
"Namanya Putri, kekasihku lebih tepatnya calon istriku. Ada apa?" tanya balik Leo sambil melirik sekilas ke arah Putri.
"Tidak apa-apa Tuan." Jawab gadis tersebut.
"Maaf Nona Sudah Susi Tangan Belum, dokumen ini tolong di perbaiki." Ucap Sekretaris Alvonso sambil menunjuk pasal dua belas.
"Panggil Nona Sudah, memang kenapa dengan pasal dua belas?" Tanya Nona Sudah.
"Di sini di tulis bahwa selama proyek berlangsung Nona Sudah dan Tuan Leo selalu bersama kemanapun baik di proyek maupun di luar proyek." Ucap Sekretaris tersebut.
"Apa? Aku tidak setuju selama proyek berlangsung sekretaris ku yang akan mengurus semuanya sedangkan aku hanya melihat proyek itu tapi tidak sering." Ucap Leo keberatan.
"Maaf Tuan, maksudnya selama proyek berlangsung membicarakan tentang proyek dan pekerjaan tidak ada hal yang pribadi." Ucap Nona Sudah menjelaskan.
"Aku tetap tidak setuju, ganti atau tidak sama sekali melakukan kerjasama." ancam Leo.
"Baik akan kami ganti." Ucap Nona Sudah.
"Siko Rona Pirus, catat permintaan Tuan Leo." ucap Nona Huda pada sekretarisnya.
"Baik Nona Huda." Jawab Siko Rona Pirus.
"Apa ada yang lainnya lagi Tuan?" Tanya Nona Sudah.
__ADS_1
"Biarkan sekretaris ku yang mengeceknya." Jawab Leo.
"Loky Down bagaimana? Apakah ada yang perlu diperbaiki?" tanya Leo.
"Tidak ada lagi Tuan." Jawab Loky Down.
"Bagus, kalau begitu perbaiki dokumennya setelah itu bertemulah dengan sekretaris ku karena proyek ini aku serahkan ke sekretaris ku." Ucap Leo.
Leo tidak menyukai Nona Sudah Susi Tangan Belum karena dirinya tahu kalau Nona Sudah sangat menyukai dirinya. Sebenarnya Leo enggan melakukan kerja sama tapi karena teman baik Ayahnya yang bernama Lemos membuat Leo terpaksa menerimanya.
Selesai mengatakan hal itu Leo langsung berdiri kemudian menarik kursinya untuk duduk di sisi Putri yang masih mengobrol dengan rekan bisnisnya.
Grep
"Eh." Ucap Putri dengan wajah terkejut.
"Sebentar lagi selesai Honey, ada apa?" tanya Putri berusaha menghilangkan kegugupan dan jantung berdebar karena ulah Leo yang mendadak memeluknya.
"Siapa dia Nona?" Tanya pria tersebut sambil menahan amarahnya.
"Maaf Tuan, perkenalkan ini ..." Ucapan Putri terpotong oleh Leo.
"Perkenalkan aku Leo Alexander, calon suaminya Putri." Ucap Leo memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
"Tuan Leo Alexander, apakah ada hubungan dengan Tuan Nathan?" Tanya pria tersebut dengan wajah terkejut.
"Tuan Nathan adalah Opa ku, Tuan mengenal Opa ku?" Tanya Leo yang juga ikut terkejut.
"Tentu saja kenal, Tuan Nathan mempunyai enam saudara kembar yang semuanya hebat." Jawab pria tersebut.
"Terima kasih atas pujiannya." Ucap Leo.
"Sama-sama Tuan dan kenalkan namaku Jaka Jarak." Ucap Jaka Jarak memperkenalkan dirinya.
Leo hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengulurkan tangannya begitu pula dengan Jaka Jarak.
"Maaf Nona, ini proposal nya silahkan di cek." Ucap Jaka Jarak sambil memberikan proposal ke Putri.
Putri yang ingin mengambil proposal tersebut langsung di rebut oleh Leo kemudian Leo mulai memeriksa dokumen tersebut dengan teliti.
"Pasal enam, harap di ganti!" Perintah Leo sambil meletakkan proposal tersebut ke meja dekat Jaka Jarak.
"Maaf Tuan Leo, yang berhak mengecek proposal ini adalah Nona Putri bukan Tuan Leo." Ucap Jaka Jarak sambil menahan amarahnya.
"Memang isi proposal nya apa?" tanya Putri penasaran.
"Bacalah pasal enam." Pinta Leo yang tidak menyebutkan alasan kenapa dirinya minta di perbaiki atau di ganti.
__ADS_1