Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath

Cinta Pertama Sang Mafia Psycopath
Ekstra Part


__ADS_3

Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya, kehidupan pengantin baru Putri dan Leo berjalan harmonis. Tidak ada lagi orang yang mengganggu kehidupan rumah tangga mereka karena tanpa sepengetahuan Putri kalau Leo menumpas semua orang - orang yang ingin berbuat jahat dengan Putri ataupun dengan dirinya serta keluarga besar nya.


Dua Bulan Kemudian


Di bulan ke dua pernikahan Leo dengan Putri, Leo mengalami mual - mual dan ingin makanan yang di sukai Putri bahkan Leo yang tidak pernah takut sama jarum suntik kini sangat takut dan anti pergi ke rumah sakit.


"Sayang, wajahmu sangat pucat." Ucap Putri sambil memijat kening suaminya yang berbaring di ranjang.


"Mungkin karena perutku tidak enak sayang makanya wajahku pucat." Jawab Leo sambil memejamkan matanya dan menikmati pijatan istrinya.


"Kita ke dokter yuk, biar Suamiku cepat sembuh." Ajak Putri.


"Aku sangat takut sayang, apalagi kalau sampai aku di suntik." Tolak Leo.


"Bukannya itu aku kenapa sekarang suamiku ikut-ikutan?" Tanya Putri dengan bingung.


"Tidak tahu sayang, aku juga bingung." Jawab Leo yang tidak mengerti kenapa dirinya seperti ini takut dengan jarum suntik.


"Sayang, sudah cukup aku dan author Yayuk Triatmaja yang takut jarum suntik. Masa suamiku yang sangat tampan dan perkasa takut jarum suntik." Goda Putri.


Ketika Leo ingin menjawab perut Leo kembali mual membuat Leo berlari ke arah kamar mandi untuk mengeluarkan isi dalam perutnya bersamaan pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.


Putri turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah pintu kamarnya.


Ceklek


"Eh Mommy dan Daddy silahkan masuk Mom, Dad." Ucap Putri sambil mengecup punggung tangan Soraya dan Lemos bergantian kemudian membuka pintu kamarnya dengan lebar.


"Leo kemana?" Tanya Soraya sambil masuk ke dalam kamar putranya.


"Lagi di kamar mandi Mom." Jawab Putri.


Soraya dan Lemos mendengar suara orang muntah membuat Soraya dan Lemos berjalan ke arah kamar mandi.


"Leo kamu kenapa?" tanya Soraya dengan wajah kuatir sambil berjalan mendekati putranya begitu pula dengan Lemos dan Putri.


"Perut Leo mual Mom." Jawab Leo.


"Memangnya kamu makan apa sampai mual-mual gitu?" Tanya Soraya.


"Leo makan seperti biasa Mom." Jawab Leo.

__ADS_1


"Daddy, tolong bantu Leo berdiri dan memapah Leo ke arah ranjang ... Tubuh Leo lemes banget." Ucap Leo dengan nada manja.


Tanpa menjawab Lemos membantu Leo berdiri kemudian memapah Leo menuju ke arah ranjang sesuai permintaan Leo.


"Daddy." Panggil Leo ketika sudah berbaring di ranjang.


"Ya, ada apa lagi Leo? Wajahmu sangat pucat lebih baik Daddy panggil dokter." Ucap Lemos yang sangat kuatir dengan kondisi putranya.


"Leo ingin masakan Daddy dan mengenai dokter, Leo tidak mau Dad karena Leo sangat takut apalagi kalau sampai Leo di suntik." Ucap Leo sambil bergedik ngeri.


"Bukannya kamu tidak takut dokter dan jarum suntik?" Tanya Lemos.


"Benar yang dikatakan Daddy karena setahu Mommy kamu itu tidak pernah takut dengan siapapun termasuk sama dokter dan jarum suntik kecuali sama yang di atas dan keluarga besar kita." Ucap Soraya.


"Tidak tahu nih Mom, Dad." Ucap Leo dengan wajah bingung kenapa dirinya sangat takut.


"Daddy, Leo lapar masakin dong." Rengek Leo seperti anak kecil.


"Kamu sakit?" Tanya Lemos sambil memegang kening putranya.


"Tidak panas." ucap Lemos.


"Aish Daddy, jangan rese deh ... Leo lapar nih." pinta Leo lagi.


"Tidak Dad, sekarang Leo lagi suka masakan kesukaan Putri jadi Daddy masak yang merupakan kesukaan Putri." Ucap Leo.


"Putri saja yang masak." Ucap Putri yang merasa tidak enak hati dengan Lemos.


"Tidak mau, Leo ingin masakan Daddy." Tolak Leo dengan tegas.


"Iya, ini Daddy yang masakin buat kamu." Ucap Lemos yang tahu akan sifat putranya karena sifatnya hampir sama seperti dirinya.


Jika menginginkan sesuatu harus dilakukan karena itulah Lemos keluar dari kamar Leo menuju ke dapur.


"Apa jangan-jangan Putri hamil?" Tanya Soraya setelah melihat suaminya keluar dari kamarnya.


"Masa sih Mom, Putri hamil?" Tanya Putri dan Leo bersamaan.


"Mungkin saja karena sikap Leo sama seperti sikap Daddy waktu Mommy hamil Leo dan Leona." Jawab Soraya.


"Terakhir datang tamu bulanan kapan?" Tanya Soraya yang tidak ingin menebak-nebak karena takut salah.

__ADS_1


"Sekitar ...(Menjeda kalimatnya) ... Dua bulan yang lalu." Jawab Putri yang baru ingat


"Fix ... Berarti kamu hamil, kamu menyimpan test pack?" Tanya Soraya.


"Benarkah Mom kalau aku hamil?" Tanya Putri sambil memegang perutnya yang mulai berisi.


"Kemungkinan besar seperti itu, apakah kamu menyimpan test pack?" tanya Soraya mengulangi perkataannya.


"Tidak Mom, tadi aku pikir kok perutku sedikit gendut dan berencana mau diet." Jawab Putri.


"Kalau begitu, Mommy akan hubungi dokter untuk memeriksa mu dan mengenai diet jangan lakukan itu." Ucap Soraya.


"Baik Mom." Jawab Putri.


Grep


"Istriku hamil? Senangnya." Ucap Leo sambil memeluk tubuh istrinya.


Skip


Dokter sudah memeriksa keadaan Putri dan ternyata benar, Putri positif hamil membuat Leo dan Putri sangat bahagia terlebih orang tua Leo Lemos dan Soraya.


Satu Tahun Kemudian


Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat, Putri dan Leo dikaruniai tiga anak kembar satu laki - laki dan dua perempuan bernama Leon Alexander, Leona Alexander dan Leoni Alexander.


Mereka sangat bahagia menyambut keluarga baru, mansion yang sepi kini ramai dengan suara ke tiga bayi kembar mereka.


"Ke tiga anak kembar kita semua mirip Daddy, Mommy hanya dapat warna matanya kalau warna mata Daddy biru sedangkan Mommy warna matanya hitam." Ucap Putri.


"Itu karena Mommy cinta banget sama Daddy." Ucap Leo sambil memandangi ke tiga bayi kembarnya.


"Memang benar, Mommy cinta banget sama Daddy." Jawab Putri yang tidak bisa berbohong.


Grep


"Daddy juga sama, Daddy akan selalu melindungi kalian bertiga." Ucap Leo sambil memeluk istrinya dari arah belakang.


Putri hanya tersenyum sambil menyandarkan tubuhnya di dada suaminya. Dirinya sangat bersyukur bisa bertemu dan menikah dengan Leo. Walau pada saat itu sempat ada masalah dengan mereka.


Mereka sangat bahagia dan saling menyayangi baik sekarang, besok dan selamanya sampai maut memisahkan mereka.

__ADS_1


Tamat


__ADS_2