Leo adalah pria normal terlebih kini mereka berdua berada di kamar yang sama di tambah cuacanya yang mendukung membuat Leo ingin melakukannya dan mempraktekkan apa yang dulu pernah ditontonnya.


"Tidak." Jawab Putri singkat tanpa banyak berpikir sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Karena Kak Leo mengusirku dan itu membuat pintu hatiku tertutup rapat untuk pria lain termasuk Kak Leo." Jawab Putri menjelaskan.


Leo menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian berjalan ke arah lemari pakaian dan membukanya dengan lebar.


"Kamu gantilah baju dan Kakak akan mandi di kamar sebelah." Ucap Leo yang ingin mandi air dingin agar adik kecilnya kembali tidur.

__ADS_1


"Kenapa ganti baju?" Tanya Putri.


"Aku hanya ingin kamu mengganti pakaian." Jawab Leo.


"Tapi ..." Ucapan Putri terpotong oleh Leo.


"Ganti atau aku akan memaksamu untuk melakukan hubungan suami istri." ucap Leo dengan nada setengah mengancam.


Putri hanya bisa memajukan bibir bawahnya sambil menatap Leo dengan tatapan kesal sedangkan Leo tidak perduli. Leo berjalan ke arah pintu kemudian membukanya.


"Kakak akan mandi jika Kakak melihatmu masih memakai pakaian ini dan tidak merias wajahmu seperti dulu jangan protes jika aku memintamu untuk melakukan hubungan suami istri." ucap Leo kemudian menutup pintu kamarnya dengan rapat.


"Nyebelin banget." Ucap Putri dengan wajah kesal.


Putri berjalan ke arah lemari kemudian memilih pakaian di mana semuanya masih baru. Setelah selesai memilih Putri melepaskan pakaiannya satu persatu kemudian menggantinya dengan dress warna putih.


Putri berjalan ke arah meja rias kemudian menghapus riasannya. Setelah selesai Putri merias wajahnya dengan menggunakan bedak dan lipstik warna bibirnya.


Ceklek

__ADS_1


Walau riasan yang sangat sederhana namun Putri semakin bertambah cantik bersamaan pintu kamarnya di buka dan dirinya tahu siapa yang membukanya.


"Istriku memang sangat cantik." Puji Leo.


__ADS_2