
"Sejak kapan kita menikah?" Tanya Putri sambil membalikkan badannya dan menatap ke arah Leo.
Grep
"Kalau kamu ingin mau menikah secepatnya maka kita menikah secepatnya juga. Aku akan mengajak keluarga besar ku untuk melamar mu." Ucap Leo dengan wajah serius sambil memeluk pinggang Putri.
"Maaf Kak, saat ini aku belum bisa menjawabnya." Jawab Putri yang masih trauma tanpa membalas pelukan Leo.
"Tenang saja, Kakak akan menunggumu dengan sabar." Jawab Leo.
"Kita kembali ke perusahaan karena Daddy pasti mengkuatirkan diriku." Ucap Putri sambil melepaskan pelukan Leo karena tidak baik untuk jantung nya jika berlama - lama di kamar Leo.
"Ok." Jawab Leo singkat sambil melepaskan pelukannya.
Mereka keluar dari kamar Leo kemudian mereka pergi ke perusahaan milik orang tua Putri dengan menggunakan mobil Leo.
xxxxxxxx
Satu Bulan Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya hubungan Putri dengan Leo berjalan dengan baik dan Putri merasa nyaman dengan kehadiran Leo di tambah sikap Leo yang melindungi Putri membuat Putri merasa aman.
Leo tidak pernah menyerah, setiap makan siang Leo selalu mengajaknya makan siang bersama bahkan terkadang Putri membawakan bekal makan siang dan Leo datang ke perusahaan milik Putri untuk makan bersama.
Sedangkan Daddy nya Putri menyerahkan sepenuhnya perusahaan miliknya ke Putri dan terkadang Daddy nya ikut membantunya jika Putri mengalami kesulitan tapi Putri yang sangat pintar jarang mengalami kesulitan.
Daddynya Putri sangat senang akan kemajuan Putrinya membuat Daddy nya Putri melepaskan perusahaannya dan mengurus cabang perusahaan lain.
__ADS_1
Leo yang sangat cemburu karena sekretaris Putri seorang pria langsung mengganti sekretaris nya seorang gadis dan bisa bela diri agar bisa melindungi Putri.
"Lihat perutku bertambah gendut karena setiap hari kita makan siang bersama." Ucap Leo yang memperlihatkan perutnya yang agak membuncit.
"Memang apa hubungannya dengan makan siang bersama dengan perut buncit?" tanya Putri dengan wajah bingung.
"Ada hubungannya, dulu Kak Leo malas makan dan kalau lapar baru makan itupun hanya makan sedikit. Tapi sejak kamu hadir dan kita sering makan bersama perutku menjadi buncit." Jawab Leo.
"Bagaimana kalau liburan kita olah raga bersama?" Tanya Putri memberikan usulan.
"Boleh." Jawab Leo singkat sambil tersenyum bahagia karena dirinya sangat jika selalu dekat dengan Putri.
"Ok, besok kebetulan hari libur kak Leo jemput aku ya." Pinta Putri.
"Ok." Jawab Leo singkat lagi.
"Boleh." Jawab Putri singkat.
"Kalau begitu sampai ketemu besok, karena hari ini Kakak ada jadwal ingin ketemu klien." Ucap Leo yang melihat jam sudah menunjukkan pukul satu tiga puluh lima menit.
"Ok, hati-hati di jalan." Ucap Putri.
"Terima kasih, nanti pulang kerja Kakak jemput." Ucap Leo.
"Sepertinya Putri lembur karena pekerjaanku menumpuk." Ucap Putri.
"Nanti Kakak bantu." Jawab Leo.
__ADS_1
"Ok." Jawab Putri singkat.
Leo turun dari sofa begitu pula dengan Putri kemudian Leo keluar dari ruangan kerja milik Putri sedangkan Putri melanjutkan pekerjaannya.
Setengah jam kemudian pintu ruangan kerjanya di ketuk oleh seseorang dan Putri pun menyuruhnya untuk masuk.
Ceklek
Putri menghentikan pekerjaannya kemudian menatap ke arah pintu dan melihat sekretaris pribadinya membuat pintu dan berjalan ke arah Putri.
"Maaf Nona, setengah jam lagi ada meeting dengan perusahaan Lu Qian Kemana Aja." ucap sekretaris tersebut.
Putri tidak menjawab ucapan Sekretaris nya dan hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan sekretaris cantik tersebut mengerti kenapa Putri seperti itu.
"Kalau Nona merasa tidak nyaman, lebih baik kita membatalkan kerja sama kita." Ucap sekretaris tersebut.
"Kalau kita batalkan itu tidak mungkin karena kita akan membayar pinalti yang lumayan besar. Meeting nya di mana?" Tanya Putri yang tidak ada pilihan lain.
"Di hotel Pusing Kepalaku." Jawab sekretaris tersebut.
"Baiklah, kalau begitu persiapkan berkas-berkasnya.'' Pinta Putri.
"Baik Nona, kalau begitu saya permisi dulu." Jawab sekretaris tersebut.
Sekretaris itupun pergi meninggalkan ruangan tersebut sedangkan Putri mengusap wajahnya dengan kasar bersamaan ponselnya berdering.
Putri mengambil ponselnya yang ada di meja dan melihat di layar ponselnya nama Leo terpampang.
__ADS_1
"Kak Leo tumben telepon, bukannya tadi sudah ketemu?" Tanya Putri sambil menggeser tombol berwarna hijau.