
Ceklek
Daddy Sam membuka pintu kemudian Patricia masuk ke dalam ruang meeting diikuti oleh Daddy Sam, Lemos dan terakhir Leo.
Mereka pun duduk di tempat masing-masing, Leo yang tidak ingin berpisah dengan Patricia atau Putri duduk di sebelahnya. Patricia duduk di tengah-tengah antara Daddy Sam dan Leo.
Patricia membuka kata penyambutan sekaligus memperkenalkan diri menjadi CEO menggantikan Daddy Sam. Selesai memperkenalkan dirinya mereka pun melanjutkan meeting nya hingga dua jam lamanya akhirnya mereka selesai meeting.
"Paman Sam, maaf aku ingin membawa Patricia." Ucap Leo yang sejak tadi menunggu meeting nya cepat selesai.
"Silahkan." Jawab Paman Sam.
"Kenapa bicaranya tidak di sini saja?" Tanya Patricia.
"Aku ingin bicara pribadi denganmu dan setelah itu aku tidak akan mengganggumu lagi." Ucap Leo walau ucapannya bertentangan dengan kata hatinya.
"Baik." Jawab Patricia singkat.
'Kenapa hatiku sangat sakit ketika Kak Leo mengatakan itu? Tidak aku tidak boleh membawa perasaanku, sudah cukup aku terluka dan aku tidak ingin terluka lagi. Putri sudah lama meninggal dan sekarang yang berdiri di sini adalah Patricia,' sambung Patricia dalam hati.
Merekapun mencium tangan Paman Sam dan Lemos kemudian mereka berdua keluar dari ruangan tersebut sedangkan Lemos pergi bersama Paman Sam menuju ke ruangan kerja Paman Sam.
__ADS_1
Skip
Kini Patricia dan Leo berada di restoran VVIP agar pembicaraan mereka tidak di dengar oleh orang lain.
"Katakan apa yang ingin Tuan Leo katakan?" Tanya Patricia.
"Aku kan sudah bilang panggil namaku dengan sebutan Leo jangan Tuan Leo." Ucap Leo.
"Baiklah, apa yang ingin katakan? Katakanlah sekarang karena waktuku tidak banyak." Ucap Patricia.
'Maaf aku mengatakan hal ini karena aku takut tidak bisa mengendalikan diriku. Jujur aku menyukai Kak, tapi aku tidak mau terluka lagi.' Sambung Patricia dalam hati.
"Silahkan cerita dan aku akan mendengarkannya." Ucap Patricia.
"Waktu pertama kali aku bertemu seorang gadis jantungku berdetak kencang. Walau baru mengenalnya aku merasa sangat nyaman bersamanya hingga suatu ketika Ibu gadis itu menghubungiku dan mengatakan untuk menemaninya karena perasaannya tidak enak." Ucap Leo sambil memandangi wajah Patricia.
"Saat itu pekerjaan di kantor sangat banyak tapi aku tinggalkan untuk menemaninya karena entah kenapa perasaanku juga tidak enak." Ucap Leo.
"Saat itu aku sangat kaget ketika gadis yang aku cintai ingin menembak ku tapi aku salah ternyata gadis itu tidak menembak ku hingga akhirnya kami bertarung setelah selesai kami langsung ke kantor." Ucap Leo dengan mata berkaca-kaca.
Patricia menatap mata Leo yang berkaca-kaca namun dirinya berusaha untuk mematikan perasaannya terhadap Leo.
__ADS_1
"Ketika kami sampai ke kantorku, gadis itu duduk di pangkuanku hingga akhirnya kita sama tidur di kursi kebesaran ku. Dalam tidur aku bermimpi kalau kami melakukan hubungan suami istri dan dalam mimpi itu gadis itu tidak menjaga kehormatannya karena itulah aku mengusirnya." Ucap Leo.
"Apakah karena mimpi Kak Leo langsung percaya?" Tanya Patricia dengan wajah penuh kecewa tanpa sadar memanggil Leo dengan sebutan Kak Leo.
"Maaf, aku sangat menyesal," ucap Leo.
"Seandainya waktu bisa di putar kembali, aku akan meminta bantuan sepupuku untuk mengobati racun yang ada di tubuhmu." Ucap Leo tanpa sadar.
"Dari mana Kak Leo tahu kalau aku terkena racun?" Tanya Patricia.
"Ops." Ucap Patricia sambil menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya.
grep
"Putri, Kakak tahu kamu adalah Putri karena namamu Patricia Oktavia Putri." Ucap Leo sambil menggenggam tangan Putri.
"Aku bukan Putri, namaku Patricia." Jawab Patricia sambil menarik tangannya tapi di tahan oleh Leo.
"Tidak, Kakak tahu kamu ada Putri. Maafkan Kakak, Kakak bersedia melakukan apapun agar Kamu mau memaafkan Kakak." Ucap Leo.
"Kak Leo yakin?" tanya Putri yang akhirnya tidak bisa membohongi Kak Leo.
__ADS_1