
Tidak berapa lama kepala pelayan datang sambil membawa minyak angin kemudian diberikan ke Daddynya Putri.
Daddynya Putri menerima minyak angin tersebut kemudian Daddynya Putri memakai kan ke hidung istrinya. Tidak berapa lama Istrinya perlahan membuka matanya.
Grep
"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Daddy, putri kita ..." ucap istrinya menggantungkan kalimatnya sambil terisak.
"Sstttttt... Sudah lebih baik kita pergi ke Jalan Cintaku Padamu." ucap suaminya sambil membalas pelukan istrinya.
"Tadi Mommy bermimpi bertemu dengan Putri dengan tubuh terluka dan Putri meminta tolong sama Mommy dan Daddy." ucap Istrinya sambil mendorong perlahan tubuh suaminya.
"Kalau begitu kita pergi ke sana karena perasaan Daddy mengatakan kalau putri kita masih hidup." ucap suaminya.
"Ayo Dad kita pergi sekarang." Ucap istrinya sambil turun dari sofa.
Suaminya hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berjalan ke arah garasi mobil. Kini mereka duduk di kursi belakang mobil walau tubuh Daddy nya Putri sangat lelah dan ingin istirahat tapi dirinya tidak bisa melakukan itu karena Putri merupakan anak kesayangan mereka dan mereka sangat berharap agar Putri baik-baik saja.
Tiga puluh lima menit kemudian mobil mereka hampir sampai di Jalan Cintaku Padamu tanpa sengaja Mommynya Putri melihat seorang pria paruh baya melambaikan mobilnya sedangkan di sampingnya ada gerobak dan entah kenapa Mommynya Putri menyuruhnya untuk berhenti.
"Berhenti." ucap Mommynya Putri.
Cittttttt
__ADS_1
"Ada apa Mom?" tanya suaminya.
"Mommy ingin tahu Kakek itu ingin apa." Ucap istrinya sambil membuka pintu mobil.
Suaminya langsung menurunkan kaca mobil kemudian menatap pria paruh baya tersebut yang berjalan ke arah mereka.
"Aku minta tolong antar kan kami ke rumah sakit." Pinta pria paruh baya itu.
"Memang siapa yang sakit Kek?" Tanya Daddynya Putri.
"Seorang gadis, aku menemukannya jatuh ke dalam jurang yang bernama Aku Ingin Melupakan Dirimu." Jawab pria paruh baya tersebut.
"Apa?" Teriak ke dua orang tua Putri bersamaan.
Mereka berjalan ke arah gerobak tersebut dan matanya membulat sempurna melihat tubuh Putri penuh dengan luka. Daddynya Putri dengan sangat hati-hati menggendong Putri dan berjalan ke arah mobil.
Bodyguard milik Daddynya Putri membuka pintu mobil belakang pengemudi dengan lebar kemudian Daddynya Putri masuk ke dalam mobil.
"Kakek mau ikut dengan kami?" tanya Mommynya Putri sambil menengok ke arah belakang.
"Lho kok tidak ada? Pergi ke mana?" Tanya Mommynya Putri.
"Mungkin sudah pulang ke rumahnya Mom, lebih baik kita pergi ke rumah sakit karena kita tidak bisa menunda waktu lagi." Ucap Daddynya Putri dari dalam mobil.
__ADS_1
"Iya Dad." Jawab Mommynya Putri sambil masuk ke dalam mobil.
Bodyguard yang merangkap sebagai sopir mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar mereka sampai di rumah sakit. Hingga dua puluh lima kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit.
Kini mereka duduk dan menunggu di ruang operasi dengan perasaan cemas dan berharap Putri baik-baik saja. Hingga tiga jam menunggu pintu operasi terbuka dan terlihat wajah lelah sang dokter.
"Bagaimana keadaan putri kami Dok?" Tanya Daddynya Putri.
"Putri Tuan dan Nyonya sudah melewati masa krisis tapi...." ucap dokter tersebut menggantungkan kalimatnya kemudian menghembuskan nafasnya dengan berat.
"Tapi apa Dok?" tanya ke dua orang tuanya.
"Maaf, ke dua kaki dan ke dua tangan putri Nyonya dan Tuan mengalami patah tulang akibat kecelakaan." Jawab dokter tersebut.
"Apa?" teriak ke dua orang tua Putri bersamaan dengan wajah terkejut.
"Kalau kami pindahkan ke rumah sakit luar negri bisa Dok? Karena saya mempunyai rekomendasi teman yang bisa mengobati patah tulang." Ucap Daddynya Putri.
"Bisa Tuan, kapan rencananya mau dipindahkan?" tanya Dokter tersebut.
"Hari ini juga, kami akan menggunakan pesawat pribadi." Ucap Daddynya Putri.
"Baik, kalau begitu kami akan mempersiapkan segalanya untuk memindahkan putri Tuan dan Nyonya ke mobil ambulance agar bisa dibawa ke bandara." Ucap dokter tersebut.
__ADS_1
"Satu lagi Dok, kami minta satu hal dari dokter." pinta Daddynya Putri.